Aku Tak Salah

Aku Tak Salah
Ada apa ini?


__ADS_3

Mentari diatas sana sudah tersenyum cerah seakan tak memperdulikan apapun yang ada disekitarnya, ia seakan membatu untuk terus tersenyum walau polusi ditengah kota itu tampak menggumpal.


Deretan pohon-pohon yang hijau itu tampak berderet, inilah yang menyebabkan cuaca sedikit adem karna sepoyan oksigen yang dia berikan seakan memberi kehidupan baru.


Namun, siapa sangka, Kehidupan yang maju dengan kota ramai itu akan terbalik dengan suasana hati seorang Bidadari cantik yang sejak kemaren menatap foto pernikahannya, kenapa ini sangat sesak dan perih?


Tanpa sadar, ia menagis dengan sangat pilu, apa pria itu tak lagi mencintainya hingga membuat ia merindu seberat ini? apa pria itu tak lagi ingin bersamanya hingga sedetikpun tak pernah menghubunginya?


"Kenapa kau selalu membuat aku sesak ha?" lirih Kinan mengelus foto pernikahannya, ia ingin marah, pada siapa? bukankah ia yang memperbolehkan pria itu untuk pergi? lalu kenapa sekarang ia harus dilanda sesak begini?


"Kinan!"


Kinan lansung menghapus air matanya saat mendengar suara Momy Chalista dan Ibu Dahliya yang melangkah masuk kekamarnya dengan Baby Ars yang digendongan wanita itu.


"Iya Mom! ibu!"


"Menagis lagi hm?"


"Ma..Mana ada?" gugup Kinan menghapus cairan bening yang masih saja turun sipelupuk netranya.


"Nak!"


"Iya Mom!"


"Kau bersiaplah?"


"Kemana ibu?"


Momy Chalista dan Ibu Dahliya saling pandang, mereka harus melakukan ini untuk membuat Kinan yakin untuk datang kesana.


"Kau harus menghadiri Perayaan di Kerajaan!"


"Perayaan apa ibu?" tanya Kinan tak bersemangat, ia sudah tak ada niat lagi untuk melakukan kegiatan apapun sekarang.


"Akan ada Progres lamaran dari Pangeran kebangsawanan!"


"Kapan ibu?"


"Pagi ini!"


Kinan menghela nafas berat, ia terpaksa mengangguk mengiyakan semuanya, kalau Exell disini, mungkin ia sudah berteriak gembira karna keluar Mashion bersama pria itu.


"Baiklah Nak! pakailah ini!"


"Gaun Pernikahan?" gumam Kinan bingung menatap kedua wanita paruh baya itu, apa dia akan menikah? atau kalian punya teman yang ingin menikah?


"Itu Gaun pernikahan Khas dari Kerajaan kita! kau akan datang sebagai Putri Mahkota pewaris tahta, jadi, kau mengemban tangggung jawab Kerajaan!"


Kinan langung mengerti, ia harus melakukan segalanya demi Kerajaan Rins Flowers.


"Baiklah Ibu, Momy! aku akan ganti baju!"


"Bairkan Momy membantumu sayang!"


"Hanya pakai ini kan Mom?"

__ADS_1


"Tidak sayang, kau harus berdandan!"


"Nanti El marah?" lirih Kinan sendu, ia kembali memikirkan pria itu sekarang.


"Tidak akan sayang! ini acara Formal, ia akan memakluminya!"


"Baiklah Mom!"


.........


"Sayang! lepas dulu" rengek Renata pada Gebriel yang terus meberi stempel pada dadanya, pria itu seakan kelaparan melahap gunung kembar istrinya yang menyembul dari balik Gaun sana.


Cup..


"Rial hiks hiks!"


"Aku tak rela ini dilihat orang lain!" tekan Gebriel merasa kesal dengan Gaun tak beradap ini, semuannya sangat terbentuk membuat ia begitu geram .


"Tapi kau membuat dadaku nyeri sayang!"


"Aku tak perduli, Mereka harus tahu kalau kau Milikku, hanya milikku!"


Renata mengulum senyum geli, ia duduk ditepi ranjang sana dengan Gebriel yang berjongkok untuk mengemut puncak gunung kembarnya yang sudah seperti buah delima yang ranum.


Gebriel menoelnya gemas lalu menarik permen coklat itu beberapa senti membuat Renata membusung geli, antara menahan rasa lain dan gairah didalam dirinya.


"Akhm Riel sayang, kau jangan memancing!" suara lemah Renata mengalun, membuat Gebriel semangkin dibuat tak rela jika wanita ini dipandangi banyak orang.


"Tak usah pergi ya?"


Gebriel menghela nafas berat, ia yakin, disana akan banyak para pemudah Bangsawan yang akan mewakili Kerajaan masing-masing.


"Baiklah, tapi kau harus pakai ini!"


Gebriel mengambil Mantel bulu berwarna Coklat yang sangat lembut dikulit, Mantel mewah yang serasi dengan Gaun Renata yang sangat Elegan.


