
...Kerinduan pada seorang anak adalah sebuah hal yang sangat menyakitkan. Hingga saat pertemuan itu tiba maka kebahagiaan besar seorang orang tua melihat anaknya baik-baik saja....
...~JBlack...
...🌴🌴🌴...
"Kamu ada dimana?" tanya seorang perempuan yang tengah berdiri di pinggir jalan.
Dia mengenakan dress putih dengan dandanan wajah begitu natural. Senyumannya terus mengembang saat mendengar suara pria yang ada di seberang teleponnya.Â
Sosok pria yang ingin memberikan kejutan kepada keluarganya dengan kehadiran mereka. Sekaligus sosok yang dinanti dan selalu dirindukan oleh wanita itu.
Bibirnya tersenyum lebar saat sebuah mobil mulai menepi di dekatnya. Tangannya turun setelah memberikan kode melambai pada sosok yang duduk di balik setir kemudi.Â
Wanita itu segera berlari ke arah sang pria saat sosok itu turun dan bersiap memeluknya.
"I miss you," ucap wanita itu dengan perasaan yang membuncah.
"I miss you too, Zeliaku!"Â
Ahh gunung es sudah mencair. Berpelukan di pinggir jalan lalu membukakan pintu mobil untuk sang pujaan hati.
Perlakuan itu tentu membuat hati Zelia berbunga-bunga. Dia menatap sang kekasih yang mulai masuk dan duduk di kursi kemudi.
"Kamu sudah siap?" tanya Jimmy dengan menatap wanita cantik di sampingnya.
"Sudah, Sayang."Â
"Kadonya?" tanya pria itu sambil menaikkan alisnya.
"Kita membelinya dulu," kata Zelia dengan tersenyum.
Jimmy terkekeh. Dia menatap kekasihnya lalu menarik tengkuk itu untuk dikecup bibirnya yang sangat mengundang untuk dilahap habis.
"Kenapa gak beli disini saja?"Â
Saat ini keduanya memang ada di depan mall dimana salon Zelia berdiri disana.Â
"Lebih baik beli di store khusus bayi, Kak. Lebih lengkap," ujarnya beralasan.
Padahal sebenarnya Zelia hanya ingin mencuri waktu berdua dengan Jimmy. Dia ingin berduaan terlebih dahulu sebelum terdapat banyak halang rintangan yaitu Almeera, Bara dan yang lainnya.Â
"Oke. Kita belanja sekarang?"Â
"Ya, Sayang," kata Zelia lalu mencuri kecupan di pipi Jimmy.
Semakin lama cinta keduanya semakin kuat. Mereka sudah tak lagi merasa canggung, malu atau apapun. Baik Jimmy dan Zelia sama-sama mau berubah. Memperbaiki hubungan mereka yang sempat miskomunikasi lalu sekarang sudah terjalin dengan lancar.Â
Bagaimanapun sebuah hubungan tak bisa diperjuangkan oleh salah satu pihak. Sebuah hubungan akan berjalan lancar bila keduanya mau belajar, mau menerima, mau mengalah, mau jujur dan sama-sama bertahan.
__ADS_1
Jimmy dan Zelia segera turun saat mereka telah sampai di baby store. Dengan lancar, Jimmy menarik pinggang kekasihnya saat keduanya memasuki store tersebut.
"Ada yang bisa kami bantu?" kata salah satu pelayan yang mendekati keduanya.Â
Pelayan itu sempat terpikat akan ketampanan Jimmy. Tubuhnya yang berotot dibalut kaos putih serta celana pendek selutut semakin membuatnya terlihat begitu casual.Â
Hal itu tentu membuat Zelia mengangkat salah satu alisnya. Apalagi ketika wanita itu mencuri pandang sesuatu yang menjadi miliknya. Itu tak boleh dibiarkan.Â
"Sayang! Kamu ingin membeli untuk Almeera juga, 'kan?" tanya Zelia dengan suara manjanya.
Sahabat Almeera itu juga dengan sengaja melingkarkan tangannya ke lengan Jimmy. Lalu keduanya berjalan mencoba melihat barang-barang yang ada di sana tanpa mengindahkan perkataan pelayan tadi. Â
"Iya. Aku ingin membeli untuk si kembar," balas Jimmy melihat deretan topi bayi.
Zelia tiba-tiba menatap sepasang sepatu berwarna biru dan pink. Kedua barang itu terlihat sangat memggemaskan hingga tangannya segera meraih keduanya.Â
Tiba-tiba gadis itu membayangkan bagaimana jika sepatu ini dipakaikan di kaki anak-anaknya. Hal itu pasti akan terlihat lucu dan membuat keduanya begitu cute ketika berjalan.
"Sayang!" panggil Jimmy yang melihat kekasihnya mematung.
Dia menengok apa yang sedang dipegang kekasihnya hingga matanya berpindah menatap wajah Zelia.
"Kamu baik-baik aja, 'kan?" tanya Jimmy menyentuh pipi Zelia.
