
Pagi indah itupun menyapa, seperti biasa Mashion Mohana selalu sibuk dengan kegiatannya sendiri, mereka terlihat bercengkrama saling bercanda untuk menyiapkan sarapan pagi ini untuk para putra dan suami mereka.
Tatanan Makanan itu begitu rapi berbagai menu, Sup ikan, udang saos tomat dan berbagai makanan lainnya telah tertata rapi, perut siapa yang tak lapar melihatnya? Cihh.. terlalu banyak gaya.
"Pagi!"
"Pagi!" sapa Dady Arkan dan semua keluarganya melihat kadatangan Gebriel dan Renata, sepasang pasutri baru itu terlihat semangkin lengket bak karet.
"Kak! kau membuatku iri!"
Renata bingung dengan ucapan Serly dan Vina yang berbisik, ia menatap Gebriel yang mengulum senyum geli melihat tengkuk dan leher wanita itu tersebar Kismark.
"A-ada apa Ser?"
"Tidak ada!" ucap Kedua cecunguk itu terkikik membuat para orang tuanya menggeleng.
"Sayang! apa wajahku kusam atau apa?" bisik Renata tak nyaman pada Gebriel yang membelit pinggang istrinya mesra.
"Tidak ada sayang!"
"Gebriel meninggalkan Kismark!"
"Ha?"
Pekik Renata kaget bukan main, ia lansung menutupi lehernya seraya menatap Gebriel kejam.
"Kenapa kau tak bilang ha?"
"Kenapa harus bilang? Kita pengantin baru sayang, aku baru buka segel jadi harus banyak meninggalkan Stempel!"
"Kauu..!"
"Hey sudahlah! tak usah malu, kami sudah biasa melihat itu! santai saja Nak" ucap Momy Fania mengelus kepala Renata lembut membuat wanita itu mengangguk paham.
"Kakak ipar! kau akan lihat pasangan tanpa malu setelahmu!"
"Siapa?"
"Aunty Chalista dan Uncle Arkan!" pekik mereka lansung membuat sepasang pasutri yang sedang bersuapan dalam satu piring itu tersedak.
"Kenapa menyebut nama kami? kami memang begini!"
Cup..
"Lihatlah! apa otak kami masih suci Kak?" Vina menggeleng geli saat Dady Arkan mengecup mesra bibir ranum istri cantiknya, sungguh, sepasang manusia ini tak pernah lelah saling menunjukan kasih sayang.
Oeeekkk...
Mereka lansung menatap kearah Lift samping sana, Pria gagah dan wanita super cantik itu tengah menenagkan sang Bayi yang terlihat menagis.
"Sut Sut Baby! kenapa kau menagis hm?"
Exell menepuk-nepuk bokong mungil itu, namun tangisan Baby Ars tak reda membuat Kinan khawatir terjadi sesuatu dengan putranya.
"Baby! kau jangan buat Momy panik sayang!"
"Tenaglah! dia pasti hanya ingin bersama Momy-Momy kita sayang!"
__ADS_1
Oekk..Oekk..
"Ada apa dengan Baby Ars Nak?" Momy Chalista menyudahi makannya dan menyonsong kedatangan Exell yang menggendong putra tampannya itu.
"Tidak tahu Mom! dia sudah minum Asi, perutnya juga tak kembung, semuanya sehat! tapi dia terus menagis!" ucap Kinan yang masih terlihat cemas tapi Exell merangkuh tubuh molek itu.
"Tenanglah! dia baik-baik saja sayang!"
"Hm! iya El!"
"Cup Cup, Cucu Nenek kenapa hm? ada yang sakit sayang?"
Momy Chalista menimang lembut tubuh mungil merah itu, Dady Arkan juga membantu istrinya menenagkan Baby Ars yang tak mau tenang.
Oekkk..Oeeekk..
"Kenapa dengan Baby Ars?" tanya Gea yang baru datang bersama Asisten Dion yang berpakaian sudah lengkap stelan kerjanya.
"Entahlah Nak! sepertinya cucuku ini memang mencuri perhatian semua orang!"
"Apa sudah diberi Asi?"
"Sudah Mom! baru saja Kinan berikan, tapi Baby tetap begitu!"
Exrll diam menatap wajah tampan dengan potongan rambut rapi Asisiten Dion yang tampak bungkam dengan tatapan yang berbeda, ia ingin melihat pilihan pria ini.
Oeeekk..
"Dia ingin dengamu Dion!"
