
...Kehadiranmu benar-benar dinanti oleh kami. Semoga kamu tumbuh dan berkembang dengan baik dan bisa lahir selamat sampai ke pelukan kami malaikat kecil....
...~Adeeva Khumairah...
...🌴🌴🌴...
Reno mengangkat istrinya dan memutarnya karena rasa bahagianya. Dia tak percaya jika naga miliknya benar-benar sangat mujarab meski harus mengikuti otak omes sahabatnya itu.
"Sayang, astaga!" pekik Adeeva dengan kepala yang sedikit pusing.Â
"Maafkan aku, Sayang. Aku terlalu bahagia," ujarnya dengan memberikan banyak ciuman di pucuk kepala istrinya.Â
Hati Adeeva menghangat. Dia mengusap pipi suaminya dengan rasa bahagia yang tak kalah membuncah. Dia benar-benar tak menyangka jika ada malaikat yang hidup dalam dirinya.
Malaikat versi Adeeva dan Reno yang menjadi satu dengan hadirnya versi kecil seperti mereka. Sungguh hadiah yang sangat luar biasa dan sangat mereka tunggu.
"Ayo kita periksa, Sayang! Kita buat janji dengan Dokter Kandungan," ajak Reno dengan bahagia.
Adeeva mengangguk setuju. Kehamilannya yang pertama membuat keduanya sangat bahagia dan antusias. Bahkan Reno sendiri sebagai calon ayah untuk pertama kalinya ingin menanyakan banyak hal yang harus dia lakukan untuk ketentraman si naga.
Akhirnya Adeeva dan Reno segera meluncur ke rumah sakit dimana pria itu sudah mendaftarkan istrinya. Hari ini bahkan pria itu mengirimkan pesan pada bosnya yang merupakan sahabatnya juga meminta izin tak masuk dengan alasan istrinya ingin periksa.Â
Dia ingin segera mengetahui bagaimana bentuk malaikat kecilnya. Maklum, wajar anak pertama dengan tanpa pengalaman membuat keduanya sangat amat antusias di hari pertama untuk pertama kalinya mengunjungi dokter kandungan.
"Aku udah gak sabar, Ayank. Aku pengen tahu apa aku benar hamil atau nggak," kata Adeeva yang masih merasa tak percaya.Â
Reno yang duduk di samping istrinya lekas menoleh. Saat ini keduanya memang sedang menunggu giliran masuk ke ruangan kandungan.
"Percayalah! Reno Adeeva kecil sudah ada disini," bisiknya dengan tangan mengusap perut istrinya yang masih rata.
Pria itu benar-benar yakin jika istrinya tengah mengandung buah hati mereka. Cinta kasih yang menyatu dalam ikatan halal benar-benar ada dan nyata dalam rahim istrinya.
"Nyonya Reno!" panggil perawat yang berjaga di depan.
Adeeva dan Reno segera beranjak berdiri. Keduanya memasuki ruangan dokter dengan jantung yang berdegup kencang.
"Silahkan duduk," ujar wanita berpakaian sneli putih dengan ramah. "Ada keluhan?"Â
Perlahan Adeeva mulai menceritakan apa yang ia alami. Dari datang bulannya yang telat hingga dia yang mencoba dengan mengetes menggunakan tespek.Â
__ADS_1
"Apa saya benar-benar hamil, Dok?" tanya Adeeva setelah menceritakan semua yang dia alami.
Dokter itu tersenyum. Dia segera meminta Adeeva berbaring untuk segera diperiksa.
Istri Reno itu merasa gugup saat sebuah gel dingin diberikan di atas perutnya. Lalu kemudian sebuah alat diletakkan disana dan digerakkan dengan pelan.
Layar yang mulanya hitam mulai menyala dan menampilkan gambar yang kurang jelas memang. Kemudian Dokter meminta Reno dan Adeeva menatap layar itu dengan seksama.
"Selamat, Bu. Anda benar-benar hamil," kata dokter itu dengan senyuman lebar. "Dan titik itu adalah calon anak kalian."Â
Mata Reno berkaca-kaca. Dia menatap layar itu dengan hati yang bergetar. Jiwanya benar-benar tak bisa sebahagia ini saat melihat wujud anaknya yang masih berupa titik kecil.
"Itu beneran anak saya, 'kan, Dok?" tanya Reno yang masih benar-benar takjub dengan hadiah dari Tuhan.
"Iya, Pak. Ini benar-benar anak Anda," kata Dokter lalu membersihkan gel itu dari perut Adeeva.
"Apa anak kami sehat, Dok?" tanya Adeeva dengan serius.
