Berbagi Cinta : Hasrat Terlarang Suamiku

Berbagi Cinta : Hasrat Terlarang Suamiku
Kang Sosor!


__ADS_3


...Aku benar-benar sudah terjerat akan pesona wanita sederhana bernama Zelia. Daya tariknya semakin kuat yang membuatku sulit mengendalikan sesuatu yang ada dalam diriku sendiri....


...~Jimmy Harrison...


...🌴🌴🌴...


Kedatangan Zelia bersama Jimmy, Bia dan Abraham tentu disambut baik oleh orang tua Zelia. Bahkan dengan begitu lembutnya, Mama Zelia menarik tubuh anak kedua Bara dan Almeera agar bermain bersamanya. 


"Kakek sama Nenek punya kolam ikan loh di belakang. Bia sama Abraham mau ikut?" tawar Papa Zelia dengan ramah.


Tak ada tipu daya disana. Orang tua Zelia yang hangat dan mudah akrab, tentu dengan mudah membuat anak-anak Bara dan Almeera merasa nyaman. 


Dengan sekali ajakan, Bia dan Abraham mengangguk mengikuti langkah dua paruh baya itu menuju belakang rumah. Mereka meninggalkan pasangan kekasih yang sedang istirahat duduk di ruang tamu.


"Kenapa, Kak?" tanya Zelia saat kekasihnya terlihat khawatir. 


"Aku takut Bia dan Abraham ngerepotin orang tua kamu," ujar Jimmy dengan jujur.


Zelia tersenyum. Dia beranjak berdiri lalu mendekati kekasihnya yang duduk di sofa single. 


Perlahan tubuh perempuan itu condong ke depan. Sedikit menunduk agar bisa berbisik lirih di depan wajah Jimmy.


"Mereka gak bakal ngerepotin. Bahkan Mama sama Papa udah gak sabar pengen punya cucu," bisik Zelia dengan malu.


Tak kuat menahan pipinya yang memerah. Zelia lekas hendak berlalu. Namun, tarikan di lengannya yang tiba-tiba membuat tubuhnya oleng dan jatuh diatas pangkuan sang kekasih.


"Kak," pekik Zelia terkejut.


Perempuan itu benar-benar merasa malu dengan keintiman ini. Bahkan saat dia merasakan kekasihnya melingkarkan tangan di punggungnya membuat Zelia benar-benar merasa dijaga oleh Jimmy.


"Aku…" 


"Diam!" pinta Jimmy dengan suara beratnya.


Ah kenapa suaranya seksi sekali jika sedekat ini, jerit Zelia dalam hati dengan mata menatap bibir kekasihnya.


Jantung keduanya benar-benar berpacu dengan cepat. Keduanya merasa seperti saling memuja di mata satu dengan yang lain. Dari tatapan keduanya, nafas mereka yang semakin berat. Membuat keduanya seakan lupa dengan kondisi sekitar.


"Kak, aku…" 


Mata Zelia membulat penuh. Saat benda kenyal itu menempel di bibirnya. Namun, kecupan itu perlahan berganti dengan sesapan. Jimmy mulai bermain di bibir kekasihnya dan menyesapnya penuh perasaan.


Keduanya mulai terbuai dengan indahnya ciuman pertama mereka. Ciuman yang awalnya hanya kecupan berakhir ******* seksi dari keduanya.


Bahkan baik Jimmy maupun Zelia memberikan ruang agar keduanya bisa mengabsen bibir satu dengan yang lain. Meski terkesan kaku, keduanya berusaha melakukan sesuai insting masing-masing. Bahkan terlalu terbuai, membuat Jimmy meletakkan tangannya di tengkuk sang kekasih lalu menuntutnya untuk semakin merapatkan bibir mereka.


"Emmm, Kak," desisnya pelan saat bibir Jimmy mulai berpindah di leher Zelia.

__ADS_1


Nafas keduanya sudah berat. Mata mereka mulai gelap seakan dipenuhi hawa nafsu. Namun, Jimmy yang berusaha kembali pada kewarasannya segera menyerukan wajahnya di leher Zelia dan menghentikan kegiatannya. 


"Kakak," bisik Zelia dengan tubuh merinding.


Wanita itu menelan ludahnya paksa saat merasakan sesuatu tengah bergerak dan begitu menonjol di bawah tubuhnya. Walau ia tak pernah berpacaran, Zelia masih paham betul apa yang sedang tegang di bawahnya ini.


"Diam." 


Jimmy mencoba menarik nafasnya begitu dalam lalu dihembuskannya secara kasar. Entah kenapa berada di dekat Zelia, dia tak bisa mengontrol dirinya. Dirinya selalu ingin berada di dekat kekasihnya selalu tanpa sekat.


"Kakak pasti tersiksa," bisik Zelia dengan pelan.


"Aku tak akan menyentuhmu sebelum kita halal," kata Jimmy dengan tegas. "Maaf aku sudah menciummu terlebih dahulu."


"Apa Kakak menyesal?" tanya Zelia menjauhkan lehernya dari wajah Jimmy agar bisa menatapnya dengan leluasa. 


