
...Akhirnya setelah sekian lama, aku bisa bercocok tanam lagi. Menyiramkan calon benihku agar bertemu dengan pasangannya dan menghasilkan keturunan kami selanjutnya....
...~Gibran Bara Alkahfi...
...🌴🌴🌴...
Akhirnya Almeera dan Bara mulai meninggalkan Humaira di dalam kamar. Mereka memberikan waktu wanita itu untuk beristirahat. Keduanya berjalan beriringan hingga Bara menghentikan langkahnya di dekat kamar mandi.
"Handuknya udah di kamar mandi, Mas. Airnya dingin banget," kata Almeera pada suaminya.
"Ya udah. Kamu tunggu aku di atas yah. Lihat putra kita, apakah dia udah tidur apa belum," ucap Bara mengingatkan.
"Iya, Mas." Almeera mulai meninggalkan suaminya yang masuk ke dalam kamar mandi.
Dia segera menaiki tangga menuju kamar anak-anaknya. Dengan pelan, ibu dua anak itu membuka pintu kamar. Dirinya melongokkan kepalanya hingga terlihat dua anaknya yang sudah memejamkan mata dengan tenang.
Melihat selimut mereka tak beraturan. Almeera segera masuk dengan langkah kaki yang pelan. Ia membenarkan kain itu agar menutupi tubuh putra dan putrinya dengan sempurna lalu memberikan kecupan sayang di dahi mereka.
"Selamat tidur anak-anakku."Â
Akhirnya Almeera berjalan kembali ke kamarnya. Dia melihat dua koper yang masih tertutup rapat. Ia memang setelah mandi belum mengganti pakaian karena lupa.
Merasa tak nyaman, perempuan itu mulai membuka dua koper yang suaminya siapkan. Hingga saat benda itu terbuka, mata Almeera terbelalak lebar.
Disana, dia bisa melihat pakaian dinas baru yang belum pernah ia punya. Almeera mengangkat baju itu, membalikkan ke depan dan ke belakang untuk melihat bentuknya.
"Ini…" jeda Almeera dengan menelan ludahnya kasar.
Pakaian dinas malam ini benar-benar terbuka. Kainnya sangat menerawang dengan hanya ada tali di bagian punggungnya. Bisa dipastikan jika ia memakai ini, dinginnya udara malang akan menusuk badannya.
Almeera kembali mengobrak-abrik. Kepalanya geleng-geleng melihat hampir satu koper ini isinya lingerie semua. Hingga tatapan ibu dua anak itu tertuju pada sebuah pakaian bermotif pelayan. Dengan baju pendek yang menunjukkan bagian perut serta rok yang sangat amat minim.
__ADS_1
Otak Almeera langsung bekerja. Dia tersenyum jahil dengan pikiran menerawang untuk menggoda suaminya. Toh mereka pasangan halal. Tak salah jika istri menggoda duluan. Bahkan dalam agama sangat dianjurkan dan diperbolehkan bila istri yang meminta terlebih dahulu.Â
"Kapan lagi cari pahala dengan cara menggoda. Gak sulit, gak perlu ngeluarin banyak tenaga. Nyenengin suami aja udah bikin pahala mengalir," kata Almeera lalu mulai beranjak berdiri.Â
Dia segera mengganti pakaiannya dengan ini dan mengabaikan rasa dingin yang mulai menyergap. Perempuan itu memilih bersembunyi di balik pintu kamar.
Dia tak sabar untuk melihat bagaimana reaksi suaminya sebentar lagi. Membayangkan hal-hal gila membuat miliknya mulai basah.Â
Crazy banget si otak mesum!
...🌴🌴🌴...
Harum khas orang yang baru selesai mandi mulai tercium. Pintu kamar yang mulanya tertutup mulai terbuka dan muncullah sosok seorang pria dengan hanya memakai celana panjang dengan tubuh dibalut handuk.
Ditangannya terdapat kemeja kotor yang tadi dia pakai ketika berangkat ke malang. Saat melihat penampilan pria itu, seorang perempuan yang berdiri di belakang pintu kamar menatap kagum.
Hanya melihat otot perut suaminya yang seksi saja dia sudah bersemangat. Ah harum badannya yang wangi, semakin membuatnya ingin berlari ke dalam pelukan.Â
"Sayang!" panggil Bara dengan mata menatap koper yang disiapkan sudah terbuka.Â
Mata pria itu membola dengan mulut menganga tak percaya. Dia menatap penampilan istrinya yang sangat amat menggoda. Tubuhnya yang seksi dengan beberapa tonjolan di beberapa bagian membuat sesuatu bagian tubuh Bara mulai meronta.
