
Kebungkaman mereka terlihat menakutkan melihat Seorang Pria Tampan berkharisma dengan aura keberadaan dan kekelaman yang nyata dari Tubuh gagah itu. Cahaya Ketampanan bak Dewa Yunani yang menguar membuat mata mereka seakan tersihir dalam.
Apalagi dengan Seorang Gadis cantik berwajah Dewi kesempurnaan dengan lekuk tubuh yang begitu menggiurkan, Mata polos bulat dengan begitu cantik dan menggemaskan dilengkapi kulit putih bersih tanpa noda menyebarkan aura subur yang segar Fress dipandang mata.
Ohh Tuhan, Inilah paras Sepasang Dewa dan Dewi yang sempurna dengan sejuta pesona yang membuat mata mereka tak henti menatap penuh puja dengan mulut terngangak seraya liur yang menetes.
Bagian inti para Pria dan Wanita disana berdenyut nikmat mendambakan hujaman Benda perkasa itu beserta dengan goa lembab yang sudah mereka bayangkan.
Betapa Nikmatnya Tubuh gagah berotot penuh aura ini, bersamaan dengan Tubuh sempurna yang menggoda milik sang Bidadari yang dipeluk mesra Posesif oleh Pria Tampan Yunani itu.
Exell melangkahkan kakinya penuh Gaya dengan satu tangan membelit pinggang Kinan posesif dan satu lagi berada di saku celananya yang terlihat Cool dan begitu menggetarkan jiwa.
Hening! Suasana bukam seakan terhenti dengan detakan langkah kaki sepasang manusia yang sedari tadi menuai Kontrofersial sekarang melangkah dengan Elegan dan Bekelas di pertengahan keramain dengan Karpet merah yang megah.
"Sempurna!" gumam Amers mewakili ucapan yang keluar dari para Pria disana, ia menatap lembut wajah Super cantik dengan tatapan sendu yang menggetarkan jiwanya. bibir merah yang menggiurkan dengan wajah pas bahkan lebih sempurna dari apa yang pernah ia bayangkan.
tatapan Netra indah itu seakan lansung menancap ke dadanya dengan busur cinta yang begitu menohok tajam.
"Berhenti menatap Milikku!" suara lantang namun penuh penekanan disetiap kalimat itu membuat mereka tercekat lalu menunduk dengan tubuh gemetar menahan aura intimidasi dari Tubuh Gagah Pria sempurna ini.
Sekarang Amers dan Exell saling berhadapan dengan sangat intens, mereka menahan nafas akan aura yang tak bersahabat yang dikibarkan Sang raja Bisnis itu membuat mereka bungkam dan Diam.
"Kenapa Diam?" tanya Exell dengan angkuhnya pada Amers yang geram, wajah tampannya sudah memerah diluapi emosi dengan Exell yang tiba tiba datang dengan Pesona yang mengaburkan mata mereka.
"Kau Terlambat Tuan Muda Mohana?"
"Benarkah! tapi aku rasa kalian yang terlalu bersemangat!"
Amers tercekat saat melihat Jam yang menunjukan baru pukul 7 malam lewat beberapa menit saja. sedangkan acara akan dimulai saat Pukul 8 nanti. bukankah itu kesalahan yang memalukan?,
Seringaian licik dibibir Sexsi sensual itu mekar dengan wajah yang tenang, pembawaan yang selalu diam dengan gestur Elegan dan ditakuti banyak orang.
"A..Anda bisa memulai Tuan!" ucap Tuan Nias mengantisipasi acara besar ini supaya tak kacau dengan aura membunuh yang dimekarkan tubuh gagah ini. apa lagi Nias dibuat gagal Fokus dengan Kinan yang sungguh membuatnya terpikat.
"Siapa yang ingin bertanya. aku persilahkan!"ucap Exell tegas begitu berkharisma naik ketas panggung sana dengan belitan lengan yang tak lepas dari pinggang ramping bidadari disampinya ini.
"Ell!" bisik Kinan aggak risih dipandangi semua orang dengan tatapan kagum sekaligus iri, ia tak terbiasa berdiri ditengah tengah keramaian Seperti Elnya ini.
"Rileks Sayang!" Exell mendudukan Kinan disamping Kursi empuk yang telah disediakan Tem penaggung ini. ia duduk disamping Kinan dengan kaki bersilang angkuh serta Gestur yang Elegan dan Berkelas mata mereka juga tak teralihkan pada Kinan yang juga terlihat Memukau dengan Gaun Helte Dress tanpa lengan dengan kerah yang membelit lehernya dan tali kecil dipinggang rapingnya serta belahan bawah gaun hingga ke atas lutut menampakan kulit mulus itu.