Perempuan itu mengangguk. Dia menepis sesuatu yang terasa sakit dalam dirinya. Zelia memaksakan senyumnya dan menunjukkan sepatu itu pada Jimmy.
"Untuk anak-anak Meera. Bagaimana?"Â
Zelia akhirnya membawa barang itu lalu mencari barang yang lain. Dia bahkan dengan posesif terus menggandeng kekasihnya agar tak jauh dari dirinya. Mata-mata jahat dan nakal sedang mengincar kekasihnya yang sangat tampan dan seksi ini.
Hal itu tentu tak dibenarkan!
Akhirnya setelah berkeliling, Zelia dan Jimmy mendapatkan beberapa baju, sepatu, bando, kaos kaki dan tangan, lalu beberapa peralatan seperti kursi makan untuk anak kecil, lalu alat makan, terus beberapa barang lainnya yang benar-benar dibelikan untuk pasangan Bara dan Almeera lalu Adeeva dan Reno.
"Biar aku saja, Sayang!" kata Jimmy lalu menyerahkam atmnya.
Zelia cemberut. Bukan dia tak menghargai Jimmy. Namun, belanjanya kali ini untuk hadiah terlalu banyak.
"Aku ganti!" bisik Zelia tak mau membuat pelayan mendengar pembicaraan mereka.Â
"Kamu ganti nanti ketika kita makan malam. Bagaimana?"Â
Jimmy tipikal pria yang sangat tahu tujuan Zelia ingin mengganti uangnya. Pria itu mengerti bahwa kekasihnya tak mau dianggap memeras uang atau matre. Namun, selama ini Jimmy sangat sadar bila hubungan mereka sangat sehat.
Bahkan jika keluar kadang memakai uang Jimmy kadang Zelia. Sebenarnya Jimmy tak mau. Namun, dia mengerti kekasihnya selalu ingin dihargai dengan caranya seperti itu dan membuatnya terpaksa mengiyakan.
"Nanti barang-barang Meera gak usah diturunin, Sayang. Kita bawa hadiah punya Reno dan Adeeva aja," kata Zelia mengingatkan.Â
"Mereka ada disana?"Â
"Ya. Semua berkumpul di rumah Reno. Jadi kita berangkat kesana sekarang!"
__ADS_1
...🌴🌴🌴...
Mobil Jimmy mulai memasuki pekarangan rumah Reno. Suara mesin mobil yang datang membuat semua orang yang ada di dalam lekas menoleh ke arah pintu masuk.
Pasangan suami istri pemilik rumah ini tentu bergegas beranjak berdiri untuk melihat siapa gerangan yang datang.
"Sepertinya itu Zelia, Va," kata Almeera saat Adeeva hendak berlalu dari sana.
"Dia ngabarin kamu tah kalau mau kesini?" tanya Adeeva dengan kening berkerut.Â
"Iya. Dia bilang otw kesini!"Â
Adeeva hanya ber oh ria. Dia lalu berjalan keluar bersama suaminya, Reno. Baby Reyn bermain dibawah bersama si kembar.
Hingga saat Reno dan Adeeva sampai di depan pintu, kedua mata mereka terbelalak melihat kedatangan seseorang yang tak diduga.
"Kak Jim!" pekik Adeeva terkejut.Â
Jimmy dan Zelia berjalan dengan membawa beberapa paper bag di tangannya. Keduanya segera menyerahkan kepada Reno dan Adeeva setelah menyalami keduanya.
"Selamat yah. Semoga keluarga kalian semakin bahagia." Doa Adeeva dengan tulus.
"Aamiin."Â
Sedangkan Mama Tari, sosok yang samar-samar mendengar suara anaknya lekas keluar. Wanita tua itu tak mungkin salah dengar. Dia yakin jika ini adalah suara putranya.Â
Hingga hal yang ia tebak adalah kebenaran.
"Mama!"Â
"Jimmy!" Mama Tari memeluk putranya.
Dia mengusap kepala pria itu dengan lembut. Anaknya yang kedua ini adalah paling mandiri dari dua lainnya. Sosok Jimmy selalu membuat Mama Tari dan Papa Darren rindu sekaligus khawatir.Â
"Anak nakal. Selalu bikin kejutan buat Mama dan Papa!"Â
Jimmy terkekeh. Dia mencium pipi wanita yang sudah melahirkannya dengan tulus.
"Yang penting Mama bahagia, 'kan?"Â
"Tentu. Jangan sering menghilang tanpa kabar sama Mama. Mama selalu khawatir sama kamu!"Â
"Iya, Ma. Sekarang Jimmy gak bakal ilang. Jimmy bakalan ngasih kabar dan selalu pulang demi Mama dan Kekasih Jimmy yang manja!"Â
~Bersambung
Yang kangen Bang Jim nih loh. Bakalan nongol semua kok pemeran HTS pas tamat.
Kalau tanya Bang Syakir, Bang Syakir gak bakal ada karena dia punya lapak sendiri kan nanti.
Jangan lupa klik like, komen dan vote yah.
__ADS_1