
Gebriel sungguh terkejut akan laporan dari anak buahnya yang mengawasi rumah Kediaman Sinmart, ia sungguh di buat geram dengan kejadian yang kotor ini.
"Jam berapa kejadiannya?"
"Nona Renata membunuh penjaga Mashion Tuan Sinmart pukul 2 siang tadi Tuan!"
Gebriel mengepalkan tangannya erat, ia harus menghubungi Exell secepatnya untuk masalah ini.
"Joy!"
"Iya Tuan!"
"Pulang sekarang!" Asisten Joy mengikuti langkah Tuannya yang begitu berkharisma membuat semua mata Kariawan perusahaannya terngangak tak percaya.
"Pesankan Tiket sore ini!"
"Baik Tuan!"
Gebriel sekarang sedang berada di Negara Berlin, ia mengurus Perusahaannya yang terus melesat beriringan dengan Exell yang sudah memecah rekor MHC dengan pesat.
"Tuan! apa kita kabari Tuan Muda Exell?" ucap Asisten Joy membuka pintu mobil untuk Tuannya yang menggeleng seraya memeriksa benda pintar itu.
"Lansung pulang saja! aku tak ingin merusak waktu bersama istrinya!" Gebriel sudah tahu dengan rencana Sang Adik untuk mengait kembali gadis mempesona itu, Gebrielpun tak banyak Komentar karna ia tahu, Exell selalu memikirkan sesuatu setiap bertindak.
.....
Sedangkan di Negara ini, Pria tampan itu terlihat serius bicara dengan Dadynya yang juga tak kalah serius dalam membahas tentang ikatan Rumah tangga putranya.
"apa dia juga mencintaimu?"
"Kalau dia tak mencintaiku! tak mungkin dia bersamaku sekarang dad!" kesal Exell merasa Dadynya terlalu menguji kesabarannya.
"Kalau begitu kau ikat saja supaya dia tak pergi!"
"Bagaimana caranya? aku juga tak mungkin melarikannya terus seperti ini, aku paham kalau Istriku memiliki tanggung jawab yang lain! dia diincar banyak orang dad!"
Dady Arkan menghela nafas berat, ia menatap putranya yang begitu menampakan cinta yang besar bagi gadis itu.
"Cinta bisa mengikat segalanyakan dad?" tanya Exell memastikan pemikirannya, ia rasa, karna Cinta merekalah yang membuat Kinan sampai sekarang masih mau bersamanya, selain Takdir yang masih abu abu, Exell pun hanya meyakini Cintanya saja.
"Cinta tak cukup dalam hubungan rumah tangga!"
"Lalu?"
"Kau bisa berfikir sebagai seorang Pria penuh kasih! dan kau juga harus berfikir licik dengan aliran darah dunia gelap Ell!"
"Dad! jangan bilang kau...!"
"Yah Anak! Anak adalah ikatan yang paling kuat, dady bersama dengan Momymu karna Cinta, Takdir dan juga Kau! Anak tak akan pernah putus mengikat siapapun, sekuat apapun Istrimu lari, maka dia akan kembali karna darah dagingmu yang sudah bersemayam didalam tubuhnya!"
"Bagaimana jika Istriku tak menginginkannya?" gumam Exell merasa tak ingin bersikap kasar demi mendapatkan anak, belum tentu Kinan mau mengandung dengan masalah yang besar sedang melanda ini.
"Exell! Kau harus tahu hati istrimu! kalau dia mencintaimu, dia pasti rela memberikan apa saja untukmu! Percayalah" Exell tersenyum pelit melihat kesungguhan dadynya, Pria ini memang sangat pakar dalam urusan Cinta dan ikat mengikat.
"Baiklah! ternyata ada gunanya juga aku punya dady Mantan Mafia!"
"Momymu juga Boy! jangan dady saja!" Exell hanya terkekeh geli saja lalu ingin melangkah pergi.
"Hey Tunggu dulu!"
"Yah dad!"
__ADS_1
"Kau ingin membuatkan cucu?"
"Hmm! Bersyukurlah karna mempunyai putra perkasa sepertiku!" ucap Exell pada dadynya yang malah melemparnya dengan batu kecil di pot bunga disana.
"Dasar anak Durhaka!" ketus Dady Arkan pada Exell yang sudah melangkah pergi dengan rencana pria itu sendiri.
.....
21+, Mohon pengertian....
..
Exell melangkah masuk kedalam kamarnya, ia mengkerutkan keningnya melihat ruangan luas ini kosong, tadi ia meninggalkan Kinan yang sedang mandi.
"Sayang!" Exell melangkah menuju kamar mandinya, namun tak ada sang empu yang sedari tadi membuat pikirannya kacau.
"Kemana dia?"
"Sayangg! Kau dimana? kau...!"
Exell tersentak kaget melihat sang empu yang ia cari sedang berdiri membelakanginya melihat lemari pakaian yang kosong dengan handuk yang sudah melorot jatuh kelantai sana.
..
