
Tatapan sendu netra indah begitu pilu menatap kesamping tempat tidurnya, ia merasa sangat kosong dan hampa, rasa hangat yang biasa memeluk tubuhnya, memberi senyuman yang memikat sekarang, hanya tinggal kedinginan yang ia rasakan.
Tangan lembut itu mendekap bantal yang biasa digunakan Pria tampan itu berbaring seraya memeluknya, memanjakannya dengan penuh cinta, siapa lagi yang tak merindu dengan hal itu? baru semalam pria itu meninggalkannya dalam keadaan tidur, dan sekarang, rasanya sangat lama.
"Ehmm!"
Lamunan Kinan buyar saat si kecil yang sedang mengedot itu menggeliat seraya membuka kelopak Netra birunya, tatapan keduanya bertemu, hati Kinan mendesir kuat merasakan keberadaan Exell didalam jiwa putranya, ia tak bisa lagi berkata selain mengukir senyuman indah di bibir sensualnya.
Cup..
"Pagi Baby!"
Baby Ars tersenyum mempesona, Kinan bangun dari baringannya, ia melihat Pampers putranya yang basah dan penuh, helaan nafas itu muncul, ia baru tahu kalau benda ini penuh bisa membuat si Unyilnya itu tak nyaman.
"Maafkan Momy sayang! ayo kita bersihkan tubuhmu!"
Kinan menggendong Baby Ars pelukannya, ia harus mempelajari bagaimana mengurus Bayi sekarang.
"Kinan!!!"
"Yah Mom!"
"Sedang apa sayang?"
Momy Chalista masuk dengan haduk kecil khusus bayi dan perlengkapan lainnya.
"Ah ini Mom! Pampersnya sudah penuh dan Baby mau mandi!"
"Baiklah sayang! sini Momy bantu!"
Momy Chalista membantu Momy muda satu itu untuk memandikan Baby Ars, ia sudah tahu kalau Exell pergi tadi malam, pria itu menemuinya dan meminta menjaga istri dan anaknya.
......
Loncatan kaki jenjang wanita itu begitu gesit menapaki dedahan Pohon Taman yang ia gunakan sebagai jalur pintas masuk kedalam kamar diatas sana, Tuannya baru saja memberinya perintah untuk memantau Bidadari cantik dan pangeran Yunani itu.
Takk..
Kakinya berpijak pada beton diatas Atap Mashion, ia memakai pakaian serba hitam yang menjadi Khasnya setiap hari.
"Aku rasa Tuan bilang kamarnya diatas sini?" gumam wanita itu berjongkok, namun, Kelopak netra sipitnya mengkerut saat melihat bayangan hitam yang seperti menyelinap masuk kedalam Mashion.
"Jika kau kelompok mahluk terkutuk itu lagi, maka ku kurung kau didalam botol!"
Kaki jengan wanita itu perlahan turun mendekati bayangan hitam yang masih remang terlihat dinetranya, saat Mahluk itu ingin menghilang, dengan cepat ia meloncat dan menggapai Asap hitam itu.
Whusss.. Brugh..
Tubuh kekar pria itu lansung ditindih tubuh ramping dengan dada berisi milik wanita itu, sekejap mata mereka saling bertemu, wanita itu menggeram saat melihat netra merah Mahluk ini.
"Kau kembali lagi ha?"
Bugh..Bugh..
__ADS_1
pukulan tangan lembut itu mengenai dada Pria yang tampak menghindar, ia ingin melawan tapi ini perempuan.
"Berhenti memukuliku!" suara berat bariton pria itu membentak keras wanita yang tampak berapi-api menatapnya ganas, ia tak habis pikir dengan wanita ini.
"Kau berani kembali mengusik Nyonyaku ha?"
"Apa maksudmu?"
"Kau tak usah mengelak! matamu saja sudah terkontaminasi!"
Whatt? apa aku seburuk itu? shitt..wanita ini memang ingin mencari mati.
"Jaga ucapanmu Nona! aku bukan Mahluk yang kau pikirkan di otak dangkal mu itu!"
"Baiklah! sekarang kau peggang ini!"
Wanita itu mengulurkan tangannya pada Pria tampan bernetra merah yang hanya menatapnya datar, ingin rasanya ia mengoyak tubuh molek ini, tapi, ia penasaran dengan wajah yang tertutup kain itu.
"Menyingkirlah!"
Wanita itu melotot tak percaya dengan ucapan angkuh penuh kharisma pria ini, Hey Tuan! kau siapa hingga berani memerintahku? batin wanita itu berteriak ganas.
