
...Dia benar-benar cantik malam ini. Bahkan melihat bibirnya membuatku kembali tak bisa menahan sesuatu dalam diriku....
...~Jimmy Harrison...
...🌴🌴🌴...
Waktu terus berputar dengan cepat. Seakan detik berganti menit. Menit berganti jam terasa lebih cepat dari biasanya.
Seorang perempuan tengah berdiri berkacak pinggang di depan lemari miliknya. Dia tengah meneliti dan menatap pakaian apa yang akan ia kenakan nanti malam.Â
Hampir seluruh bajunya sudah gadis itu keluarkan dan dia coba di depan cermin. Namun, sampai saat ini, tak ada satu baju pun yang cocok untuknya.
"Kenapa jadi ribet banget sih," seru Zelia kesal setengah mati.
Dia membalikkan tubuhnya. Matanya melebar menatap tak percaya kamarnya yang sudah sangat amat berantakan. Pakaian berserakan dan memenuhi ranjangnya. Belum lagi, heelsnya juga berceceran di lantai kamar.
Gadis itu menyugar rambutnya ke belakang. Dia terlihat frustasi dengan kegiatan yang ia lakukan sendiri. Hingga tak mendapatkan apapun, Zelia memilih keluar dari kamar dengan wajah cemberut.Â
Bersamaan dengan itu, Mama Zelia yang baru saja keluar dari kamar segera mengejar langkah anaknya yang terlihat badmood.Â
"Kenapa, Lia?" tanya Mama Zelia dengan khawatir.
"Aku bingung, Ma. Kak Jim ajak aku makan malam di rumahnya," ujar Zelia mengadu.
"Terus?" tanya Mama Zelia dengan bingung. "Kamu juga kan sudah kenal Om Darren?"Â
"Kenalnya kenal, Ma. Tapi baju aku…" Zelia tak melanjutkan perkataannya.Â
Dia merasa malu ketika harus mengatakan tak memiliki pakaian. Buktinya, gaunnya saja sudah banyak di kamar.Â
"Oh. Kamu bingung pilih gaun?" tanya Mama Zelia menahan tawanya.
"Jangan diketawain, Ma," sungut Zelia kesal.
"Oke. Mama minta maaf," ujar Mama Zelia mengangguk. "Gimana kalau Mama bantu buat cari gaun?"Â
Mata Zelia berbinar. Dia menatap tak percaya ke arah mamanya.Â
"Beneran, Ma?"Â
"Iya serius. Ayo!"Â
Akhirnya anak dan ibu itu memasuki kamar Zelia. Saat pintu kamar dibuka, disambut dengan decak kagum Mama Zelia. Bahkan perempuan paruh baya itu tertawa membayangkan anaknya yang kebingungan tadi.
"Gak sekalian seisi lemarinya di tumpahin, Sayang?" ejek Mama Zelia yang membuat gadis itu bergelayut manja di lengannya.Â
"Jangan diketawain terus, Ma!" rengeknya. "Zelia bener-bener pengen tampil cantik buat Kak Jim."Â
Mama Zelia mengangguk. Akhirnya dia mulai memilah satu persatu gaun sambil di dekatkan di tubuh putrinya.
__ADS_1
Dengan sabar ibu satu anak itu mencarikan gaun yang pas untuk putrinya. Bahkan tak tanggung-tanggung. Mama Zelia memberikan saran agar anaknya melakukan perawatan tubuh.Â
"Bagaimana kalau ini?" Mama Zelia membawa sebuah gaun berwarna hitam dengan bahu terbuka.
Tak terlalu seksi. Bahkan sangat manis jika dikenakan oleh Zelia.
"Apa kamu pernah memakainya?"Â
"Belum, Ma. Itu gaun dibelikan Papa dulu tapi kebesaran," kata Zelia dengan jujur.Â
"Mending kamu coba sekarang dan Mama pengen lihat."Â
Akhirnya Zelia membawa gaun itu di ruang ganti di kamarnya. Dia segera memakainya dengan pelan lalu segera keluar untuk menunjukkan pada mamanya.Â
"So perfect!" puji Mama Zelia dengan mata berbinar. "Nih sepatunya! Mama yakin Jimmy bakalan makin klepek-klepek sama kamu."
...🌴🌴🌴...
Tak terasa malam mulai datang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul setengah tujuh malam. Terdengar suara mesin mobil yang sangat dikenal memasuki pelataran rumahnya dan membuat wanita cantik yang sejak tadi menunggu di ruang tamu beranjak berdiri.Â
"Assalamualaikum," salam Jimmy saat dia memasuki rumah sang kekasih.Â
"Waalaikumsalam. "
Mata Jimmy terpanah akan kecantikan kekasihnya. Apalagi penampilan Zelia benar-benar berbeda. Biasanya kekasihnya itu memakai celana ketika keluar dengannya. Namun, malam ini, gaun hitam yang melekat dan memperlihatkan bentuk tubuhnya membuat Jimmy benar-benar terbius.Â
"Diliatin terus bisa bikin telat loh," sindir Mama Zelia yang membuat tatapan keduanya terputus.