Pria itu bersusah payah menelan ludahnya paksa. Pemandangan yang sangat amat menggiurkan membuat gelora dalam dirinya membara.
Kedua pasang mata itu saling menatap. Mereka dapat melihat gairah dalam diri mereka masing-masing yang membuat Almeera maupun Bara tak bisa lagi menahan.
Tanpa kata, Bara dan Almeera saling mendekat. Keduanya langsung menerkam bibir mereka untuk saling berciuman. Baik suami dan istri itu tak ada yang mengalah.Â
Almeera memegang kedua sisi wajah Bara agar semakin mendekat. Sedangkan Bara, pria itu menekan tengkuk istrinya hingga ciuman mereka mulai menuntut.
Almeera mendorong sang suami sampai menempel di pintu kamar. Tangannya mencari kunci pintu dan segera memutarnya agar tak ada yang bisa masuk dengan sembarang.
Saliva keduanya sudah belepotan. Baik Bara dan Almeera mereka semakin menggila. Tak membiarkan bibir mereka terlepas hanya untuk mengisi pasokan oksigen. Hingga saat mereka sudah tak kuat, bibir mereka dilepas dengan tidak ikhlas.
__ADS_1
Kabut gairah sudah memenuhi keduanya. Nafas mereka terengah-engah tak memberi jeda lagi, mereka kembali memagut merenggut indahnya bibir keduanya dengan tangan mulai menari ke sana kemari.
Saat Almeera merasakan sebuah genggaman kuat di area bukitnya. Perempuan itu melepaskan pagutannya. Dia menggigit bibirnya karena takut akan membuatnya mengeluarkan suara desah yang sangat indah.
"Keluarkan saja, Sayang! Kamar ini pasti kedap suara," bisik Bara lalu menyerukan kepalanya di leher sang istri.Â
Almeera mencengkram kepala samg suami. Mengusap rambutnya saat bibir Bara menyesap lehernya dan ia yakini meninggalkan bekas kemerahan di sana.Â
Hingga tak lama, tubuh mereka memutar. Tubuh Bara menunduk. Dia mulai menjelajahi area bukit dengan diikuti bibir yang saling berlomba bak layaknya seorang bayi.Â
"Mas!" pekik Almeera pelan dengan menatap suaminya yang ganas.
Bara melanjutkan aksinya. Pria itu menyejajarkan kepalanya dengan lembah basah dan wangi menggoda. Dia membuka lipatan itu hingga jarinya mulai menusuk dan membuat Almeera menjerit indah.
Bara mulai menggerakkan jemari tersebut. Membiarkan istrinya memohon untuk dimasuki hingga sampai tubuh wanita itu menegang dan mengeluarkan cairan kenikmatan miliknya.
"Apa kamu sudah siap, Sayang?" bisik Bara yang sudah beranjak berdiri.
Almeera menatap sayu sang suami. Apalagi ketika Bara mulai memegang salah satu kaki Almeera dan meletakkannya di pinggang. Kemudian dengan pasti, ayah dari dua anak itu mulai memasukkan naga miliknya hingga masuk dengan sempurna di lembah sempit yang sangat membuatnya candu.
Mata Bara terpejam saat naga miliknya diremas dengan kuat. Hingga akhirnya pria itu tak dapat menahan lagi. Bara mulai menggerakkan tubuh miliknya hingga membuat mereka saling menatap penuh cinta.Â
Peluh mulai membasahi tubuh keduanya. Bahkan Almeera sampai melingkarkan tangannya di leher sang suami lalu memagut bibir itu lagi.
Mereka berpacu semakin cepat. Mencoba mencapai gols indah di bagian puncak akhir. Bibir mereka saling mengeluh diiringi suara teriakan kenikmatan saat naga dan lembah tersebut mulai menyemburkan cairan yang akan menghasilkan bibit unggul di antara keduanya.Â
Kedua bibir mereka saling tersenyum. Almeera dan Bara saling menatap dengan membiarkan bagian bawah mereka masih menyatu.
"Terima kasih, Sayang. Semoga benihku segera berkembang di rahimmu."
~Bersambung
Gak ikut tanggung jawab kalau ikutan tegang yah. Cari suami dan istri kalian aja, hahaa.
__ADS_1
Jangan lupa tekan like, komen dan vote yah. Biar author khilaf ngetik bab 21+++ lagi haha.