Berbagi Cinta : Hasrat Terlarang Suamiku

Berbagi Cinta : Hasrat Terlarang Suamiku
Mengulik Kehidupan Adeeva


__ADS_3


...Ternyata dibalik sikapnya yang angkuh dan jutek. Ada sisi terlemah yang ia miliki dan ditutupi dengan baik....


...~Reno Akmal alfayyadh...


...🌴🌴🌴...


Saat Reno baru saja menginjakkan kakinya di lantai ruangannya. Matanya membulat penuh dengan tubuh mematung menatap atasannya yang sedang tersenyum jahil kepadanya.


Pria itu bahkan dengan nyaman duduk tenang di sofa dekat meja kerja Reno dengan menaikkan alisnya. Seakan tengah menunggu kehadirannya yang baru saja mengantarkan Adeeva.


"Bagaimana?" tanya Bara sambil menaik turunkan alisnya.


"Sialan, Lo!" dengus Reno kesal sambil mengendurkan dasinya.


Dia menatap tajam atasannya itu. Bisa-bisanya Bara sudah sampai di perusahaan terlebih dahulu. Benar-benar atasan gila menurutnya.


"Yah. Apa gagal lagi?" tanya Bara dengan wajah kecewa.


"Tau gak! Gara-gara Lo, dia makin benci sama gue!" seru Reno sambil mengingat saat Adeeva mengutarakan segala kemarahan dirinya.


"Emang apa yang gue lakuin? Gue, 'kan, cuma mau bantuin Lo biar bisa akur lagi," jelas Bara dengan jujur.


Reno menyugar rambutnya ke belakang. Dia mengingat tingkahnya yang dengan seenak jidat mencium wanita itu. Ia yakin jika Adeeva pasti mengira bahwa dia adalah pria mesum. 


"Gue…" Reno menjeda perkataannya.


Dia menggaruk tengkuknya yang tak gatal saat ingin menceritakannya pada Bara. Entah kenapa ia yakin jika atasannya pasti akan menghinanya kali ini. 


"Apa?" kata Bara menatap curiga. "Jangan bilang Lo abis ngelakuin hal gila." 


Reno menganggukkan kepalanya lesu. Dia benar-benar seperti tak memiliki tenaga saat ini. Dirinya seakan tak memiliki muka di hadapan Adeeva.


"Apa yang Lo lakuin?" desak Bara dengan mencodongkan tubuhnya ke depan. "Jujur Lo sama gue!" 


"Gue cium dia," sahut Reno dengan pasrah.


Mata Bara terbelalak lebar. Dia menganga tak percaya dengan tingkah sahabatnya. Sosok yang pernah ia pikir seorang gay ternyata mampu melakukan hal senonoh seperti ini.

__ADS_1


"Lo bener-bener gila, Bodoh!" sembur Bara sambil melempar bantal sofa ke wajah Reno. "Jelas aja dia marah! Wanita mana yang mau dicium oleh pria sembarangan." 


Reno meletakkan bantal itu ke atas pangkuannya. Dia mengusap kedua wajahnya lalu memijat dahinya yang sakit. 


Ia benar-benar sedang pusing saat ini. Ternyata berurusan dengan seorang wanita lebih rumit daripada memenangkan sebuah tender besar dengan kliennya. 


"Terus gue harus apa, Bar?" tanya Reno menatap sahabatnya itu.


"Gue juga gak tau! Lo emang gak pernah mikir. Asal sosor aja!" sindir Bara dengan menggelengkan kepalanya.


"Bodoh!" seru Reno mulai menepis semua yang ia pikirkan.


Ingin di sesali pun tak bisa. Memutar kembali jam pun, sudah percuma. Maka saat ini yang harus dia lakukan adalah mencari alasan yang lain agar Adeeva mau memaafkannya.


"Gue gak tau apa yang harus Lo lakuin. Yang penting! Adeeva harus mau bantuin kita ngerjain semuanya," kata Bara final lalu mulai beranjak berdiri. "Kalau Lo tanya, gimana caranya. Gue gak tau dan itu urusan Lo sendiri!"


...🌴🌴🌴...


Waktu terus berputar dengan cepat. Tanpa sadar jam pulang kantor telah tiba. Reno segera membereskan semua berkasnya dan memasukkannya ke dalam tas. 


Saat dirinya mulai mematikan laptopnya. Bersamaan pintu ruang kerja Bara terbuka dan muncullah pria itu dari sana.


"Lo mau balik?" tanya Bara dengan meneteng tas kerjanya.


Sebenarnya itu hanya sebuah kebohongan Reno. Entah kenapa dia yakin jika Bara akan mengajaknya. Pertemanan mereka yang sangat lama, membuat Reno paham tentang Bara.


"Daripada Lo diem doang. Mending ikut gue ke rumah," ajak Bara yang membuat Reno mengerutkan keningnya.


"Mau ngapain?" 


