
Tatapan netra indah itu terlihat berkecamuk dengan apa yang ia dengar tadi, hatinya sungguh enggan melepas kepergian sang suami yang memang sangat ia butuhkan saat ini.
"Sayang!" Exell memeluk tubuh molek istrinya yang ia baluti Blezer untuk menghangatkan lekukan indah ini, bibirnya terpadat menyatu dengan tengkuk putih bersih istrinya yang membuat ia bimbang.
"Sayang!"
"hmm!"
"Kau marah?"
"Tidak!" Kinan mengelus tangan kekar suaminya yang membelit perutnya mesra mengalirkan rasa hangat ketubuhnya, entahlah, rasanya sangat kesal dan panas jika harus melepas Exell menuju kandang lintah disana.
"Lalu kenapa sedari tadi diam hm?"
"hanya ingin diam!"
Exell menghela nafas berat, ia membalikan tubuh istrinya menghadap kearahnya, kedua tangannya masih membelit pinggang ramping ini lembut dengan netra yang menatap wajah istrinya yang tak mau memandangnya, jari-jari lentik wanita itu malah asik melukis abstrak didada bidangnya.
"Sayang!"
"hmm!"
"ayolah! kau membuatku sesak murung-murung begini!" dengus Exell menagkup wajah cantik istrinya dengan netra yang saling bertubrukan, tatapan penuh cinta dengan kasih sayang yang menggebu ruah yang menembus relung hati masing masing.
"Jangan menagis!" lirih Exell menghapus lelehan bening yang jatuh dari pelupuk netra indah istrinya,bibir Kinan gemetar menahan isak dengan wajah yang sama sekali tak mau menatap Exell yang berdenyut perih.
"Kinan Sayang, heyy! jangan menagis sayang!" Exell menaikan tubuh istrinya untuk duduk dipaggar Balkonnya yang cukup lebar dengan pinggiran beton itu, satu tangannya membelit pinggang ramping Kinan dan satunya lagi memeggang pagar itu.
"Ell hiks hiks!"
"apa hmm? kau mudah sekali menagis!" Exell mengecupi bibir istrinya yang bergetar dengan isakan halus itu.
"Ki..Kinan tak mau hiks hiks! Ki..Kinan tak ingin El pergi hiks hiks! Ki..Kinan!"
Grepp..
Exell memeluk tubuh rapuh itu kedalam dekapan amannya, tangannya mengelus punggung bergetar itu lembut dengan bibir yang mengecupi pipi istrinya yang menagis.
"Ell hiks hik! Ki..Kinan tak mau ditinggal! Kinan..!"
"Sutt! Sudahlah, kalau kau tak mengijinkan aku pergi, aku tak akan pergi sayang! kau tak perlu menagis begini!"
"Ell!"
"apa sayang hmm?" Exell merapikan rambut istrinya yang sedikit berantakan akibat tiupan angin malam itu, apalagi Kinan yang masih sekugukan dengan hidung mungil yang merah karna menagis membuat Exell gemas.
"El tak akan meninggalkan Kinan kan?"
"Tak akan pernah!"
"Kalau El pergi! Kinan juga pergi!"
"Heyy! Ibu hamil jangan keras kepala, nanti babynya sakit kalau Momy kelelahan!" protes Exell mengecup perut datar istrinya yang masih dalam masa Trimester pertama ini.
__ADS_1
"Pokoknya dimana ada El disitu ada Kinan! titik!" kekeh Kinan pada Exell yang menganggukinya saja, berdebat dengan Bumil ini hanya membuat ia ingin menerkamnya dengan gempuran kenimkatan itu.
"Baiklah Momy! Dady menurut!" Exell menirukan cadelan Bayinya dengan kepala yang mendunsel perut istrinya gemas.
"Janji!"
"Ja..!"
Dretttt..
Ponsel Exell berdering dengan nyaring membuat kemesraan mereka tertunda sejenak, ia mengangkat Telfonnya seraya bibir yang asik bermain didada istrinya yang ia buka atasannya setengah.
"hmm!"
"Tuan! besok anda mulai berkemas menuju Bandara, Tuan harus menghadiri Meeting untuk mengawali Event itu Tuan, undangan dari Perusahaan Agensi sudah menerakan Nama Tuan sebagai salah satu petinggi disana!" .
Exell menghentikan kegitannya dengan bibir yang masih mengulum puncak bukit sintal istrinya yang mengelus kepalanya lembut, ia menatap wajah cantik istrinya dengan berat.
"Tuan?"
"Pergilah!"
Degg..
Jantung Exell berdebar melihat wajah datar istrinya, ia melihat guratan lain yang terpancar didalam netra itu membuat ia menggeleng menolak jawaban istrinya.
"Sayang! aku bisa menolaknya, lagi pula kau lebih penting dari yang lainnya!"
