Aku Tak Salah

Aku Tak Salah
Sayang,,


__ADS_3

Exell menggendong Kinan yang sedari tadi diam didalam gendongannya, ia juga bingung apa kejadian tadi membuat Kinan jadi Pendiam begini atau apa?.


"apa yang terjadi?" tanya Momy Chalista yang lansung menyonsong kedatangan putranya dengan wajah panik melihat Kinan yang hanya diam memeluk Exell yang menggeleng.


"Dia tidak apa apa! Momy jangan khawatir" ucap Exell mengecup pipi wanita itu lalu melangkah pergi menuju Lift yang membawa mereka pergi kelantai atas sana.


"ada apa dengan Kinan Momy ?"tanya Gea yang terkejut melihat Kinan di gendong dengan balutan jas Exell tadi.


"Momy juga tak tahu Sayang!"ucap Momy Chalista pada Gea yang menganggukinya, namun, ada pandangan tajam dari arah belakang sana.


ia mengepalkan tangannya erat melihat Kinan yang di gendongan Exell tadi, sungguh rasa geram itu begitu terlihat nyata didalam netranya.


"Brengsek!" umpat Renata lalu melangkah pergi kekamarnya. Gea menatap kepergian Renata bersamaan dengan Momy Chalista yang menepuk pundaknya.


"Dia masih bersikap buruk pada mu?" tanya Momy Chalista pada Gea yang menggeleng dengan senyum manis itu.


"Tidak Mom! Renat hanya perlu waktu menerima ku!" ucap Gea pada Momy Chalista yang yang tersenyum cantik mendengar ucapan bijak dari gadis ini.


"Yah Sudah! Momy ke atas dulu!" ucap Momy Chalista yang diangguki Gea, Momy Chalista dan yang lainnya juga tak masalah jika Gea memanggil mereka dengan sebutan itu, lagi pula Gea juga sering bermain kesini waktu Sekolah dulu.


sedangkan di kamar atas sana, Pria Tampan itu sedang mengganti pakaian gadis cantik yang tadinya diam dengan pikirannya sendiri itu.


"Kinan!" panggil Exell namun tak di jawab Kinan yang menatap lurus kedepan.


"Kinan!"


"ha El?" jawab Kinan terlonjak kaget saat Exell aggak meninggikan suaranya, ia baru sadar kalau sekarang ia hanya memakai bera dan handuk yang tergorok dipinggangnya.


"ada apa El?" tanya Kinan pada Exell yang menghela nafas lalu duduk disamping Kinan, ia menggeram melihat punggung putih ini malah biru memar bekas seretan.


"aass El!" desis Kinan saat Exell menekan memar dipunggungnya.


"apa dia menyentuh mu?" geram Exell pada Kinan yang terkejut saat melihat netra biru itu kembali membara.


"Tidak El! Dia tak sempat menyentuh Kinan, dia hanya menyeret Kinan Saja!" jawab Kinan polos pada Exell yang masih geram dengan perlakuan pria itu.


"Lalu kenapa kau tak kembali ke ruanganku kalau kau tak tahu Toiletnya?" kesal Exell pada Kinan yang menghadap kearahnya.


"Karna kata wanita itu tempatnya di situ!" jawab Kinan apa adannya membuat Exell kembali terbakar amarah mengingat wajah pecundang itu.


"Elll!" panggil Kinan lembut mengusap rahang tegas pria ini dengan lembut membuat Exell terbuay dengan sentuhan ini.


Exell membawa Kinan kepangkuannya dengan kepala yang bersandar ke bahu putih itu, ia menempelkan hidungnya ke leher jenjeng ini.


"Kenapa kau sedari tadi diam hmm?" bisik Exell ketelinga Kinan yang meremang saat nafas maskulin ini menerpa kulit lehernya dengan sentuhan lembut tangan Exell pada punggungnya yang memar tadi.


"Dia terpengaruh oleh Azua?"


Exell lansung mengangkat kepalanya dari bahu Kinan dengan netra birunya yang menatap Kinan dalam.

__ADS_1


"Dia Azua El! Azua ingin melukaiku dengan cara membuat orang lain melakukannya, dialah yang menyebabkan Serly waktu itu terluka!" jelas Kinan pada Exell yang bungkam, Pria itu terlihat berkecamuk memikirkan sesuatu.


"Siapa mereka?" tanya Exell pada Kinan yang menunduk, apa ia harus menceritakan dirinya juga pada Exell?,


"Dia adalah penghuni Hutan ilusi yang dulu sudah kembali tenang, tapi Mahluk disana masih tertinggal dan kembali membangun Hutan itu kembali dengan wajah baru Hutan Kematian!" jelas Kinan pada Exell yang terkejut. benarkah Mahluk seperti itu mau melukai keluarganya?.


"bagaimana cara menghentikan mereka?" tanya Exell pada Kinan yang menghela nafas berulang kali.


"Menyerahkan apa yang mereka mau?"


"apa yang mereka inginkan?"


"kinan!"


deggg..


Exell meneggang ditempat dengan jawaban yang Kinan ucapkan , ia menatap netra indah itu dengan sulit membuat Kinan menjadi takut akan pemikiran Exell yang tak bisa ia tebak.


"El!"panggil Kinan menggengam tangan Exell untuk meyakinkan Pria ini kalau keluarganya akan baik baik saja.