Jakun pria itu naik turun melihat lekukan indah ini, bokong yang bulat begitu kencang dengan lekukan tubuh yang menggoda, kulit bening pulen tampa cacat itu masih ditetesi air yang menandakan Bidadari Sexsi ini baru saja selesai mandi.
"Sayang!" suara berat Exell sedikit serak dengan tatapan tak bisa teralihkan dari lekukan indah ini.
"Elll!" Exell semangkin dibuat jantungan saat Kinan berbalik hingga ia melihat pemandangan tampak depan ini, alangkah indahnya ia menari nari mengelilingi gunung kembar yang tampak padat dan sintal itu.
"Ell! Kemana Pakaian Kinan?" decak Kinan kesal melihat lihat lemarinya, sayangnya otak Exell tidak lagi singkron, ia hanya dikuasai kabut hasrat yang sungguh membuncah didalam dirinya.
Grep...
"Elll!" Kinan masih terbelit dengan lengan kekar ini, ia bisa merasakan deru nafas suaminya yang mulai berat dengan wajah tampan itu merah menahan lonjakan gairah.
"El! kau...!"
Cup..
Exell lansung menyambar liar bibir merah itu dengan Kinan yang terkaget dengan serangan ganas Suaminya, ia berusaha mengimbangi hisapan itu hingga membuat tubuhnya tersudut ke diniding kamar.
"Akhmmm!" gumaman Kinan tak jelas akibat aksi liar suaminya ini, belitan lidah basah itu mengihap dan menjilati bibirnya yang hanya bisa mengikuti permainan lidah suaminya.
Tubuh indah itu mengeliat geli saat tangan Nakal Pria Tampan yang sudah berkabut hasrat itu menjamahnya dengan sangat lembut membuat dirinya terbuai.
Perlahan tapi pasti, Exell mengiring langkah istrinya menuju ranjang di luar ruangan ini, dengan bibir yang masih menyatu hanya ingatan pikiran mereka saja yang menuntun langkah tak sabaran ini.
"Akhmm Ell!" desahan lembut itu keluar dari mulut Kinan yang sudah terngangak karna jilatan lidah basah itu sudah menghisap lehernya, Exell membaringkan tubuh istrinya yang polos dengan kedua kakinya yang mengungkung lekukan indah ini.
"Ell!" lirih Kinan menatap netra biru suaminya yang menatapnya dengan lapar, wajah tampan pria itu sudah seperti kepiting rebus dengan deru nafas yang memburu, untuk sesaat keduanya saling pandang penuh cinta dan hasrat yang berkabut nyata.
Jari pria itu terangkat menyusuri bentuk bibir istrinya yang membuatnya selalu tergoda, dari bibir yang sensual turun menjelajahi garis leher jenjang itu lalu melewati pertengahan dada sintal itu membuat Kinan menggeliat membusungkan dadanya merasa sentuhan garis tangan pria ini terlalu bersyahwat dan penuh rasa.
"Akhh Ell!" Kinan menggelijang saat Pria itu malah menjilati benda sintal itu dengan penuh sensasi, bermain dengan puncak bukit yang ranum ini sesekali menggigit gemas dan menoel nolenya penuh rasa membuat Kinan menggelijang beberapakali dibuatnya.
Tidak cukup disitu saja, dengan mulut yang sudah penuh dengan bagian padat yang membusung itu, tangan besar Exell turun menyusuri lekukan pinggang istrinya hingga ia menyusuri selangkahan gadis itu dengan sensual membuat pinggang ramping ini beberapa kali bertekuk akibat belaian tangan nakal suaminya dibawah sana.
"Akhhh Elll!" Kinan sungguh hilang akal dengan semua ini, ia hanya bisa terngangak akan permainan lidah dan tangan suaminya,Exell suka dengan suara mendayu dayu lembut itu, apalagi remasan Kinan yang membuat rambutnya kacau tapi menimbulkan sensasi Nikmat.
"Su..Sudah Sayang akhnmm Ell!" pekik Kinan saat jari pria itu malah bermain di ******** miliknya, paha Kinan terbuka lebar oleh belaian dibawah sana, ia hanya bisa meraung raung dengan kenikmatan ini.
__ADS_1
"Kau basah Sayang!" serak Exell melihat jari tangannya yang sudah lengket dengan puncak Klimaks istrinya. ia terkekeh geli melihat wajah merah istrinya yang tampak sudah mencapai pelepasan pertamanya.
"Sudahh Ell!"
"Enak Saja!"
"Ha! Ell, kau...!"
"Belum Baby! ini masih pemanasan!" ucap Exell menyeringai mesum membuat Kinan sungguh tak bisa berbuat apa apa. Exell membuka setiap helaian ditubuh kekarnya.
"Ell! Itu..!"
"hmm! Apa Baby?" Kinan memelas saat melihat pusaka perkasa yang setahun lalu sudah membantainya habis habisan terlihat sudah tegak menantang Syahwat. tapi ia juga panas melihat bentuk tubuh suaminya yang sangat kekar dan tentunya tak bisa tubuhnya tolak.
