
...Belajar menjadi seorang orang tua bukanlah hal mudah. Namun, aku tidak akan menyerah untuk selalu belajar dengan baik untuk putraku....
...~Reno Akmal Alfayyadh...
...🌴🌴🌴...
Tanpa terasa waktu terus berjalan dengan cepat. Menjadi seorang orang tua baru bukanlah hal yang biasa. Banyak sekali pelajaran yang bisa diambil oleh Reno dan Adeeva.
Terutama dalam hal kesabaran. Keduanya benar-benar harus membagi waktu untuk mengurus Baby Reyn. Apalagi di malam hari. Bayi mungil itu sering begadang semalaman dan akan tidur jika menjelang waktu subuh.Â
Kebiasaan ini terjadi mulai Baby Reyn berusia satu minggu. Sampai saat ini, bayi itu entah kenapa selalu bangun tengah malam. Memang tak menangis dan rewel. Namun, jika ditinggal tidur baik Reno maupun Adeeva merasa tidak tega.Â
Seperti kali ini. Waktu masih menunjukkan pukul satu pagi. Tiba-tiba suara tangisan Baby Reyn membangunkan Adeeva. Ibu satu anak itu tentu langsung beranjak berdiri.
Dia segera meraih anaknya itu dan mengecek apa yang membuat putranya bangun.Â
"Popok kamu aman, Nak. Ndak pup juga. Terus kenapa bangun, hmm?" tanya Adeeva dengan pelan.
Dia mencium pipi putranya itu lalu membawanya ke atas ranjang. Dia menidurkan Baby Reyn disana hingga celotehan bayi mungil itu mulai terdengar.
"Kamu pengen tidur sama Mama dan Papa yah?! Ujar Adeeva mengajak anaknya berbicara.
Tak lama, Reno yang mendengar suara istri dan anaknya menjadi terusik. Dia membuka matanya dengan pelan hingga wajah mungil itu ada di hadapannya.
Pria itu mengucek kedua matanya. Lalu melihat jam dinding yang ada di kamar Adeeva untuk melihat pukul berapa sekarang.
"Kamu dari tadi, Sayang?" tanya Reno sambil beranjak duduk.
Pria itu meregangkan otot-ototnya. Reno masih merasa lelah karena memang pagi harinya dia sudah mulai bekerja.
"Nggak kok. Kenapa bangun?" tanya Adeeva mengusap wajah suaminya. "Tidurlah. Besok kamu kerja!"Â
Adeeva menguap. Hal itu tentu membuat Reno merasa tak tega. Hati suami mana yang mampu mengabaikan keadaan istrinya.
Reno sangat mengerti jika istrinya itu pasti merasa lelah. Adeeva adalah sosok yang ingin menjaga dan merawat anaknya sendiri. Tak ada pengasuh atau perawat apapun. Bahkan Wina yang sudah selesai mengajari segalanya pada Adeeva sampai selesai sudah tak bekerja di rumah mereka.
__ADS_1
Hal itulah yang selalu membuat Reno bangga pada istrinya. Perempuan itu tak pernah memiliki pengalaman merawat anak. Namun, Adeeva berhasil belajar dengan baik.Â
"Tidurlah, Sayang. Biarkan Reyn bersamaku," kata Reno sedikit memaksa.Â
Akhirnya Adeeva menurut. Dia mencium pipi suaminya lalu bergantian dengan putranya. Dirinya tidak mau berbohong. Tubuhnya memang lelah dan punggungnya bahkan sakit.
Dia melakukan semuanya sendirian jika Reno sedang bekerja. Atas bantuan mamanya, Adeeva merasa sedikit bahagia. Kehadiran ibunya itu mampu membuatnya bisa mandi dan makan walau dengan waktu cepat.Â
Setelah Adeeva mulai terbaring dan memejamkan matanya. Reno mengambil putranya itu. Dia menggendongnya dan menurunkan kedua kakinya dari ranjang.
"Kamu mau ajak Papa main yah? Mangkanya tiap malam selalu bangun, hmm?" tanya Reno dengan menatap putranya itu.Â
Reno menguyel-nguyel pipi putranya. Menciumnya dengan gemas hingga membuat bayi itu seakan meronta. Hal itu membuat sahabat Bara tersebut terkekeh.
Namun, tak lama. Saat Reno asyik menggendong putranya. Terdengar suara kentut diiringi seperti suara pup dari pantat anaknya. Pria itu terkejut bukan main. Dia membulatkan matanya dan memindahnya tangannya yang awalnya memegang pantat Reyn pindah ke kaki.
"Reyn jangan bilang kamu pup, malam-malam yah!" seru Reno dengan ketar ketir.