"Siapakah yang anda bawa Tuan?"
"apa dia kekasih anda?"
"Kenapa anda Di tahun belakangan ini tidak datang Tuan?"
Deretan pertanyaan itu bisa dicerna lolos dari otak cerdik Exell yang masih menggengam tangan lembut Kinan erat, ia begitu terlihat mencintai sosok yang satu itu.
"Aku tak menjawab Pertanyaan yang bersifat Pribadi!" ucap Exell menggelegar membuat mereka mendadak lesu. mereka sungguh penasaran dengan Percintaan Pria Tampan ini.
"Bisa saja dia simpanan mu!" ucap Armes membuat Exell geram, rahangnya mengetat dengan tampang yang tak terbaca, Simpanan? Cih..dia masih waras untuk menjadikan Gadisnya ini Simpanan, Terlalu sempurna sebagai bayangan.
"Sayang!" bisik Exell mengarahkan Kinan untuk duduk bergabung dengan anggota keluarganya yang lansung menyonsong Kinan dari tangga sana.
__ADS_1
"Peggang tangan ku!" ucap Gebriel pada Kinan yang tertegun lalu menatap Exell yang menganggukinya.
"Tunggu aku!" Kinan mengangguk lalu menggangan tangan Gebriel yang dengan senang hati melangkah bersamanya. Exell sungguh panas melihat tangan lembut itu digenggam Pria lain. tapi apalah daya, Situasinya tak mendukung untuk meraup separuh jiwanya itu.
"Terimakasih pada Kalian yang telah Sudi menghadiri Pertemuan yang sudah diselenggarakan Sejak lama ini. Kerjasama Kalian membuat tali Dunia Pembisnisan kian meningkat dengan berbagai bidang yang Cukup Sempurna."
Mereka menatap kagum Suara lantang tegas penuh aura itu menggelegar dengan begitu Mengagumkan. apa lagi sepasang mata yang ada disudut sana terlihat mangkin bernafsu memiliki Pria itu. ia bersembunyi dibalik tirai hitam yang menyatu dengan warna Khasnya.
"Kinan?" panggil Gebriel saat Kinan memeggang dadanya dengan wajah pucat gadis itu.
"A..Ada yang datang!" gumam Kinan seraya menatap Exell yang masih berbicara dengan gagahnya diatas sana.
namun, Matanya dan Netra Biru itu terkurung erat dengan beribu rasa di dalam dadanya. Kinan mengisyaratkan sesuatu lewat matanya yang begitu dimengerti oleh Exell.
"Silahkan lanjutkan Jamuan Kalian!" ucap Exell dengan wajah tenangnya namun penuh arti. ia menatap Armes yang sedang menghubungi sesuatu membuat Exell menagkap gelagat aneh dari Pria ini.
"Kirim pasukan ke atas Gedung!" titah Exell pada Asisten Dion yang dengan siap siaga menjalankan titah Tuannya.
"ada apa Boy?"
"Kita akan diserang! Siapkan senjata kalian!" ucap Exell pada anggotanya dan juga para anggota keluarganya yang mengangguk mengerti.
"Ell!" panggil Kinan pada Exell yang menggendong ringan tubuhnya membuat para Tamu pesta sana bersemu dengan semua itu.
"Kita ada dua Masalah! Pertama Mahluk itu dan kedua Si Brengsek yang telah menghilang di atas panggung!" ucap Exell bercampur geram.
namun, Suara Tembakan di luar sana membuat suasana Gedung begitu kacau, jeritan kepanikan serta tangisan membuat suasana begitu mencekam.
Suara Tem Panetia mengarahkan mereka untuk berlindung dengan pintu Gedung yang ditutup rapat.
"Elll!" panggil Kinan tak mau lepas dari gendongan Exell yang begitu takut jika terjadi apa apa dengan Kinan.
"Pergilah bersama Momy Sayang! Kau akan aman!"
"Tapi Kinan mau bersama El!"
" Sayang! Tolonglah ini sangat genting!" Exell mengecup bibir merah itu lama dengan perasaan yang semangkin menggebu untuk gadis ini.
"Ell..."Pekik Kinan saat satu peluru lolos ke samping mereka. Exell menggeram marah dengan angkara murka yang sudah memenuhi mata birunya.
