
Suasana kobaran api panas itu semangkin tampak menakutkan dengan kedatangan Pria Tampan ini. mereka hanya bisa menunduk takut dengan pikiran yang melayang membayangkan Kismark yang ada di leher Pria itu.
Asisten Dion hanya menatap datar mereka yang bersemu, ia pun terkadang malu sendiri dengan pikiran kotornya, betapa dahsyatnya pertempuran Pria ini hingga tubuh gagah itu dipenuhi tanda Cinta dari Nonanya.
"Apa yang kau Komplenkan?" suara dingin itu menatap datar Tuan Birma yang lansung menyerahkan surat surat Tuntutan dari pemerintah ketangan Exell yang dengan darar membacanya.
"Tuan! anda tahu sendiri ini adalah tanah dan hutan milik Negara! dan anda seenaknya saja membakarnya, bukankah itu sebuah Penyalahan?"
Exell hanya diam, ia sama sekali tak gentar dengan ancaman para Penjilat Negara ini, ia dengan santainya menginjak Dokumen itu dibawah kakinya dengan wajah yang dingin tak terbaca.
"Tuan Kau..!
"Tanah ini dan semua yang tertanam disini sudah ku beli! kau tentu tahu aku tak akan bertindak tanpa perhitungan!" Exell menatap Asisten Dion yang lansung menyerahkan surat yang telah mereka urus dengan baik. Cihh..mau Mengerjai seorang Exell? tak akan semudah itu.
"Tapi Pemerintah mengatakan kalau Kalian melakukan Pembakaran yang ilegal! ini masih milik negara dan..!"
"Benarkah? Kalau mereka ingin melawanku, maka sedari aku membangun Vila pribadiku di perbukitan Noesseil yang merupakan tanah Negara ini pasti mereka sudah mengecamku!"
Pria paruh bayah itu gemetar, sepertinya rencana mereka terbaca oleh Tuan Muda licik ini. keringat dingin ditubuhnya sudah meruak membasahi keningnya, beberapa kali ia menghela nafas menormalkan detak jantungnya.
apalagi melihat seringaian licik dari bibir sexsi itu membuat ia gemetar takut, auranya saja begitu meruak dengan keberadaan yang tinggi.
"Ini benar Tuan! Berkas yang saya tunjukan asli dan itu memang dari Pemerintah Negara ini!"
"aku tak menyebutkan berkas itu palsu!"
Tuan Bimar semangkin teggang saja, ia menatap nanar Dokumennya yang ada dibawah kaki Exell yang menatapnya tajam.
"Sa.Saya hanya..!"
"Sampaikan pada Majikanmu! Jangan mencari masalah terlalu dalam padaku!" ucap Exell drngan penuh tekanan membuat Tuan Bimar lansung melangkah pergi meninggalkan tempat yang mengancam ini.
"Shitt! dia terlalu cerdik!" gummm Tuan Bimar melajukan Mobilnya pergi, tapi sebelum itu mobilnya sudah meledak dengan bunyi yang nyaring sebelum menginjak aspal sana.
Boommm...
Exell tersenyum iblis, dia bukanlah manusia bodoh yang bisa diakali dengan Dokument murahan dan syarat tak berguna ini.
__ADS_1
"Urus dia! dan kirim Bangkainya pada Tuannya!"
"Baik Tuan!"
anggota Exell siap melanjutkan misinya, sedangkan Exell melihat kobaran api yang perlahan padam karna kayu kayu yang sudah menjadi abu dengan campuran zat yang ia bakar didalam sana.
Namun, angin yang tadinya menggukung itu bertambah kencang membuat asap itu menggumpal, seperti ada yang murka dengan apa yang telah ia lakukan.
"Tuan!"
"Biarkan saja!" ucap Exell lalu melangkah pergi meninggalkan tempat ini, ia tak perduli dengan apa yang ada didalam hutan itu, yang ia tahu, Istri dan keluarganya harus selamat apapun caranya.
"Ke Markas!"
"Baik!"
Asisten Dion melajukan Mobil mereka membelah suasana yang mulai gelap, ia sesekali melihat Tuannya yang sedang mengecek Ponselnya.
Namun, Exell terkejut saat pesan yang dikirim oleh Jordan padanya, ia merutuki dirinya sendiri karna Ponselnya sempat di sailent tadi.
"Pulang sekarang!" titah Exell dengan wajah yang sudah dingin seperti kutub utara, jantungnya tak henti hentinya berdetak dengan pikiran yang berkecamuk.
....
