Berbagi Cinta : Hasrat Terlarang Suamiku

Berbagi Cinta : Hasrat Terlarang Suamiku
Akhir Aksaraku


__ADS_3


...Di setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Di setiap kisah yang diawali pasti akan diakhiri dan disetiap musibah yang datang pasti akan berganti sebuah hikmah yang indah....


...~JBlack...


...🌴🌴🌴...


Perlahan langit mulai berganti warna. Awan yang terlihat cerah kebiruan kini berganti gelap. Udara yang mulanya panas ketika di luar, kini berganti terasa lebih dingin.


Lampu di seluruh penjuru rumah dihidupkan. Suara celotehan bayi serta tawa anak-anak begitu terdengar memenuhi seluruh ruangan. serta suara saling bersenda gurau satu dengan yang lain tentu menjadi alunan ramai di sana.


Seluruh keluarga terlihat berkumpul dengan bahagianya. Malam ini mereka akan mengadakan barbeque an bersama. semua bahan serta ikan yang diinginkan sudah disiapkan oleh Almeera dan para pelayan yng ada di sana.


Almeera serta Bara benar-benar menyiapkan semuanya dengan sempurna. Keduanya tidak mau ada sesuatu yang merusak atau gagal dalam liburan mereka kali ini.


Ketika para istri menyiapkan bumbu dan pemanggang. Berbeda dengan para suami yang bertugas menjaga anak-anak. 


Mereka seakan tak ada lagi wibawa dan sikap cuek serta tatapan tajamnya jika sudah bersama anak-anak.


Yang terlihat sekarang hanyalah sikap seorang ayah yang mengawasi anaknya bermain. Bergerak kesana kemari mengikuti tingkah lincah putra dan putri mereka.


“Oh tidak, Sayang!” kata Bara menahan tangan putrinya yang hendak memainkan makanan ringan yang disediakan di sana. “Kamu akan menghancurkannya dan penampilanmu akan kacau.”


Ah jangan bedakan asuhan papa dan mama itu berbeda yah. Jika anak di tangan suami pasti akan ada saja tingkah heboh mereka. 


Namun, Athaya tetaplah Athaya. Bayi aktif yang selalu penasaran akan apa yang dilihatnya. Dia segera mengambil biskuit yang ada di atas meja lalu memakannya dengan pelan. 


 “Baiklah. Makanlah, Nak! Jangan kotor-kotoran, okey!”


Athaya mengangguk. Anak satu tahun itu seakan mengerti perkataan papanya. Namun, melihat biskuit yang teksturnya mulai lunak karena dia serap dalam mulutnya membuat biskuit itu mudah rusak hingga tangan anak itu meremas biskuit yang ada di tangannya.


“Enak,” celotehnya sambil tertawa. 


Athaya semakin memainkan biskuit itu menggunakan kedua tangannya. Bahkan dia juga memakannya dan sebagian lagi ia usapkan ke rambut dan wajah ketika merasa gatal. 


Baby Reyn yang bisa merangkak dengan lancar dan jalan yang masih sempoyongan. Membuatnya bergerak ke arah Athaya dengan hebohnya. Bocil itu kemudian ikut memakan remahan biskuit hingga membuatnya ikut belepotan.  


Tingkah mereka belum ketahuan. Bara, Reno dan Jimmy serta Jonathan sedang membahas pekerjaan sehingga membuat mereka lupa akan aktifnya anak mereka. 


Sampai suara tangisan dan saling berebut membuat para bapakable itu menoleh.

__ADS_1


“Matilah aku!” kata Bara dengan menepuk jidatnya.


“Ah, Boy. Kenapa…” Reno tak bisa berkata-kata lagi.


Dua anak itu segera dipisahkan hingga membuat keduanya meronta. Mereka masih ingin bermain dengan remahan biskuit dan pertengkaran di antara keduanya.


“Papapapa,” kata Athaya sambil meronta.


Tak lama suara tangisan keduanya terdengar semakin kencang yang membuat sang pawang keduanya segera berlari ke dalam rumah. 


“Ada apa?” tanya Almeera sampai matanya terbelalak melihat anaknya begitu cemong. 


Begitupun Adeeva. Ibu satu anak itu geleng-geleng kepala lalu melototkan matanya ke arah sang suami yang bisanya hanya nyengir. 


“Kok bisa sih, Mas?” tanya Almeera yang mulai mode galak.


“Ini salah anaknya Reno, Sayang,” kata Bara membela dirinya. 


Reno menoleh. Dia geleng-geleng kepala menolak pernyataan Bara yang seakan melempar masalahnya kepada dirinya juga.


“Gak, Sayang. Gak, Ra. Ini ulah anakmu.”


Adeeva dan Almeera tak menggubris. Keduanya segera meraih anaknya masing-masing ketika tangisan Athaya dan Reyn tak kunjung berhenti. 