"Pergilah bersama Momy!" ucap Exell tegas pada Kinan yang menggeleng sungguh tak ingin berpisah dari Exell.
"Ell.."
"Kinan!" panggil Exell dengan suara yang tak terbantahkan membuat Kinan mengangguk patuh dengan rasa takutnya pada Exell yang menghela nafas berat.
"Ayo Sayang!" Momy Chalista menggandeng Kinan pergi lewat pintu belakang gedung sedangan para Pria disana berjaga jaga di setiap langkah mereka.
"Shitt!" gumam Renata merasa geram saat melihat sesuatu yang melintasi matanya.
"Net! ayo kita pergi!" desak Lila merasa keadaan Semangkin genting dengan suara ledakan dan tembak menembak di luar sana. sesekali ia menjerit saat satu peluru lolos disamping matanya.
"Kau bawa ini pulang!" ucap Renata memberikan tas kecilnya lalu melangkah pergi entah kemana membuat Lila merasa kesal.
__ADS_1
....
Sedangakn diluar sana. pasukan Musuh yang sudah menyerang membabi buta pun tampak mengepung gedung mewah ini. tapi tentu saja pihak keamanan dan anggota Exell siap siaga memberi bongkaman kembali bahkan lebih dahsyat.
"Lindungi Mobil Keluarga Ku!" Titah Exell pada anggotanya yang lansung memcah menjalankan tugas mereka.
"Kau terlalu berani!" geram Exell lalu memulai aksi tempurnya. ia berlindung dibalik pilar pilar beton yang di hujami peluruh lawan itu.
"Tuan! Dibelakang mu!" ucap Asisten Dion melihat pasukan hitam yang menyerang Exell yang dengan sigap menghindar dan membalasnya.
Tembak menembak pun terjadi dengan begitu ganas, ceceran darah dimana mana dengan hiasan mencekam yang menusuk jantung.
"Shittt! Kau memang luar biasa!" umpat Amers saat melihat pasukannya dibantai telak oleh Pasukan Exell yang memang benar benar sadis dan terlatih mengoyak mangsanya.
"Kau mencari mati!"
Degg..
Amers meneggang ditempat saat acungan senjata yang mengarah kekepalanya dari tangan kekar Pria Tampan yang sudah berwujud iblis itu.
"Kau yang mati!"
Amers menyerang Exell dengan membabi buta. ia menggunakan pisau kecil ditangannya untuk mengoyak daging Pria ini. Exell menghindar dengan begitu gagah, liukan tubuh berotot itu terlihat tepat dan tak terbaca..
Bugh...
Exell menerjang Kuat dada Amers hingga terhuyung ke Cup Mobilnya membuat suara bentrokan nyaring. tak cukup disitu saja, Exell memberi bongkaman panas kewajah Amers yang lansung membiru dengan suara gertakan yang kuat,
Cihh.. itu sebagai hukuman karna telah memandangi gadisnya dengan tatapan Liar.
"Exellll!" geram Amers lalu bangkit menyerang Exell yang begitu sulit ia kalahkan, gerakan Pria ini sangat Konsisten dan penuh selidik membuat otak nya linglung.
Bugh..Bugh...
Exell menghujami kaki Amers dengan tendangan telaknya membuat Pria itu menggeram sakit terduduk dilantai halaman gedung ini. terlihat sangat menyakitkan dan miris.
"Kau yang mencari masalah dengan ku!" ucap Exell santai setenag air yang menodongkan senjata ke kepala Amers yang malah terkekeh sinis.
"Kalau kau membunuh ku! kau akan mendapat berita yang luar biasa Tuan Muda!"
"Benarkah?" Namun Exell malah menembakan Senjatanya ke paha Amers membuat Pria itu terpekik geram.
"Kauuuu...!"
"peringatanku Selama ini tak kau indahkan ! jadi terimalah Nasipmu!" ucap Exell begitu tegas dengan aura pembunuh yang meluap.
"Bereskan Dia!" ucap Exell pada Asisten Dion yang baru datang lansung mengangguki titah Tuannya.
"Kau yang mengundang Kematian Tuan Amers!" desis Asisten Dion pada Pria yang terlihat kacau itu.
"Kau tunggulah Kehancuran mu yang sebenarnyaa Exelllll!" teriak Amers pada Exell yang sudah hilang dikegelapan malam yang mencekam ini.
.....
__ADS_1
Vote and Like Sayang..