
Hari yang dinantikan itu tiba, para Staf yang sudah bekerja dengan Panetia penyelenggara yang tampak mengatur acara selama satu minggu ini terlihat sibuk melakukan pekerjaannya.
Bus pembawa para Model menuju Bandara itu telah perkir rapi dihalaman Perusahaan Agensi Entertainment Management JYJ yang tampak ramai didatangi para Manusia dari luar dan dalam Negeri ini.
"Tuan Pent! apa semuanya sudah siap?" tanya salah satu Panetia JYJ pada Tuan Pent yang bertugas khusus mengantar para Modeling memukau ini.
"Sudah Tuan! kalian bisa melanjutkan ke pihak Keamanan!"
"Baik!"
Sekarang terlihatlah segerombolan para wanita wanita cantik yang tampak memukau dengan Khasnya sendiri, kaki jenjang serta tubuh yang semampai menunjukan sebetapa Profesionalnya penyeleksian ketat para Model ini.
"Kau yakin akan menang?"
"Cihh! siapa lagi kalau bukan aku!" ketus Miss Mirayuna yang melenggak-lenggokan tubuh rampingnya membuat Model lainnya mendelik sinis.
"Eh! aku dengar Miss Hanna ikut dalam ajang ini!"
"Hancur sudah peluang kita! dia itu sudah memeggang Gelar Go internasional, tapi kenapa dia masih mau ikut ajang langka ini?" Miss Tenniree yang berkulit coklat berkebangsaan orang barat yang membuat ia tampak menonjol dari Model lainnya.
"Percaya saja pada diri kita sendiri! aku rasa seleksinya sangat ketat, lihat saja bagaimana penilaiannya!"
Mereka asik berbincang dengan langkah yang memasuki Bus mewah itu, memang ini tergolong sangat glamor, entah berapa uang yang dilontarkan untuk membuat acara sebesar ini.
....
Sedangkan ditempat lain, deruan Mobil mewah itu bergitu santai melewati jalan bersih nan rapi ini, semilir angin yang sejuk itu menerpa wajah Tampan Pangeran impian yang sedang membuka kaca jendela Mobilnya itu.
Asisten Dion sungguh haru dengan Tuannya yang tadi sangat berat meninggalkan Nyonya Cantiknya itu, sehingga pria itu terlihat tak bersemangat dibelakang sana, wajah Tampannya masih tetap memukau setiap saat, namun, tersirat rasa sesak dan tak lengkap itu didalam tubuh gagahnya.
"Tuan!"
"hmm!"
"Nyonya Menelfon!"
Exell lansung merampas Ponsel Asisten Dion yang berdering ditangan pria itu, ia begitu berbinar sekaligus kesal dengan sang empu yang menelfonnya.
"Ell! Kinan..!"
"Kenapa menelfon di Ponselnya ha? kau bisa menelfonkukan, lalu kenapa baru sekarang kau bicara? sudah 30 menit aku pergi tapi kau tak menelfonku sama sekali, Kau..!"
"Elll! Ponsel Kinan El bawa!" pekik Kinan menghentikan omelan suaminya ini.
"Shitt!" umpat Exell melihat Ponsel istrinya yang terselip didalam Kopernya, ia menghela nafas berat untuk menormalkan deru nafasnya yang begitu merindukan sosok sempurna diseberang sana.
"Elll!"
"Apa Sayang?"
"Disini Sepi!"
Exell menatap keluar jendelanya mendengar suara murung Kinan, ia memeggang dadanya yang bergemuruh berat, baru 30 menit mereka terpisah, tapi rasanya ini begitu berat, apa ia sanggup jauh selama satu minggu dari sosok sempurna itu nantinya?.
"Disini juga!" lirih Exell berat, Asisiten Dion menatap wajah murung Tuannya yang begitu memilukan, andai saja Acara ini tak digelar,pasti ia tak akan melihat wajah lesu Tuannya.
"Ell!"
"hmm!"
__ADS_1
"Nanti Kinan tidur sendiri!"
"hmm, Sayang! aku pulang saja ya?" rengek Exell tak tahan begini terus, dadanya sudah sesak menampuk Rindu berat serta cinta yang sudah menggebu-gebu membuatnya sulit bernafas.
"Tapi, El harus kesanakan Sayang! Kinan tak ingin Kegiatan Exell terggangu hanya dengan keberadaan Kinan Sayang!"
"Siapa bilang begitu? Sayang, ayolah! kau jangan sedih terus, aku juga tak bisa menahannya kalau begini!"
"Tapi nanti El temani Kinan tidur ya Sayang?"
"Bagaimana caranya Sayang?"
"Nanti El, kita Telfonan sampai pagi!" semangat Kinan disebarang sana membuat seulas senyum geli terukir dibibir Pria Tampan itu.
"Vidio Call Ya Sayang?"
"Yahh Elll! Maunya kalau bangun tidur nanti, wajah El Kinan harus ada dimata Kinan Lansung!"
"Bagaimana bisa sayang? kau ada ada saja!" kekeh Exell begitu ceria, setidaknya rindu yang membuncah didadanya sudah sedikit terobati dengan mendengar suara lembut wanita itu.
