Aku Tak Salah

Aku Tak Salah
Bijaksananya seorang Exell!..


__ADS_3

Tatapan mata pria itu beralih tajam tak lagi bisa membendung rasa sakit, malu dan keterkejutannya, ia berdiri dengan wajah yang seakan menantang Pria Tampan yang masih duduk dengan angkuhnya, sungguh, ia sudah masuk kedalam Permainan si brengsek ini.


"Cihh! kau membawa kedua orang tuaku kesini hanya untuk mengantisipasi kekalahanmu! Bodoh"


Sinis Leo pada Exell yang hanya menatapnya datar, pria ini memang sangat punya nyali hingga mau berurusan dengannya. lihat saja, bahkan disaat seperti ini, dia masih mengatakan kekalahan orang lain.


"Kenapa kau diam? ayo, kau begitu terpandang bukan! kenapa kau hanya diam saat ku caci begini, kemana rumor mu yang kejam itu!"


Bugh..


Leo tersungkur akibat pukulan telak dari Tuan Nicholas, amarah pria paruh baya itu sudah mengubun melihat kebodohan putranya yang tak punya otak ini, Nyonya Nicholas hanya bisa menagis melihat semua itu.


"Kau memang ingin menghabisi nyawa kami ha?"


"Tidak dad! dia yang akan mati!"


Plakk..


"Berhenti bicara bodoh Leo!" bentak Tuan Nicholas menyala-nyala, ia sudah gemetar dengan keberadaan Presedir Mohana itu, tapi Pria berotak udang ini, malah mencari mati dengan berbuat tak masuk akal.


"Yah dad! aku bodoh, aku pria menjijikan!" bentak Leo dengan wajah lebamnya, ia menatap Exell dengan membara seakan tak akan jera dengan pukulan itu.


"Apa aku salah mencintai seorang wanita ha?"


"Tapi dia sudah punya suami Nak hiks hiks!" isak Nyonya Nicholas pilu, ia tak sanggup jika putra satu-satunya, malah dikoyak oleh Pria berdarah iblis ini.


"Aku tak perduli! yang jelas, dia Syila ku, dan akan tetap begitu!"


"Da..Dady!" lirih seorang wanita yang meringkuk diatas lantai dingin sana, ia sudah tak tahan dengan rasa panas ini membuatnya hilang akal.


"Presedir!"


Tuan Nicholas bersujud menghadap Exell yang hanya menatapnya dingin dengan gestur yang angkuh, ia tak perduli dengan wajah-wajah memelas pria ini.


"Presedir! Saya Mohon, maafkan putra dan putri saya!"


"Dad! kau..!"


"Diam kau brengsek!" bentak Tuan Nicholas merendahkan harga dirinya, ia tak mau pria ini menghancurkan semuanya, karna ia tahu, Keluarga Mohana itu bukanlah keluarga sembarangan, mereka sudah terkenal sadis dan kejam dalam dunia Bisnis dan permusuhan.


Grett..


Leo menarik bahu Dadynya untuk menyingkir, ia tak mau terlihat rendah dimata pria iblis ini, ia tak mau diinjak seenaknya saja.


"Leo! apa yang kau lakukan ha?"


"Aku tak ingin kau diinjak pria bajingan ini!"


Exell hanya diam, tapi percayalah, kediamannya itu membuat seisi ruangan yang sudah berantakan itu kelam, anggota Exell juga hanya bisa diam karna Tuannya yang sedang mengumpulkan Caci dan makian itu untuk melancarkan serangan balasan.


"Apa dramamu sudah selesai?" suara dingin Exell membuat Tuan dan Nyonya Nicholas saling pandang takut, kenapa mereka harus berhadapan dengan pria sekelam ini?


"Apa kau takut?"


Exell menyeringai iblis, ia berdiri dari duduknya membuat mereka jantungan, Presedir! anda duduk saja, bahkan kau lebih menakutkan dari iblis yang sebenarnya.


"Kau mau mencoba?" tanya Exell berdiri dengan gagahnya dengan wajah tampan mengeras dingin bak kutub utara.


"Exell!"


Gebriel dan yang lainnya datang dan sangat terkejut melihat apa yang terjadi disini, Gea menautkan alisnya melihat kekacauan ini.


"Ada apa sebenarnya?"


"Exell! sebaiknya kau ...!"