Pria itu menelan ludahnya paksa. Jujur Reno belum pernah membersihkan pup anaknya secara langsung walau ia sudah belajar kepada Wina. Kesibukannya bekerja di tempat Bara lalu Reyn yang jarang pup malam hari membuatnya tak pernah mencobanya.Â
Namun, sepertinya hal itu sudah tidak berlaku sekarang. Reno benar-benar yakin jika anaknya pup di popoknya karena bau itu mulai tercium. Akhirnya ini tak bisa dibiarkan. Jika Reno tidak mengganti maka kulit bayinya akan sensitif.
Anak itu hanya mampu tertawa sendiri. Menggerakkan kaki dan tangannya walau ia pup.Â
Reno segera menghadang tubuh anaknya dengan bantal guling agar tak jatuh. Lalu dia mengambil perlak lalu diberikan di bawah putranya agar ranjangnya tetap bersih.Â
Setelah itu, ayah satu anak tersebut mengambil timba dan air dingin di kamar mandi. Timba ini memang disiapkan oleh Adeeva jika putranya pup maka akan mencucinya dengan air hangat dan kapas.Â
Pria itu meletakkan timba di dekat ranjang. Lalu mulai melepas popok anaknya.
Ahhh, pria yang pertama kali melihat beginian tentu menutup hidungnya dengan tangan. Seumur hidupnya baru kali ini pria seperti ini.Â
Dia akhirnya mulai melebarkan dan mengangkat kaki putranya sedikit. Lalu mengambil kapas dan dicelupkan ke air hangat lalu mulai membersihkannya.
Pria itu merasa jijik, pengen muntah campur menjadi satu. Begitulah orang tua. Belajar sejak awal juga tidak mudah. Tak semuanya orang tua baru bisa langsung kebal.
Ada yang sosoknya seperti Reno ini. Dia merasa kaget pasti. Namun, tetap saja. Lihatlah! Papa satu anak itu masih berusaha menyelesaikan semuanya sendirian meski dengan menahan bau pup.Â
__ADS_1
"Akhirnya yey! Bersih!" kata Reno lalu menurunkan kedua kaki putranya.
Dia segera meraih popok yang diletakkan di dekat putranya. Lalu hendak memakaikan di kaki putranya hingga tiba-tiba Reyn kentut lagi dan disertai pupnya yang keluar bersamaan.Â
"Ya. Reyn…no…no!" pekik Reno terkejut.
Ah nasi sudah menjadi bubur. Pria itu merasa lelah ketika pup itu berceceran di perlak yang dipakai putranya. Suara Reno yang heboh tentu membangunkan istrinya.
Adeeva beranjak duduk dan membulatkan matanya.
"Sayang. Oh astaga!" Adeeva menepuk dahinya. "Reyn pup?"Â
Reno mengangguk. Dia menceritakan kekesalannya ini hingga membuat Adeeva terkekeh.
"Sabar, Cinta. Yaudah sini biar Adeeva yang bersihin!"
Namun, sepertinya malam ini adalah hari sulit untuk Reno. Saat dirinya hendak melepaskan kaki Reyn. Tiba-tiba…
"Ahh, Reyn!" pekik Reno terkejut saat anaknya itu pipis.
Akhirnya baju Reno terkena pipis bayi mungil itu hingga membuat pria ingin marah.
Adeeva meringis. Dia bisa melihat wajah suaminya yang tidak sabar. Ibu satu anak itu bisa memaklumi sikap suaminya yang mau marah karena memang ini pengalaman pertama untuknya.Â
Melihat pup anaknya dan membersihkannya sendiri adalah satu langkah awal untuk Reno yang mau belajar walau dia masih merasa jijik.
"Mandilah, Sayang. Sini!"Â
Akhirnya Reno beranjak turun ketika kaki anaknya dipegang oleh istrinya. Dia segera menuju kamar mandi lalu menutup pintunya dengan pelan. Bibirnya mengomel dengan rasa kantuk yang mulai menyerang.
Wajar saja. Kebanyakan bapak-bapakable akan selalu seperti ini jika anaknya mengajak mereka begadang tengah malam.
"Untung saja putraku dari kecebongku. Kalau bukan, sudah aku jadikan guling. Gemes banget, aku dikerjain anak malem-malem!" serunya dengan melihat penampilannya yang menyedihkan.Â
~Bersambung
Hahahaha ada yang kayak Reno pengalamannya? Jadi orang tua emang gak gampang. Susah susah bahagia.Â
__ADS_1
Maaf ya semalem aku ketiduran. Jadi baru update sekarang.