"Lo mau dimaafin sama Adeeva, 'gak?" tanya Bara tak menjawab pertanyaan Reno. "Kalau mau, Lo tanya langsung sama istri gue." 


Tanpa menunggu jawaban Reno, Bara segera melangkah meninggalkan sahabatnya. Meninggalkan Reno yang berdiri merenung mencoba memikirkan ajakan Bara.


Namun, mengetahui Almeera sangat dekat dengan Adeeva. Membuat Reno segera mengambil keputusan. Dia segera memasukkan laptopnya dengan cepat. Memasukkan semuanya lalu segera menyusul Bara yang sudah memasuki lift.


"Tungguin gue!" teriak Reno menahan Bara yang ingin menutup pintu lift. "Gue ikut!" 


Akhirnya pria itu nekat mendatangi istri atasannya. Menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan Adeeva. Entah kenapa rasanya ia ingin mengetahui tentang seorang Adeeva. Wanita yang menurutnya sangat amat jutek dan angkuh kepada dirinya.

__ADS_1


Saat mereka baru saja turun dari mobil. Kedatangan keduanya sudah disambut oleh Almeera dan anak keduanya yaitu Bia. Mereka segera mencium punggung tangan Bara dan memeluknya.


Pemandangan ini tentu membuat Reno memutar matanya jengah. Ia selalu menjadi obat nyamuk jika bersama sahabatnya itu. Menikmati pemandangan keluarga harmonis yang terkadang membuatnya merasa iri.


"Woy! Malah ngelamun," kata Bara memukul bahunya. "Ayo masuk." 


Reno segera memasuki rumah Bara. Dia mendudukkan dirinya di sofa ruang tamu untuk menunggu Bara dan Almeera yang entah sedang apa.


"Ada apa, Ren?" tanya Almeera menatap sahabat suaminya setelah ia kembali membawa minuman. "Kata Mas Bara kamu ingin bertanya sesuatu padaku?" 


Reno mengangguk. Dia sedikit salah tingkah ketika ditatap begitu lekat oleh istri sahabatnya. Dirinya tak tahu harus mengatakan dari mana.


"Apa tentang Adeeva?" tebak Almeera tepat sasaran.


"Ya." Reno mengangguk. 


Almeera terlihat menarik nafasnya begitu dalam. Dia menatap Reno dengan pandangan yang sulit diartikan. Seakan apa yang ditanyakan pria itu adalah sesuatu yang sensitif. 


"Jika aku sudah mengatakan tentang sahabatku, aku mohon jangan pernah bertanya kepadanya," kata Almeera sebelum memulai ceritanya.


Reno mengangguk. Melihat wajah istri atasannya begitu serius membuatnya menjadi gugup. Dia merasa ada sesuatu penting yang akan dikatakan oleh wanita di depannya ini.


"Adeeva hanya tinggal bersama ibunya," kata Almeera memulai. "Jangan tanya kenapa dulu!" 


"Bisa dibilang dia adalah korban keluarga broken home," ucap Almeera sambil menerawang ke depan. "Ayahnya adalah seorang pemukul. Dia sering melakukan KDRT pada ibunya sendiri." 


Almeera menghela nafas pelan. Matanya terpejam sambil menepis air mata yang mengalir. Cerita hidup sahabatnya yang satu ini memang berbeda jauh dengannya dan Zelia. 


Bisa dibilang Adeeva hidup di keluarga tidak beruntung. Kehidupan bahagianya yang dihancurkan oleh papanya sendiri, membuatnya menjadi pribadi angkuh pada seorang pria. 


"Adeeva sering melihat mamanya sendiri dipukul. Dia melihatnya sejak usia dini. Dulu mungkin dirinya tak tahu karena ibunya menutupi. Namun, lambat laun, dia mengerti jika yang dilakukan ayahnya adalah hal yang tidak dibenarkan." 


Almeera semakin menangis. Dia memang selalu merasa sesak jika melihat Adeeva. Namun, wajahnya yang selalu ceria ketika bersama Almeera dan Zelia, membuat keduanya tahu jika Adeeva sedang menutupi kesedihannya. 


Reno terdiam. Entah kenapa hatinya merasa tersentuh. Sekelebat ingatannya tentang pertengkaran dengan Adeeva. Kejadian saat dia menjahilinya berputar bak kaset rusak. 


"Kalau kamu emang ingin dekat dengan Adeeva. Berusahalah menjadi sosok yang hangat. Dia adalah perempuan yang kurang kasih sayang dari ayahnya. Berniat hidup sendiri tanpa menikah karena trauma yang diberikan oleh ayahnya sendiri."


~Bersambung

__ADS_1


Peluk jauh buat Mbak Deeva. Next bab, mungkin aku kasih kehidupan Adeeva yah.


Jangan lupa klik like, komen dan vote yah. Biar author semangat ngetiknya.


__ADS_2