Berbagi Cinta : Hasrat Terlarang Suamiku

Berbagi Cinta : Hasrat Terlarang Suamiku
Misi Ngidam Berhasil


__ADS_3


...Proses ngidam adalah proses dimana aku menunggu waktu itu tiba. Dimana istri dan anakku meminta sesuatu kepadaku dan aku akan menurutinya....


...~Reno Akmal alfayyadh...


...🌴🌴🌴...


"Jadi jangan pernah merasa sungkan atau takut untuk mengatakan kamu ingin sesuatu. Oke?" ujar Reno penuh pengertian. "Karena masa-masa inilah, yang aku tunggu seumur hidupku, Sayang."


Mata Adeeva berkaca-kaca. Dia tak menyangka suaminya akan sebaik ini. Bahkan Reno mau menepis rasa lelahnya demi dia dan anak-anaknya. 


Ketulusan dalam diri suaminya bisa Adeeva lihat. Bagaimana pria itu bereaksi, bagaimana jawaban suaminya itu. Semuanya terlihat sangat jelas.


"Iya, Ayank. Aku bakalan bilang kalau aku ingin sesuatu sama kamu."


Bibir Reno tersenyum. Dia mengangguk dan memberikan kecupan singkat di bibir istrinya lagi. 


"Sekarang kita lanjut cari lagi yah!" 


Akhirnya Reno melanjutkan proses pencarian. Mereka tentu menurut pada arah dari maps yang terus bergerak. Setelah hampir satu jam mereka dibingungkan. Akhirnya mobil Reno berhenti di depan sebuah rumah yang tutup.


Namun, di depannya terdapat banner yang menunjukkan sebuah nama online shop dan barang-barang yang dijualnya. 


Adeeva segera turun. Matanya membaca satu persatu makanan yang tertera di sana hingga bibirnya menyunggingkan senyuman lebar saat nama makanan yang ia inginkan ada disana. 


"Ada, Yank. Tuh!" 


Reno mengangguk sama-sama antusias. Keduanya mulai berjalan menuju rumah itu dengan penuh harapan. Reno berharap semoga pemilik online shop itu belum sepenuhnya tidur.


Dia tak tahu harus melihat bagaimana kecewanya istrinya jika kali ini mereka gagal lagi. Mereka harus mencari dimanapun sama tak tahu. 


Adeeva mulai menghidupkan bel yang ada di dekat pintu utama. Bibirnya sambil mengucapkan salam dan tangannya mengetuk pintu. Bagaimanapun ini sudah larut malam.


Adeeva dan Reno tak mau disebut kurang ajar. Mereka tak berteriak terlalu keras. Hanya secukupnya dan sesuai yang mereka rasa jika orang di dalam rumah mendengarkan. 


Sampai bel ketiga kalinya. Tak ada yang keluar. Hal itu tentu mulai membuat wajah Adeeva berkecil hati. Bumil itu mulai menyerah dan takut jika apa yang dia inginkan tak dirinya dapat. 


Entah kenapa bayang-bayang makanan itu terngiang di mata dan pikirannya. Seakan hanya ada makanan itu saja dalam otaknya. Hingga perjuangan keras membuahkan hasil.


Sebuah suara sahutan dari dalam membuat Reno dan Adeeva sedikit mundur. Hingga pintu yang mulanya tertutup akhirnya perlahan terbuka. 


"Cari apa?" tanya seorang perempuan paruh baya yang keluar dari dalam. 

__ADS_1


"Maaf, Bu. Kami mengganggu. Tapi apa benar, disini Ibu menjual degan jelly?" tanya Reno penuh hati-hati. 


Ibu paruh baya itu menatap dua tamunya malam-malam. Kepalanya mengangguk dan membenarkan ucapan Reno.


"Benar, Mas. Kami menjual degan jelly."


"Alhamdulillah," kata Reno dengan senang. "Apa kami bisa membelinya? Maaf saya mengganggu malam-malam karena istri saya sedang hamil dan ingin memakan buah itu." 


"Ngidam ya, Mbak?" tanya ibu itu dengan ramah.


Walau terlihat raut kusut dari wanita itu dan Reno serta Adeeva tahu jika mereka telah membangunkan wanita tua itu. Namun, keduanya sangat menghargainya. 


"Iya, Bu. Saya pengen banget." 


"Mau berapa?" tanya Ibu itu lalu mempersilahkan dua tamunya masuk. 


Adeeva dan Reno segera disuguhkan dengan beberapa kulkas besar di sana. Dia dibawa di salah satu kulkas yang ada di pojok lalu ibu itu membukanya.


"Ini degan jellynya. Mbak sama Mas mau berapa?" 