"Tapi Kinan tak mau membuat El terhambat!"
Shitt! aku harus berjaga-jaga dengan emosi Kesayanganku ini, bisa-bisa dia mengamuk dengan sesuatu hal kecil.
"Siapkan saja semuanya! nanti El Kinan pergi!"
"Baik Nyonya Muda!"
Kinan mematikan sambungan Telfon suaminya, ia membelitkan kedua kaki jenjang itu ke pinggang kekar suaminya yang masih terdiam itu.
"Kau yakin Sayang?"
"hm! Kinan yakin, lagi pulakan, El tak akan macam-macam!" jawab Kinan enteng, padahal ia sudah membatin dengan Renata yang menenagkan hati dan pikirannya soal kepergian pria ini, tentu ia tak akan membiarkan Exell jauh darinya.
"Mana mungkin Sayang! mana ada yang membuat aku segila ini dalam mencintai!hmm?"
"*Kau yakin untuk melakukan itu? bagaimana jika Elmu marah nanti?"
"Biar saja! yang pentingkan aku sudah pamit, dan El mengijinkan, Kinan tak akan membiarkan El jauh dari Kinan dan dia tak marah!"
"Kau licik Aliniya!"
"Kinan masih polos!"
"Cihh! Saat bersama Elmu boleh kau menjadi Kinan tapi denganku, jangan sembunyikan wajah iblismu itu!"
__ADS_1
"Diamlah! kami ingin bermesraan, dasar penggangu*!"
Perdebatan batin Kinan dan Renata yang memang tadinya sedang berbicara, ia kembali fokus pada Exell yang mengemut puncak bukitnya sensual dengan tangan yang membelit pinggang ramping itu.
"Nanti ini punya Baby ya Sayang!"
"Manambisamm..!"
"lepas dulu El!" Kinan terkekeh melihat kedua bukitnya yang basah akibat liur pria ini.
"Ini punyaku! dan tak ada yang bisa mengambilnya!"
"Tapikan, Baby harus ngedot El, jangan egois jadi dady!"
"Aku tak mau tahu!" kekeh Exell kembali melanjutkan kegiatannya mengulum kelereng kecoklatan itu membuat Kinan beberapa kali menggelijang menahan geli akan permainan lidah suaminya.
"Geli Sayang!" kikik Kinan mengelus kepala Exell yang tak mau diggangu hingga membuat ia menahan geli saja.
"Heyyy! hahah mengigit anak Momy ini hmm!" gemas Kinan terkekeh akan kelakuan suami mesumnya ini, tak bisa bertempur sekarang, ia malah memainkan bagian favorit yang lain.
"Diamlah Sayang! Aku akan sangat merindukan kalian!"
"Tapi masih begitu!" ketus Kinan melihat mulut suaminya yang masih penuh dengan benda kenyal lembut itu, cihh..Pria ini punya berbagai cara untuk menikmati tubuhnya, tapi ia suka kelembutan itu.
"hm! Sayang!"
"Apa?"
"Nanti jangan Kegatelan disana ya! awas kalau berani macam-macam!"
"Hmm!"
"Oh iya! El tak marahkan kalau Gea jadi Pengawal kinan?"
"Kalau itu keinginanmu! buat apa aku marah sayang, aku tahu kau sudah memikirkannya baik baik!"
"hmm! Kinan rasa begitu, Gea hanya korban dari wanita terkutuk itu, dia sudah mendapatkan ganjarannya dengan tubuh yang jelek dan penghina'an yang ia rasakan! Kehormatannya sudah hancur! apa yang paling menyakitkan selain Kehormatan yang hilang dari diri kita sendirikan El?"
Exell tersenyum lembut melihat sikap dewasa istrinya, inilah yang membuat ia tak bisa membantahkan pesona seorang Kinan, Rupa yang nyaris sempurna dengan Sikap lembut lengkap dengan keteggasan, ia juga tak akan bisa melupakan apapun dari wanita ini.
"Bagaimana Nona? anda yakin mau bertemu dengan Presedir Mohana untuk mengajukan Penginapan bersama?"
"hm Yah! Penginapan para Model itu harus sama bukan? tapi aku ingin satu Camp dengan Penginapan Presedir Tampan itu!"
"Tapi Nona! disana hanya tempat khusus bagi para Comisaris dan petinggi lainnya, anda bisa melanggar peraturan panetia!"
Brakk..
Gebrakan meja itu membuat para Panetia penyelenggara acarapun terlonjak kaget, mereka tak menyangka, Nona Muda terhormat seperti Miss Hanna akan berbuat sekotor ini.
"Ingat Tuan! Ayahku orang penting ditempat itu, aku yang berkuasa atas segalanya! lakukan apa yangku mau, atau karir kalian akan hancur!"
"Ba..Baik Nona!"
__ADS_1
....
Vote and Like Sayang..