Berbagi Cinta : Hasrat Terlarang Suamiku

Berbagi Cinta : Hasrat Terlarang Suamiku
Kotak Kado


__ADS_3


...Kamu adalah pilihanku yang diberikan oleh tuhan dan aku berharap semoga kamu satu untuk selamanya....


...~Adeeva Khumaira...


...🌴🌴🌴...


"Astaga, Ayank!" seru Adeeva tak habis pikir.


Dia mencubit mulut Reno yang membuat pria itu mengaduh. Matanya mendelik melihat seberapa mesumnya suaminya ini. Benar-benar otaknya akan ikut tercemar jika terus-terusan mendengar gombalan Reno yang tak tahu tempat itu. 


"Kamu bilang gitu lagi, aku beneran tidur sama ibu, loh!" 


"Jangan dong, Sayang," sahut Reno dengan gelagapan. "Masak iya baru nikah, aku harus tidur sama guling lagi, 'sih!" 


"Ya biarin!" 


Pembicaraan mereka berhenti tatkala penjual mengantarkan pesanan Adeeva. Akhirnya mereka melanjutkan langkah kaki keduanya yang berjalan-jalan sambil menikmati pentol bakar.


Adeeva bahkan dengan romantis menyuapi suaminya sambil keduanya bercerita banyak hal. Seakan perempuan itu benar-benar melupakan kesedihan yang pernah dia rasakan ketika bersama Reno. 


"Berapa hari kita akan tinggal di hotel?" tanya Adeeva sambil mengambil pentol bakar dari plastik yang ia pegang.


"Kamu maunya berapa?" tanya Reno yang melingkarkan tangannya di pinggang sang istri.


"Ya. Maunya mah tiga hari mungkin," sahut Adeeva sambil menatap ke depan. "Itung-itung honeymoon sih!"


Reno terkekeh. Dia mengusap bekas saus kacang yang menempel di sudut bibir istrinya lalu menjilat tangannya dengan bibir.


"Ih jorok!" dengus Adeeva mendelikkan matanya.


"Enak. Apalagi kalau dari bibirmu!" ucap Reno yang membuat Adeeva memutar matanya malas.


"Gimana, Sayang? Berapa hari?" 


Reno terdiam. Jujur dia juga belum bertanya pada Bara. Apakah pria itu sudah memberikan hari libur untuknya atau tidak. 


Akhirnya Reno berinisiatif mengambil ponselnya dan mencari kontak milik Bara.


^^^Reno.^^^


^^^Bar! Gue gak dikasih jatah libur setelah nikah?" ^^^


Bara.


Emangnya Lo belum buka kado-kado pernikahan, 'kah?" 


Reno mengerutkan keningnya. Dia belum paham apa maksud sahabatnya ini. 


^^^Reno.^^^

__ADS_1


^^^Maksud Lo, apa'an? ^^^


Bara. 


Cek aja sendiri! Gue sama Meera ngasih kotak kado, Bodoh!" 


"Sialan! Siapa juga yang mau buka kotak kado sebanyak itu. Mending gue bajak rawa-rawa dulu lah!" dengusnya yang membuat Adeeva menoleh.


"Kenapa?" tanya Adeeva penasaran.


"Ini!" 


Akhirnya Reno memberitahu Adeeva balasan dari sahabatnya itu. Adeeva membacanya dengan perlahan hingga langkah kaki keduanya berhenti. 


Mata wanita itu kemudian menatap ke arah suaminya.


"Apa disana ada surat pemberitahuan kamu libur berapa hari?" 


"Gak tau, Sayang. Tapi aku akan menanyakan kotak apa dari pasangan gila itu," ucap Reno dengan mengetikkan pesan teks lada Bara. "Aku yakin pasti ada hal gila di dalamnya." 


Adeeva mengangguk. Keduanya akhirnya melanjutkan langkah kakinya menuju hotel. Waktu sudah semakin malam dengan cuaca yang mulai dingin.


Reno tak mau istrinya sakit jika berlama-lama ada di luar. Hingga mereka akhirnya memutuskan segera kembali ke hotel tempat keduanya menginap.


...🌴🌴🌴...


Bara tertawa terbahak-bahak saat membaca pesan terakhir dari Reno. Pria itu tak menyangka jika sahabatnya belum membuka kado pernikahan. 


"Kamu mengirimkan pesan pada siapa, Mas? Kenapa ketawa-ketawa?" tanya Almeera yang penasaran.


Bara mengangguk. Dia mengambil ponsel yang ia letakkan di atas sofa sampingnya lalu memberikannya pada sang istri.


Almeera tentu menerimanya. Lalu dia langsung membawa apa yang sedang suaminya baca.


"Jadi mereka belum buka kado kita, Mas," kata Almeera yang dibalas anggukan kepala oleh Reno. "Padahal aku sudah menyiapkan baju itu untuk malam pertama Adeeva." 