"El tak akan menyerahkan Kinan kan?" tanya Kinan pada Exell yang terdiam, sumpah demi apapun ia tak ingin Kinan jauh darinya, tapi bagaimana dengan keluarganya?


Musuh mereka sekarang bukanlah manusia dimana ia bisa menghajarnya dengan leluasa.


"Tenanglah! aku akan menjaga kalian dengan baik!" ucap Exell mengecup kilas bibir ranum itu membuat Kinan mengembun, ia merasa lega dengan pernyataan Exell padanya.


"Terimakasih El!" lirih Kinan lalu memeluk Exell yang juga memeluknya erat, memang Exell tak mengucapkan kata cinta karna ia lebih menyukai melakukan semuanya dengan nyata tanpa memperbesar ucapan.


"El! kenapa setiap Kinan jalan keluar! mereka selalu menatap ini?" tanya Kinan polos membusungkan dadanya hingga meneyentuh wajah Exell yang menggeram mendengar ucapan gadis lugu ini.


"Siapa yang menatap mu begitu?"


"Banyak! tapi Kinan lansung menutupnya, karna El bilang masuk angin!" jawab Kinan pada Exell yang mengulum senyum geli.


ada untungnya juga Kinan mempunyai otak udang yang sangat polos dan suci membuatnya mudah mengatur apapun yang tak ia sukai.


"Itu makanya! kau hanya boleh seperti ini pada ku saja, karna kalau dengan ku kau tak akan masuk angin!" ucap Exell memeluk tubuh molek Kinan yang sangat empuk ia peluk.


Cup..Cup..


Exell tak tahan jika harus mendiami bahu dan leher jenjeng ini, ia mengecup kulit lembut itu dengan gemas membuat Kinan mengeliat keggelian.


" hahah El! Geliii!" ucap Kinan pada Exell yang malah semangkin menjadi jadi, Kinan sungguh dibuat bahagia dengan perlakuan Exell yang sudah lebih baik dari sebelumnya membuat Kinan semangkin jatuh dalam pesona pria ini.


"ayo kita ganti baju!" ucap Exell menggendong Kinan yang berkoala padanya ke Walkcloset di sudut sana.


"Pakai ini El?" tanya Kinan menggapai Lingerie merah yang disiapkan Momy Chalista membuat Exell bersemu membayangkan gadis ini memakai pakaian tak beradap itu.


"Belum waktunya hmm!" ucap Exell meletakan pakaian itu kembali kedalam lemari besarnya.

__ADS_1


"Pakai ini Saja!" ucap Exell mengambil baju santai berbahan Satin yang lembut dan tertutup.namun Exell menggeram saat Kinan melepas semua pakaian yang membalut tubuh gadis itu membuat Exell beberapakali meneggang di buatnya.


"Kau ini memang benar benar ya!" kesal Exell pada Kinan yang menautkan alisnya.


"Benar benar apa El?" tanya Kinan berdiri dihadapan Exell yang tak mau menatap pemandangan indah ini.


"Sexy!"


"haa?"


"Tidak jadi!" ucap Exell lalu mengambil pakaian Kinan dan memakaikannya ketubuh Molek ini. sungguh ia gemetar menyentuh area yang begitu nikmat ini.


"Sudah?" tanya Kinan saat Exell memakaikan Bera ke dadanya, ia juga salut pada Exell yang dengan cekatan mengurusnya, padahalkan dia yang harus mengurus pria ini.


"Nah! Sekarang giliran El!" ucap Kinan ingin membuka pakaian Exell tapi dihentikan Pria itu.


"Tidak usah!" pekik Exell menutupi bangian yang membengkak di bawah sana dengan tangannya.


"Kenapa?"


"Ka..Kau silahkan turun makan dulu! nanti aku menyusul!"ucap Exell gugup. bisa panjang urusanya jika Kinan tahu apa yang membuat ia kelagapan begini.


"El! Kinan maunya sama El!" ucap Kinan kekeh membuat Exell frustasi.


"Sayang!"


Degg..


hati Kinan meleleh mendengar suara lembut dengan panggilan yang membuat pipinya memerah itu.


"Apa?" tanya Kinan bersemu membuat Exell mengigit bibirnya menahan geli sekalgus gemas melihat wajah tomat ini.


"Kau turun saja kebawah! nanti aku menyusul hmm?" ucap Exell mengelus pipi merah itu lembut membuat Kinan mengangguk lalu melangkah pergi membuat Exell bernafas Lega.


"Ell!"


"Yah!" jawab Exell kembali tercekat tapi ia memaksakan senyum biasanya.


Cup..


"Kinan menyayangi El!" bisik Kinan lalu berlari pergi meninggalkan Exell yang sungguh merasa terbang ditempatnya.


ia memeggang bibirnya yang tadi dicium Kinan tadi, lalu tersenyum senyum sendiri seperti anak ABG yang sedang jatuh cinta.


"aaaaa Sayangg !" teriak Exell mengacak rambutnya geli lalu berlari menyambar handuknya kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


kalau kalian pikir Exell melakukan itu untuk menundukan pusaka orinya kalian salah, Exell biasanya akan mandi air dingin sampai pusaka itu kembali diam dengan mengalihkan kefokusannya pada hal lain.


.....

__ADS_1


Vote and Like Sayang ..


__ADS_2