Aku Tak Salah

Aku Tak Salah
Sampah..


__ADS_3

Gea menatap penuh rasa sulit pada Momynya yang terlihat tersenyum puas melihat langit diatas sana, guratan kelicikan itu muncul membuat Gea heran.


"Mom!"


"Yah!"


"Apa yang harus kita lakukan?"


"untuk?"


"Momy! Aliniya sudah keterlaluan hingga melukai lenganku begini!" ucap Gea geram melihat lengannya yang tercakar dalam oleh Elang suruhan gadis itu.


"Kau lebih kuat darinya Sayang! kau bisa menahlukannya!"


"Mom! kau jangan membual, Aliniya itu sangat kuat! Bagaimana bisa kita mengalahkannya!"


"Bukan Kita tapi aku!" batin Nyonya Ambers menyeringai iblis.


"Nak! Kau mencintai Pria Tampan itu hmm?" tanya Nyonya Ambers seraya membuka balutan perban yang mengelilingi lengan putrinya.


"Sangat Mom! dia adalah milikku, tak ada yang bisa mengambilnya dariku!"


"Bagus! dia memang milikmu dan harus begitu walau siapapun menentangmu! Sekarang, kau harus lebih cerdik darinya!"


"Bagaimana caranya Mom?"


"Bulan purnama akhir bulan ini akan tiba! disanalah Kemenagan terbesar akan menjadi puncak nya. Kemenagan yang menghancurkan seluruh penghalang yang membuat rencana kita dari awal terganggu sayang!" Nyonya Ambers mengobati luka ditangan putrinya dengan ucapan yang membuat Gea sungguh kagum akan rencana wanita ini.


"Mom! kau akan menggunakan itu untuk melawannya?"


"Yah! Aliniya masih belum sempurna, Jiwa mereka masih terpisah dalam urusan hati! hancurkan dia sama seperti ibunya!"


Mereka tertawa bersama dengan rencana besar yang akan mengguncang dunia dalam beberapa hari ini adalah Tujuan yang sebenarnya, tak ada yang bisa menghentikannya.


....


Langkah besar kaki pria itu mengiringi langkah kecil kaki jenjang gadis yang sedang menatap ruangan Kediamannya dengan bingung, kemana pria paruh bayah itu? ia rasa Tuan Sinmart selalu menunggu disini.


"Kemana Ayah?"


"Mungkin dikamarnya!" jawab Renata datar lalu melangkah menuju kamarnya, ia harus membaca kembali surat halaman terakhir yang digunakan untuk rencana besar mereka malam ini.


"Aliniya!"


"hmm!" Kinan menghela nafas berat menatap Exell yang juga tak ingin melepas belitannya ke pinggang ramping itu, keduanya saling tatap dalam dengan guratan yang tak rela.


"Ikut kekamarku!"


"El Ikutkan?" bisik Kinan pada Exell yang tersenyum mengangguk, setidaknya Kinan berubah jika bersamanya.


"Cihh! Penguntit" ketus Renata melanjutkan langkahnya dengan Exell dan Kinan yang mengikutinya, mereka terkadang saling berbisik membuat Aisten Dion yang mengiringi merekapun beralih geram.


"Tuan Muda memang sudah Gila!"

__ADS_1


"Masuklah!"


Renata membuka pintu kamarnya dan melangkah menuju lemari pakaiannya, ia mengeluarkan satu kotak kecil dan satu amplop hitam dibawah kotak itu.


"Tunggulah diluar!"


"Baik Tuan!" Asisten Dion menutup pintu kamar dan menunggu didepan pintu itu.


"Itu apa?" tanya Kinan mengerutkan alisnya melihat benda benda ditangan Renata yang meletakannya diatas meja didepan sofa sana.


"Kemarilah!" Exell mengiring Kinan untuk melangkah mendekati Renata yang membuka Benda itu gesit.


"Ini surat surat yang Ibumu berikan padaku!" Renata memberikan surat yang bertulisan tangan sendiri khas lekukan tinta kerajaan itu.


"Kau bisa bacakan?" geram Renata pada Kinan yang malah menyerahkan surat itu pada Exell yang dengan intens membacanya teliti.


"Biar El yang baca!"


"Cihh!"


Exell mengkerutkan alinya melihat bagain bagian yang menurutnya aggak sedikit janggal, Bagaimana bisa hal sekejam ini dilakukan oleh seorang ratu?"


Isi Surat..


"Aliniya Sayang! ini ibu nak, Maaf ibu tak bisa menemanimu sampai akhir, kau putriku yang selalu ibu Sayangi! Kau cinta dan kebenaran ibu! ibu Mohon jadilah Manusia yang berguna, jagalah orang yang kau sayangi! Balaskanlah rasa sakit ini Sayang, Kau harapan ibu untuk menghancurkan mereka, cobalah menerima takdirmu, Jadilah orang yang kuat dengan kebencian yang kau punya! berdirilah dengan Kakimu yang harus membina kejayaan dari pengorbanan yang ada! Kau keturunan kami, kau harapan kami! Berdirilah ditengah rasa sakitmu dan hancurkan apa yang menghalangi jalanmu!"


SALAM CINTA DARI IBU


ALINIYA ...


"Apa itu ibu?"


