
Suara erangan didalam kamar yang panas itu meruak keras, pekikan dari mulut wanita itu tak bisa diam dengan hujaman Batang tegak Pria ini, Atmosfer yang perlahan menipis dengan decipan kulit yang saling beradu karna lendir yang melumas segalanya.
Entahlah..ini sangat sangat gila, Mulut Pria itu terngangak dengan hisapan dinding kenikmatan itu, ia hanya bisa mengerang Nikmat dengan goyangan bokong bulat padat yang menarik ulur pusakanya ini.
Akhh..ini sangatlah sulit dijabarkan, melihatnya saja sudah membuat bulu roma merinding, bagaimana jika merasakannya? Sungguh.. ini hal yang paling menggugah ruah.
"Faster Baby akhh..Fasterr!" erangan Exell meremas bokong sang istri yang sedang bergoyang ria diatas tubuhnya, guncangan gunung kembar itu memporak porandakan Hasrat Pria ini, ia bagai dilalap api merasakan bagaimana Syahdunya permainan menggelora ini.
"Akhh Exell hmm Sayang!"
Kinan juga tak bisa melepaskan ini dengan mudah, ia seakan dihujami berjuta Kenikmatan yang membuat ia hilang akal. tubuhnya sedari tadi bersimbah keringat dicampur liur Pria ini yang menjilati setiap lekuk tubuhnya.
"Babyy!" geraman Exell meremas kedua bukit kembar yang berkuncang itu dengan sang istri yang mempercepat goyangannya membuat ia meledak ledak Gila.
Akhh Sayang..Ini..Ini Sangat Nikmat Kinan..
Jeritan kepuasan itu membeludah dengan permaian yang menguras tenaga ini, ia sungguh berkabut dengan pijatan Goa basah itu menghisap dalam pusakanya memberikan sensasi Menggelora bagi Exell.
"Exellll!"
"yes Baby Akh!"
Exell meremas kuat benda sintal itu menahan sesuatu yang sudah ketiga kalinya meledak didalam sana.
"Exell akhh.mm!"
"Sedi..Akh Sedikit lagiiii!" pekikan Exell menggila dengan Kinan yang memberikan Servis luar biasanya, Kinan memacu dengan cepat seraya mengigit bibirnya menahan ledakan ini.
Sedikit.. Sedikit dan akhirnya..
"Akhhhhh!" lenguhan keduanya saat puncak nirwana yang ke 3 kali itu kembali mereka capai dengan sempurna, tubuh Kinan bertekuk dengan getaran halus yang membuat Exell terngangak tak tahu arah.
"Elll!" lirih Kinan lalu tumbang diatas tubuh suaminya, nafas keduanya naik turun tak beraturan dengan lelehan keringat yang menyatu lengket, Sungguh ini memang sangat sangat memabukan. Exell menghirup aroma Fronom yang khas dari tubuh wangi ini, ia mengusap punggung polos mulus yang basah karna keringat itu.
Exell mengulum senyum geli melihat wajah lelah istrinya, ia membayangkan bagaimana Servis luar biasa Sang istri yang membuat ia ketagihan hingga tak mau lepas. Tubuh Kinan seakan mempunyai Magnet yang selalu menarik jiwa dan raganya untuk selalu mencumbu dan memuja wanita ini.
"Akhh Ell!" rengek Kinan saat Exell membelai bokongnya dengan abstrak dan menyusuri belahan benda padat itu membuat bokong indah ini bertekuk menghujam Pusaka Exell yang suka dengan tekanan ini.
__ADS_1
"Terus begini!" ucap Exell serak kembali melakukan kegiatannya memberi sentuhan yang membuat Kinan bergetar hebat menekuk nekuk bokongnya dengan mulut Exell yang terngangak dengan tekukan Kenikmatan itu.
ia mulai mebuka paha Kinan merekahkan belahan bulat itu, tubuh mereka masih menyatu dengan Exell yang menjulurkan lidahnya, Kinan tahu apa yang diinginkan Pria ini, ia menyambar lidah basah itu menghisapnya sensual dengan tangan Nakal Sang Suami yang menyusuri garis bokongnya yang bertekuk berulang kali mematuk sang perkasa didalamnya.
Exell lansung membelitkan lidah mereka erat dengan sangat sangat Nikmat,keduanya mengerang dengan permainan yang kembali Star .
Sungguh..Mereka tak ada bosan bosannya mencicipi tubuh satu sama lain, tegukan liur itu mengalir di kerongkongannya masing masing.
Untuk yang keempat kalinya mereka melakukan hal yang lebih panas dengan posisi begitu intim dengan tekukan dari Bokong bulat itu.
Akhirnya, Puncak Nirwana itu akhirnya mereka raih kembali, namun Tubuh keduanya terdampar sangat lelah dengan tubuh yang remuk.
"Lelah hmm?"
