Aku Tak Salah

Aku Tak Salah
Aku Tak Salah..


__ADS_3

Suasana diruangan itu sangatlah meneggangan, bagaimana tidak? tatapan tajam Pria bernetra biru pada gadis cantik yang menatapnya sendu penuh rasa sakit, mata keduanya terlihat tersiratkan banyak perasaan yang sedang bergejolak.


"Ell! ini..ini..!"


"Kau masih bisa bicara ha?" geram Exell mengetatkan rahangnya kuat, kepalan tangan pria itu menguat saat melihat keadaan Momy dan anggota keluarganya, Dokter Denis menatap heran sepasang pasutri yang kemaren sangat membuat ia iri ini. mengapa mereka bisa berhadapan dalam suasana dan aura peperangan?


"El! Kinan tak tahu apapun!" ucap Kinan dengan suara bergetarnya, ia tak menyangka kalau Exell akan menyalahkan semua kekacauan ini padanya. Sakit! ini sangat sakit, ia tak sanggup melihat kobaran kemarahan dinetra biru laut itu.


"Kau tak tahu apapun kau bilang? Semenjak kau datang didalam hidupku! kau membawa mala petaka Kinan!" bentakan Exell membuat Kinan lansung luruh kelantai sana, ia menatap sendu penuh luka wajah dingin Exell.


Ini Sakit Sayang hiks hiks aku mohon hentikan!.


Jeritan kesakitan penuh kepiluan itu sungguh membuat mereka tak kuasa menahan air mata, Gebriel hanya bisa diam, walau ia memukuli Exell, pria itu tak akan pernah mau mendengarkannya.


"Kinan tak tahu apapun Ell hiks hiks!"


"Berhenti sok polos di hadapanku! kau itu sama seperti mereka! Kau hanya membuat aku lemah dan melukai semua keluargaku! Kau belagak seperti anak kecil yang sok polos.. tapi nyatanya, kau itu iblis Kinann!"


Ucapan pedas itu seakan menghisap seluruh batin dan jiwa raga Kinan, gadis itu hanya bisa menagis tanpa suara dengan tangan yang mencengkram dadanya erat.


Tak cukupkah rasa sakit ini saja? kenapa harus ini ? Kenapa ya tuhannn?"


"Aku tak salah!" gumam Kinan menatap sendu penuh rasa sakit pada Exell yang menatapnya tajam, dari sini saja, ia sudah mengetahui akhir dari hubungan mereka.


"Pergi dari hidupku!"


Degg..


Hancur sudah harapan gadis itu, ia menggeleng geleng lemah menatap Exell yang juga tak ingin melihat matanya, keduanya seakan memiliki benteng besar yang menghalangi Cinta itu menyatu.


"Elll hiks hiks! Jangan..Jangan begitu Sayang hisk hiks!" isak Kinan serak mengatupkan tangannya memohon pada Exell yang mengepalkan tangannya kuat.


ia berusaha untuk merelakan Kinan yang sudah meraup jiwa dan raganya itu pergi dengan tenang, tanpa rasa sakit dari Cinta yang tumbuh hati masing masing.


"Exell!" lirih Momy Chalista pada Exell yang tetap kekeh, Dady Arkan tahu putranya sedang menahan gejolak perasaan, bukan Kinan saja yang merasakan sakit, tapi kedua Mahluk ini.


"Kalau kau tak mau pergi! maka aku yang akan pergi!"


Kinan menggeleng geleng mencoba berdiri menghalangi Exell yang ingin keluar dari kamar ini.

__ADS_1


"Tidakk! El tak boleh pergi!" teriak Kinan merentangkan tangannya ditengah pintu, Mereka saling tatap dalam, Exell ingin sekali merangkuh tubuh rapuh ini, tapi apalah dayanya, ia harus melukai hati sang istri supaya bisa pergi hidup bebas dialamnya sendiri.


"Menyingkir dari hadapanku!" geram Exell pada Kinan yang lansung menggeleng geleng.


"Kau itu penyakitkan Kinan! Aku sudah bosan denganmu!"


Brugh...


Kinan terduduk bersujud dikaki Suaminya ini, tubuhnya gemetar dengan iskan kepiluan itu, dengan gemetar Kinan memeluk kedua kaki kokoh Exell yang hanya diam dengan bibir yang menahan isak dan mata yang mulai buram karna genangan air itu.


"Kau sendiri yang bilang untuk tetap bersama! Kau yang memberi aku kekuatan untuk melangkah bergandengan denganmu! lalu kenapa kau malah mengusir ku?" lirih Kinan tak lagi menggunakan emebel embel Kinan atau Elnya. ia mengadah menatap Exell yang bungkam.


"Karna kau hanya Kutukan bagiku!"


Duarrrrr...


