
...Masa kehamilan adalah momen yang selalu aku tunggu. Di kesempatan inilah aku bisa melihat perhatian, keposesifan dan kegilaan suamiku yang sangat menjagaku dengan berlebihan....
...~Almeera Azzelia Shanum...
...🌴🌴🌴...
"Sayang. Sudah! Ayo naiklah ke atas. Nanti kamu kedinginan!" kata seorang pria yang hanya mengenakan celana pendeknya dan berdiri di dekat kolam renang.
Teriakan itu sudah didengar kesekian kalinya untuk seorang perempuan hamil yang sedang berada di dalam kolam renang. Perempuan itu memang tadi pagi mengajak suaminya berenang karena dia ingin.
Dinginnya air dengan keadaan yang tenang semakin membuat sang wanita dan anak yang dikandungnya menjadi rilex. Bahkan perempuan itu tak mengindahkan tatapan protes suaminya yang terdengar sejak tadi.Â
"Sayang!" panggil pria itu lagi berdiri tepat di dekat istrinya. "Ayo!"Â
Almeera akhirnya muncul tepat di dekat Bara. Perempuan itu membenarkan rambutnya yang menutupi wajah. Matanya memandang ke arah sang suami yang mengulurkan tangan kepadanya.
Dengan senyuman licik, ibu dari calon empat orang anak menarik tangan sang suami hingga Bara tercebur ke dalam kolam.
"Sayang!" pekik Bara terkejut bukan main.
Saat pria itu hendak protes. Sebuah dorongan tubuhnya sampai menempel di dinding kolam dan serangan tak terduga dari sang istri membuat pria itu terkejut bukan main.
Almeera, perempuan itu mencium bibir Bara karena tak tahan dengan segala kecerewetan dari bibir seksi ini. Segala keposesifan pria itu dikeluarkan ketika Meera sedang hamil. Hal itu tentu tak membuatnya marah melainkan gemas bukan main.Â
"Sayang!" ujar Bara dengan pandangan tak percaya.
Istrinya benar-benar tak berubah. Kenakalan dan manjanya tetap sama saat hamil Bia dulu. Bahkan pikiran omes sang istri semakin menjadi ketika bagaimana hamil anak keduanya dan ternyata menyambung ke kehamilan si kembar.Â
"Kalau kamu cerewet terus. Aku bakalan hukum bibir ini biar diam."Â
"Aku gak takut, Istriku," bisik Bara dengan sengaja meniupkan udara dari bibirnya ke telinga Almeera.
Hal itu tentu membuat inti tubuh wanita itu berkedut. Tatapan keduanya mulai saling menatap hingga entah siapa yang memulai bibir keduanya akhirnya bertemu kembali.Â
Untung saja hanya ada mereka berdua di kolam renang. Bia dan Abraham, dua anak itu diculik oleh orang tua Almeera dengan alasan memberikan makan kelinci-kelinci milik mertuanya.Â
"Mas!" pekik Almeera terkejut dengan keganasan suaminya.
Mereka benar-benar pasangan tergila dan terpanas. Bara menggarap lembah basah istrinya di dalam kolam. Gerakan mereka yang lembut tentu membuat air sedikit bergerak.Â
Namun, semakin cepat keduanya menumbuk, air itu semakin bergerak dengan gelombang besar. Bara tak bisa menahan lagi. Pria itu membalikkan tubuh istrinya hingga mereka kembali menyatu dengan posisi yang sangat keduanya sukai.Â
__ADS_1
Bara mencengkram dua bongkahan bukit kembar dengan kuat saat istrinya memberikan kedutan di inti tubuhnya. Hal itu membuat naga milik Bara merasa dimanja dengan baik.
"Mas lebih cepat!" kata Almeera saat mereka hendak mencapai puncak.
Tak lama suara laknat keduanya terdengar begitu seksi ketika mereka meledak secara bersama. Baik Bara dan Almeera benar-benar gila kali ini.
Sepertinya rencana meliburkan seluruh pelayan di rumahnya dengan alasan agar mereka bisa menikmati waktu libur hanya bualan semata agar Bara bisa menggarap tubuh istrinya sampai puas.Â
Almeera yang kelelahan menyandarkan punggungnya di dada Bara. Dengan pelan pria itu akhirnya mulai menggendong tubuh istrinya bak koala dan keluar dari kolam dengan Almeera di dalam gendongannya.
Keduanya benar-benar masih dalam kondisi menyatu. Seakan Almeera enggan melepaskan naga dari lembahnya. Bahkan dengan sengaja perempuan itu berkedut dan bergerak begitu pelan di dalam pangkuan Bara yang membuat pria itu menggeram.