"Hm! ayo kita pergi sayang!"


"Ayo!"


Gebriel membelit pinggang istrinya untuk melangkah ke luar sana, mereka menjadi pusat perhatian dengan Gea yang juga baru turun, Penampilan 2 Wanita itu memang persis seperti Putri seorang Bangsawan dan Gebriel seperti Pangeran.


"Silahkan Nyonya! Tuan!"


Pelayan itu membantu para Nyonyanya untuk turun dari tangga, namun, Mereka terhenti didekat Lift dibawah sana ketika pintu itu mulai terbuka.


Duarr..


Mereka melotot sempurna melihat siapa yang berdiri dengan wajah yang sangat-sangat memukau, Gaun panjang biru dengan belahan sampai pada pertengahan paha membuat kaki jenjang itu terekspos sempurna kalau sedang melangkah.


Apalagi dengan bahu Kinan yang terekspos nyata menampakan leher jenjang dan bagaimana sintalnya dada sekakng itu, Gaun itu didisain seperti layaknya Gaun Prinses yang hanya dibaluti bungkusan seperti Bera dan ikat ipanggang yang membuat pinggang ramping Kinan tampak meliuk dengan tubuh yang tinggi semampai, tampak sempurna dengan rambut yang terurai indah dengan Mahkota Silver diatas kepalanya.


"Kinan!!!" pekik Gea dan Renata menggeleng tak bisa berkata lagi, netra indah serta pahatan wajah Kinan yang pas membuat mereka terngangak penuh decah kagum.


"Apa ini terlalu terbuka?" tanya Kinan takut ini akan membuat Elnya marah, tapi, ia diam dengan tatapan Ratu Dahliya yang seakan menekannya untuk tetap memakai ini.

__ADS_1


"Pakai sarung tanganmu!"


Kinan mengangguk mengulurkan kedua tangannya, Sarung tangan panjang yang menutupi kulit lengannya hingga siku.


"Apa sudah siap?"


"Sudah Dahliya! Baby Ars juga sudah siap!"


"Ayo!"


Mereka melangkah keluar diiringi tatapan kagum para Penajaga Mashion dan ratusan Maid yang berderet rapi mengiringi langkah para Nyonya mereka.


Sungguh, Paras Kinan sangat luar biasa, lirikan netra indah itu sangatlah kuat dan penuh ketegasan, aura pemikat dari dalam diri wanita itu meruak membuat mereka terpana.


"Kinan sangat cantik!" ucap Renata penuh kagum seraya masuk kedalam Mobilnya, Gebriel hanya tersenyum, ia akui, Kinan memang bak Ratu yang sangat memikat dan penuh kharisma, tapi, ia tak akan berpaling karna menurutnya, Kinan itu sudah mutlak milik Exell dan Renata adalah miliknya, hanya pemiliknya saja yang pantas mengangguminya.


"Kau juga cantik! dan kau istriku!" puji Gebriel mengecup bibir ranum itu, Renata hanya bisa mengulum senyum bahagia, ia tahu, dulu Gebriel memiliki rasa pada Kinan yang memang layak diperjuangkan seseorang, tapi, Gebriel sudah mengubur rasa itu hingga hanya tertuju padanya saja.


Berbeda dengan mereka yang tampak bahagia, Gea hanya diam ditempat duduknya, ia menatap keluar jendela mobil dengan wajah yang tak bersemangat.


"Nak!"


"Ah iya Mom!" Gea terperanjat kaget saat Momy Chalista memeggang lengannya lembut.


"Ada Masalah hm?"


Gea memaksakan senyum biasanya, ia seakan mengatakan baik-baik saja dengan lengkungan indah itu, tapi, percayalah, tatapan netra indah wanita itu sangat tak bisa dibiarkan.


"Aku baik-baik saja Mom!"


"Kau jangan terlalu memikirkan sesuatu yang tak pasti Nak!"


"Iya Mom, eh iya, dimana Dady dan anggota keluarga lainnya?"


"Mereka sudah duluan kesana!"


"Oh! baguslah Mom!"


Sedangkan Kinan dimobil depan sana merasa heran dengan Ibunya yang malah memakaikannya sebuah penutup mata, ia bingung harus apa, kenapa aku tak bisa memantau apapun? kenapa aku tak bisa melihatnya dengan kekuatan?"


Batin Kinan bertanya-tanya, ada yang telah mengilusikan semuanya membuat ia tak bisa menembus kekuatan itu.


"Ibu! apa yang kau lakukan dengan ini?"


"Ini tradisi sebelum kau menginjak Tanah kerajaanmu!"


"Apa harus menutup mata?"


"Iya Nak!"


Baby Ars hanya diam dengan wajah datarnya, ia tampak begitu tampan dan mempesona, tapi, Bayi unyil itu masih menyimpan kesal dengan Dadynya.


.........


Vote and Like Sayang..

__ADS_1


__ADS_2