
Kaki jenjang nan putih itu terlihat berlari menuju ruangan Pujaan hatinya yang tadi pergi keperusahaan. langkahnya diiringi tatapan kagum para manusia disana pada kulit putih yang menyilaukan mata dengan senyum sumeringah yang menggetarkan jiwa.
siapa yang tak tahan melihat sosok sempurna ini, Kinan bagai seorang Dewi kecantikan dengan aura memikat yang mendalam turun menjemput sang pangeran belahan jiwanya itu.
"Elll!" Teriak Kinan penuh kebahagiaan menatap Pria gagah yang baru datang dari Lift yang terbuka itu. Netra biru yang mempesona bersitatap penuh kerinduan dengan Netra indah itu. ada bongkama besar yang mengganjal didalam hati mereka karna beberapa jam tadi tidak bertemu karna sibuk akan urusan masing masing.
Mereka menahan nafas saat kedua tubuh sepasang Mahluk sempurna itu berbenturan lengket dengan begitu Syahdu membuat desiran halus di tubuh siapa saja yang menyaksikannya.
"Kau merindukan ku hmm?" Exell mengecup kilas bibir ranum seperti buah ceriy itu. mata keduanya mengisyaratkan tatapan lembut namun penuh rasa yang terlihat menyebar aura positiv yang terlihat menyatu nyata.
Aura Keberadaan kekelaman dan Kekuasaan yang begitu berkharima didalam tubuh Exell bisa diredam oleh aura Positif penuh cinta dan kebahagian yang memancar dari tubuh sempurna Kinan yang menggetarkan jiwa setiap mahluk yang menatap penuh puja.
"Ell! Kinan mau jalan jalan!"
pinta Kinan seraya mengikuti langkah berkharisma Exell yang membelit pinggangnya Posesif dengan satu tangan yang dimasukan kedalam saku celananya oleh pria itu. terlihat begitu gagah dengan Kharisma yang kuat.
"memangnya kau mau kemana?" tanya Exell seraya mengecup pelipis gadisnya ini dengan lembut diiringi dengan tatapan iri para manusia disana pada Kinan yang bersemu merah mendapat perlakuan yang lembut dari Pria ini. Exell masuk kedalam Mobilnya dengan Kinan yang selalu ada di samping tubuhnya merapat intim.
"Ke pantai! tadi Kinan liat orang orang ke pantai pakek pakaian seperti ini Ell!"
"Heyy!" kesal Exell saat Kinan menyingkap Dressnya memperlihatkan daleman hitam yang begitu Kontras dengan kulit putih pulen dengan paha dan bokong yang mulus dan bulat itu.
"Kauu.." geram Exell menutup kembali Dress Kinan yang tercengir menatapnya polos membuatnya sungguh gemas bercampur kesal.
"Iya El! Kinan tak bohong, bahkan mereka cuman makai itu dan ini saja!" ucap Kinan menunjukan tali beranya pada Exell yang menghela nafas berat, hasratnya kembali mendobrak naik dengan rasa sesak didalam bungkusan benda ori itu membuat ia menjadi kelimpungan.
"Lain kali jangan membukanya sembarangan!" ucap Exell kesal pada Kinan yang mengangguk lalu menuruti rangkuhan Exell yang menyandarkan kepalanya ke dada bidang pria itu menciptakan kenyamanan dan aman di dalam diri Kinan.
__ADS_1
Setelah beberapa lama, Exell mulai terfikir dengan data yang ia ketahui baru siang tadi, ia menatap Kinan yang memainkan kancing kemejanya manja dengan begitu lugu seperti anak kecil.
"Sayang !"
"hmm iya El!" Kinan mengadah menatap manik biru mempesona itu, ia sudah terlalu jatuh kelubuk pesona pria ini membuatnya tak ingin menatap kebelakang walau beribu sembilu yang ingin memisahkan mereka dengan berjuta perbedaan yang begitu menyakitkan untuk dilihat.
"Apa kau tahu simbol mawar hitam?"
Kinan meneggang ditempatnya dengan tubuh yang duduk lurus menatap kedepan dengan tangan yang mencengktam erat paha Exell. Netra biru pria ini melihat dengan jelas guratan ketakutan, kesedihan yang bercampur aduk didalam Netra indah itu.