Athaya mengulurkan tangannya. Menunjuk ke arah Baby Reyn yang sama menunjuk Athaya. Akhirnya kedua mama itu saling mendekat dan membuat tangan bocil itu saling menggenggam.


Tangisan keduanya perlahan berhenti dan berganti senyuman. Kedua bayi itu sedang tertawa dengan tangan saling bertaut.


Tingkah dua bayi itu membuat Bara dan Reno saling menatap. Bahkan suami Adeeva itu mengerlingkan matanya ke arah bos sekaligus sahabatnya.


"Sepertinya calon menantuku ada di depan mata.”


“Mimpi!” balas Bara dengan mengusap dadanya sambil amit-amit. “Gue gak mau punya besan kayak lo, Bodoh! Bosen liat muka lo mulu sampai tua."


...🌴🌴🌴...


Akhirnya acara barbeque itu mulai berjalan dengan lancar. Para bapak-bapak able memanggang daging dan ikan. Sedangkan ibu-ibu bagian bumbu dan minuman. 


Para anak-anak juga duduk dengan tenang di baby chair mereka masing-masing. Mereka juga sudah dibaluti oleh jaket dan ditemani makanan yang mereka sukai. 


Suasana kekeluargaan sangat amat terasa. Bahkan canda tawa serta tak ada perbedaan kasta di antara mereka membuat suasana semakin terasa hangat. 

__ADS_1


Hingga tak lama, hasil panggangan itu mulai matang. Mereka membawanya ke arah meja dan para perempuannya menatanya dengan begitu cepat. 


"Hmm baunya enak," kata Abraham dengan menghirup aroma daging panggang yang begitu lezat. 


Biar mengangguk. Bocah itu minta bantuan papanya memotong daging itu kecil-kecil. Hingga acara makan malam itu dimulai dan dibuka dengan berdoa bersama. 


"Bumbu buatan Kak Kayla benar-benar luar biasa," kata Zelia dengan mata membulat sempurna. 


"Kamu bener, Li. Ini daging panggang terenak yang pernah aku makan," sahut Adeeva membenarkan. 


Kayla hanya mampu terkekeh. Pipinya bersemu merah karena malu dipuji di hadapan semua orang. 


"Siapa dulu suaminya," ujar Jonathan sambil menepuk dadanya. "Jonathan Harrison. Suami Kayla Harrison yang cantik dan pintar masak."


"Gombal!" seru Adeeva, Lia dan Almeera bersamaan. 


Semua orang hanya mampu tertawa melihat tingkah lucu mereka. Suasana makan malam ini begitu hangat. Tak ada lagi kesedihan di sana. Tak ada tangisan serta suara jeritan hati yang ada di antara mereka. 


Tuhan benar-benar adil dalam menentukan porsi masalah setiap hambanya. Setiap apa yang Tuhan beri, tak akan melebihi batas kemampuan setiap hambanya. Lalu setiap yang berhasil lolos dari ujian maka akan ada balasan indah yang Allah siapkan. 


Begitupun dengan Almeera. Sosok utama yang diberikan ujian hidup melalui suaminya. Masalah yang timbul dari sosok yang ia cinta memang mulanya berat. Namun, berkat keteguhan hati, kekuatan anak-anaknya serta dukungan keluarga dan sahabat, membuat Almeera Azzelia Shanum sanggup melewatinya. 


Begitupun dengan Gibran Bara Alkahfi. Sosok pria yang sempat diberikan ujian dalam bidang wanita dalam hidupnya. Kebaikan hatinya dan kebodohannya mudah dimanfaatkan. Namun, setiap keburukan dan kejelekan pasti akan terbongkar dengan sendirinya. 


Tidak perlu mencari pembenaran. Tidak perlu membalas dendam. Biarlah Tuhan yang akan menunjukkan kebesarannya itu. Kita yang sebagai manusia, berusahalah menerima, menjalani dan melakukan semuanya dengan ikhlas. 


Almeera dan Bara saling menatap penuh cinta. Kedua tangan mereka saling menggenggam dengan senyuman penuh kebahagiaan. Mereka teramat bahagia melihat bahwa keduanya masih bisa bersama di antara keluarga bahagia ini. 


"Terima kasih masih mau bersamaku disini. Untuk sekarang, nanti dan selamanya, Almeeraku," kata Bara lalu mencium punggung tangan istrinya. 


"Sama-sama, Gibran Bara Alkahfiku. Semoga kebahagiaan terus menyertai kita selamanya."


~TAMAT~


Alhamdulillah akhirnya akhir aksara kisah Mas Bar dan Mbak Merra berhasil kuakhiri.


Mau bonchap gak? Kalau yang komen mau, banyak. Aku buatin bonchap.


Jangan lupa GIVE AWAY INI MASIH BERLAKU YAH


__ADS_1


BERIKAN ULASAN KALIAN UNTUK NOVEL INI SEBAIK MUNGKIN. Yang terpilih bisa jadi pemenang give away juga loh. Jangan lupa ikutin S&K di instagram aku @myname_jblack


__ADS_2