Aku Tak Salah

Aku Tak Salah
Wedding berujung Keriuhan!..


__ADS_3

Hari demi hari, minggu berganti minggu, tanpa sadar, sudah 1 bulan usia Baby Ars yang masih sangat mungil itu, semua anggota Keluarga Mohana juga sudah berkumpul dihari besar ini.


Bagaimana tidak? undangan pernikahan para Bilioner itu mengguncang Dunia publik bukan main, apalagi dengan Sang Pangeran Tampan berkharisma yang selama ini menjadi Visual mimpi merekapun menuai Kontrofersial dimasyarakat.


Kabar yang selalu membuat geger itu tak bisa dielakan lagi karna Paparazi yang ternyata sudah lebih dulu mengetahui tentang keberadaan Baby Ars sebelum acara pernikahan, merekapun menuai kecaman dan kritikan dari masyarakat.


"Baiklah, Prosesi selanjutnya! Presedir Mohana mempersilahkan kalian untuk bertanya!" suara 2 Pria yang menjadi MC diacara kali ini, ia mematap ngeri pada pembeludakan Tamu undangan serta Tokoh masyarakat yang terlihat memenuhi lapangan dan Gedung besar ini.


Mereka berdesas-desus menganggumi Desain Elegan dan Mewah dari interior dan exsterior dari Gedung Wedding Owner yang terletak dipusat Negara Y ini, gedung ini menjadi buah bibir Masyarakan kelas atas karna disebut begitu mahal dan mewah Bak Kerajaan Yunani.


Nuansa warna Putih yang membuat auranya begitu Casual dan Elegan, tampak anggun dan sangat memukau. namun, yang menjadi pusat perhatian utama mereka adalah 3 padangan yang membuat lutut kaum adam dan hawa itu lemas, mereka tak tahan menatap lebih lama.


Aura yang begitu mekar menyerukan Kecantikan dan Inner Beauty yang nyata, tak bisa lagi mereka berpaling dari apapun selain 3 pasangan diatas altar sana yang baru saja mengucap janji suci pernikahan, namun mereka bingung, kenapa Presedir Mohana itu tak menggendong si kecil mempesona yang dulu baru mereka lihat diinternet?, itupun hanya bagian belakangnya saja yang terlihat membuat mereka bertanya-tanya, Benarkah Presedir Tampan dan Nona Muda Sinmart yang dulu membatalkan pelantikan itu sudah menikah? atau ini hanya isu sampah belaka.


"Presedir! apa yang sebenarnya telah terjadi?"


"Apa isu itu benar Pak?"


"Bagaimana bisa kalian menikah? dan sekarang hanya mengadakan resepsi saja?"


Deretan pertanyaan dari Wartawan itu meruak menatap Sepasang manusia sempurna itu, Tuxedo hitam yang membalut tubuh gagah itu tanpak mewah diserasikan setangkai bunga didekat dadanya, apalagi dengan wajah Tampan bak Pangeran milik Exell membuat mereka meleleh tak tahan bersitatap lama.


"Wanita itu sangat cantik!" puji para Pria muda berbagai kalangan umur dan Nona-Nona muda dan nyonya khasta atas itu, mereka sungguh tak bisa berkata akan paras sempurna Kinan yang seakan menyinari malam ini, ia seakan menunjukan gestur kebangsawanan dengan gaun putih tertutup yang berekor dibelakangnya, mahkota kecil silver itu tepat bertengger diatas kepalanya yang ditata begitu anggun.


"Bisa kalian tenang! Mohon untuk tenang!" MC yang mengantisupasi kericuhan karna suara para tamu yang berdesus menggosip dan mengaggumi para Mahluk sempurna diatas sana.


"Presedir! tolong jawab pertanyaan kami?"


"Yah! kami ingin penjelasan Presedir!"


Exell menghela nafas dengan wajah yang masih datar, tangan mereka saling menggengam erat begitu mesranya.


"Aku akan bicara jika kalian diam!" tegas Exell membuat mereka lansung bungkam dan hening untuk menanti jawaban hikmat itu.


