
Ukiran senyum geli itu terlihat pelit menunjukannya pada sang kekasih yang sudah merah menahan amarah diseberang sana, ia terlentang diatas ranjangnya dengan wajah cantik yang berusaha mengendalikan Mimik wajah.
"Kau mencintainya?"
"Hmm! Yah Sayang, Kinan baru sadar kalau hati Kinan sudah dimiliki dia sejak lama, Kinan minta maaf!" lirih Kinan sungguh membuat Si Tampan diseberang sana meradang.
Exell mengepalkan tangannya erat dengan guratan yang tak bersahabat, matanya berkobar api kemurkaan dengan apa yang istrinya katakan.
"Dimana kau sekarang?"
Kinan hanya diam, ia semangkin membuat dada Exell sesak dan nyeri membuatnya ingin menghancurkan setiap barang barang didekatnya.
"Ki..Kinan di..!"
"Sayang! kenapa kau jadi begini? apa aku masih kurang ha?" lirih Exell dengan mata yang mengembun, ia tak bisa marah karna Kinan tak ada dihadapannya, ia hanya bisa meluruhkan rasa sesaknya dari genagan air bening itu.
"Ki..Kinan...!"
"Dimana dia?"
"Siapa El?"
"Yang kau bilang tadi!" ucap Exell dengan suara dinginnya, ia menghapus satu tetes cairan bening yang melewati pelupuk netranya dengan wajah yang tak mau menatap Kinan, ia mengalihkan kameranya kebelakang dengan hati yang sudah berat.
"Ini..!"
Exell masih diam, menyiapkan hatinya melihat sosok yang lebih darinya itu, tapi tentu ia akan membunuh si brengsek itu mau bagaimanapun caranya.
"Kau lihat saja! dia atau aku yang masih berdiri pagi nanti!" batin Exell mengepalkan tangannya erat.
"Elll!"
"Hmm!"
"El pengen Lihatkan?"
"hmm!"
Exell menghela nafas dalam, lalu mulai melihat layar ponselnya, alangkah terkejutnya pria itu menatap apa yang terpampang disana.
"Kinannnnnn!" teriak Exell keras membuat seisi penginapan itu terkejut bukan main akan teriakan kesal dari mulut pria itu.
Kinan tertawa terbahak-bahak melihat exspresi wajah langka suaminya, rasanya begitu senang mengerjai pria ini hingga membuat ia berjingkrat kegirangan.
"Hahaha! El sayang, pasti El tadi ingin membunuhnya ya?"
deru nafas pria itu naik turun dengan mata yang melotot tajam pada Kinan yang memanyun-manyunkan bibirnya membentuk ciuman jarak jauh tanpa rasa bersalah sama sekali. bagaimana tidak? Kinan menunjukan Fotonya pada saat tidur dengan mulut yang mengemut puncak gunung kembarnya.
"Kauu...! akhh kau ini sebenarnya mau apa ha? jantungku sudah mau copot Kinan!" geram Exell tak habis pikir, semenjak wanita ini hamil, ada-ada saja yang dilakukannya hingga membuatnya gemas bukan main.
"Maaf Sayang! tapi, Keren liat El begitu, tadi nagis hm? hihi sini cayanggg!"
Suara Kinan begitu menggelikan dan tentunya mendayu-dayu membuat Exell memerah, ia tersenyum geli dengan dada yang kembali lega dan plong.
"Kau...! aaakkkhhh Sayang, Kenapa kau jail sekali hmm?" gemas Exell mengecup bertubi-tubi layar ponselnya yang terpampang nyata wajah cantik istrinya disana.
"Tidak Tahu! maunya begitu terus El"
"Lain kali jangan begitu! kau membuat aku sesak disini!"
"Iya Sayang! oh iya, El apa sudah makan?"
__ADS_1
Exell menggeleng-geleng dengan kepala yang bersandar kekepala ranjangnya, ia diam dengan mata yang masih menatap penuh cinta wajah Elok ini, Kerinduan yang tadinya membuncah dihatinya perlahan bisa ia redam dengan Visual sempurna ini.
untuk sesaat keduanya saling pandang penuh cinta, tak ada pembicaraan sama sekali selain mata yang menembus lerung hati masing-masing.
"Ell!"
"hm! apa sayang?"
"Disini Dingin!"
Exell diam dengan netra sendunya, ia juga kedinginan karna tak adalagi tubuh molek yang ia peluk untuk menghangatkan diri, jiwanya terasa kosong tanpa semangat berjauhan dengan sang istri.
"Pakailah pakaian hangat Sayang! maaf, aku tak bisa menemanimu untuk saat ini!aku bisa saja pulang sekarang kalau kau mau?"
"Tapi, bagaimana dengan pekerjaan El disana?"
"Kau lebih penting dari ini semua! lagi pula kalau kita sama-sama sakit begini, lebih baik bertemukan?"
"Selesaikan saja Pekerjaan El! Kinan juga akan pulang Sayang, Jaga diri baik-baik!"
Exell mendadak lesu dengan jawaban istrinya, ia meletakan Ponselnya diatas bantal dengan tubuh yang miring supaya leluasa menatap wajah Peri itu.
"Elll!"
"Iya Sayang?"
"Babynya mau dipeluk!"
"Nanti dady peluk baby! tapi jangan nyusahin Momy ya Sayang, jaga Momy baik-baik, Momy lagi ganjen sekarang!"
"Mana ada El! Kinan hanya ganjen sama El saja, ya kan Baby?"
"Elll!"
"Apa Sayang?"
"El tak minumkan?"
Deggg.
