Berbagi Cinta : Hasrat Terlarang Suamiku

Berbagi Cinta : Hasrat Terlarang Suamiku
Potong Rambut Ala V


__ADS_3


...Perjuangan seorang ibu hamil begitu luar biasa. Aku membayangkan bagaimana kehidupan mamaku dulu ketika bersama pria jahat itu. Menyakitkan tapi harus bertahan....


...~Adeeva Khumairah...


...🌴🌴🌴...


Hari-hari berat sebagai ibu hamil di semester pertama mulai berakhir. Masa dimana mual, muntah dan pusing mulai berlalu. Saat ini ibu hamil yang mengandung anak pertama mereka itu, mulai suka makan dengan lahap.


Bahkan apa saja bisa masuk ke dalam perutnya tanpa mengenal waktu. Entah pagi, siang, atau tengah malam. Dia terus mengisi perutnya yang meronta.


Begitupun dengan sang suami. Dia telah berubah menjadi suami yang siaga. Waktu yang mengajarkannya tentang arti kesabaran dan pengertian di masa-masa indah kehamilan anak pertama mereka. 


Sungguh hal-hal yang dulu tak pernah mereka bayangkan kini bisa mereka rasakan secara langsung. Pemikiran tentang pernikahan yang tak pernah terlintas ternyata mampu ditepis dengan sebuah pertemuan yang terduga. 


Ini menjadi bukti bahwa jodoh datangnya tak ada yang bisa menebak. Hati tak bisa diajak berkompromi kepada siapa dia berlabuh. Lalu pikiran tak bisa dibohongi bahwa ia memang sudah menjatuhkan hatinya pada sang tambatan hati.


"Sayang!" rengek pria yang baru saja kembali dari bekerja.


Pakaian tentu sangat kusut. Wajahnya begitu lelah dan obatnya hanya satu yang mujarab. Menatap wajah istri dan mencium perutnya.


Kebiasaan baru yang mulai terbiasa ia lakukan. Entah kenapa ketika ingin berangkat bekerja dan pulang, dia selalu merasa ingin dekat dengan istri dan calon anaknya.


Seakan keduanya menjadi semangat dalam dirinya untuk selalu bekerja guna menghidupi kehidupan mereka berdua. 


"Hmm?" sahut seorang perempuan yang tengah memangku laptopnya. 


Penampilan wanita itu begitu segar. Dia memang sudah mandi sore sebelum ingin mengerjakan tugas yang dikirimkan Jonathan kepadanya melalui email.


"Kamu ngapain sih!" ujar Reno mulai merajuk.


Adeeva perlahan menoleh. Dia menghela nafas berat melihat sikap suaminya yang berubah 180° dari sebelum mereka menikah.


Tak ada lagi Reno yang dingin, cuek dan pendiam di hadapannya. Suaminya ini sudah menjelma menjadi pria tukang ngambek, suka ndusel, sangat manja dan selalu ingin diperhatikan.


"Aku sedang mengerjakan laporan yang dikirim Kak Jo, Ayank. Kenapa?" tanya Adeeva mulai meletakkan laptopnya di atas meja dan menurunkan kedua kakinya.


Adeeva memang sedang berselonjor di atas sofa. Dia menyandar menggunakan bantal untuk mencari posisi yang nyaman.


"Capek?" tanya Adeeva mengusap rahang Reno dengan lembut. 


Kepala Reno mengangguk. Tanpa diminta dia segera membaringkan tubuhnya dan meletakkan kepalanya di atas pangkuan Adeeva. 


Lalu dia menatap perut yang mulai membuncit itu dan mengusapnya dengan lembut.


"Assalamualaikum, Anak Papa Reno," bisiknya dengan pelan. "Kakak sehat-sehat ya dalam perut Mama."

__ADS_1


Adeeva tersenyum. Dia selalu merasa hatinya menghangat ketika suaminya mengajak anaknya berbicara. 


Ini merupakan kebiasaan Reno juga. Selalu mengajak perutnya berbicara dan mengusapnya sebagai interaksi di antara mereka. Tak ada waktu yang terlewatkan untuk melupakan kebiasaan itu. 


Seakan Reno sedang mengajarkan pada anaknya bahwa inilah suara papanya. Suara papa yang akan menemaninya selama sembilan bulan ketika masih dalam kandungan. 


"Jangan pernah repotin Mama yah. Kita berjuang bersama sampai beberapa bulan ke depan. Setelah itu, kamu bakalan ketemu sama Papa Reno yang ganteng ini dan Mama Deeva yang cantik." 


Bumil itu terkekeh. Dia selalu merasa bahagia mendengar setiap candaan yang dilontarkan suaminya. Seakan pria itu tak pernah kehabisan ide satupun untuk mengajak anaknya bercanda.


"Oh iya, Ayank. Cepet mandi gih! Setelah itu kamu ikut aku," kata Adeeva tiba-tiba yang membuat Reno mendongak.


