Berbagi Cinta : Hasrat Terlarang Suamiku

Berbagi Cinta : Hasrat Terlarang Suamiku
Hari Pertama Seorang Istri


__ADS_3


...Dulu aku tak punya sandaran. Aku berjuang seorang diri melawan dunia. Lalu sekarang, untuk pertama kalinya ketika aku membuka mata. Wajah yang tak pernah aku bayangkan bisa mendampingiku akhirnya akan selalu aku lihat sampai Tuhan yang memisahkan....


...~Reno Akmal alfayyadh...


...🌴🌴🌴...


Perlahan sinar matahari mulai menerobos masuk melalui celah-celah jendela. Kamar yang mulanya temaram perlahan mulai terang. Terlihat sepasang suami istri baru sedang memejamkan matanya di atas ranjang.


Keduanya tertidur dengan posisi saling berpelukan begitu mesra. Dinginnya pagi tak membuat mereka merasa gerah dan melepas pelukannya. Melainkan baik si perempuan ataupun si pria, semakin mendekat dan mencari kehangatan di antara tubuh keduanya.


Sentuhan kulit di antara keduanya mampu membuat salah satu dari mereka mulai mengerjapkan matanya. Tubuhnya menggeliat saat merasakan dinginnya pagi menusuk tubuh. Selimut yang ada di tubuhnya sedikit merosot yang membuat matanya mau tak mau harus terbuka lebar.


Lenguhan pelan lolos di bibirnya. Tangannya terangkat ke atas merasakan otot-ototnya begitu remuk redam. Dia begitu lelah hingga membuatnya masih merasa mengantuk. 


Namun, rasanya dia ingin buang air kecil yang membuatnya mau tak mau harus bangun dan beranjak dari ranjang. 


Saat dia mulai tersadar dari alam tidurnya. Matanya melebar saat dirinya ingat bahwa ini bukan kamarnya. Bibirnya hampir menjerit tatkala melihat sosok pria di sampingnya yang sedang memeluknya dengan erat.


Astaga bisa-bisanya aku lupa jika sudah menikah, pekiknya dalam hati dengan memukul dahinya pelan.


Adeeva menurunkan pandangannya. Dia menatap dada bidang yang semalam dia buat bantal tidur. Ah tiba-tiba bayangan tentang kejadian semalam terbayang kembali ke pikirannya hingga membuat sesuatu dalam dirinya berdesir hebat.


Kenapa aku jadi mesum begini setelah menikah, gerutunya dalam hati sampai tak menyadari jika sepasang mata yang tadinya terpejam kini sudah terbuka dan sedang menatapnya. 


Hingga sebuah elusan di pipinya membuat Adeeva terkejut.


"Memikirkan apa, hmm?" tanya Reno dengan suara seraknya.


"Eh, itu…" sahut Adeeva terbata.


Perempuan itu menarik selimutnya sedikit ke atas saat menyadari tatapan Reno melirik ke arah bukit kembarnya. 


"Jangan macam-macam!" ancam Adeeva melototkan matanya.


"Aku hanya mau satu macam, Sayang," bisik Reno dengan tatapan genitnya.


Adeeva menepuk lengan Reno yang sudah memijat salah satu bukit kembarnya.


"Dasar tangan nakal," ujar Adeeva yang tak melarang tangan Reno bergerak dengan keinginannya.


Reno terkekeh. Dia semakin merapatkan tubuhnya ke tubuh Adeeva hingga membuat perempuan itu merasakan sesuatu yang semalam berhasil mengoyak rawa-rawa miliknya.

__ADS_1


"Ya ampun. Nagamu kenapa sudah berdiri?" tanya Adeeva dengan membelalakkan matanya.


"Ini pagi hari, Sayang. Dingin lagi. Jadi aku pengen," ujar Reno dengan jujurnya.


Adeeva hanya mampu menahan nafasnya. Dia bahkan masih mengingat semalam Reno bukan hanya sekali merasukinya. Bahkan keduanya baru tertidur ketika waktu sudah hampir pukul setengah tiga pagi.


Adeeva benar-benar meyakini bahwa milik suaminya sangat amat kuat dan tahan lama. Ketika dia sudah meledak duluan, Reno masih sanggup menumbuknya. 


Bahkan untuk memancingnya berdiri. Hanya disentuh saja, perlahan ninja yang mengecil langsung berubah menjadi besar.


Akhirnya pagi ini. Lagi-lagi Adeeva dan Reno kembali menyatu dalam kenikmatan yang luar biasa. Bahkan keduanya mencoba gaya baru dengan Reno menarik istrinya untuk berdiri dan menempel pada dinding.


