
Exell menatap datar anggota keluarganya yang memandangnya penuh tanya, ia hanya acuh lalu melangkah ke dapur utama untuk membasahi kerongokangannya yang kering,
"Kak! Siapa gadis cantik itu?"
"Iya Kak! dia Nona Pewaris yang di pesta kemarenkan?"
Namun, mereka harus menahan geram karna Exell yang hanya bungkam seakan tak mendengar ucapan mereka.
"Kakak!"
"hmm!"
"Haiss! bisa gila kalau begini!" gerutu Serly memijat mijat pelipisnya pusing, Vina menggandeng Momy Chalista untuk bertanya pada Exell yang pasti mau tak mau menjawabnya juga.
"Tolong tanyakan Aunty!"
Momy Chalista menggeleng geleng melihat kelakuan para ponakannya ini, ia menatap Exell yang tampak berfikir, ia mendekat dan mengelus kepala keangkuhan itu lembut membuat Exell tersenyum akan sikap perhatian Momynya.
"Mau ceritakan ke Momy? hmm!"
"Baiklah!" Exell merangkul pundak Momynya menuju ruang keluarga disana, ia menatap lembut Kinan yang sedang berbicara dengan Tuan Sinmart.
"Sayang!"
Duarrr..
Bagai disambar petir seluruh manusia disana terngangak kecuali Asisten Dion yang tersenyum sinis,
"Cihh! Sudahku duga!" Batin Asisten Dion geli melihat Exspresi mereka.
"Boy! kau sakit?" Dady Arkan meletakan punggung tangannya kekening Exell yang menatapnya datar.
"Tidak panas!"
"Kak! kau jangan diam saja, aku sudah ingin berpesta ini!" pekik Serly yang sudah kepalang tanggung dengan berita ini, ia menatap penuh harap pada wajah cantik Kinan yang menatap mereka geli, sangat berbeda dengan yang di pesta kemaren.
"Dia istriku!"
Fruptttt....
Mereka semua lansung menahan tawa yang ingin menyembur keluar, Tuan Sinmart juga terkaget akan ucapan Exell yang menurutnya tak masuk akal.
"Hahahah! Sumpah ini lulucon yang sempurna Kak!" gelak Vina dan yang lainnya membuat Exell masa bodoh dan memilih melangkah duduk disamping Kinan yang terkejut saat Exell malah memangkunya mesra membuat mereka lansung terhenti tertawa.
"Ayoo! kenapa diam? lanjutkan!" sinis Exell dengan sengaja menunjukan keintimannya membuat mereka diam dan duduk di Sofa sana.
"Kau serius Boy?"
"Aku tak pernah seserius ini! dan dengar Semuanya! Kinan atau Aliniya dia adalah istriku!aku sudah menikah dengannya sejak..!"
"Exell! kau tega berbuat seperti ini ha?" bentak Momy Chalista tak menyangka dengan kelakuan putranya, Kinan menunduk melihat tatapan tajam mereka padanya.
"Mom! kalian sendiri juga menghadiri pernikahanku!"
"Jangan membual Boy!" suara dingin Dady Arkan membuat Kinan sungguh merasa bersalah karna telah membuat situasi menjadi rumit begini.
"Ell!"
"Tenaglah! aku tahu ini akan terjadi!" Exell melangkah pergi menuju lantai kamarnya, Kinan semangkin gugup dengan tatapan penuh tanya mereka.
__ADS_1
"Kau hamil?"
"Ha?" pekik Kinan terkaget, ia melotot bukan main dengan tatapan penuh tanya mereka.
"Ki..Kinan ..!"
"Yah Tuhan Exelll! Kau menghamilinya" Momy Chalista terduduk lemas di pelukan Dady Arkan yang juga terlihat tak terima.
"Gugurkan!"
Plakkk..
Momy Chalista menabok mulut suaminya gemas membuat bibir pria itu manyun akan tabokan tangan lembut istrinya.
"Jaga bicaramu! ingat cucu kita!" bisik Momy Chalista pelan.
"Baik sayang!"
"Mo..Momy! Sumpah Kinan tak..!"
"Sayang!" Exell datang dari arah Lift sana, Pria itu membawa satu buah amplop kearah mereka.
"Ell!"
"Ini surat pernikahanku! dan buku nikah kami!" ucap Exell menyerahkan semua surat menyurat yang telah ia cari beberapa hari kemaren, ia sudah menduga kalau membawa Kinan kesini kembali, maka akan timbul pertanyaan seperti ini.
"Boy! kau menikah setahun yang lalu?" bingung Momy Chalista melihat tanggal yang tertera dibuku itu, namun disini tak ada foto pernikahan mereka.
"Yah! dan kalian datang ke..!"
"Jelaskan!" pinta Dady Arkan tegas dengan wajah datarnya, ia tahu Exell tak mungkin bercanda soal seperti ini.
melihat semuanya yang masih bingung, Kinan menghela nafas berat, ia menatap wajah lembut Exell yang mengangguk memberi dukungan padanya.
"Kau bisa Sayang!"
"Ayah!" Tuan Sinmart menatap Kinan yang menggengam tangannya, terlihat sekali Netra indah itu ingin menjelaskan sesuatu.
"Ayah juga ingin mendengarnya!"
"Kinan adalah putri dari Ratu Dahliya Sinmart yang memimpin Kerajaan Rings Flowers sesuai dengan alam yang Momy dan Dady lalui dulu saat dihutan ilusi! Dan Ibu Kinan telah meninggal saat Kinan dilahirkan karna dibunuh seseorang! Ibu memberi nama Kinan Aliniya Dahliya Sinmart sebagai penerus Kerajaan seterusnya dan juga putri tunggal Ayah dan ibu! tapi, dulu Kinan tak tahu apa apa hingga mengikuti Exell yang sangat Kinan cintai! hingga sampai sekarang, masih saja pertentangan itu terjadi melibatkan kami berdua!"