"Kemana?" 


"Gak kemana-mana," sahut Adeeva dengan wajah polosnya.


"Lalu kamu ngajak aku kemana?" 


"Ada deh. Yang pasti ini keinginan aku dan anak kamu," ujar Adeeva yang berhasil membuat pria itu langsung beranjak berdiri.


Reno selalu sigap dan cekatan jika menyangkut keinginan istri dan anaknya. Tak pernah ada kata tidak untuk menuruti segala hal yang diinginkan Adeeva. Semalam apapun itu, sejauh apapun tempatnya. Jika dia sanggup, pasti Reno lakukan. 


"Oke aku bakalan mandi sekarang. Tungguin aku yah!" 


"Oke," sahut Adeeva dengan wajah sumringah. "Yang ganteng oke. Pakai hoodie hitam dan rambutnya kamu sisir macem Taehyung!" 


"Udah kamu mandi dulu. Nanti aku kasih tau!" 


Akhirnya walau pria itu kebingungan. Dia tetap mematuhi perintah istrinya. Reno segera berjalan menuju kamarnya dan meninggalkan istrinya yang tersenyum.


Adeeva segera mengambil laptopnya dan membuka salah satu aplikasi yang ia pasang disana. 


"Kita bakalan ikut tren ini, Sayang. Bareng Papa sama kamu, okey!" 


...🌴🌴🌴...


"Sayang, kenapa rambut aku dipotong?" keluh Reno dengan menatap rambut barunya. 


Dia tak menyangka bahwa istrinya memiliki skil memotong rambut seperti ini. Ah lebih tepatnya seperti orang Korea. 


"Udah diem! Ini keinginan anakmu lho, Ayank!" ancam Adeeva dengan mendelik kesal. 


Dia segera membenarkan tatanan rambut suaminya. Setelah itu bibirnya tersenyum lebar tatkala acara memotong rambut itu selesai. Dia bahagia karena ekspektasinya tak jauh berbeda dengan hasilnya. 


Ada untungnya dia punya teman yang memiliki salon. Dulu Adeeva sering bermain di salon Zelia sebelum bertemu Almeera. Bahkan dia juga membantu sahabatnya itu ketika merintis salon tersebut. 


"Ini seperti Taehyung?" tanya Reno memegang rambut barunya.

__ADS_1


"Iya," ujar Adeeva lalu dia segera berjalan menuju ruang ganti. 


Hampir lima belas menit dia disana hingga akhirnya Adeeva keluar dengan baju yang berbeda. Pandangan Reno begitu berbinar. 


Dia melihat istrinya semakin terlihat cantik dan mempesona. Apalagi ketika Adeeva mulai memoles wajahnya dan menguncir rambutnya sehingga dia terlihat seperti wanita berusia dua puluh tahun. 


"Sayang!" 


"Udah diem. Ayo ikut aku!" 


Adeeva menarik tangan Reno menuju ke sisi ujung kamarnya. Dahi pria itu berkerut saat melihat tripod ponsel ada di sana.


"Ini buat apa, Sayang?" 


"Sekarang tugas Ayank, lihat video ini dan menghafal gerakannya?" 


"Gerakan?" ulang Reno dengan menatap istrinya yang mulai mengotak-atik ponselnya itu. 


"Ini!" Adeeva menyodorkan benda pipih miliknya. 


Mata Reno membulat ketika dia melihat sesuatu dalam ponsel Adeeva. Video yang berasal dari salah satu user pengguna aplikasi berjoget sedang mengikuti lagu tren. 


"Ini?" 


Kepala Adeeva mengangguk. Dia melingkarkan tangannya di lengan sang suami dengan wajah imutnya. Sepertinya ibu hamil satu ini mulai memasang wajah seperti ini ketika ia ingin sesuatu.


"Jangan bilang kalau kamu nyuruh aku begini buat…" 


"Ya, Ayank. Yah yah?" sela Adeeva dengan cepat. "Ini kemauan anak kamu loh, Ayank."


"Tapi masak anak kita pengen Mama dan Papanya joget?" 


Adeeva mulai cemberut. Dia mulai memasang wajah sedih karena keinginannya ditolak. 


"Apa salahnya sih, Nak. Kan Mama sama Kakak cuma pengen seneng-seneng tapi langsung di tolak sama Papa kamu," ujar Adeeva mengusap perutnya. 


Jika sudah begini Reno tak bisa menolaknya. Dia tak mau membuat istrinya sedih sepanjang malam.


"Baiklah ayo!" kata Reno dengan pasrah.


Mata Adeeva berbinar dia menatap suaminya dengan bahagia.


"Beneran, Ayank?" 


"Iya. Demi kamu sama anak kita. Meski harus joget tiktok mengikuti tren bareng kamu. Aku kabulkan!"


~Bersambung

__ADS_1


Wahahhaha pengen tau joget apa Papa Reno? tungguin di story IG aku. bakalan aku postt!


__ADS_2