Aku Tak Salah

Aku Tak Salah
Dua ular..


__ADS_3

Liukan tubuh indah itu tampak berpose begitu lihai dalam pidikan kamera Sang Fotografer yang tampak bersemangat menghujami kilatan kameranya ke tubuh indah itu.


belum lagi dengan Style yang memukau dengan lenggokan pinggang ramping itu sukses menuai decak kagum dari para penggemarnya.


"Mis Hanna! kau bisa istirahat!" ucap Asisten Jenne yang menyiapkan perlengkapan Majikannya, ia juga terlihat cekatan menata kembali setiap juntaian Gaun Minim itu.


"Apa Miss Hanna akan mewakili Pihak Management Arts KePemotretan digunung Syuhan dan Pantai Maroyan Mr Hans?" tanya Fotografer Dariante yang menjadi Fotografer ternama yang berlaga diberbagai agensi terpopuler.


Mr Hans terdiam sejenak, Pemotretan para Modeling diseluruh Agensi akan dimulai minggu ini, semua itu melibatkan berbagai investor dan tentunya Perusahaan terkemuka yang mendirikan Agensi ini.


"Yah! Miss Hanna memang pas untuk melakukan Pemotretan ini, dia juga terlihat mantap untuk memenagkan Ajang Miss Millioner Event Stars yang memang diperebutkan banyak orang!"


"Lalu! bagaimana dengan keputusan Presedir Mohana Global Crops Mr?"


"Aku tak tahu pasti! yang jelas, Ajang itu hanya diikuti oleh Agensi-Agensi yang memang sudah disertifikat dan diakui semua Negara, Presedir Mohana tentu mengerti akan Partisipasinya dalam hal ini!" ucap Mr Hans tegas lalu melangkah pergi Meninggalkan Fotografer Dariante yang terdiam sejenak.


"Kirim pemberitahuan ini pada Presedir Mohana dan juga para Investor!"


"Baik Tuan!"


Sedangkan di ruangan ganti sana, wanita cantik itu menatap pantulan dirinya dicermin yang begitu tampak memukau, penata riasnya juga mengakui itu, tubuh seksinya tak akan terbantahkan oleh siapapun.


"Kau cantik Miss Hanna!"


"Oh Tentu! siapa yang bisa menandingiku? Cihh..mimpi yang tak akan pernah menjadi kenyataan!"


"Saya yakin! Miss Hanna akan memenagkan Event besar yang hanya diadakan 5 Tahun satu kali itu, lihatlah, wajah anda sangat berkilau dari Model lainnya!"


Hanna begitu tersanjung akan pujian pujian yang terus terlontar padanya, ia semangkin percaya diri untuk mendapatkan Pangeran impian yang sudah lama ia dambakan, Tubuh gagah itu, wajah Tampan yang memukau serta aura keberadaan dan Kharisma yang kuat itu akan tahluk didalam pesonannya.


"Lihatlah Tuan impian! seberapa kuat kau menahan pesonaku!"


"Tentu tak akan pernah bisa Miss Hanna!" sambung Asisten Jenne yang mendukung akan obsesi Nonannya.


....


Netra indah itu tampak berkilat tajam menatap Mahluk yang sedang berdiri dihadapannya, wajahnya terlihat serius menaggapi setiap pertanyaan kekesalan yang muncul dari mulut manusia disekitarnya.


"Kinan! kau tak waras hm?"


"Kak! dia tak pantas diberi kesempatan!"


"Kenapa kau malah menunjuknya menjadi pengawalmu dan membiarkan dia seenaknya Kinan?"

__ADS_1


Renata dan dua bocah itu begitu kesal bukan main mendengar Kinan yang mau Gea menjadi Pengawalnya yang diberikan tanggung jawab oleh Exell untuk menjaga istrinya, tapi, apa harus Gea? sungguh..entah apa isi dari kepala cantik itu sekarang.


"Apa masalahnya dengan dia?" suara datar wanita itu membuat Renata geram, impiannya ingin mencabik-cabik tubuh iblis ini terkubur sudah dibawah sana.


"Kau tak ingat atau apa ha? dia itu manusia licik, berhati iblis dan..!"


"Renata!" Gebriel menarik tangan Renata yang ingin menjambak rambut Gea yang hanya bisa menunduk dengan pikiran wanita itu sendiri.


"Kau mengatainya tapi kau juga sama! kalian sama-sama licik dan tentunya berhati iblis!"


"Kau ingin mengajak peperangan Tuan?"


