
...Benar-benar hal baru untukku tapi menjadi candu untuk kami berdua yang baru merasakan surga dunia....
...~Adeeva Khumairah...
...🌴🌴🌴...
Tawa ledakan terdengar begitu kencang tatkala Reno terdiam saat mendengar ancaman dari Adeeva. Pria itu menatap horor pernyataan istrinya yang baru saja keluar.
"Jangan gitu dong, Sayang," rengeknya dengan manja.
"Mangkanya jangan dijawab!"Â
"Hahaha ada yang takut sama istri nih," ledek Zelia sambil menahan tawanya.
"Ada yang takut tidur di luar nih!" lanjut Bara sambil menarik pinggang Almeera dan menciumnya.
Mata Reno mendelik ke arah sahabat gilanya itu. Dia benar-benar kesal bukan main pada Bara. Pria itu mencoba membuat Adeeva marah dan bisa berimbas kepada dirinya.Â
"Kalu Lo gak bisa diem, gue tendang Lo dari rumah gue!" ancam Reno yang membuat Bara terkekeh.
"Udah-udah. Biarkan pengantin baru sarapan dulu. Kasihan, 'kan, mereka pasti kelaparan," ujar Ibu Adeeva yang membuat putri dan menantinya merasa kalah telak.
Akhirnya Bara, Almeera dan Zelia kembali duduk di kursi ruang tamu. Sedangkan Reno dan Adeeva berjalan menuju ke arah meja makan yang di atasnya sudah terdapat banyak sekali piring berisi makanan.Â
"Kamu mau sarapan sama apa, Sayang?" tawar Reno setelah menarikkan kursi untuk istrinya.
Adeeva meneliti satu per satu makanan yang ada di sana. Dia melihat ada banyak sekali makanan yang membuatnya bingung.
"Aku makan sama capcay aja," kata Adeeva saat melihat capcay di salah satu deretan piring yang ada di sana.
Namun, Reno yang hendak mengambilkan Adeeva langsung ditolak oleh perempuan itu. Dia malah meminta Reno duduk dan bergantian dirinya yang beranjak berdiri dan mengambilkan makanan untuknya.Â
"Kamu mau makan sama apa?" tanya Adeeva penuh perhatian. "Ini adalah tugasku, Sayang. Jadi jangan pernah kamu yang melayaniku."Â
Reno menggenggam tangan istrinya. Dia menggelengkan kepala tak setuju atas pernyataan Adeeva barusan.
"Kita adalah suami istri. Tugas melayani, merawat adalah tugas kita berdua. Terjadinya timbal balik atau saling membantu pasangan itu bukan karena aku suami kamu istri. Itu salah!" ujar Reno menjelaskan. "Mau aku suami, mau aku istri. Kita sama-sama bertugas saling melayani satu dengan yang lain, Sayang. Jangan pernah memintaku mengklaim diriku sebagai suami yang harus dilayani terus. Aku tidak mau."Â
Adeeva menatap suaminya penuh haru. Dia sangat amat bahagia tatkala suaminya sangat dewasa. Pemikiran Reno yang tak kuno dan selalu berwawasan membuat Adeeva selalu merasa dihargai.
Pria itu bahkan tau caranya membahagiakan pasangan. Reno bahkan ketika Adeeva mengambilkan makanan. Dia yang mengambil gelas ke dapur dan menuangkan air minum.
__ADS_1
Reno benar-benar tak mau menjadi suami sindrom. Yang mendoktrin dirinya harus dilayani oleh istri. Istri harus menurut kepadanya. Istri ada dibawah suami.Â
Reno tak mau hal itu!
Istri itu bukan budak! Istri bukan pembantu!Â
Mereka sama memiliki hak bersuara seperti suami tapi mungkin kaum mereka harus memiliki rasa menghargai suami di hati para istri.
"Terima kasih. Semoga sikapmu ini tak berubah dan selalu seperti ini," kata Adeeva dengan harapan yang besar.
"Aamiin. Semoga kita bisa saling mengingatkan, memahami dan menasehati ketika salah satu di antara kita berdua ada yang melakukan kesalahan."Â
...🌴🌴🌴...
"Udah selesai isi amunisi?" tanya Bara sambil tersenyum jahil.
"Diem, Lo!" semprot Reno sambil melemparkan kulit kacang ke arah Bara. "Lo ngapain kesini pagi-pagi?"Â
"Ya lagi pengen tau kabarnya pengantin baru," ujarnya dengan santai. "Aku pikir Adeeva gak bakal bisa jalan."Â
"Lo kira gue seganas itu?" dengus Reno tak habis pikir.
"Ya, 'kan, bisa aja? Namanya aja perjaka tua," sindir Bara yang diikuti tawa ledekan dan membuat Reno benar-benar geleng-geleng kepala.