Kinan seakan dilanda ketakutan yang besar hingga wajah gadis itu pucat dengan guaratan yang sangat membuat Exell sesak.
"Maaf Sayang! tapi aku hanya ingin tahu!" Exell kembali merangkuh tubuh gadis ini kepelukannya, menyalurkan rasa tenag dan kedamaian membuat Kinan perlahan kembali normal dengan nafas yang Stabil seperti biasa, tapi cengkraman tangan itu masih menguat dengan keringat dingin di kening gadis ini.
"Kalau kau tak bisa cerita maka aku.."
"Itu simbol dari pengikut Azua!"
"Apa dia berbahaya?"
"Sangat!"
Exell tak lagi bisa bicara, ia seakan keluh dengan pikiran yang mulai berkecamuk memutar otak mencari penyelesaian dari masalah besar ini.
"Dia bisa menggunakan kekuatan ilusi dari Hutan kematian El! dia sangat licik, bisa membulak balikan fakta dan mengendalikan situasi, sangat lihai menyamar dengan selumbungan kekuatan yang Khas oleh Azua sebagai bukti kepengapdian kesetiaan itu!"
"Bagaimana cara membunuh mereka?"
__ADS_1
" Mereka hanya bisa dibunuh dengan kekuatan yang memang sudah ditakdirkan! mereka tak bisa dibunuh El, mereka bersifat abadi dengan kekuatan yang mereka miliki, kak Adres juga tak bisa membunuh mereka karna dia adalah bagian dari Mahluk yang sama, darah mereka sama maka semuanya tak bisa bentrok satu sama lain!"
"Berarti kau..!" Exell tak lagi melanjutkan kata katanya, ia seakan tertimpa batu besar dengan kenyataan ini, bagaimana bisa ia terikat dengan Mahluk sempurna yang bahkan sangat berbeda dengannya? apa mereka bisa bersatu dengan semua ini? bahkan Kinan pun tak tahu cara membungkam mahluk mahluk itu.
"Ell!" panggil Kinan menatap Exell dalam, ia terlihat tercekat melihat wajah Exell yang tak terbaca membuat Kinan semangkin takut jika Exell menyerah memperjuangkannya.
"Apa El tak ingin mempertahankan Kinan?"
Suara bergetar gadis ini membuat Exell sungguh sakit, hatinya seakan tersayat dengan jiwa yang tersumbat penuh luka.
"Ell! Kina..Kinan hanya..!"
"Suttt! Kenapa kau terus menduga duga hmm?" ucap Exell merangkuh tubuh linglung tak bertujuan itu kedalam pelukan hangatnya. ia mengelus surai hitam pekat yang indah ini dengan penuh kelembutan.
"Ell hiks hiks! Jangan..Jangan lepaskan Kinan Ell!" isak Kinan semangkin maraung mencengkram kemeja Exell di area dada pria itu dengan isakan Pilu membuat Exell tersayat perih.
"Sudahlah Sayang! aku tak akan meninggalkan mu..Percayalah!" bisik Exell menghujami puncak kepala dan bahu Kinan dengan kecupan penuh cinta nya.
"Ja..Janji El?"
Exell tersenyum melihat wajah sembab Kinan yang mengadah menatapnya penuh harap.
"Janji Sayang! kau adalah hidupku, aku tak mungkin melepaskan mu begitu saja pada Mahluk terkutuk itu! kau hanya bisa bersamaku SELAMANYA!" ucap Exell menyatukan kening mereka mesra membuat suasana begitu romantis dengan naungan nafas yang menerpa wajah masing masing, Kinan merasa hidupnya telah lengkap dengan Cinta Elnya yang sudah meraup jiwa raganya.
Kinan akan melakukan apapun demi kebahagiaan Exellnya. walaupun banyak rintakan dan incaran nyawa yang menerjang dirinya ia akan tetap menjadi tameng untuk Pria ini.
"Apa hanya aku yang gila disini?" gumam Asisten Dion merasa panas dingin melihat Tuan dan Nona mudanya yang saling menubrukan bibir dengan begitu nikmat membuat Asisten Dion yang berganti nama Udin itu menegguk ludahnya berat.
__ADS_1
....
Vote and Like Sayang..