"Sayang! Vidio Call saja, aku ingin melihat wajahmu!"
"Tapi Kinan lagi mandi!"
"Ayolah Sayang! aku ingin melihatmu!"
"Nanti saja ya El! oh iya sayang, Kalian sudah sampai?"
Exell diam dengan wajah masamnya, apa salahnya Vidio Call sebentar saja, ia sudah tak tahan untuk melihat wajah cantik itu, tapi wanita ini seakan tak merindukannya sama sekali.
"Elll!"
"hmm!"
"Tidak ada!"
"Ell! sudah dulu ya Sayang Kinan mau mandi!"
"Kinan kau..! heyyy..Kinan Hallo! shitt, dia mematikannya!"geram Exell kesal, jiwanya kembali tersesat tak tentu arah dengan Kinan yang seakan tak merasakan hal yang sama dengannya.
Brakk..
Ponsel Asisten Dion menjadi korban keabsuardtan rumah tangga Tuannya itu, benda pintar itu terlempar na'as keluar jendela Mobil membuat Asisten Dion ingin memaki pria itu.
"Apa?" tanya Exell dengan suara dinginnya menatap tajam Asisiten Dion yang tampak menggeleng tak jadi protes.
"Tidak ada Tuan! Jet anda sudah tersedia siap landas!"
"hmm!"
Asisiten Dion mengelus dadanya sabar, malang sekali nasip Ponselnya itu, sudah 5 kali ia mengganti benda pipih itu akibat kerusakan yang sama oleh Pria Kutup ini.
"Kenapa dia mematikannya? Siall! memangnya apa salahnya Vidio Call sebentar, lalu kenapa harus terburu-buru?" kedal Exell berulang kali menelfon nomor Momynya yang tak aktif, ia tahu, kalau selama ini Kinan jarang bermaian Ponsel karna wanita itu hanya bersamanya saja.
"Kau sudah melakukannya?"
"Sudah Tuan! anggota Tuan sudah menjaga Nyonya muda disana, mereka juga menjaga Mashion dengan ketat!"
"Jangan terlalu mendekatinya! cukup awasi dari jauh!"
__ADS_1
"Baik Tuan!"
.....
"Kinan mau yang ini?" pekik Kegirangan Bumil satu itu melihat Koper cantiknya yang terlihat begitu Elegan senada dengan Gaun yang ia pakai, kulit putihnya yang pulen tampak berkilau memukau mata dengan kaki jenjang yang menggoda.
"Kinan! disana dingin, kau mau perutmu kembung sebelum waktunya?"
"Apa disana El menginap?"
"hmm Yah! dia menginap ditempatnya sendiri! haiss..lagian kau terlalu banyak membawa barang! aku bisa menyediakannya disana Kinan!" pusing Renata mengomeli wanita ini, Kinan begitu bersemangat Packing barang-barang yang akan mereka bawa nantinya.
"Aku baru tahu otakmu cerdas!"
"Kauuu...!"
"Kita pergi lewat apa?" satu kalimat yang lolos dari wanita yang memakai Masker dengan pakaian serba hitam tertutup disertai jaket dan Jeans panjang itu.
"Ternyata kau bisa juga bicara?"
"Sudahlah! tapi benar juga, kita pergi dengan apa?"
"Kau sudah bangkrut Nona?" Kinan mendelik malas mendengar ejekan Renata yang tiada hentinya, ia duduk disamping Gea yang menjauh.
"Duduk saja! aku tak akan memakanmu untuk saat ini!"
"hmm!"
"Suami licikmu itu pasti sudah memberi pengawalan yang sangat ketat untukmu Kinan! bahkan aku merasakan kalau pengawal gelapnya juga mengintaimu!"
"Begitulah! El Kinan memang sangat luar biasa!"
"Tapi dia menyulitkan kita untuk keluar dari sini!" kesal Renata pada Kinan yang sungguh membuatnya naik darah, terkadang wanita ini menjadi cerdas licik tapi terkadang kembali pada tingkah polos menyebalkan itu.
"Kinan sudah pamit pada yang lain kalau Kinan mau Kekerajaan, sekarang tinggal berangkatnya saja yang membuat Kinan pusing!"
"Kalian butuh aku?"
Suara datar itu mengalun membuat Kinan berbinar cerah melihat kedatangan sang pria yang dicari-cari ini.
"Kak! kau kemana saja?"
"Mencari udara segar Sayang!" ucap Adres mengecup kening Kinan lembut menuai decak kesal Renata padanya.
"Kalau tak punya solusi lebih baik kau pulang saja!"
"Aku sudah memikirkannya!"
"Bagaimana Kak?"
"Kalian bisa menghilang bukan?"
Duarrr...
Renata lansung tumbang keatas sofa empuk dikamarnya ini, wajahnya terlihat masam dengan nafas yang memburu.
"Kinan baru sadar Kak!" kekeh Kinan pada Adres yang menggeleng-geleng saja, Keturunan Penguasa kali ini akan lebih kuat dari orang tuanya, ia bisa melihat dari aura Kinan dan perubahan yang dialami wanita cantik ini.
.....
__ADS_1
Vote and Like Sayang..