
...Aku tak mau apa yang kudapatkan harus hancur. Aku harus melindungi apa yang menjadi milikku sekarang sebelum semuanya terbongkar. ...
...~Narumi Alkhansa...
...🌴🌴🌴...
Sepeninggalan Narumi, Bara lekas menatap sosok kakak iparnya yang terdiam. Jujur dirinya dibuat penasaran dengan tingkah Jimmy sejak bertemu dengan Narumi. Seakan kedua orang itu memiliki sesuatu yang disembunyikan.
"Kenapa Kakak menyuruhku diam?" tanya Bara dengan kening berkerut.
"Karena aku mengenal istrimu itu," kata Jimmy menatap adik iparnya. "Lebih tepatnya aku pernah bertemu dengannya."
Bara termenung. Pria itu seolah menunggu perkataan yang akan keluar dari bibir Jimmy. Sampai pikirannya berputar ketika mengingat pembicaraan Jimmy dan Narumi.
"Jangan katakan jika yang bertemu dengan Kakak di club malam adalah…"
"Benar. Dia istrimu," sela Jimmy dengan cepat.
Dada Bara mulai berdebar kencang. Pria itu bahkan menatap Jimmy tak berkedip seakan tak percaya dengan ucapan kakak iparnya.
"Terkejut?" tebak Jimmy yang dijawab anggukan kepala oleh Bara. "Istrimu bahkan dulu menggodaku."
Jimmy mengalihkan tatapannya. Dia mencoba mengingat kejadian dimana malam itu mendapatkan tugas dan telepon dari sahabatnya jika target ada di club malam.
Dengan terpaksa akhirnya dia mengganti pakaiannya dengan kaos ketat yang membentuk tubuh atletisnya dan celana jeans berwarna hitam. Setelah itu tak lupa dia membawa identitas diri, senjata dan beberapa alat perekam serta kamera kecil yang diletakkan di topi dan jaket yang digunakannya.
Dengan langkah pasti, Jimmy segera memasuki ruangan yang dipenuhi dengan gemerlap lampu dan musik disko yang memekakkan telinga. Pria itu mengumpat tatkala club ini begitu ramai.
Dia mengedarkan pandangannya sampai sebuah lambaian tangan dari lantai dua menunjuk ke arah bagian kiri lantai satu, membuat Jimmy menoleh. Disana, targetnya sedang berada. Duduk bersama para wanita penghibur dan botol minuman ada disana.
Akhirnya Jimmy melangkahkan kakinya ke bartender. Dia memesan minuman sambil matanya menatap awas sang target. Sampai saat dia asyik menunggu pesanannya, sebuah elusan di pundak membuatnya menoleh.
Tatapannya tajam dia berikan, saat melihat seorang wanita dengan pakaian seksi dan make up tebal berani-beraninya menyentuh tubuhnya.
"Malam, Tampan," sapa wanita itu dengan bibir menggoda. "Sendiri?"
Jimmy hanya berdehem. Lalu dia kembali melirik targetnya tanpa memperdulikan wanita itu.
"Mau saya temani?" bisik wanita itu dengan hembusan nafas di telinga Jimmy.
Bukannya terangsang, pria itu mulai marah. Dia tak suka dipegang oleh wanita lain. Bahkan yang bukan saudara atau keluarganya. Saat Jimmy merasakan elusan itu mulai merambat di dadanya, dia segera menangkap tangan itu dan mencengkramnya.
"Pergilah! Aku tak suka dipegang oleh wanita ****** sepertimu!" serunya dengan marah.
__ADS_1
"Jangan munafik, Tuan. Saya tahu Anda pasti kesepian," goda wanita itu dengan kerlingan manja. "Mari bermalam dengan saya."
Wanita itu masih gencar. Sampai saat wajahnya mendekati wajah Jimmy. Pria itu lantas melontarkan hal tak terduga.
"Siapa namamu?"
"Narumi," sahut wanita itu dengan jarak wajah mereka begitu berdekat.
Jimmy tersenyum smirk. Lalu dia meraih dompetnya dan mengambil beberapa uang lalu menyelipkan di area dada wanita itu.
"Pergilah, Narumi. Aku tau wanita sepertimu hanya butuh uang."
Bara benar-benar merasakan sesak nafas. Tubuhnya mematung saat mendengar cerita dari Jimmy. Dia benar-benar terkejut dengan apa yang didengarnya.
Apa Almeera tahu siapa Narumi sebenarnya? Sampai dia menyuruhku untuk menjauh dan jangan mendekati Narumi lagi, gumam Bara dalam hati saat dia mulai kepikiran dengan perintah istri pertamanya.
"Sepertinya wanita itu memang bukan wanita baik-baik, Bar. Aku akan mencari tahu semuanya."
Bara menunduk. Dirinya semakin malu pada istrinya sendiri. Dia semakin tersadar bahwa telah menyia-nyiakan wanita semulia Almeera hanya karena hadirnya seorang Narumi.