"Aku sudah menikah setahun yang lalu!"


Duarr..


Mereka semua sungguh terkejut bukan main, Renata dan Gea yang duduk diatas pelaminan sana menggeleng-geleng melihat pergosipan mereka, apalagi tentang Gea yang menikah memakai masker dan pakaian tertutup membuat tanda tanya besar.


"Ada alasan khusus hingga kami menikah secara kekeluargaan saja, aku tak mengumumkan ini karna ingin ketenagan bagi istriku! aku rasa itu cukup!"


"Belum Presedir! kami perlu pernyataan lebih! kalian terlalu menutupi, lihatlah, Nyonya besar Sinmart juga ada, bahkan dulu semua orang tahu kalau beluau sudah wafat!"


"Jaga bicaramu!" bentak Tuan Sinmart yang merasa panas akan pertanyaan dari salah satu wartawan itu, mereka diam seraya sorot kamera menuju wajah kelam Tuan Sinmart.


"Apa hak kalian hingga ingin mencampuri kehidupan keluarga siapapun ha?"

__ADS_1


Mereka hanya diam dengan pertanyaan itu, memang benar mereka tak berhak. tapi Kedua keluarga itu sangatlah berpengaruh membuat gejolak di mata dunia.


"Berita yang beredar itu hanya sebuah kesalah pahaman, Istriku tak meninggal, dia masih hidup dan buktinya dia bersamaku sekarang! banyak hal yang tak seharusnya kalian sorot!" Ucap Tuan Sinmart tegas, ia sudah muak dengan isu-isu kotor manusia tak bertanggung jawab itu.


"Sudahlah sayang!" Ratu Dahliya menarik lembut tangan suaminya hingga kembali duduk.


"Apa Nona Muda Sinmart hamil diluar nikah?"


Brakk..


Exell lansung melempar hiasan Vas disampingnya kewajah Wartawan Jayan yang lansung terkapar olehnya, mereka sungguh terkejut bukan main.


Tuan Nias dan Tuan Hans tampak bungkam melihat aura kekelaman yang dipancarkan wajah Tampan Presedir Mohana yang menyeramkan.


"Mereka mencari mati?"


"Aku tak ikut campur!" sambung Nyonya Nicholas yang bergetar takut.


"Kau ingin membuat berita tentang Kematianmu sendiri hm?" Tegas Exell dengan suara tenag namun menikam.


"Ti..Tidak Presedir! maafkan teman kami!"


Ketua Neon yang begitu takut dengan netra biru yang membara itu, keheningan itu melanda seiring dengan debaran jantung yang kuat.


"Sayang!" bisik Kinan menenagkan suaminya. aura yang dikobarkan Exell sangat mengintimidasi membuat Gedung ini begitu dingin menggetarkan tungkai, ia juga merasakan itu, betapa geramnya pria ini sekarang.


"Bukankah itu hak mereka hm?"


Exell menatap netra indah istrinya penuh cinta, dadanya selalu bergemuruh halus penuh ketenagan dengan wajah cantik, bibir mungil berisi dan tatapan sendu itu.


"itu hak mereka untuk bertanya sayang! kita hidup dilingkungan Sosial, apalagi keluarga kita, bahkan kau bukan orang biasa yang diabaikan! Kehidupan kalian sangat menarik dan mengubah persepsi masyarakat! hmm?"


Suara lembut wanita itu lansung menusuk hati mereka dan juga Exell yang mencair, apalagi dengan belaian tangan Kinan kerahang tegas dan pipi tirus Exell membuat mereka tertegun.


Mereka serasi! tak ada yang bisa mencari cela untuk membuat jarak, tatapan mata keduanya, gestur tubuh yang seakan saling merangkuh menenagkan itu sangatlah memberi pandangan positif.


Cup..


Mereka menahan nafas saat bibir sensual Exell mengecup bibir sexsi menggiurkan milik Kinan yang sedari tadi menuai gejolak hasrat bagi kaum pria disana.