__ADS_1


"Dia yang ingin Tahu, bagaimana rasanya mencari masalah dengan Keluarga Mohana? hm, akan ku beri tahu!" ucap Exell mendekati Leo yang juga tak mau kalah membuat Tuan Nicholas tak bisa berkutik.


"Kalau kau menang bertarung denganku maka aku akan menjahui Syila ku itu! kalau kau kalah maka Berikan dia pada..!"


Bugh..


Leo tersungkur telak terbentur kedinding sana, mereka semua terkejut bukan main melihat Leo yang terpelanting na'as dengan sudut bibir yang koyak dan remuk.


"Dia memang mencari mati!" gumam Gebriel beralih duduk dikursi Exell tadi menyaksikan perkelahian tak seru ini.


Exell masih berdiri kokoh tanpa berpindah tempat saat memberikan bongkaman telak kewajah pria itu, ia masih menatap datar penuh aura yang misterius pada Leo yang perlahan bangkit dengan lemah.


"Leo! berhenti sebelum kau benar-benar mati nak!" teriak Nyonya Nicholas tak tahan, ia hanya bisa terduduk bersandar kedinding pintu sana.


"Cuihh! Sampai matipun aku tak akan menyerah! Dia Syilaku, dan dia akan menjadi milikku!"


"Ka..Kakak hiks hiks!" isak wanita yang tak bisa bangkit itu lagi, ia hanya bisa meratapi nasip kakaknya yang sudah terlalu mencintai wanita itu.


"Exell! cepatlah kau sudahi, aku tak tahu dimana istriku sekarang!" kesal Gebrirl merasa ingin menghabisi pria itu secepatnya, gara-gara masalah ini, ia tak bisa berduan dengan istrinya.


"Kau tahu! aku sudah berencana untuk memiliki istrimu malam ini!"


Bugh..Bugh..


Exell sudah tak bisa lagi menahan amarahnya, ia memukuli pria itu dengan membabi-buta, rahangnya mengeras dengan urat biru yang melilit dibongkahan tangannya.


Srettt..


Exell menarik kemeja pria itu hingga koyak, Leo ingin melawan, tapi ia kalah telak dengan Exell yang sangat kuat tak memberinya waktu untuk bernafas.


"Kau ingin bertarung denganku hm? ayo..dimana kemampuan yang ingin kau tunjukan itu!" geram Exell mendorong tubuh lemah Leo hingga tertubruk ke meja sana menguarakan bunyi yang nyaring.


"Cuihh!"


Leo meludahkan darah yang terus mengalir dari hidung dan mulutnya, wajahnya sudah babak belur dengan bongkaman keras pria kekar ini.


Brugh..


Exell menendang tubuh lemah pria itu hingga terbentur kedinding ruangan itu membuat Nyonya Nicholas berteriak histeris melihat anaknya yang dipukuli habis-habisan.


"Hentikan hiks hiks! Hentikan aku mohon Presedir hiks hiks!"


Grett..


Exell menginjak dada pria itu dengan kaki kokohnya, netranya sudah berkilat murka dengan kata-kata Leo yang begitu menjijikan.


"Istriku bukan barang yang bisa kau perebutkan!"


Bugh..


"Uhukkk!"


Leo terbatuk darah yang menyembur dari mulutnya akibat injakan kaki Exell yang kuat dibagian dadanya, pijakan kaki kokoh itu membuat Leo sesak nafas merasa dadanya remuk redam.


"Presedir hiks hiks!"


Nyonya Nicholas bersujud meminta pengampunan, Exell hanya diam dengan wajah kelamnya, rahang tegasnya mengetat dengan sorot mata membunuh yang membuat Gebriel merasa, Exell sudah tak lagi mentorelir ucapan Leo yang seakan menginjak harga diri istrinya.


"Dimana kekuatanmu itu?"


"Ka..Kau Be..Berengsek! uhukkk," umpat Leo masih saja mematik api yang sudah berkobar didalam diri Exell. ia juga takut dengan aura yang pria ini kobarkan, tapi ia tak ingin kalah sampai titik darah penghabisan.


"Berikan!"


Mereka terkejut saat anggota Exell mengeluarkan dua buah pedang yang sama-sama mengkilap tajam dan panjang, Tuan Nicholas gemetar menyaksikan lansung bagaimana kekejaman pria ini.