"Aaaa Sa..Sakitt hiks hiks!" isak Kinan memeggangi dadanya yang terasa dicabik cabik, ia mencengkram erat Seprey dibawahnya dengan tangan yang mencengkram dadanya kuat.
tadinya ia sedang terlelap nyenyak, tapi tiba tiba ada hembusan angin yang kuat hingga membuat ia tak bisa bernafas dengan tusukan tusukan tajam didalam jantungnya.
"Nakk! Tenanglah..Exell akan segera pulang!" Momy Chalista mencoba menenangkan Kinan yang terlihat menyedihkan.
Mereka hanya bisa diam dengan hal yang tak mereka ketahui, Dokter Denis juga begitu, ia tadi dipanggil kemari untuk memeriksa keadaan Nonanya yang mengalami kesakitan yang teramat. tapi ia tak tahu apa penyebabnya.
"Apa yang terjadi padanya?"
"Aku tak tahu! Jantungnya Normal, semuanya juga Stabil..tapi dadanya terus sakit, aku juga bingung ini kenapa?" jelas Dokter Denis frustasi ia saja sudah sangat sesak melihat Wanita cantik ini merintih kesakitan. begitu juga mereka, apalagi Gebriel yang memiliki rasa pada Kinan hingga ia begitu nyeri melihat semua ini.
"Kinan! Sayang..kau kau bisa bertahan! Exell akan pulang sebentar lagi!" ucap Gebriel menghapus lelehan bening di pipi lembut itu, ia berdenyut perih saat melihat Kismark yang memenuhi leher wanita ini.
__ADS_1
Shitt..kenapa ini sakit sekali?
Gebriel menggelengkan kepalanya untuk menepis pikiran pikiran gila itu, ia tetap fokus pada Kinan yang masih mengerang sakit.
"Elll! hiks hiks!"
"Kalian tahu apa obatnya? aku mohon berikan itu padanya!" teriak Gebriel menatap mereka yang menggeleng bungkam, Gebriel tak tahu lagi harus apa. otaknya sudah buntu seakan tak bisa berfikir jernih.
"Kinannn!" Teriak Pria tampan yang terlihat diselumbungi kekhawatiran itu lansung berlari masuk membelah keramaian dikamarnya.
"Ell hiks hiks !"
"Apa..Apa yang terjadi pada istriku?" bentak Exell pada Denis yang menggeleng lemah, Exell memeluk Kinan yang hanya bisa menagis menahan sakit membuat Exell begitu ingin mati dalam posisi ini.
"Sayang! Ba..Bagaimana aku bisa mengobati rasa sakit ini?" tanya Exell dengan suara berat dan sesaknya, ia menggengam tangan Sang istri yang mencengkram dadanya sendiri erat.
"Ell hiks hiks Sakittt!" isak Kinan tak tahan, jiwanya seakan tercabik cabik dan dihisap oleh seseorang.
"Panggilan semua Dokter Spesialis Sekaranggg!" teriak Exell pada mereka yang lansung melakukannya, mereka juga tahu apa yang dirasakan Exell hingga tak tahu lagi apapun yang akan terjadi nantinya.
"Sayang.. Sayang Kau kau lihat aku!" Exell menagkup pipi pucat Kinan yang sudah basah dengan air mata, Mata keduanya terkurung dalam Cinta yang menggebu itu.
Saling tatap penuh rasa sakit dengan kelembutan yang masih mengelilingi mereka, Kasih sayang, Cinta, Dan Kekhawatiran itu terlihat nyata didalan netra biru laut yang seakan memberinya kekuatan untuk bertahan.
Ini Cinta dan Jiwa ragaku! Jangan ambil dia dariku karna aku tak sanggup Tuhan..
aku tak sanggup bila dia meninggalkan aku, biarkan kami bersama..
jeritan perasaan mereka berdua menggelegar kepuncak batin yang tersiksa, bukankah ini sangat menyakitkan Sayang? Maka bertahanlah demi aku!.
"Jangan tinggalkan aku!" ucap Exell mengecup bibir pucat itu menyalurkan rasa tenang akan keberadaannya, Kinan merasakan degupan jantung yang beradu kencang didalam dada bidang ini.
ia merapatkan kedua dada mereka mencoba menetralisir rasa sakit yang Kinan rasakan. Exell juga merasakan rasa sakit itu namun hanya sekedar batin.
Exell hanya bisa memeluk erat dengan mulut yang terus membisikan kata cinta untuk membangun Ruah perasaan yang menggebu dikedua ulu hati mereka.
...
__ADS_1
Vote and Like Sayang..