Exell meneggang ditempatnya, ia melihat botol Minuman yang baru saja ia teguk untuk menghangatkan tubuhnya itu masih tertengger diatas meja sana.
"Ell!"
"Ti..Tidak Sayang! Aku tak minum, oh iya! kau harus pulang secepatnya, aku tak mau tahu apapun alasanmu! yang jelas, saat aku pulang kau sudah ada dikamar!"
"Siap Ell!"
Mereka berbincang-bincang melepas rindu yang bergejolak didalam dadanya masing masing, hingga tanpa sadarpun, Kinan tertidur dengan Ponsel yang masih menyala tepat dihadapan wajahnya, Exell tersenyum lembut menatap wajah cantik itu, ia mendekatkan bibirnya kelayar ponselnya.
Cup..
kecupan lama dari Pria itu lansung menempel kebibir istrinya, entahlah, mungkin ia memang sudah sangat menggilai sosok molek ini.
"Selamat tidur Momy! Baby juga ya sayang!"
....
Pagi menyapa dengan gesitnya, salju-salju putih yang tadinya bergumpal tampak mencair dengan injakan Boots para Manusia yang sedang berlaga dilapangan luas sana.
detakan sepatu itu begitu nyaring dengan keriuhan yang terlontar dari mulut mereka.
__ADS_1
"Semua Model diharapkan menunggu ditempat masing-masing! kalian akan diseleksi oleh Juri dari Mulai cara berjalan. gestur, Body Linguage dan aura yang kalian pancarkan! bersiaplah dalam waktu 12 menit lagi!" suara Host yang kembali berkumandang dengan lantangnya.
Miss Mirayuana tampak serius bersamaan dengan Model lainnya, ia mengacuhkan Miss Hanna yang baru datang setelah bebera jam lamanya mereka menunggu.
"Miss Hanna! bagus sekali anda bisa datang jam 9 ini!" sapa Miss Ruenkael Molean yang begitu sinis pagi ini, kulit putihnya terlihat kontras dengan Gaun warna merah maron yang tampak pas ditubuhnya.
"Hanya punya urusan sendiri Miss Ruen! seharusnya kau mengerti Miss Univers sepertiku!" balas Miss Hanna tak kalah anggun membuat Miss Ruen menggeram dengan kesombongan wanita cantik satu itu.
"Siapkan segalanya!" titah Miss Hanna pada Jenne saat melihat Presedir Mohana yang baru keluar dari Mobilnya, langkahnya begitu cepat menyusul langkah berwibawah pria itu.
"Pagi Presedir!"
"Hmm!"
Exell tetap melangkah lebar bahkan Miss Hanna aggak susah mengimbangi pria itu, Asisten Dion hanya menggeleng-geleng sinis melihat wanita itu.
"Presedir! anda ditunggu diruangan Rapat!"
"Hmm!"
Panetia Indra hanya mengelus dada saja saat berhadapan dengan pria berkuasa itu.
"Miss Hanna!"
"Pagi Tuan Indra!"
Sapa Miss Hanna dengan berat hati tersenyum ramah, ia menatap panetia yang sudah ia bungkam malam tadi.
"Ruangan anda sama Miss!"
"Kerja bagus!"
.....
"Presedir Mohana! kami mengharapkan kerja sama anda disini!" ucap Mr Hans sopan penuh hormat.
"Presedir! bagaimana menurut anda para model yang sudah berada disni?" Tuan Ramesley yang baru saja datang lansung bercengkrama dengan para Petinggi lainnya.
Exell tahu, apa maksud dari penjilat satu ini, tentu sedari lama Tuan Ramesley selalu menyodorkan putrinya pada Exell.
"biasa saja!" jawab Exell datar dan tentunya singkat, Tuan Ramesley hanya menunjukan wajah ramahnya.
"Presedir! Pemotretan selanjutnya akan diadakan didekat Penginapan anda, ini mungkin terlalu sensitif, tapi memang disanalah tempat yang sangat cocok Presedir!"
"Penilian ini mencakup dua Petinggi! Pertama Cam anda dan Tuan Ramesley, masing-masing kalian memiliki anggota model petinggi yang akan membantu nantinya!" jelas Tuan Nias aggak gugup dengan tatapan tajam Presedir Mohana yang menusuk jantung mereka.
"Maaf Presedir! tapi, anda adalah Petinggi yang memang sangat berpengaruh, Partisipasi anda dibutuhkan untuk memperbesar rasa percaya akan Komitment kami dari awal Event, mereka hanya percaya pada kekuasaanmu saja Presedir!" sambung Mr Hans yang tahu akan Perasaan Presedir Mohana yang tak suka keramaian ini.
"Lakukan apa yang dibutuhkan! tapi, jangan ada kecurangan!" tekan Exell berwibawah menatap tajam Tuan Rames yang hanya menganggukinya saja.
"Presedir Mohana akan berdampingan dengan Miss Hanna dan Miss Mirayuana !"
Aura yang dikobarkan Exell semangkin membuat ruangan itu panas dengan atmosfer yang menipis, bahkan Tuan Ramesley harus beberapa kali menghela nafas akan kekelaman yang dikobarkan tubuh gagah itu.
"Mr Hans akan berdampingan dengan Miss Ruenkael Molen dan Tuan Muda Nhicol!" ucap Tuan Nias lantang mengundang senyum licik dari sang empu yang mendengarnya diluar sana.
....
Vote and Like Sayang..
maaf ya pas tanda seru Ell!nya salah, itu keubah sendiri ..author juga kagak tahu bisa gitu
__ADS_1