Sebenarnya saat itu dia masih menyimpan rasa cinta yang besar pada Narumi meski dirinya sudah menikah. Namun, dia mencari keberadaan wanita itu selama beberapa tahun dan menunggunya hanya karena ingin menanyakan alasan apa Narumi meninggalkannya.
"Apa kamu menyesal? Apa kamu sadar jika Almeera jauh lebih unggul dari istri keduamu?"
Bara mengangguk. Dia menghela nafas berat seakan terdapat sebuah beban di pundak dan hatinya.
"Aku yakin dia sudah menarget dirimu sejak pertemuan pertama kalian tapi kamu gak sadar."
Bara tertegun. Namun, semakin dia berpikir semua yang terjadi seakan menjadi alasan yang menjurus ke arah perkataan kakak iparnya.
"Lebih baik serahkan semuanya padaku. Jangan terlalu dipikirkan, lebih baik kamu berusaha mendapatkan maaf dan kepercayaan adikku lagi."
...🌴🌴🌴...
"Duduklah, Rumi!" seru Adnan kesekian kalinya.
Saat ini keduanya sedang berada di apartemen Adnan. Narumi mengajak kekasihnya pulang karena ketakutannya mulai menyerang.
"Kamu bilang aku harus duduk? Otakmu kemana, Adnan! Aku sedang bingung dan takut rencana kita terbongkar, dan kamu, terlihat biasa saja!" sembur Narumi begitu marah.
"Kamu bilang pria itu tak mengenalmu. Lalu kenapa sekarang kamu takut?"
"Pria itu memang tak mengenalku tapi dia adalah pria yang kugoda saat di club malam," seru Narumi setelah mengingat semuanya. "Sialan! Kenapa dia muncul sekarang dan bisa-bisanya dia adalah teman Bara."
Narumi mengacak-acak rambutnya sendiri. Dia benar tak tahu harus melakukan apa lagi. Melihat bagaimana tatapan Jimmy kepadanya. Lalu mengingat pedasnya ucapan pria itu membuat harga dirinya sangat dilecehkan.
__ADS_1
Narumi tak lupa akan penghinaan malam itu. Dia tak menyangka sosok pria yang dia temui pertama kali di club begitu jual mahal.
Aku harus menjauhkan Bara dari pria itu. Aku yakin dia pasti memiliki rencana lain setelah bertemu denganku, gumam Narumi dalam hati.
"Daripada kamu bingung, lebih baik kita bersenang-senang," bisik Adnan yang sudah berdiri di belakang kekasihnya itu.
Pria itu mengecup leher Narumi. Namun, wanita itu tak bereaksi apapun. Pikirannya sedang tak ingin bersenang-senang kali ini. Dia sangat amat lelah dengan segala keadaan yang mulai menyerang dirinya.
"Aku ingin pulang, Adnan!" kata Narumi tiba-tiba menjauhkan tubuhnya.
"Untuk apa kamu pulang. Bukankah Bara tak ada dirumah?" tanya Adnan mulai posesif.
"Aku tak mau dia curiga kepadaku. Kamu paham?"
Narumi segera meraih tas miliknya dan keluar dari apartemen Adnan. Wanita itu berjalan dengan mata menatap ke kiri dan kanan. Entah kenapa sejak bertemu dengan Jimmy dirinya mulai tak tenang.
Narumi takut jika semua yang dia rencanakan akan terbongkar. Dirinya takut ada seseorang yang mengikuti dirinya sampai Narumi segera masuk ke dalam mobil dengan jantung yang berdebar.
"Aku harus mengurangi waktuku dari Adnan. Aku takut ada orang yang mengikutiku dan membuat semuanya hancur," ucap Narumi dengan menghidupnya mobilnya lalu meninggalkan parkiran apartemen dengan perasaan sedikit lega.
Setidaknya dia bisa keluar dari apartemen itu dan menjauh dari sana. Tanpa dirinya tahu, jika ada sesuatu yang sejak tadi mengikuti dirinya dan merekam segala hal yang dilakukan oleh wanita itu.
~Bersambung
Wahahaha masih satu yang kebongkar dari Rumi, Bar. Belum yang lain, siapin mental aja yak.
BTW Flashback masih banyak yang belum keluar. Jadi beberapa hari ini aku kuatin diri baca komentar pembaca.
Jangan lupa klik like, komen dan vote yah. Biar author semangat ngetiknya.
Oh satu lagi bantu lindungi karya author dong. Caranya seperti dibawah ini.
Klik beranda di atas itu yah.
lalu sampai muncul tampilan kaya gini. Lalu Klik aula kehormatan
setelah itu bakalan tampil kayak gini
nah nanti kalian cari judul tulis aja Hasrat Terlarang Suamiku.
__ADS_1
Klik lindungi lalu vote bintang kalian.
Terima kasih banyak jika kalian berkenan melindungi karya ini.