__ADS_1


"Presedir hiks hiks! am..ampuni anakku aku mohon hiks hiks!"


"Ini Tuan!"


Anggota Exell memberikan pedang itu pada Tuannya, Exell melepas injakannya dan berdiri dengan jarak 1 meter dari Leo yang terlihat gemetar.


"Lawan aku!"


Leo mengakap lemparan pedang itu, ia gemetar melihat pedang tajam yang sama seperti Exell itu.


"Kau..!"


"Aku tak menyerang yang lemah! kau buktikan ucapanmu, jika kau terluka! Cihh.. aku tak akan mengampuni mu!"


Leo bangkit dengan tubuh yang remuk, ia berusaha kuat dengan serangan Exell yang bahkan sangat kuat dari yang pernah ia duga, pria itu masih tetap kekar berdiri tanpa lecet sekalipun. sungguh.. entah ilmu beladiri apa yang dikuasainya hingga bisa mengetahui titik kelemahan lawan secepat ini.


"Baik..Baiklah! Ki..Kita lihat sekarang!"


Leo mulai mengayunkan pedangnya, ini sangat ringan, bahkan ia bisa meliuk kemanapun dengan benda ini.


Srett..Tringg..


Exell menagkis serangan buta itu dengan satu tepisan pedangnya, Gebriel mengamati letak kaki Exell yang seperti membentuk sebuah pola pertahanan dalam ilmu perpedangan.


Ia menggeleng jengah, Kenapa pria ini selalu menguasai ilmu beladiri dengan cepat? bahkan ia pun tak bisa paham dengan cara bertarung Exell yang Misterius.


"Kau hanya menyerang Buta!" gumam Exell lalu meliukan pedangnya dengan cepat melewati pedang Leo yang tak bisa menahan tekanan dari tangan Exell.


Srett..Tring..


"Akhh ss!" Leo mendesisi saat lengannya terkoyak benda tajam itu pedangnya terlempar jauh, lengan kemejanya koyak dengan ceceran darah kelantai dingin sana.


"Ambil pedangmu!"


Leo berusaha menggapai benda itu, dengan gemetar ia kembali menggengam pedang itu dan menatap Exell dengan bingung, kenapa pria ini tak lansung membunuhnya saja?


"Lawan aku!"


Leo kembali menyerang Exell dengan sabitan pedangnya, Exell hanya diam ditempat, hanya tangan pria itu yang membalas serangannya cepat seakan memiliki tujuan inti dalam hal ini.


Whuss.. Srett. Bugh..


Leo tersungkur ke lantai sana untuk yang kesekian kalinya, kali ini dada, pipi dan paha pria itu yang menjadi sasaran Exell, mereka meringis melihat darah yang berceceran dari tubuh pria itu.


"Leo!!!"


Teriak Nyonya Nicholas memangku kepala putranya yang sudah bonyok ini, ia menagis melihat keadaan Leo yang memprihatinkan.


"Mo..Momy hm!" Leo meringis dengan luka yang Exell sebabkan disekujur tubuhnya. ia hanya bisa memandang penuh tanya wajah datar dingin Exell.


"Bagaimana kau bisa melindungi wanitamu jika kau sendiri tak bisa menjaga diri!" ucap Exell tegas melempar asal pedangnya lalu menerima tisu dari anggotanya.


ia menghapus ceceran darah Leo yang muncrat kelengannya, sangat berkharisma dan berkuasa, tak ada yang mampu menyamai gestur seorang penguasa yang meruak didalam diri Seorang Exell.


"Ke..Kenapa kau tak membunuhku?"


"Karna ibumu!"


Deggg..


Mereka tersentak dengan ucapan Exell, tapi tidak dengan Gebriel yang mengulum senyum.


"Kalau aku ingin membunuhmu! sejak kau bertemu dengan istriku maka sedari dulu akan kulakukan, untuk apa aku membuang waktu mengikuti permainanmu yang bahkan tak merubah apapun itu!" ucap Exell dengan suara yang tak dibantah.


Gea bisa melihat bahwa Exell menejelma menjadi seorang Raja yang bijaksana, inilah yang menjadi ikatan dari Aliniya, dia memiliki Jiwa pemimpin yang kuat.

__ADS_1


......


Vote and Like Sayang..


__ADS_2