"Ha?" Asisten Dion terlonjak kaget membuat mereka bingung, pria ini kenapa sangat aneh?
"Gendonglah sayang!"
"Ta-Tapi aku..!"
"Dion!" tegas Dady Arkan yang diangguki pria itu, dengan sedikit labil Asisten Dion menggendong Baby Ars kepelukannya, seketika tangisan bayi tampan itu mereda dengan tangan yang menggapai wajah tampan Dion lembut.
"Dia menyukaimu sayang!" gumam Gea gemas mengecup pipi suaminya, Asisten Dion hanya tersenyum pelit, ia teringat dengan surat dan kiriman Pria Misterius itu.
"Kalau kau tak mau istrimu tahu tentang Kesalahan besarmu, maka, kau harus melakukan apa yangku perintahkan, kau harus tunduk saat aku memberi perintah, Targetmu Aliniya Kinan Sinmart"
"Sayang!"
"Ah iya?"
"Kau sangat aneh!" gumam Gea menggeleng-geleng, Asisten Dion menormalkan detak jantungnya, apa yang harus ia lakukan sekarang? ia takut kehilangan istrinya, tapi ia juga tak ingin menghianati keluarga Mohana.
"A-Aku tak apa-apa! hm bisa aku bermain dengannya sebentar?"
Mereka menganggukinya dengan Gea yang mengambil Makanan untuk menyuapi Suaminya nanti.
"Kinan rasa Asisten Dion sangat aneh ya El?" gumam Kinan menatap kepergian pria itu, ia merasa ada yang sedang melanda pria itu hingga bisa seaneh ini.
"Sayang!"
"Hm! iya El!"
__ADS_1
"Kau janji jangan melakukan apapun dibelakangku!"
Cup..
"Janji sayang!" ucap Kinan mengecup kilas bibir suaminya lalu melangkah menuju meja makan, Renata terlihat menatapnya seakan mengisyaratkan sesuatu. tentu Kinan mengerti tentang itu, tapi ia sebisa mungkin untuk tetap polos dan tak tahu apa-apa.
"Bagaimana dengan orang yang melakukan peretasan kemaren? kau menemukannya Nak?" tanya Dady David yang membuat mereka bungkam.
"Aku tak tahu Uncle! biarlah, itu cuman masalah biasa!" ucap Exell ringan, ia kembali menyambut suapan dari tangan istrinya.
"Tuan!" pelayan Mashion yang datang dengan seorang penjaga yang membawa sebuah kotak sedang yang begitu menarik dan mewah.
"Apalagi ini?"
"Tidak tahu Tuan! saya kembali menemukan ini didepan Gerbang utama, CCTV menagkap seorang pria berpakaian hitam yang melemparnya kesana!"
"Baiklah! kau boleh pergi!"
"Baik Tuan!"
Pelayan itu membawa kotak itu kedekat Exell yang hanya diam dengan wajah datarnya, ia seakan tak masalah dengan benda itu.
"Lagi?" gumam Kinan melihat surat yang tertuju padanya, ia sedikit heran dengan ini, kemaren saja ia sudah curiga.
"Itu hanya bingkisan dari Penggemarmu saja sayang! bukalah!"
Duarr..
Mereka terkejut dengan ucapan Exell yang sangat mencengangkan, pria itu terlihat santai tak seperti kemaren yang sangat posesif.
"Hm! baiklah El!"
Kinan menaikan benda sedang itu keatas pangkuannya, mata Exell terlihat fokus pada makanannya tapi percayalah, ia masih mengawasi tangan istrinya.
"Woww!"
pekik dua cecunguk itu girang terpesona, Jordan-pun sama, ia terlihat jatuh cinta dengan ukiran cincin yang sangat cantik itu.
"El!"
"Kau menyukainya?"
"Ta..Tapi..!"
"Maka pakailah!"
"El! Kinan..!"
"Pakailah! kau sedari kemaren ingin memakinyakan?"
"Bukan begitu El! Kinan tak pernah seperti itu!" pekik Kinan keras merasa tak terima, mereka juga terlihat tercengang dengan perubahan Exell.
"Cih! tak usah membual!" ketus Exell lalu menyudahi makananya, ia melangkah pergi membuat jantung Kinan berdegup kencang.
"El! El Kinan tak mengharapkan apapun sayang!" teriak Kinan melempar benda itu asal lalu melangkah mengejar Exell yang menghilang diambang pintu sana.
.....
__ADS_1
Vote and Like Sayang..