"Kau sudah membuatku menunggu Baby! Sekarang, kau berhutang Akhhh!" Exell mengerang saat pusakanya sudah masuk ketempat yang seharusnya, Kinan mengangak dengan benda besar keras itu memasukinya dengan lembut, begitu juga Exell yang sudah hilang akal karna hisapan didalam sana, ia mulai memompa dengan lembut penuh hentakan, mata keduanya saling tatap mendamba dengan pusaka masing masing yang bertemu menimbulkan decipan kulit yang beradu lembut.
"Sayang!" serak Exell meminta persetujuan untuk bergerak lebih, ia tak bisa bertempo lembut seperti ini terus sementara tubuhnya yang sudah meletup letup.
"Lakukan Ell hmm!" Exell teraenyum puas, ia mengungkung tubuh istrinya dengan kedua tanggannya yang di peggang Kinan erat yang terpekik saat pompaan pria ini semangkin kuat dan dalam.
"Akh Sayang!" Exell menggeram Nikmat dengan pijatan pada pusakanya dibawah sana, ia juga tak tahan dengan suara desahan lembut Kinan yang membuatnya membara habis.
Sungguh, Pendakian Kenikmatan yang setahun ini tak pernah ia rasakan sekarang sungguh membeludah, tak ada nama lain yang keluar dari mulut mereka selain erangan Kenikmatan yang membara dari nama masing masing.
"Exell Akhh Sayang!" Kinan sungguh dibuat hilang akal dengan hujaman benda keras itu, tak cukup permainan bawah saja, Exell kembali meraup puncak ranum milik istrinya yang berguncang akibat gempa yang ia ciptakan dibawah sana,jilatan dan hisapan dari bibir dan lidah liar pria itu membuat Kinan terbang membelah awan panas yang mereka ciptakan.
Namun. Bukan Kinan namanya kalau tidak membuat pria ini merintih Nikmat, tangan lentik itu bermain di bokong suaminya yang sedang memacu dengan jantan, perlahan menyusuri otot otot kekar itu hingga ia menemukan dua buah salak yang sudah membengkak menampung cairan keperkasaan itu.
"Akhmmm!" geraman Exell saat tangan lembut itu malah menyentuh bagian Sensitifnya dengan halus penuh sensasi, tubuhnya bertekuk dengan tangan jenjang Kinan yang dengan mudah menggapai mainan dibawah sana.
"Giliranmu Sayang!" jiwa liar Kinan naik kepermukaan membuat ia memimpin permainan, Exell dibuat gila dengan goyangan lembut namun memuaskan itu.
ia hanya bisa merintih, mendesah Nikmat atas apa yang telah diberikan oleh sang istri yang terlalu membuatnya meletu letup ini.
"Akhh Kinan Sayang! aku..Aku mencintaimu!" Exell mencengkram kuat bokong bulat yang menarinari diatas tubuhnya itu. belum lagi dengan permainan jari lentik istinya yang membuat Exell tak berhenti menggeram mencapai Nirwana sana.
Akhh Kinan! Kau milikku sayang! Ini sangat Nikmat!
Jeritan batin Exell puas meledak membelah atmosfer yang sudah membara seiring dengan keringat yang berjatuhan , erangan dari mulut keduanya mengiringi dinginnnya malam yang tak terasa dikulit masing masing.
Shitt! ini sangat sulit dijabarkan, hentakan kulit yang beradu itu mengiringi deritan ranjang yang terdengar keras dan sangat ganas.
Begitulah seterusnya, Memang awalnya Kinan yang memimpin! tapi, suami perkasanya itu malah tak membiarkannya berhenti mendaki kenikmatan hingga ia kembali dihujami benda keras yang beberapa kali tunduk dan tegak kembali akibat hasrat yang terus membuncah merasa sungguh candu akan pertempuran ini.
....
Sedangkan ditempat lain, wanita yang sudah bersimbahan darah itu tampak lihai mengoyak tubuh targetnya yang sudah keberapa kali ia cabik cabik.
Srettttt..Srettt..
Sabitan senjata yang membuat lantai Mashion itu bersimbah darah, hanya suara teriakan kesakitan dari para mansia yang ia bunuh membabi buta.
"No..Nona! kau sadarlah...!"
Srettt.. sabitan pedang itu membuat kepala mereka berjatuhan dengan tubuh si pembunuh yang sudah bermandian darah, seringaian licik itu muncul dibibir sexsinya.
"Aliniyaaa!" geraman Renata dengan wajah yang kelam, sudah 20 manusia yang ia bunuh di dalam Mashion ini, semua darahnya terkumpul na'as di lantai yang sudah dingin itu.
"Kita Lihat! Cinta terkutukmu itu atau Pengapdian dan kesetiaanku pada Ratu yang akan menang!" geram nya melempar pedangnya kesembarang arah lalu dengan santainya melewati mayat mayat yang sudah berjatuhan olehnya.
.....
__ADS_1
Vote and Like Sayang..