"Jimmy bawa Zelia ke rumah ya, Tante," pamitnya dengan sopan.
"Ya. Jangan lupa dikembalikan," celetuk Papa Zelia dengan tertawa.
"Dikira Lia barang," sungut Zelia dengan kesal.Â
"Ah nggak dong. Ini mah anak Papa yang paling Papa sayang," kata Papa Zelia lalu memeluk putrinya.
Saat pria paruh baya itu hendak memberikan kecupan sayang di dahi anaknya. Bajunya sudah ditarik keras oleh sang istri.
"Jangan membuat penampilan anak kita berantakan, Papa!" ancamnya yang membuat Zelia dan Jimmy terkekeh.
"Yaudah ya, Ma, Pa. Lia berangkat."Â
Akhirnya keduanya segera meninggalkan rumah Zelia. Mereka benar-benar saling diam saat tak tahu harus mengatakan apa. Baik Jimmy maupun Zelia sama-sama malu sekarang.
Mereka seakan bingung mengungkap perasaan keduanya malam ini.Â
"Kak."
"Lia."Â
Keduanya memanggil serempak. Mereka bahkan menoleh bersamaan saat lampu merah. Keduanya saling bertatapan sampai mereka tertawa terbahak merasa lucu dengan tingkahnya sendiri.
__ADS_1
"Kamu duluan!" kata Jimmy meminta kekasihnya berbicara terlebih dahulu. Â
"Nggak. Kak Jim duluan!"Â
"Kamu cantik," ucap Jimmy dengan pandangan berbinar. "Dan seksi."Â
Lanjutnya yang membuat pipi Zelia bersemu merah. Dia tak menyangka jika kekasihnya itu akan mengatakan hal gila seperti ini.
"Kak Jim juga tampan," ucap Zelia dengan jujur.
Jas hitam dan kemeja putih begitu melekat membentuk tubuh atletisnya yang semakin membuat Jimmy terlihat begitu mempesona. Apalagi jangan lupakan, minyak wangi maskulin yang dipakai begitu menusuk hidung Zelia dan membuat wanita itu benar-benar jatuh ke pesona Jimmy terlalu dalam.Â
"Tampan saja?" tanyanya dengan menaikkan salah satu alisnya.Â
Zelia menggeleng. Dia perlahan membuka seat beltnya lalu mencondongkan tubuhnya ke samping.Â
Cup.
Sebuah kecupan di pipi Jimmy membuat pria itu membelalakkan matanya. Dia tak menyangka jika kekasihnya sangat-sangat membuatnya tergila-gila. Â
"Lia!"Â
"I love you!" seru Zelia dengan berani.
Jimmy rasanya sesak napas. Keberanian sang kekasih membuatnya benar-benar gila. Apalagi pria itu masih bisa merasakan bagaimana kenyalnya bibir itu ketika menempel di pipinya.
"Kak!" seru Zelia kesal setengah mati.Â
"Ya?"
"Kenapa gak dibalas?" sungutnya dengan bibir cemberut.
"I love you too, Honey. My Princess, Ny Queen."Â
Semburat kemerahan semakin terlihat jelas di wajah Zelia. Perempuan itu tak percaya jika kekasihnya bisa membuatnya baper setengah jiwa.
"Jangan lakukan hal begitu pada pria lain!" ancam Jimmy yang membuat Zelia menoleh.Â
"Maksudnya?"Â
"Jangan mencium pria lain walau itu hanya sepupumu. Mengerti?"Â
Dua sudut Zelia tertarik ke atas. Dia tak menyangka jika memiliki kekasih posesif sebahagia ini. Seakan dia benar-benar merasa seperti dibutuhkan dalam hidup Jimmy.Â
Perhatiannya yang langka dengan senyumannya. Membuat Zelia benar-benar menjadi wanita spesial. Wanita yang menjadi cinta pertama untuk seorang pria yang umurnya sudah hampir berkepala empat.Â
"Aku tak akan mencium siapapun," kata Zelia dengan mengerlingkan matanya genit menggoda sang kekasih. "Hanya sama kamu saja. Itu sudah cukup!"Â
~Bersambung
Lama-lama kepala panas. Yang sini bikin bapern Pasangan Mas Bar Meera bikin hot hot. Eh kalau Adeeva dan Reno bikin bengek.
__ADS_1
Jangan lupa klik like, komen dan vote yah. Biar author semangat ngetiknya.