"Yah! Dan ini juga dari ibu, Tuan Yoruslah yang menceritakan semuanya padaku! dia yang memberikan semua ini!!" Renata menyerahkan surat yang kedua ketangan Kinan.


Isi Surat..


Musnahkan apa yang menjadi Rintanganmu, Kau Aliniya yang kuat dan penuh kebencian dan kekuasaan! Aliniya yang tak bisa diinjak oleh siapapun, kau bijaksana Nak! Kau punya Cinta bisa membuatmu kuat disandingkan dengan Kebencian dan rasa sakit itu! Semua orang di Peraduanmu itu adalah musuhmu, jangan percaya dengan mereka! Semuanya ingin membunuhmu! sebelum kau dibunuh maka bunuhlah dia hingga kau bisa membalas semua pengorbanan kami!"


"Kau Bijaksana! Lihatlah kesakitan kami, jadilah kuat untuk membangun kekuasaan yang mutlak dan tak bisa dikalahkan!"


"Waktu mereka hanya sampai bulan merah itu saja! serang mereka terlebih dahulu dengan melumpuhkan darah darah musuh yang ada di Peraduanmu itu!"


"Ibu menyayangimu Sayang!"


.....


"Kau lihat Kinan! inilah yang inginku tunjukan padamu! aku tak bisa berbuat apa apa karna aku..!"


"Cinta dan kebencian berbeda!"


Brakkk...


"Kinan! apa kau gila ha? apalagi yang membuatmu seperti ini? jangan egois, aku tahu kau tak ingin jauh dari Exell tapi tolonglah mengerti posisiku Kinan!"bentak Renata kembali meradang pada Kinan yang menatapnya sulit.

__ADS_1


"Kau tahu Renata! Kinan memang bodoh, Kinan tak tahu apapun, tapi hati Kinan tak ingin melakukan itu!"


"Kinan! kau harus melakukannya!" tekan Renata yang sudah ingin gila dengan masalah ini, hidupnya sudah hancur karna mengorbankan segalanya jangan sampai pengorbanannya sia sia.


"Bijaksana bukan membunuh Renata! kalau memang ini benar, kenapa harus mengorbankan Kebahagiaan orang lain!" bentak Kinan panas, sudah cukup! ia sudah hilang akal dengan semua ini.


Exell menatap Netra indah Kinan yang sangat menonjolkan Kharisma. ada yang salah dengan semua ini.


"Lalu ini kau anggap apa? Tuan Yorus kau anggap apa Kinan? dia yang tahu semua ini!"


"Dengarkan Kinan baik baik! Cinta, Bijaksana, Ratu, seorang putri dan Kejayaan bukan didapatkan dengan kebencian dan dendam! dan rasa sakit, Kinan tahu bagaimana sakitnya ibu, Kinan tahu bagaimana lukanya ibu saat itu! tapi ibu seorang ratu Renata! Ratu yang bijaksana tak akan mau mengorbamkan rakyat dan putrinya!" jelas Kinan lalu menarik Exell untuk meninggalkan tempat ini.


Exell tersenyum simpul mendengar ucapan bijak dari pemikiran polos itu, ia bangga dengan pemikiran Kinan yang Dewasa dan tentunya sangat Khas dan berkharisma sebagai seorang Putri Pewaris.


"Ell!"


"Apa Sayang?"


"Kinan ingin membawa ayah pergi!"


Exell menghentikan langkahnya dengan tatapan yang berbeda menatap Kinan yang menunduk.


"El tak mau ya? Maaf, Biar Kinan yang mengurus ayah!" Kinan ingin melangkah pergi tapi Exell lansung menggendongnya gemas.


"Kenapa kau selalu menduga duga hal yang tak pasti hmm? kapan aku menolak semua keinginanmu Sayang?" gemas Exell menghujami bibir merah itu dengan kecupan penuh cintanya.


"Benarkah? El mau membawa Kinan dan ayah?"


"Apapun untuk istriku!" ucap Exell melangkah menuju kamar Tuan Sinmart, sesampainya disana, ia keduluan dengan Asisten Dion yang ternyata tadi sudah gesit membantu Tuan Mudanya.


"Hati Hati Tuan besar!"


"Udin!"


Asisten Dion bingung dengan ucapan itu, ia menatap Exell yang mengukum senyum geli akan perkataan istrinya.


"Kau masih saja mengingatnya sayang!"


"Tentu saja! Ingatan Kinan masih kuat!"


"Nak! memangnya kalian mau kemana?"


"Kinan mau ikut El Ayah! jadi Kinan mau ayah ikut Kinan Meninggalkan Kepalsuan ini!"


" Maksudmu apa Sayang dan Kinan itu siapa ?" tanya Tuan Sinmart bingung menatap Kinan yang menghela nafas.


"Aliniya!" Renata yang datang dari belakang sana dengan wajah marahnya membuat Kinan tak gentar lagi, ia sudah lelah diperbodohi oleh kenyataan.


"Mau kemana kau?"


"Kau percaya dengan semua ini Renata! maka jalani saja, Tapi Kinan tak percaya! Setelah membaca surat itu, Kinan percaya Aliniya itu ada dan bagian dari Kinan, tapi Kinan tak percaya dengan surat sampah yang mereka berikan!"


Plakkk..

__ADS_1


....


Vote and Like Sayang..


__ADS_2