Berbagi Cinta : Hasrat Terlarang Suamiku

Berbagi Cinta : Hasrat Terlarang Suamiku
Disandera!


__ADS_3


...Seorang manusia bisa memaafkan begitu cepat tapi tidak dengan melupakannya....


...~Gibran Bara Alkahfi...


...🌴🌴🌴...


Perkataan dokter tentu membuat semua mata yang ada di sana memandang ke arah Bara. Pria itu seperti tersangka yang sedang dihakimi. Ayah dari dua anak tersebut merasa kesulitan menelan ludahnya saat dia bingung harus melakukan apa.


"Saya Bara, Dok," katanya dengan ekspresi yang sulit diartikan.


"Anda bisa masuk setelah memakai pakaian khusus yang sudah disediakan," ucap Dokter lalu mulai berjalan meninggalkan semua orang. 


"Masuklah, Mas," kata Almeera dengan tatapan teduhnya.


"Tapi…"


"Temuilah! Agar Mas tau apa mau dia," ujar ibu dari dua anak itu dengan lembut.


Akhirnya Bara menurut. Dia mulai memasuki ruangan steril itu setelah memakai pakaian yang diberikan oleh perawat.


Langkah kakinya terasa berat saat melihat beberapa brankar ada di sana. Tatapannya mengedar melihat ruangan yang suhunya begitu dingin. Hingga matanya bersitatap dengan sepasang mata yang sedang menatap ke arahnya. 


Bara melangkah dengan pelan. Matanya tak lepas memandangi wajah Narumi yang masih pucat. Mata itu terlihat sayu dan bengkak. Ditambah ada sisa air mata di sana yang membuat Bara penasaran.


"Ada apa?" tanya Bara setelah berdiri di dekat brankar Narumi.


Tiba-tiba mata Narumi berkaca-kaca. Wanita itu menangis dan membuat Bara semakin bingung.


"Kenapa, Rumi?" tanya Bara dengan raut wajah bingung.


"Aku cacat, Mas," ucap Narumi dengan suara lemah. "Kakiku tak bisa digerakkan. Aku lumpuh." 


Tubuh Bara mematung. Pria itu menatap Narumi tak percaya. Kemudian penglihatannya menurun dan tertuju pada sepasang kaki milik mantan istrinya. 


"Apa benar, Rumi?" tanya Bara setelah sadar dari keterkejutannya.


"Iya. Mungkin ini salahku, Mas. Ini karma untukku karena sudah menjebakmu," lirihnya dengan isakan tangis yang terdengar.


"Tak ada karma dalam agama kita, Rumi. Semua yang mengatur adalah kehendak Tuhan," ucap Bara menasehati. "Apa yang kita lakukan pasti akan ada balasannya. Begitupun sebaliknya, baik itu di dunia maupun di akhirat." 


Narumi hanya menangis. Hal itu tentu membuat Bara semakin iba. Namun, dirinya tak bisa melakukan apapun. Mereka sudah bukan suami istri lagi. Keduanya sudah haram untuk saling memegang antara satu dengan yang lain.


"Aku benar-benar sadar, Mas. Aku sudah menyesal. Tolong maafkan semua kesalahanku," lirihnya dengan air mata yang masih menetes.


Bara hanya bisa mengangguk. Dia tak tahu harus percaya atau tidak dengan ucapan wanita di depannya. Sudah banyak kebohongan yang dia lakukan pada Bara dan membuat pria itu tak percaya pada wanita itu. 

__ADS_1


"Lebih baik kamu istirahat. Jangan pikirkan apapun lagi. Aku sudah memaafkanmu," tutur suami dari Almeera itu.


"Terima kasih, Mas." 


"Sama-sama." 


...🌴🌴🌴...


Sebelum Bara benar-benar keluar. Para perawat dan petugas di ruang ICU mengatakan bahwa Narumi akan dipindahkan ke ruang rawat. Hal itu tentu membuat Bara lekas mengurus semuanya. Setelah semuanya selesai. Dia segera kembali kepada keluarganya yang masih setia berdiri di depan ruang ICU. 


Tak lama, brankar Narumi mulai dipindahkan. Mereka yang ada di luar bisa melihat kondisi mantan istri Bara. Almeera meringis ngilu saat melihat perban di kepala, kaki dan lengan Narumi yang begitu banyak.


Wanita itu bahkan sampai tak sadar meremas tangan Bara saat tak bisa membayangkan bagaimana sakitnya luka itu.


"Sakit, Yang," bisik Bara yang membuat Meera tersadar.


"Maaf, Mas," ucap Almeera menyesal. 


"Apa yang sedang kamu lihat?" tanya Bara menatap istrinya itu.


"Luka Narumi sangat banyak," ucap Meera dengan berbisik. "Aku yakin itu pasti sangat sakit." 