"Kenapa kamu semakin panas, Cinta?" tanya Bara dengan kepala yang mulai sakit.Â
Pria itu bahkan sampai kewalahan dengan keganasan istrinya. Namun, dibalik itu semua. Bara benar-benar bersyukur. Istrinya itu sangat membuatnya betah dirumah dan malas berangkat ke kantor jika dalam mode begini.Â
"Karena aku tak mau rumput tetangga lebih menggoda dariku, Mas," bisik Adeev di telinga Bara. "Ayo ke kamar! Aku ingin kamu menjenguk anak-anak lagi karena mereka masih rindu kepadamu."
Bara terkekeh. Dia tak menyangka istrinya menggoda dengan kata-kata itu. Namun, ayah dari Bia dan Abraham tak mampu menolak.
Keduanya akhirnya berjalan menuju ke kamar hingga tak lama suara erangan mulai terdengar yang menandakan pergulatan keduanya kembali berjalan dengan penuh nikmat.Â
...🌴🌴🌴...
Keduanya menghentikan aksi gila mereka saat si kembar dalam perut Almeera mulai memberontak minta makan. Perempuan itu sudah telat mengisi perutnya hingga membuat perutnya tak berhenti berbunyi.
"Kamu mau makan apa, Sayang?" tanya Bara sambil menatap bahan makanan di dalam kulkas.Â
"Nasi goreng seafood."Â
Bara tertawa. Dia tak menyangka jika istrinya tak ada kata bosan untuk makanan satu ini. Tidak hanya ketika makan diluar. Di dalam rumah pun, Almeera selalu meminta nasi goreng.Â
"Baiklah, Tuan Putri. Duduklah biar hamba yang menyiapkan semuanya?"Â
Almeera mendudukkan tubuhnya di kursi pantry. Dia menyangga kepalanya dengan kedua tangan dan melihat suaminya yang bergerak dengan serius.
Bara berjalan kesana kemari dengan begitu lihai. Pria itu memang selalu ikut memasak dan membantu Meera ketika waktu libur jadi tak membuatnya kesulitan ketika masak sendiri.Â
"Tambahin cabenya ya, Mas!" kata Almeera saat suaminya hendak menghaluskan bumbu.
"Ini sudah tiga, Sayang!" ujar Bara menunjukkan cabe kecil merah-merah pada istrinya.
"Kurang!"Â
__ADS_1
"Oke. Tambah hanya satu!" putus Bara dengan tegas.
Almeera mengangguk. Entah kenapa semenjak hamil kembar. Istri Bara ini sangat menyukai makanan yang sedikit pedas.Â
Dia menatap kagum suaminya yang sangat terlihat seksi ketika memasak. Bara adalah paket komplit yang sangat membuatnya bersyukur.
Dibalik masa lalu pria itu, bagaimana suaminya itu menyakitinya. Almeera bahagia karena Bara terlebih dahulu sadar. Suaminya itu bahkan menyesali semuanya dan berubah menjadi sosok yang lebih baik.
Satu dari sekian pria yang pernah ditemui di dunia!
Memang kisah mereka menyakitkan pada awalnya. Namun, dari kisah itulah, bisa mengajarkan pada Bara dan Almeera. Bahwa untuk mencapai di titik ini adalah bukan hal mudah.Â
"Selamat makan, Sayang," ucap Bara sambil meletakkan sepiring nasi goreng dan jus jeruk di hadapan istrinya.
Almeera menatap penuh minat. Perempuan itu segera menarik piring yang menampilkan nasi goreng begitu menggiurkan di lidah.
Dari aromanya saja sudah bisa tercium wangi yang mengundang lidahnya untuk segera mencicipinya.
"Terima kasih, Mas. Aku dan anak-anak akan memakan nasi goreng yang kamu buat penuh cinta. I love you," ucap Almeera penuh terima kasih.Â
"Sama-sama, Sayang," sahut Bara dengan bahagia. "I love you too, Lembah basahku!"Â
~Bersambung
Gombal si tukang menjelajah lembah, haha.
Perlu kutekankan lagi! Jangan berharap lebih di novel HTS yah.
Disini hanya akan ada kisah Bara dan Almeera dan Reno Adeeva.
Untuk Kisah Kak Jim dan Zelia, hanya sesuai porsinya. Mereka punya novel sendiri dan kisahnya gak bakal sama dengan kisah mereka disini.
Kenapa?
ya karena emang di novel mereka itu kelanjutan kisah mereka disini. Gak bakal ada pengulangan kata atau bab disana. Full murni kisah mereka yang baru.
Untuk kisah Syakir dan Humai, sama. Mereka ada novel sendiri. Bakalan publish dimana? aku jawab di NT. Aku ikutkan lomba merubah takdir. Tapi emang belum aku ajuin karena aku mau tamatin HTS dulu.
Faham?
Untuk kisah Manggala Fayola, sama. Novel sendiri juga ya sayang-sayangku.
Sabar aja nunggu mereka hadir di novelnya sendiri. Biar aku selesain ini dulu oke. Setelah HTS, aku mau namatin TBTB dulu bentar dan setelah itu fokus deh ke Syakir Humai.
__ADS_1
Thankyuu. Jan lupa like, komen dan vote yah.