Lalu Reno meletakkan salah satu kaki Adeeva di lengannya dan dia menyatukan milik mereka dengan posisi berdiri. Ah, hal gila yang pria itu ajari dari Bara dan video yang pernah dia lihat langsung membuatnya mengeksplor semuanya secara langsung pada sang istri.


Adeeva dan Reno saling menatap penuh gairah. Tangan mereka saling merekat dengan kuat saat tubuh keduanya kembali menegang untuk kesekian kalinya dan suara lenguhan kembali lolos disertai ledakan hebat.


"Aghhh!" 


Suara laknat itu akhirnya terdengar kembali. Nafas keduanya begitu terengah-engah dengan senyum kepuasan hadir di bibir Adeeva dan Reno.


"Terima kasih, Sayang. Terima kasih sudah mau melayaniku kembali."


...🌴🌴🌴...


Apalagi shalat subuh yang terlewati membuatnya mengomel habis pada suaminya. 


Belum lagi ketika dia hendak mandi. Drama merengek mandi bersama langsung ditolak olehnya karena ia yakin jika mereka tak hanya mandi tapi malah semakin menghabiskan waktu lebih lama di tempat basah ini.


"Sepertinya aku akan menjadi manusia shampo mulai hari ini. Setiap pagi harus keramas jika dia kembali mengajakku bergulat," semburnya dari bibir manis itu.


Hingga setelah keramas suci berakhir. Adeeva segera keluar dari kamar mandi dengan mengenakan handuk di kepala dan tubuhnya. 


Disana, dia sudah melihat suaminya sudah mandi dan sedang memakai kaos di badannya.


"Kamu mandi dimana?" tanya Adeeva sambil membuka lemari.


"Aku mandi di kamar mandi bawah, Sayang," sahutnya lalu berjalan mendekati sang istri.


Saat Adeeva sedang mencari pakaian yang semalam ia masukkan sedikit di lemari Reno. Tiba-tiba sebuah pelukan dari belakang membuatnya menghentikan gerakannya.


"Sayang," ujar Adeeva memperingati.


"Aku hanya ingin memelukmu," ujar Reno lalu mencuri kecupan ringan di pipi Adeeva. "Segeralah berpakaian dan kita sarapan pagi." 

__ADS_1


Adeeva mencebik. "Ini mah bukan sarapan pagi. Sudah jam sembilan, Pak. Noh!" 


Reno hanya mampu tertawa. Namun, dia tak mengelak. Akhirnya setelah keduanya siap dan rapi. Adeeva dan Reno mulai menuruni tangga sambil bergandengan tangan.


Wajah keduanya begitu bahagia hingga sampai di lantai satu. Mata sepasang suami istri itu membulat sempurna saat melihat kehadiran para sahabatnya yang sedang asyik makan bersama.


"Kalian ngapain ada sini?" semprot Reno dengan membulatkan matanya.


Mata semua orang langsung tertuju pada keduanya. 


"Emangnya kenapa? Toh yang punya rumah aja baru bangun," sindir pria yang sudah memiliki dua orang anak.


Tangan Reno berkacang pinggang. Dia mendengus mendengar jawaban bos sekaligus sahabatnya.


"Gue kan habis bajak rawa-rawa. Mangkanya baru bangun!" 


"Wahhh!" teriak Bara, Almeera, Zelia dengan heboh. 


"Udah jebol yah?"


"Udah berhasil Lo, Ren?" 


"Wahh, dah jadi istri sempurna!" 


Pekik tiga orang itu bersamaan. Mereka bahkan dengan hebohnya berdiri dan mendekati sepasang pengantin baru itu. Menyalami keduanya dengan wajah yang sangat bahagia. 


Berbeda dengan Adeeva. Pipi perempuan itu mulai bersemu merah. Dia benar-benar tak menyangka jika suami dan sahabatnya bila dipertemukan menjadi tim bobrok luar biasa.


"Berapa ronde?" tanya Bara yang membuat Adeeva mendelikkan matanya.


"Tak...awww." Reno mengaduh.


Saat perutnya dicubit kuat oleh Adeeva. Reno menatap takut ke arah istrinya yang sedang melototkan matanya kepadanya.


"Coba aja kalau berani bilang. Nanti malam aku tidur sama Ibu!" 


~Bersambung


Wahahaha kalau punya temen gila macem mereka mah, apa aja bablass.


Cukup yak ronde panasnya geng? cukup kan?


Jangan lupa klik like, komen dan vote. Biar author semangat ngetiknya.

__ADS_1


__ADS_2