Bara terkekeh. Dia menggelengkan kepalanya saat mendengar ucapan istrinya ini. Namanya luka pasti akan sakit. Apalagi patah tulang dan gagar otak itu pasti meninggalkan luka dalam yang menyakitkan. 


Perlahan perawat mulai membelokkan brankar itu di salah satu bagian kamar VIP. Bara benar-benar menginginkan semua perawatan mantan istrinya yang terbaik. Bukan karena dia masih cinta tapi dia hanya ingin Narumi segera sembuh dan pergi dari kehidupannya. 


"Bagaimana kondisinya, Dokter?" kata Almeera saat melihat dokter memeriksa bagian kaki Narumi. 


"Pasien mengalami kelumpuhan pada kedua kakinya."


Almeera terkejut bukan main. Dia menatap mata Narumi yang ternyata sedang menatapnya juga. Ada perasaan iba pada wanita itu ketika mengetahui keadaannya. Apalagi menyadari jika Narumi tak memiliki sanak saudara, membuatnya semakin merasa kasihan.


"Apakah hanya sementara atau selamanya, Dok?" tanya Jimmy dengan serius.


"Sepertinya ini efek karena pasca operasi," kata Dokter lalu menatap Narumi lagi. "Apakah ini terasa sakit?" 


Dokter tersebut memberikan sentuhan dan cubitan disana. Narumi meringis dan membuat kepala Dokter mengangguk. 


"Ini hanya sementara. Pasien pasti bisa berjalan kembali." 


Penjelasan dokter tentu membuat semua yang ada disana merasa sedikit lega. Mereka menganggukkan kepalanya saat dokter mulai pamit keluar.


"Almeera," panggil Narumi pelan saat istri Bara itu hendak menuntun anaknya ke sofa yang ada disana. "Bisakah kita bicara?" 


Almeera mengangguk. Namun, saat dia ingin melangkah. Tangannya ditahan oleh Bara dan membuat Almeera mengelus lengan suaminya.


"Percayakan semuanya padaku, Mas." 

__ADS_1


Akhirnya Bara meninggalkan Almeera berjalan mendekati Narumi. Ibu dari dua anak itu segera mendekati brankar Narumi dan tersenyum.


"Ada apa?" 


"Maafkan aku, Ra. Selama ini aku banyak salah sama kamu."


Almeera mengangguk. Dia mengelus tangan Rumi yang terbebas dari jarum infus. 


"Aku sudah memaafkanmu. Lebih baik, fokus pada kesembuhanmu. Jangan pikirkan apapun." Setelah mengatakan itu, Almeera membantu menyelimuti tubuh Narumi dengan hati-hati karena takut menyakiti kakinya.


"Lekas sembuh." 


...🌴🌴🌴...


Sedangkan di tempat lain, lebih tepatnya di sebuah ruangan. Terdapat dua orang pria saling berdebat. Mereka tak ada yang mengalah dan saling adu mulut. Jika yang satu menunjuk, yang lain menepis. 


Seakan perbincangan mereka kali ini terdapat pro kontra di antara keduanya. Bahkan wajah mereka seperti menahan amarah saat ini. 


"Cukup sampai disini. Aku tak mau lagi mengikuti rencanamu!" seru seorang pria kepada pria yang lain.


"Kamu sudah menyetujui rencana ini. Jadi, kamu harus menyelesaikan semuanya," seru pria yang lain dengan wajah lebih muda.


"Aku melakukannya karena terpaksa. Jika bukan karena kamu menyandera anakku, aku tak akan mau."  


Pria yang lebih muda mengepalkan tangannya. Dia benar-benar tak terima mendengar perkataan pria tua di depannya ini. Semua sudah disetujui oleh pria itu. Maka apapun yang terjadi, harus sampai akhir. 


"Aku tak peduli apapun. Kamu harus mengatakan pada mereka bahwa keadaannya cukup buruk. Jika tidak, jangan salahkan aku, bila nyawa anakmu menjadi taruhannya." 


~Bersambung


Kira-kira yang dimaksud dua pria ini siapa hayoo? terus siapa mereka?


Yey akhirnya pengumuman pemenang give away pulsa sudah aku pilih. Selamat untuk pemenang di bawah ini yah. Untuk yang belum terpilih, jangan berkecil hati. Author masih mau adain give away lagi kok. Yang penting kalian rajin komentar dan like aja. Nanti author bakalan tiba-tiba adain dan tau siapa yang stay di karya ini terus.


UNTUK PEMENANG SILAHKAN DM INTAGRAM AKU @myname_jblack DAN KIRIM NOMOR TELEPON KALIAN YAH. YANG GAK PUNYA INSTAGRAM, MINTA ADMIN GRUP DI NOVELTOON MASUKKAN KALIAN DI GRUP WHATSHAPP.







Jangan lupa klik like, komen dan vote yah. Biar author semangat updatenya.

__ADS_1


__ADS_2