"Sehat," sahut Dokter lalu memberikan hasil usg itu pada pasangan suami istri di depannya ini. "Kandungan Anda masih memasuki usia tujuh minggu. Saya harap jangan terlalu lelah dan makan-makanan yang sehat."Â
Adeeva dan Reno mengangguk. Mereka pasti akan menuruti semua perkataan Dokter.
"Apa ada lagi yang ingin ditanyakan?" tanya Dokter itu dengan ramah.Â
"Apa selama istri saya hamil. Saya masih boleh mengunjungi istri saya, Dok?" tanya Reno tanpa malu.
"Boleh, Pak. Yang penting harus hati-hati dan penuh kelembutan," ujar Dokter lalu mulai menjelaskan hubungan badan yang baik saat hamil.
Sejak penjelasan itu dijelaskan dengan rinci. Pipi Adeeva bersemu merah. Dia menatap tak percaya suaminya yang sangat antusias menanyakan hal yang sangat pribadi.
"Apa ada batasan saya boleh mengunjunginya, Dok? Sehari tiga kali begitu?"Â
"Yang!" cegah Adeeva dengan pipi semakin memerah.
"Tidak apa-apa, Bu. Hal seperti ini wajar ditanyakan oleh calon orang tua baru. Apalagi pihak ayah harus tahu karena itu mempengaruhi keselamatan anaknya."
"Nah itu, Sayang. Dengarkan!" kata Reno menatap istrinya dengan menaikkan salah satu alisnya.
Adeeva mencubit paha suaminya. Dia benar-benar kesal melihat suaminya yang tak malu sedikitpun.Â
"Ini resep yang harus Bapak tebus," kata dokter itu menyerahkan secarik kertas pada Reno.
__ADS_1
"Terima kasih ya, Dok," ujar Reno lalu menyalami dokter wanita di depannya ini.
Keduanya segera keluar dari ruang rawat dan menuju apotik yang ada disana. Mereka langsung menebus obat yang harus dikonsumsi Adeeva selama hamil.
"Apa kamu gak malu tanya hal pribadi seperti tadi, Yank?" tanya Adeeva berbisik.
Reno menoleh. Dia menaikkan salah satu alisnya sambil menatap istrinya itu.
"Memangnya kenapa? Aku bertanya hal itu juga demi kebaikan kamu dan anak kita," ujar Reno dengan jujur.
Dia mengusap kepala istrinya dengan lembut. Tatapannya yang penuh cinta terus ia berikan pada Adeeva.
"Aku tak akan malu jika itu demi kamu dan anak kita. Keselamatan kalian berdua lebih berarti daripada keinginanku, Sayang."Â
Adeeva menatap suaminya penuh haru. Dia tak menyangka Reno sepengertian dan sebijak ini kepadanya.
"Makasih. Kamu suami dan calon ayah terbaik untukku dan calon anak kita."
...🌴🌴🌴...
Sepulangnya dari rumah sakit. Reno segera membawa istrinya ke perusahaan Bara. Sahabatnya itu mengirimkan pesan jika Almeera menunggu kehadiran mereka berdua disana.
Reno tentu tak mampu menolak. Kebaikan Bara dan Almeera membuat Adeeva dan Reno sudah menganggap keduanya sebagai keluarga mereka.Â
"Akhirnya, selamat yah!" kata Almeera saat Adeeva dan Reno memasuki ruangan Bara. "Aku benar-benar bahagia saat kamu memberikan kabar tentang kehadirannya."Â
"Aku juga gak pernah bayangin bisa hamil bareng kamu, Ra," ujar Adeeva dengan jujur.Â
Almeera mengangguk. Dia sendiri pun tak pernah memiliki pikiran jika sahabatnya mampu membuang rasa traumanya. Menikah dengan sahabat suaminya sendiri lalu sekarang hamil bersama menanti anak ketiga keempat dan pertama mereka.
Sedangkan Bara, pria itu menepuk punggung sahabatnya dan mengacungkan jempolnya.Â
"Bagus! Pelajaran dari gue, Lo ikutin semua," ujar Bara dengan bangga. "Itu tandanya Ninja milik Lo ini, benar-benar tokcer!"Â
"Jelas lah! Ninja gue tokcer. Orang perjaka macem gue jaga ninja gue cuma buat istri gue tercinta. Beda sama Lo, yang bodoh!"Â
"Cih. Sialan Lo!"Â
~Bersambung
Kalau pembicaraan para suami pasti gak luput dari naga dan ninja. Omes beneran mereka, haha.
__ADS_1
Jangan lupa klik like, komen dan vote yah. Bair author semangat updatenya.