"Woww!" pekik mereka meneggang saat melihat siapa yang sedang berjalan dan digendong Tubuh gagah pria memakai Jas hitam lengkap itu, tatapan datar pria itu dan juga tatapan sendu Bayi mungil digendongannya membuat mereka mengangak.


Belum sempat mencapai klimaks keterpesonaan dari Dua manusia tadi, mereka kembali dibuat sport jantung dengan kedatangan Bayi tampan dan Pria gagah itu.


"Baby Ars!"


"Anderson!"

__ADS_1


gumam Keluarga Mohana dan juga Ratu Dahliya yang mengulum senyum geli melihat wajah Tampan Baby Ars yang memukau berkemilau tampan, netra biru bayi mungil itu menebar pesona membuat mereka lemas.


"Me..Mereka siapa lagi?"


Wartawan-Wartawan itu menahan kamera mereka untuk membidik karna takut kalau Presedir Mohana itu akan kembali mengancam nyawa.


"Baby! Kak..kau selalu membuat kejutan!" ucap Kinan tersenyum lembut menyambut kedatangan Anderson yang membuat Exell geram.


"Duduk saja!" sentak Exell saat Kinan ingin berdiri, raut ketidak sukaannya ia tutupi dengan wajah datar seperti biasanya membuat mereka tak menduga apapun.


"Babynya menagis tadi! jadi aku bawa kemari, oh iya, Selamat untuk Pernikahan kalian!"


"Sama- Sama kak!"


"Kau juga kawan!"


"hmm!" jawab Exell dingin, ia mengambil Baby Ars dari ggendongan Anderson yang mengulum senyum geli, segitu cemburukah pria ini padanya hingga bicarapun sangat irit?


Mereka terkagum saat Exell begitu pasih dan Telaten menggendong Bayi merah mungil itu, mata mereka juga terbelalak saat menyamakan kedua wajah Baby Ars dan Exell yang sangat mirip, seperti Fersi juniornya.


"El! berikanlah sedikit ceritamu! mereka tak bisa menahan untuk kisah kalian!" ucap Gebriel yang sedikit geli karna Wartawan didepan Exell mencuri-curi foto keluarga kecil itu.


"Ehm!" Baby Ars menggeliat dari Bedongnya lalu menggapai wajah tampan Dadynya dengan tangan mungil dibaluti sapu tangan itu.


"Baiklah!" ucap Exell tegas membuat senyuman mereka bahagia,


Gea yang tak lepas dari pelukan mesra pria yang baru saja menikahinya itu terlihat senang dengan Tamu undangan yang mulai terhipnotis dengan kemesraan pasutri itu.


Degg..


Gea meneggang saat elusan lembut tangan besar Pria itu kepinggang rampingnya, ia menatap wajah Tampan suaminya dengan geli.


"Kau bersiap sayang!" bisik Asisten Dion membuat Gea merinding, tapi, ia juga tak bisa diremehkan dengan hal itu, Sudah tak bisa diragukan lagi bagaimana lihainya seorang Gea diatas ranjang, ia hanya pura-pura polos seakan menurut saja.


Begitu juga Renata yang bergidik akan tatapan Gebriel terhadapnya, tadinya ia malu karna banyak pertentangan Masyarakat akan hubungan mereka, namun, Gebriel bisa meredamnya dengan sangat romantis membuatnya meleleh.


"Ini harus besar melampaui Perut Kinan dulu!"


Ha? yang benar saja, mana bisa ia hamil secepat itu, bahkan ia tak menyangka kalau Gebriel akan menanti anak secepat ini, bahkan pria ini sudah gila ingin membuatya hamil besar.


"Kau jangan main-main!"


"Aku serius! kau lihat bagaimana benih mahal seorang Gebriel akan membuat perutmu berisi banyak bayi, sayang"


Hedehh! Renata hanya mendelik gerah saja, pria ini memang sangat Narsis dan menguji iman.


.....

__ADS_1


Vote and Like Sayang..


__ADS_2