"Udah-udah," lerai Almeera pada suami dan sahabat suaminya. "Sebenarnya aku kesini pengen ajak Adeeva."Â
"Kemana?" tanya Adeeva yang penasaran.
"Itu loh. Ke taman yang waktu itu kita bisa makan cilor sama mie gulung," ucap Almeera mencoba mengingat istri Reno.
"Oh. Yang deket sama sekolah SD?"Â
"Nah bener!" sahut Almeera dengan bahagia. "Mau gak?"Â
"Mau dong!" sahut Adeeva tak kalah hebohnya.
"Kamu mau ikut gak, Mas? Atau kamu mau sama Reno ngerjain urusan kantor?" tawar Almeera yang tak mau memaksa suaminya untuk ikut.
"Lo gimana, Ren?" tanya Bara menatap sahabatnya.
Bukannya menjawab. Reno malah menatap istrinya, Adeeva. "Kamu mau kuanter apa nggak, Sayang?"Â
Adeeva merasa diperhatikan, dihargai, diutamakan jika melihat tingkah laku Reno kepadanya seperti sekarang. Pria itu selalu mengutamakan perasaan dirinya daripada perasaan Reno sendiri.Â
__ADS_1
"Kalau kamu mau kerjakan urusan kantor. Biar aku sama anak-anak aja, Sayang. Toh gak sendirian aku, 'kan?"Â
Reno menganggukkan kepalanya. Adeeva segera pamit untuk menyiapkan diri dan diikuti Reno di belakangnya. Pria itu entah kenapa ingin terus menempel istrinya yang hendak mengganti pakaian.
"Mas ngapain ikut juga?" tanya Adeeva menatap pantulan suaminya di kaca lemari yang terbuka karena dirinya sedang memilih pakaian.Â
Entah kenapa rasanya Reno menginginkan Adeeva lagi. Apalagi tadi saat melihat istrinya duduk di sampingnya dengan Reno yang memegang pinggang Adeeva membuat ninjanya sedikit menggembung.
"Sayang!" pekik Adeeva terkejut saat suaminya tiba-tiba memeluknya dari belakang.
"Aku pingin kamu, Sayang," bisik Reno sambil menciumi leher Adeeva.Â
"Apa!" Adeeva membelalakkan matanya.Â
Namun, dia tak bisa menolak saat gairah Reno begitu memuncak. Pria itu bahkan sudah meremat bukit kembarnya dari belakang hingga membuat inti tubuh Adeeva berkedut.Â
Keduanya dengan sadar masih berada di depan lemari pakaian. Bahkan tingkah mereka terlihat di pantulan kaca. Namun, hal itu tak membuat keduanya takut malah semakin tertantang.Â
"Jangan lama-lama, Sayang. Mereka menunggu kita," kata Adeeva menatap suaminya.
Reno segera menurunkan kain segitiga milik istrinya. Lalu dia juga membuka celana miliknya. Setelah itu, Reno menundukkan tubuh istrinya dengan tangan Adeeva berpegangan pada kaca lemari.Â
Ah hal ini membuat keduanya bisa melihat apa yang sedang mereka berdua lakukan. Bahkan mata Adeeva tertuju pada ninja milik Reno yang mulai menggesek inti tubuhnya.
"Jangan bermain-main, Sayang. Kamu...aghh!"Â
Adeeva menjerit dengan mata juling ke atas. Saat Reno tiba-tiba menyentak ninjanya dan ambles sempurna ke dalam rawa-rawa yang basah.Â
Kedua manusia itu segera saling menumbuk satu dengan yang lain. Bahkan keduanya semakin bergerak liar dengan cepatnya.
"Lihatlah bagaimana ninjaku bergerak keluar masuk, Sayang!" bisik Reno yang menarik kepala Adeeva hingga wajah perempuan itu terlihat begitu seksi.
Ah gaya seperti ini menjadi favorit keduanya. Seakan ninja Reno terasa semakin menggiurkan dan terasa mantap jika seperti ini.
Baik Adeeva maupun Reno keduanya sama-sama mengeluarkan suara laknat tatkala puncak kenikmatan itu mulai datang. Rawa-rawa milik Adeeva semakin mencengkram ninja Reno hingga akhirnya lagi-lagi mereka merasakan ledakan hebat dengan cara yang tercepat mereka lakukan.
"Sepuluh menit, Sayang. Sepuluh menit kita berusaha agar bisa meledak bersama. Kamu luar biasa," bisik Reno saat mereka masih dalam posisi menyatu tanpa ingin melepaskan.
~Bersambung
Mohon maklum. Namanya aja manten baru yakan. Apalagi si perjaka baru punya sarang yang pas. Jadinya menggila, haha.
Jangan lupa klik like, komen dan vote. Biar author semangat.
__ADS_1