Mata Adeeva berbinar cerah. Dia tak menyangka buah di depannya ini semuanya adalah makanan yang ia inginkan sekarang. 


"Mau berapa, Sayang?" tanya Reno menatap istrinya. 


Jika boleh berbicara. Adeeva mau semuanya. Entah kenapa bentuk degan jelly dengan dilapisi plastik wrap itu terlihat begitu unik dan enak. Dia sangat ingin membukanya dan segera mencicipinya.


"Saya mau semua." 


"Hah!" Adeeva dan Ibu penjual itu terkejut.


Keduanya menatap Reno yang terlihat biasa saja.


"Bisa, 'kan, Bu?" 


"Bisa, Mas. Bisa sekali," sahut Ibu itu dengan cepat. "Degan Jelly ini tinggal 20 an." 


"Iya gakpapa. Saya ambil semuanya." 


Ibu itu segera menyiapkan pesanan malam yang super gila. Reno benar-benar tak mau istri dan anaknya terus terbayang akan makanan ini. Biarkan saja mereka makan sepuasnya karena hal itulah yang Reno inginkan. 


Setelah semua degan itu dimasukkan kedalam plastik besar. Akhirnya Reno mulai mengeluarkan dompetnya untuk segera membayarnya.


"Ya Allah, Mas. Ini terlalu banyak," kata ibu itu saat Reno memberikan beberapa lembar uang merah. 

__ADS_1


"Anggap saja ini rezeki, Bu. Terima kasih dan maaf juga sudah mau kami repotkan malam-malam." 


...🌴🌴🌴...


Akhirnya keduanya segera pulang meninggalkan rumah penjual degan jelly itu. Adeeva dengan semangat mengambil satu buah yang diletakkan di kursi tengah dan menghirup aroma yang dikeluarkan. 


"Buka saja, Sayang. Ibu tadi, 'kan, ngasih kita sendok," kata Reno saat melihat istrinya yang sudah tak sabar. 


Akhirnya Adeeva segera membuka lapisan yang menutupi degan jelly itu. Lalu dia segera membuka bagian tutupnya yang memang sudah dibuka. 


Air liur wanita itu seakan ingin menetes ketika melihat bagaimana yang biasanya cair oleh air kelapa muda. Kini diganti dengan jelly yang super kenyal.


Dengan sekali sendokan, Adeeva membawa ke dalam mulutnya. Mulutnya melebar saat satu suapan berhasil masuk ke dalam mulutnya.


Matanya sampai terpejam mencoba meresapi setiap rasa yang ada di dalamnya. Benar-benar nikmat mana lagi yang mau didustkan ketika seperti ini.


"Bagaimana, Sayang?" tanya Reno yang sama antusiasnya dengan istrinya.


"Enak, Ayank," kata Adeeva lalu menyendokkan sesendok degan jelly dan mengulurkan ke arah suaminya. "Buka mulutnya!" 


Reno akhirnya menerima suapan itu. Matanya berbinar tatkala jelly yang berada dalam mulutnya terasa manis. Aroma kelapa muda, rasa gula dan air kelapa mudanya begitu cocok sekali. Ditambah di batok kelapa itu juga ada kelapanya yang menempel dan bisa dimakan. 


"Ini bener-bener luar biasa, Sayang. Yang bikin kreatif sekali," kata Reno sambil mengunyah. 


"Kamu benar. Rasanya aku puas banget." 


Tanpa sadar kendaraan mereka sudah sampai di depan rumah Reno. Dua buah degan jelly yang sudah terbuka terlihat di sana. Reno hanya bisa geleng-geleng kepala melihat bagaimana antusiasnya sang istri memakan makanan itu.


"Udah puas?" tanya Reno setelah meletakkan degan jelly itu di dalam kulkas. 


Untung saja, pria itu memiliki kulkas kotak yang biasanya ia isi khusus minuman. Tempat itu akhirnya menjadi tempat degan jelly yang tak cukup di kulkas utama.


"Puas, Ayank. Si dedek bayi juga gak gelisah lagi," kata Adeeva mengusap perut anaknya.


Reno tersenyum. Dia mensejajarkan kepalanya lalu mencium perut rata itu penuh sayang. Rasa lelahnya menjadi berkurang saat melihat bagaimana istri dan anaknya begitu bersemangat.


"Syukurlah. Kalau mau apa-apa bilang sama Mama yah. Papa bakalan usahain apapun yang kamu mau, Nak."


~Bersambung


Cari suami kayak Reno dimana sih? pen tak angkut sekalian, hahaha.


Di Lazada ada gak?

__ADS_1


Jangan lupa klik like, komen dan vote yah. Biar author semangat ngetiknya.


__ADS_2