"Tidak! Aku bahkan merasa candu dengan ini," bisik Jimmy mengelus bibir yang membengkak karena ulahnya. 


"Aku juga!" balas Zelia dengan tersenyum malu. "Jangan pernah berikan bibir ini kepada wanita lain. Ini hanya untukku." 


"Ya. Ini hanya untukmu," balas Jimmy dengan mengangguk. 


Akhirnya setelah nafas keduanya teratur. Zelia perlahan turun dari pangkuan kekasihnya. Dia segera membenarkan bajunya yang berantakan.


Tingkah keduanya benar-benar gila memang. Dimabuk cinta membuat mereka lupa akan daratan.


"Aku mau ke kamar mandi," kata Jimmy sambil beranjak berdiri.


...🌴🌴🌴...


Suara alat dapur yang sedang bertempur dan aroma makanan mulai tercium semerbak di seluruh dapur. Seorang perempuan terlihat begitu cekatan bergerak kesana dan kemari tanpa bantuan siapapun.


Jika melihat penampilannya, terkadang semua orang tak percaya jika Zelia bisa memasak. Rumahnya yang megah dan tingkah manjanya seakan menjadi pandangan orang lain jika Zelia adalah wanita yang tak tahu apa-apa.


Akan tetapi, hal itu tentu berbanding terbalik dengan kenyataannya. Meski hidupnya beruntung tapi Zelia tak pernah menengadahkan tangan pada orang tuanya. 


Salon miliknya saja, hasil dari menabung uang sakunya dan uang saat THR lebaran dari keluarga.


"Sudah selesai?" bisik Jimmy yang tiba-tiba sudah ada di belakang Zelia.


Perempuan itu menoleh. Dia mencubit hidung Jimmy yang mancung dengan pelan.


"Belum."


"Lama sekali. Baunya sangat membuatku lapar,"  kata kakak Almeera dengan jujur.


Apa yang dikatakannya memang benar.


Bumbu sup yang sangat wangi dipadu dengan racikan garam dan gula membuat bau itu semakin semerbak. 

__ADS_1


Ditambah, udang krispi yang terlihat kriuk tentu membuat siapapun yang melihatnya ingin sekali mencicipinya.


"Meski kamu lihat sampai melotot, tuh udang gak bakal loncat sendiri, Kak," ujar Zelia terkekeh. 


Dirinya sangat ingin meledakkan tawa. Melihat tingkah kekasihnya yang sangat lucu membuatnya tak tega untuk membuat Jimmy menunggu.


Akhirnya Zelia mengambil satu udang itu dan memberikannya pada sang kekasih.


"Buka mulut!" pinta Zelia dengan begitu lembut.


Jimmy menurut saat udang krispi itu mulai masuk ke dalam mulutnya. Rasa tepung dengan udang yang dicampur dengan bumbu membuat rasanya benar-benar mengalahkan restoran bintang lima.


"Ini enak sekali," ucap Jimmy dengan jujur.


"Harus dong," kata Zelia dengan bangga. "Aku minta tolong boleh?" 


"Apa?"


"Panggilkan Mama, Papa, Bia dan Abraham, Kak. Semua masakanku selesai." 


Akhirnya Jimmy menurut. Dia memanggil semua orang untuk makan bersama. Terlihat semua makanan tertata begitu rapi di atas meja makan. Aroma setiap makanan tentu mengundang hidung yang menciumnya.


"Ah menu begini bikin Mama sama Papa gendut terus," ucap Mama Zelia pada putrinya.


"Gapapa. Yang penting Mama sama Papa suka. Ayo makan!"


Akhirnya semua orang melakukan doa bersama. Setelah itu Mama Zelia mengambilkan Bia dan suaminya. Sedangkan Zelia, dengan sigap dia mengambilkan sang kekasih. 


"Sudah cukup!" kata Jimmy saat kekasihnya memberikan ikan udang besar di atas piringnya.


"Ayo, Abra. Makan yang banyak!" kata Zelia yang dihadiahi jempolan oleh putra pertama Almeera.


Saat semua orang mulai mencicipi makanan Zelia. Bibir keempat orang itu tak hentinya memuji. Bahkan Abraham yang terkenal sulit bicara, saat ini mengeluarkan pendapatnya. 


Wajah Zelia bahagia. Dia bisa memberikan makan siang terbaik hasil dua tangannya sendiri.


"Kamu memang chef terbaik di rumah ini," puji Mama Zelia yang membuat Zelia malu. "Bukan begitu, Nak Jimmy?" 


Jimmy mengangguk. Dia menatap Zelia yang duduk disampingnya.


"Benar, Tante. Ini sangat enak." 


"Berarti putri Om, sudah cocok untuk dinikahi dong?" ucap Papa Zelia yang membuat Jimmy mengangguk.


"Sangat cocok, Om. Zelia benar-benar calon istri idaman banget." 


~Bersambung


Halah, Bang! Kalau cocok di nikahin dong! hahahah. Kang nyosor gak bisa diem ya begini.

__ADS_1


Jangan lupa klik like, komen dan vote yah. Biar author semangat ngetiknya.


__ADS_2