Tuan Sinmart yang lainnya sungguh terkejut akan penjelasan Kinan yang tak masuk akal.
"Kenapa kami tak mengingatnya?"
"Karna ingatan kalian semua telah dihapus oleh ibu!"
"Kenapa?"
Kinan menatap Exell yang juga menanti jawaban dari bibir merah natural itu, genggamannya ke tangan Kinan menguat dengan pelukan yang erat.
"Karna Kinan sudah terlalu Terluka dengan Kalian!" lirih Kinan membuat Exell tersentak dengan dada yang sesak, bayangan dimana ia menyakiti gadis ini membuat hati Exell mendesir hebat.
"Ibu menjemput Kinan dari Hutan Kematian itu yang membuatnya berubah menjadi Hutan Kehidupan! dia mengeluarkan Kinan dari ilusi di hutan itu hingga membiarkan Kinan hidup selayaknya di dunia ini! dia memusnahkan Luka dan Kesakitan yang membuat Kinan menagis terus! dan meninggalkan Cinta yang tulus karna Hati Kinan tak rela melepas Cinta! Makanya Kalian tak mengingatnya karna ibu ingin memberi kehidupan baru pada Kinan tanpa bayang bayang masa lalu!tapi Kinan tak bisa melepas El dan Kenyataan yang dikemban! Kinan tak percaya dengan tugas tugas yang di peruntukan pada surat peninggalan ibu hingga Kinan membawa ayah kesini"
Mereka terdiam dengan tatapan yang kosong, terlihat sekali pikiran mereka sedang berkecamuk sekarang.
"Nak! apa ibumu..!"
__ADS_1
"Yah ayah! Ibu dibunuh oleh Nyonya Ambers istrimu!"
Deggg..
Tuan Sinmart lansung tertunduk dengan tubuh yang bergetar halus, ia tak menyangka hal sebesar ini tak pernah ia ketahui.
"Dan Renata! dia menginginkan Kinan dan Aliniya bersatu melawan mereka dengan cara menghabisi seluruh manusia di Mashion ayah! apa itu tak gila? setidaknya Kinan masih berfikir jernih akan surat dari ibu Ayah!"
Mata Tuan Sinmart menggenag karna cairan bening itu ingin lolos membuktikan kesakitan pria itu, ia ingin tak percaya! tapi Kinan putrinya, ia juga merasakan itu semua.
"Ayah percaya dengan Kinan kan?"
Tuan Sinmart diam membuat Kinan ingin menghilang menjahui pria ini, ia tak punya cara lain untuk mengatakan semua ini.
"Ayah! Ki..Kinan hanya ingin Ayah tahu yang sebenarnya!" lirih Kinan membuat Tuan Sinmart terenyuh.
"Sudahlah Sayang! Ayah percaya padamu!" Kinan lansung berhambur memeluk Tuan Sinmart yang mengesampingkan egonya, ia ingin mengatakan Tidak? tapi hatinya menerima ucapan Kinan.
"Terimakasih Ayah!"
"Exell! Kau menikah sudah lama rupanya!" ucap Momy Chalista dengan wajah datar menyeramkannya.
"Momy Ell Kinan..!"
"Diamlah!" ketus Momy Chalista pada Kinan yang menunduk, namun ia tersentak saat Momy Chalista malah memeluknya.
"Mo..Momy!"
"Suttt! Kau pikir kami akan menghakimimu ha? kau pikir kami akan memarahimu begitu? Haaa Ayolah, aku percaya putraku tak akan menabur sembarang benih!" ucap Momy Chalista tersenyum lembut, ia mengelus perut datar gadis itu membuat Kinan heran.
"Sayang! kita punya cucu?"
"Iya Sayang! jarang jarang Si Janda Perjaka itu mau membawa istri ke rumah ini!" sambung dady Arkan yang terlihat mendukung ucapan istrinya.
"Kalian tak marah?" tanya Tuan Sinmart yang bingung melihat keadaan watak keluarga Mohana yang sangat misterius ini, ia tahu Arkan adalah orang yang kejam, tapi kenapa bisa jadi begini?
"Untuk apa kami marah? lagipula masih untung Kinan mau pada Janda lapuk ini! kalau tidak kapan cucuku bisa lahir!" ketus Dady Arkan pada Exell yang merotasi malas saja.
....
"Momy! bagaimana bisa kita melakukan ritual besar ini Mom! Aliniya sudah pergi, hanya dia yang diharapkan melakukan ini!" Gea memijat pelipisnya bingung dengan ibunya yang malah masih tenang tenang saja.
"Kau terlalu cemas Sayang!"
"Mom! aku sudah tak bisa menunggu, Exell semangkin dekat dengannya!"
Nyonya Ambers diam dengan tatapan yang tak terbaca pada Gea yang tampak masih pusing memikirkan rencana mereka.
"Akhir Bulan ini adalah Bulan purnama! kau bersabarlah sebentar lagi Sayang! Exell mu akan ada diggengamanmu! Kau tinggal turuti ama yang Momy mau!"
"Tapi Mom! Aku rasa waktunya tak cukup! Banyak yang harus kita Korbankan!"
"Banyak Sayang! Banyak, semuanya harus dikorbankan demi mendapatkan yang kau inginkan, hmm!"
"Termasuk Kematian semua orang Sayang!"
Gea hanya diam saat merasa aura yang dikobarkan tubuh Momynya terlalu Misterius, ia tak tahu apa yang direncanakan wanita ini selanjutnya.
.....
__ADS_1
Vote and Like Sayang..