Mereka terlonjak kegat dengan petir yang menyambar dari atas langit sana. wajah Kinan sudah pucat pasih dengan belitan kedua tangannya yang terlepas kekedua kaki Exell.


Kinan tak lagi bisa menagis karna air mata yang keluar itu sudah habis seiring dengan alam yang sudah mengakui ucapan Exell.


Rasa sakit itu semangkin terasa, tapi Kinan tak lagi bisa merasakannya, ia tersenyum miris dengan bayang bayang kata kata itu.


"*Karna kau hanya kutukan bagiku!"


"Karna kau hanya kutukan bagiku*!"


Kinan termenung kosong menatap lurus kedepan, dunianya terasa hancur lebur sudah, Perjuangan selama ini ia lakukan dengan Sumpah pertaruhan nyawa, akhirnya menunjukan kekuasaanya.


"Exell!" panggil Kinan dengan tatapan yang masih lurus kedepan penuh kekosongan. ia menggapai tangan Exell yang terkepal itu dan meletakan kedadanya.


"apa kau mendengarnya?"


Exell terlonjak kaget saat jantung Kinan memompa dengan cepat, apalagi dengan rasa takut didalam hatinya mulai naik meruak menguasainya.


"Aku yang akan pergi!"


Deggg...


Exell meneggang ditempatnya, hatinya terasa ditusuk berbagai sembulu dengan rasa sakit yang semangkin menjadi. bibirnya gemetar menatap wajah datar Kinan yang hanya bisa menatap lurus kedepan tanpa exspresi apapun.

__ADS_1


"Kau bahagia tanpa aku?"


Exell lansung menolehkan wajahnya ketempat lain, air bening yang sedari tadi ia tahan tumpah ruah membasahi pipinya, dadanya naik turun tak beraturan menahan nafas yang tersendat.


"Y..Yah!"


"Kau tak mencintaiku?"


"hmm! hiks yah!" Exell mengigit bibir bawahnya saat iskan kecil itu lolos, baru kali ini ia sangat lemah dengan Cinta, ia tak sanggup menahan rasa sesak didadanya terlalu lama.


"Bisakkah kau peluk aku?"


Grep...


Tanpa suara apapun, Exell lansung mendekap tubuh lembut ini dengan isakan halus yang keluar dibibirnya. Kinan hanya temenung dengan hati yang mendesir. ia memejamkan matanya menghirup aroma Maskulin dan kelembutan tubuh hangat ini.


ia akan merindukan ini, Dekapan hangat yang nyaman, tubuh gagah yang selalu membuatnya terlelap nyenyak. tak akan ia jumpai lagi. ia akan pergi menjadi tumbal pengapdian dari bangsanya sekarang.


"Berjanjilah untuk tetap menjadi Exell yang kuat dan berbahagialah!" ucap Kinan mengecup pipi suaminya dengan lembut.


Exell tak lagi bisa membendung tangisnya. ia meraung mendekap erat tubuh Kinan seakan tak ingin ditinggalkan,


"Sayang hiks hiks! ini sakittt!" isak Exell menepuk nepuk dadanya yang begitu sesak membuat ia kesulitan benafas. Sungguh.. ini sangatlah membuat ia tak bisa berfikir. kenapa rumah tangganya harus dilanda masalah yang tak mempunyai jalan cerah ini.


"Suttt! Sudahlah.. Kau tak akan sakit lagi! aku berjanji padamu!" Kinan mengecup lembut bibir bergetar pria itu. ia menghapus lelehan bening itu dengan perasaan yang lega.


Setidaknya ia meninggalkan pria ini dengan tenang, ia sudah lelah memikul beban yang tak pasti ini.


Sudah Cukup! ini yang terakhir..Adres benar, Bangsa mereka tak akan pernah bersatu dengan Bangsa seperti Exell.


"Sa..Sayang!" lirih Exell saat Kinan melepaskan cicin pernikahan mereka dijari lentik itu. Exell menggeleng geleng lemah dengan tangisan yang semangkin menjadi.


"Kita memang tak bisa bersama!" ucap Kinan meletakan Cincin itu ketangan Exell yang gemetar melihatnya.


Mereka juga terlihat terkejut dengan ucapan Kinan dan perbuatan gadis itu.


"Aku mencintaimu!" bisik Kinan lalu berlari pergi meninggalakan Exell yang menatap nanar cincin pernikahan mereka. bibirnya gemetar dengan teriakan yang menggebu dari mulut pria itu.


"Kinannnnn hiks hiks!" Exell mengejar Kinan yang sudah berlari keluar Mashion. deru hujan yang lebat itu tak menjadi halangan bagi kaki jengannya tanpa alas menatapi bebatuan runcing yang menusuk kakinya.

__ADS_1


......


Vote and Like Sayang...


__ADS_2