"Kau bilang apa tadi ha?" geramnya menggertakan gigi dengan geram, netra sipit wanita itu terlihat berkobar seakan melahap habis sosok sempurna itu.
"Kau tak mengerti bahasa Manusia?"
Tangan Pria itu terkepal tersulut amarah, sumpah demi apapun, ia tak punya waktu untuk bertentangan dengan manusia biasa seperti wanita ini.
"MENYINGKIR dari hadapanku!"
"Kau manusia atau tidak!"
Whuss.. Bugh..
Tubuh wanita itu terbentur kedinding Mashion dengan telak, netra merah pria itu sudah berkobar api kemurkaan.
"Kau memang ingin mati!"
"Baiklah, aku sudah penasaran bagaimana meninju wajah Bonsai sepertimu!"
"Sialan!" bentak Pria itu tak lagi bisa menahan emosinya, Wanita itu juga bangkit sama sekali tak gentar dengan amarah Pria tampan yang bahkan tak habis pikir dengan keberanian wanita ini.
"Ayo! kau mau bertarung ha?" Wanita itu memberi pukulan telak ke wajah pria itu, tapi, pria itu dengan cepat menghindar lalu menyerang balas, sayangnya, Pria itu tak membalas dengan pukulan, ia mengunci tangan wanita itu kebelakang dengan tubuh yang mepet ke dinding.
Bugh..
"Kau itu wanita!"
"Aku tahu! tapi kau itu penyusup!"
Pria itu tak menyangka dengan ucapan tak sejalan itu, memang ia terlihat seperti penyusup, tapi itu sudah biasa bukan? lalu kenapa wanita ini malah menagkapnya sembarangan! shitt..terlalu menggelikan.
"Aku bukan penyusup!"
__ADS_1
"Tapi, kau mengendap-ngendap seperti pencuri!"
Pria itu menghela nafas berat, dengan apa lagi ia menjelaskan pada Pengawal Exell ini, ia sudah tahu, dari ucapan wanita itu yang merujuk pada Kinan.
"Baiklah, kau bisa menduga apapun! tapi, yang jelas, aku bukan PENYUSUP!"
Bugh..
Pria itu mendorong kasar tubuh wanita yang ia belit, sungguh, ini sangat membuang-buang waktu.
"Mau apa?" tanya Pria itu dingin melihat tangan lentik itu mengulur dihadapannya.
"Genggam tanganku!"
"Aku tak sudi bersentuhan dengan Manusia berotak dangkal sepertimu!"
Bugh..
Dada bidang pria itu terkena pukulan keras dari kepalan tangan wanita itu, dengan seenaknya, Wanita gelap yang menyelonong itu pergi meninggalkannya yang kepalang geram.
"Kaaaauu!!!!!"
"Aku memberimu ampun!" teriak wanita itu melesat jauh, Pria itu tertegun saat menghirup aroma Khas Bayi yang terhempas dari tubuh wanita itu.
"Aku rasa ini tak asing!"
........................,...
"Apa dia sudah pergi?"
"Sudah Tuan!"
"Kapan?"
"Dia pergi pagi ini! Nyonya baru bangun, dia belajar memandikan Tuan Muda kecil!"
"Apalagi yang istriku lakukan?" ucap Exell seraya duduk diatas meja kerjanya, agendanya sangat padat hingga tak bisa pulang sekarang juga, tapi, Rencana untuk hari yang ditunggu-tunggu itu sudah ia rancang dengan ketat.
"Mengkeloni Tuan Muda kecil Tuan! hmm, Tuan tak menghubungi, Nyonya? tadi saja Nyonya memanggilmu, Tuan!"
Hela'an nafas halus itu terdengar dari Mulut pria itu, netra birunya terlihat sangat membendung kerinduan.
"Aku tak bisa menemuinya sekarang! itu melenceng dari Rencana yang telahku buat!"
"Baiklah Tuan! tapi, Bagaimana Nyonya lansung kesini? apa yang harus kami lakukan?"
"Istriku tak akan kemari! aku sudah melarangnya pergi, ingat! kau harus menjaga mereka dengan ketat! awasi dari jauh! jangan sampai istriku tahu"
"Baik Tuan!"
Pria itu pergi bersamaan dengan anggota lainnya, Exell menghela nafas berat, ia mengambil Dokumen yang baru saja Asisten Dion berikan padanya.
.......
__ADS_1
Vote and Like Sayang..
Sorry ya sayang, yang masalah tamat itu cuman pemberitahuan kalau cerita kita sudah dipenghujung acara๐