Berbagi Cinta : Hasrat Terlarang Suamiku

Berbagi Cinta : Hasrat Terlarang Suamiku
Kelakuan Ibu Hamil


__ADS_3


...Ibu hamil memang luar biasa. Tingkahnya selalu membuat uji nyali emosi jika kita tak bisa saling mengerti....


...~Gibran Bara Alkahfi...


...🌴🌴🌴...


Almeera terkekeh. Dia tak menyangka jika aksinya benar-benar membuat naga yang membuatnya candu sudah berdiri siap menyemburkan apinya. 


"Kenapa berhenti?" tanya Bara menatap istrinya.


"Aku sudah gak pengen," ucap Almeera tanpa dosa.


Mata Bara membeliak. Dia menatap istrinya tak percaya. Setelah membuat naganya berdiri dan dia siap menuju ke hotel. Tiba-tiba istrinya dengan seenaknya mengatakan hal itu.


"Beneran, Yang?" tanya Bara lagi memastikan.


Kepala Almeera mengangguk. Kemudian dia segera membuka bungkus rujak buah yang dipangkunya lalu mulai mencicipinya dengan pelan.


Rasa kecut mangga dengan bumbu kacang perpaduan yang sangat pas. Ditambah pedasnya cabe semakin membuat ibu hamil itu bersemangat mengunyah.


Almeera benar-benar mengabaikan tatapan Bara yang penuh minat. Bukan minat pada rujaknya tetapi memikirkan nasib naganya. 


"Kenapa gak jalan, Mas?" tanya Almeera menatap suaminya dengan mencomot buah kedondong.


"Kamu beneran udah gak pengen?" tanya Bara yang masih berharap.


"Iya," sahutnya dengan enteng. "Nanti malam saja." 


"Tapi nagaku beneran udah gak bisa diajak kompromi, Sayang. Kamu membuatnya berdiri." 


"Ya, 'kan, tadi aku pengennya, Mas. Sekarang udah nggak." 


Mulut Bara menganga tak percaya. Dia cemberut dengan menatap naganya yang masih berada di balik celana miliknya. Ayah dua anak itu mengelus miliknya itu dengan menggerutu dalam hati.


Yang sabar yah. Gapapa sekarang kamu ngalah dulu. Tidur yah tanpa masuk kandang. Nanti malam, aku janji akan memberimu makan ke dalam sarangmu, ujar Bara dalam hati dengan senyuman licik. 


Bara akhirnya mulai menghidupkan mobilnya. Dia benar-benar berusaha menetralkan degup jantung dan naganya yang masih berontak agar segera tertidur. 


Hal seperti ini sebenarnya membuatnya tak nyaman. Namun, mau bagaimana lagi. Mengingat istrinya yang sedang hamil dengan mood berubah-ubah. Membuat ayah dua anak itu berusaha mengerti sosok Almeera.


"Mas mau?" tawar Almeera sambil menyodorkan mangga dengan cocolan bumbu kacang.


Bara segera memajukan wajahnya dengan mata memandang ke depan untuk menerima suapan dari istrinya.


"Kenapa pedas sekali?" tanya Bara saat mangga itu sudah masuk ke dalam mulutnya.

__ADS_1


"Ini cabe empat, Mas," kata Almeera dengan santainya.


"Empat?" ulang Bara dengan mata membola. "Jangan makan pedas-pedas, Sayang. Nanti perutmu sakit." 


"Tapi aku pengen pedes-pedes asem," ujar Almeera dengan bibir cemberut.


Ah Bara gelagapan. Pria itu akhirnya mengelus kepala istrinya yang terbalut jilbab.


"Yaudah iya gapapa. Tapi jangan sering-sering, oke?" 


"Oke, Mas." 


Almeera benar-benar menghabiskan rujak itu sendirian. Wanita itu dengan perut kekenyangan mulai menyandarkan punggungnya di sandaran mobil. Dia mengelus perutnya yang masih rata dengan senyum kepuasan. 


"Kenyang?" tanya Bara sambil menatap istrinya penuh cinta. 


Pria itu membagi fokusnya sambil menatap ke depan karena mobil mereka mulai memasuki perumahan dimana rumah mereka berada. 


"Iya, Mas." 


"Yaudah. Ntar lagi langsung bersih-bersih terus tidur yah!" ujar Bara dengan senyum misterius.


Almeera menguap. Kepala ibu dari calon empat anak itu mengangguk karena memang ia benar-benar merasa mulai mengantuk. Matanya mulai berat karena perutnya kekenyangan. 


"Iya, Mas. Temani aku tidur, 'yah?" 


...🌴🌴🌴...


Hampir tiga puluh menit berada di dalam kamar mandi. Akhirnya Almeera keluar dengan wajah segarnya. Perempuan itu mengusap wajahnya dengan handuk kecil dengan tubuh yang sudah berbalut daster pendek yang menampilkan paha mulusnya. 