"Siapa yang takut dengan wanita Rubah sepertimu!"


"Kau....!"


"Keluar dari sini!" suara tegas penuh penekanan itu menghentikan perdebatan mereka, Renata menatap datar Exell yang terlihat kekar menggoda diambang pintu sana dengan segelas susu yang digenggaman tangan besar itu.


"Exell! kenapa kau malah membiarkan mereka ikut campur dalam urusan pengawal istrimu? kau tahu sendirikan, mereka bukanlah manusia yang baik!"


"Minum Sayang!" Exell dengan santainya meminumkan satu gelas susu coklat itu kemulut istrinya dengan penuh kelembutan tanpa memperdulikan tatapan iri dari wanita yang tertunduk itu.


"Apa masih mual hmm?" Kinan menggeleng seraya memeggang tangan suaminya yang mengelus perutnya lembut.


"Bagus kalau begitu!" Exell duduk disamping Kinan dan mengangkat tubuh Molek itu kepangkuannya mengacuhkan tatapan jengah mereka.


"Apa yang kalian keluhkan? jika tak sesuai dengan keinginan kalian maka pergi saja dari sini!"


Gebriel menghempaskan tubuhnya Sofa empuk yang berhadapan dengan Exell, ia menatap wajah datar pria itu dengan rumit.


"Kau serius mau menjadikan mereka pengawal Kinan?"


"Kalau itu keinginan istriku! akan kulakukan!" jawab Exell datar seraya mengecup pipi halus istrinya lembut.


"Tapi Exell! aku tak percaya pada mereka, bisa saja nanti dua ular ini kembali membuat ulah dan melukai Kinan!"


"Kalau itu sampai terjadi, jejak merekapun tak akan kubiarkan tinggal didunia ini!"


suara dingin pria itu membuat Renata dan Gea bergidik, siapa yang tahan berdekatan lebih lama jika tubuh gagah ini selalu mengibarkan aura intimidasi yang kuat, tapi tidak dengan Kinan yang malah tak mau jauh dari Pria tampan ini.


"Kinan ingin Dia dan Renata yang menjadi pengawal Kinan, Suami Kinan juga setuju, lalu apa masalahnya dengan kalian!"


"Kinan aku..!"

__ADS_1


"Riel!,aaaa Ell!"


Grett..


Exell mengigit kuping istrinya yang kelewat menggoda ini, ia tak suka suara lembut itu memanggil nama Pria lain begitu mendayu-dayu dipendengaran mereka membuatnya panas.


"Ell! kenapa digigit Sayang?"


"Panggil dia seperti itu lagi! ayoo!" kesal Exell menatap Kinan yang cengengesan, Pria itu semangkin pencemburuan sekarang.


"Kan biasa Sayang! lalu harus bagaimana memanggilnya? atau Gegeb bagus tidak?"


"Itu terdengar menggelikan!"


"Berarti boleh!"


"Tidak!"


Exell hanya masa bodoh dengan wajah masam manyun istrinya, ia menatap dingin wajah tampan Gebriel dan dua cecunguk itu.


"Kalian keluarlah! ini urusan orang dewasa!"


"Kak! kami sudah besar" protes Vina dan Serly tak mau kalah dikatai bocah begitu terus.


"Bawa suami Kalian kesini!"


"Ihh Najiss!" Vina dan Serly melangkah keluar membuat mereka menggeleng-geleng saja, Kinan menatap Asisten Dion yang tampak menjawab Telfon dari seseorang seraya masuk mendekati mereka.


"Tuan!"


"hmm!"


"Minggu ini anda harus Pergi Empire untuk menghadiri Perlaggaan Miss Milllioner Event Stars, yang berlansung selama satu minggu!"


Exell diam serya tangan yang mengelus perut istrinya lembut, ia sudah kedokter pagi tadi hingga menuai hasil yang memang diharapkan oleh semua orang, tapi, kenapa acara ini harus datang diwaktu yang tak tepat?


"Acaranya tak bisa diwakilkan Tuan! anda menjadi Petinggi besar yang menunjang Event ini berjalan lancar, Partisipasi anda ditunggu para Publik karna dinilai lebih menguatkan kerjasama dan juga hasil dari juri yang menilai setiap acara nanti!"


Jelas Asisiten Dion yang melihat guratan lain diwajah Tampan itu, ia tahu, Tuannya pasti berat untuk meningggalkan sang istri cantiknya apalagi wanita itu sedang hamil.


...


Vote and Like Sayang..

__ADS_1


__ADS_2