Bara terkekeh. Dia menatap istrinya yang ternyata memakai pakaian dinas malam di balik kain pelindung di luar. Bara menurunkan kain itu hingga terlihatlah pakaian menerawang yang sangat amat seksi mengundang sesuatu yang ingin memberontak.


"Aku yakin mereka berdua akan terkejut dengan hadiah kecilmu, Sayang," ungkap Bara sambil mengingat pakaian apa yang dikirimkan istrinya. "Lingerie super tipis dan seksi yang makin bikin Reno menggila." 


"Bukan Reno aja yang gila. Kamu juga bakalan gila!" bisik Meera yang menggerakkan tubuh bagian bawahnya hingga bergesekan dengan milik Bara.


Ayah dua anak itu menggeram dengan mata terpejam. Tak menyadari jika istrinya kembali memancing dirinya. Almeera benar-benar tak seperti biasanya. Istrinya itu dulu tak meminta setiap hari. Namun, entah kenapa akhir-akhir ini Almeera tak pernah absen.


"Aghhhh, Sayang!" seru Bara mengeluarkan suara laknatnya tatkala Almeera merubah posisi duduknya.


Wanita itu sudah menghadap ke arah Bara dengan posisi lembah dan naga berhadapan. Kedua inti tubuh itu saling bergesekan dari luar karena godaan sang istri. 


Bara benar-benar dibuat gila oleh Almeera akhir-akhir ini sekaligus nikmat.


"Mas," seru Almeera saat tangan Bara tak mengizinkan jari jemari istrinya menyentuh celana pendek yang ia pakai.

__ADS_1


"Apa yang kamu mau?" tanya Bara menggoda istrinya.


Bara dengan kuat mencengkram dua bulatan pantat Almeera dengan keras yang membuat wanita itu menjerit keenakan. 


"Aku mau kamu, Mas!" 


"Kalau mau aku, ya aku aja ini dipeluk," kata Bara menggoda.


Almeera mendelikkan matanya. Dia mencengkram dagu sang suami hingga bibir mereka berdekatan.


"Aku ingin kamu ada di dalam milikku." 


...🌴🌴🌴...


"Sayang, kenapa lama sekali?" tanya Reno sambil mengetuk pintu kamar mandi berulang kali. 


Pria itu sudah tak sabar menunggu istrinya keluar. Dia memang meminta Adeeva berganti pakaian yang ia bawa. 


Ya, pakaian yang ada di dalam koper semuanya adalah pilihan dan pemberian dari Reno. 


"Sayang!" 


Perlahan pintu kamar mandi mulai terbuka dan muncullah sosok istrinya dengan kepala menunduk. Mata Reno benar-benar terbelalak. Dia sampai menahan nafas tak percaya melihat sosok istrinya yang sangat amat seksi. 


Pakaian yang ia pesan h-1 sebelum menikah ternyata sangat pas dan cocok di tubuh Adeeva.


Tanpa kata Reno segera menarik tangan istrinya hingga tubuh keduanya menempel. Pria itu menyingkirkan anak rambut ke belakang telinganya kemudian memberikan kecupan lembut di bibir Adeeva.


"Kamu sangat cantik, Istriku," bisiknya pelan hingga membuat Adeeva mendongakkan kepalanya. "Sangat menggoda iman."


"Ini terlalu tipis dan pendek!" ujar Adeeva dengan pipi bersemu merah.


Reno menggeleng. Dia menjauhkan tubuhnya dan menatap tubuh istrinya penuh intens. Bukannya fokus menilai. Mata Reno malah terfokus pada dua bukit kembar, kulit perut yang mulus, dua bulatan pantat dan jangan lupakan rawa-rawa yang ingin sekali ia sentuh sekarang. 


"Ini sudah pas sekali di tubuhmu," kata Reno lalu menarik istrinya dan merebahkannya di atas ranjang. 


Reno tentu langsung merangkak di atasnya hingga mereka berada di posisi yang sangat intim. 


"Boleh aku membajak rawaku lagi, Sayang. Aku ingin disini," jeda Reno sambil mengelus perut Adeeva yang rata. "Segera hadir anak-anak kita yang banyak." 


Adeeva menatap suaminya penuh haru. Dia tak menyangka jika Reno benar-benar ingin segera memiliki momongan.


"Lakukan apapun yang kamu mau. Aku selalu menjadi milikmu." 


~Bersambung


Wahahha dah skip. Jangan banyak-banyak kasih adegan warning. Entar ada yang bilang lagi novelku rame sama adegan plus plus.


Padahal mah aslinya dari bab 1-150 an gak ada adegan hiya-hiya. Bener gak?


Nulis novel ini aku banyak sekali menemukan teman bermuka dua tapi aku juga menemukan pembaca baru yang banyak.

__ADS_1


Terima kasih atas dukungan kalian semua. Jangan lupa klik like, komen dan vote yah. Biar author semangat ngetiknya.


__ADS_2