Bara yang baru saja masuk ke kamar langsung menelan ludahnya disuguhi penampakan begitu menggiurkan. Disana, istrinya tengah berdiri di depan meja rias sambil sedikit menunduk karena mengambil sesuatu yang tak ia lihat.


Bara sudah tak tahan lagi. Apalagi ketika daster itu tersingkap dan menampakkan celana segitiga yang melindungi surga dunia miliknya.


"Aggh, Mas!" pekik Almeera terkejut saat Bara menyentuh inti tubuhnya.


Saat Almeera hendak menegakkan tubuhnya. Bara malah menahannya hingga membuat posisi istrinya seperti orang ruku'. Kemudian tangan Bara membuka kaki Meera lebih lebar.


"Mas!" seru Almeera memperingati.


"Nikmati saja, Sayang! Aku yakin kamu akan ketagihan."


Perlahan tangan Bara mengusap area surga dunia itu. Dia sengaja tak menurunkan kain segitiga istrinya agar sensasinya semakin memanas. 


Perlahan jari jemari Bara menyelinap. Memasukkan dua jarinya ke dalam lembah basah yang membuat Almeera mengerang.


Perempuan itu mencengkram pinggiran meja rias dengan kuat saat tangan suaminya semakin keluar masuk dengan cepat. Bahkan tanpa sadar ibu hamil itu semakin melebarkan kakinya agar tangan Bara semakin leluasa mengobrak abrik miliknya.

__ADS_1


"Mas!" jerit Almeera dengan diiringi ledakan hebat yang keluar dari inti tubuhnya. 


Pria itu benar-benar berhasil membuat Almeera kembali merasakan kenikmatan tiada tara. Berhasil membuatnya sampai ke puncak langit kenikmatan hanya dengan jari nakalnya. 


Belum hilang rasa nikmat dalam diri Almeera. Perempuan itu bisa melihat suaminya sudah berdiri di belakang tubuhnya. Suara gesper yang dibuka membuat Almeera menatap suaminya dari cermin. 


Dia bisa melihat apa yang dilakukan suaminya itu kepadanya.


"Kenapa gak diturunin, Mas?" tanya Almeera dengan menatap ke belakang.


"Rasakan saja sensasinya, Sayang!" ujar Bara lalu mulai memasukkan naganya dengan celana segitiga milik istrinya yang hanya ia pinggirkan.


Gesekan kain dengan naga Bara begitu membuat Almeera semakin merasa nikmat tiada tara. Apalagi ketika suaminya itu mulai memajukan tubuhnya membuat gerakan pelan dan semakin cepat dengan teratur membuat Almeera begitu memuja.


Wajah keduanya saling menatap dari pantulan cermin. Almeera bisa melihat bagaimana menggodanya wajah suaminya itu. Tubuh mereka yang saling menyatu dengan suara tumbukan naga dan lembah yang saling bertemu.


Semakin membuat suasana semakin memanas!


Erangan lolos dari bibir keduanya saat gerakan mereka semakin cepat. Bara yang merasa keenakan menaikkan satu kaki istrinya ke atas kursi rias yang semakin membuat naganya masuk lebih dalam.


"Mas!" pekik Almeera yang meledak kesekian kalinya.


Inilah yang Almeera suka dari suaminya. Ketika dia sudah berkali-kali terpuaskan. Suaminya masih belum meledak sedikitpun.


"Nikmati saja, Sayang. Keluarkan semua cairan cintamu. Sirami nagaku dengan air candumu itu," bisik Bara sambil memajukan tubuhnya.


Mereka kembali melanjutkan aksinya. Bara menggerakkan tubuhnya semakin cepat tanpa memperdulikan alat make up yang mulai berantakan. 


Baik Bara maupun Meera saling mengejar kenikmatan lagi. Bahkan tanpa malu keduanya saling mengeluh dan mengerang ketika naga dan lembah saling bertemu dengan cepat dan semakin dalam.


Almeera yang ikut menumbuk dengan kedutan di intinya semakin membuat Bara merem melek. Hingga akhirnya keduanya mencapai puncak kenikmatan bersama dengan kepuasan batin yang luar biasa. 


Nafas keduanya beradu. Dengan tubuh yang masih menyatu, baik Bara dan Almeera saling tersenyum saat menatap dari pantulan kaca rias.


"Apa aku menyakitimu?" tanya Bara sambil mengelus perut istrinya dari belakang. 


Almeera menggeleng. Dia mengusap tangan suaminya yang mengelus perutnya dengan pelan. 


"Katakan bila aku menyakitimu atau anak-anak ya, Sayang. Aku akan lebih berhati-hati." 


~Bersambung


Hoo telat Mas Bar kalau tanya sekarang. Udah keenakan baru sadar, haha.


Gak tanggung jawab. Cari suami dan istri masing-masing haha.


Jangan lupa tekan like, komen dan vote yah. Biar author semangat ngetiknya.

__ADS_1


__ADS_2