"Sangat!" jawab Kinan menggerutu kesal dan dengan cepat memejamkan matanya, Exell menghela nafas berat. ia sungguh kelepasan dengan tubuh candunya ini. Mungkin kalau bukan karna kertebatasan fisik mungkin ia tak akan berhenti sekarang.
"Terimakasih Baby!" bisik Exell mesra ditelinga Sang istri yang sudah remuk redam. ia sangat puas dengan setiap pertempuran yang mereka lakukan.
Ia menggendong tubuh Sang istri untuk membersihkan diri, ia memaklumi tubuh Kinan yang sudah lunglai tak berdaya dengan mata cantik itu terpejam lelap kedalam mimpinya.
Setelah beberapa lama, ia selesai melakukan segalanya lalu membaringkan tubuh istrinya yang sudah berpakaian baju tidur diatas ranjang yang sudah ia ganti Sepreynya.
"Aku harus bersiaga!" gumam Exell merasa ada kejadian besar yang akan menimpanya, ia sekarang memidik Hutan Kematian teman mahluk terkutuk itu bernaung, kemaren ia sudah membakar wilayah selatan dan sekarang ia melakukan itu lagi. namun, Ponsel Exell berbunyi, tertera nama Asisten Dion disana.
"Hmmm!"
"Tuan! apa kita bakar semua atau hanya separuh?"
"Bakar separuh saja! ini sebagai peringatan bagi mereka!"
"*Baik Tuan!"
Tutt*..
Exell mematikan Sambungannya, ia melangkah masuk ke Walkcoloset untuk mengganti pakaian. Seperti biasa, ia akan bekerja saat Wanita cantik itu tidur hingga ia bisa tenang dan tentunya tak membuat Sang istri Khawatir.
Sejenak Exell menatap wajah sendu istrinya, ia tak sanggup jika harus kehilangan Wanita ini, berat rasanya meninggalkannya sendiri.
__ADS_1
"Ini untuk Istriku!" gumam Exell melangkah keluar kamar dengan jaket ditangannya, ia sudah meminta Anggotannya untuk memperketat keamanan Mashion ini.
"Boy! Mau kemana?"
"Ada urusan Dad!"
"hmm! Semoga berhasil! tapi jangan memaksakan jika kalian tersakiti!" ucap Dady Arkan yang tahu akan pikiran putranya, Exell hanya mengangguk lalu melanjutkan langkahnya.
"Tuan! Semuanya selesai 95%!" jelas Asisten Dion yang menunggu dimobilnya, ia sedang memantau pembakaran besar besaran yang Tuan Muda ini lakukan pada Hutan itu.
"Kita kesana!"
"Baik!"
.....
gejolak api yang begitu besar itu terlihat melalap semua peoohonan yang tiba tiba diterpa angin kencang yang kuat, belum lagi suara suara asing yang membuat mereka aggak bungkam..
Tapi tidak dengan aparat Pemerintah penagggulang Hutan Di Negara ini, tiba tiba saja mereka mengajukan tuntutan atas pelanggaran yang dilakukan Pihak mereka,
"Pak! ini menyakahkan aturan Pemerintah Negara, Ini wilayah PPH Progremers Tuan, Kalian bisa mempertanggung jawabkan ini ke Pengadilan!" ucap Tuan Bimar sang Penanggulang Tempat ini, ia terlihat bersikeras untuk memadamkan api yang menyala nyala dengan sangat mengerikan.
"Kau harus setuju karna ini kehendak Tuan kami!" ucap anggota Exell tegas, mereka saja sudah pusing dengan api yang terlihat menyala berkobar ini bagai ombak yang menggulung ganas itu semangkin besar dengan angin yang terus berhembus kencang.
"Lihatlah! berapa banyak hewan yang mati didalam sana, apa kalian tidak berfikir? disana juga ada kehidupan!" jelas Tuan Bimar memutar otak para anggota Exell yang tampak kekeh dengan pendirian dan wajah datarnya.
"Jika mengancam keluargaku! maka kau pun akan ku lenyapkan!" suara bariton berat dengan aura keberadaan yang kuat itu membuat buku kuduk mereka merinding.
...
Vote and Like Sayang..
Mau nanyak ayank..bukannya Author mesum atau apa..Tentang Adengan Hotnya itu bisa author kurangin kalau kalian kagak nyaman..soalnya takut pikiran kalian jugak nanti kotor..
Koment ya..author bingung nih..ada yang mauk itu adengan sedikit di kurangin Fulgar nya.. dan ada yang mauk lebih..
Author tidak mengalahkan yang saran tadi ya..sangat mendukung kok..Cuman keputusan author ambil dari kalian yg terbanyak...😂
__ADS_1
Mungkin biar kalian nyaman aja..soalnya author kagak mungkin buat kalau kalian kagak mintak..maaf nyak tolong sarannya biar author bisa lebih baik lagi 😂
Dan terimakasih yang udah kasih saran..Kalian emang Terbaik dah ..kagak napa kok😂