Berbagi Cinta : Hasrat Terlarang Suamiku

Berbagi Cinta : Hasrat Terlarang Suamiku
Hamil


__ADS_3


...Tidak semua orang memiliki hati seperti malaikat. Ketika dijahati mereka akan baik. Akan ada masa dimana dia yang baik berubah menjadi jahat untuk melindungi apa yang menjadi miliknya....


...~Almeera Azzelia Shanum...


...🌴🌴🌴...


"Kakek...Kakek, bagaimana? Bagus Bia, 'kan?" kata bocah lima tahun itu berlari ke arah Darren.


Dengan sigap ayah dari Almeera menangkap tubuh Bia dan menggendongnya. 


"Bagus banget. Cucu Kakek memang hebat," ucap Darren dan mencium pipi Bia.


"Iya dong. Nanti Kakek kasih tau Bia lagi yah. Apa yang harus Bia lakuin buat bikin nenek lampir gak betah tinggal disini," kata Bia sambil melingkarkan kedua tangannya di leher Darren.


"Siap, Bos." 


Jimmy dan Bara yang melihat tingkah kakek dan cucu itu hanya bisa geleng-geleng kepala. Mereka tak ada yang marah apalagi akan menghalangi. Bagaimanapun baik Bara dan semua orang sangat tak suka dengan keberadaan Narumi.


Wanita itu benar-benar tak punya malu sama sekali. Setelah membuat drama kecelakaan lalu pura-pura lumpuh. Dengan seenaknya minta tinggal bersama. Benar-benar wanita iblis yang menyerupai manusia. 


"Nanti Om Jim bantu. Mau gak?" kata Jimmy sambil mendekati ayah dan keponakannya. 


"Mau dong, Om," sahut Bia dengan antusias. "Yang seru yah." 


"Seru dong. Ayo gendong, Om. Nanti Om bisikin!" 


Akhirnya semua keluarga mulai masuk ke dalam rumah. Hari yang mulai beranjak siang membuat para wanita bergegas menuju dapur. Mereka saling bergotong royong memotong bahan dan memasak untuk mereka semua. 


"Maafin Meera baru bisa bantu, Ma," kata seorang wanita yang baru saja datang. 


Ummi Mira, Kayla dan Mama Tari spontan menoleh. Mereka sama-sama tersenyum saat sosok Almeera masuk ke dapur. 


"Kamu pasti capek. Istirahat aja sana!" kata Mama Tari yang mendapatkan anggukan kepala Kayla.


"Iya, Sayang. Kamu kurang tidur. Kantung matamu saja besar. Sana istirahat!" ucap Ummi Mira dengan tatapan sayangnya.


"Almeera baik-baik saja, Mama, Ummi. Meera mau bantuin kalian," sahutnya lalu memberikan ciuman di pipi mertuanya. "Mau bikin apa?" 


"Sayur sop dan perkedel kentang." 


"Wah tumben sekali masak beginian, Ma?" tanya Almeera antusias. 


"Iya. Kakak iparmu nih yang minta," ujar Mama Tari menatap menantu pertamanya.

__ADS_1


"Apa Kakak mengidam?" 


Pertanyaan yang keluar dari mulut Almeera membuat mata Ummi Mira dan Mama Tari membola. Keduanya baru menyadari itu. Mereka sama-sama menatap Kayla yang sedang menggaruk tengkuknya.


"Iya, Sayang. Apa kamu hamil?" tanya Mama Tari dengan mata berkaca-kaca.


Kayla yang hatinya sensitif pun ikut menangis. Dia menganggukkan kepalanya jujur. Ya saat ini dirinya memang sedang hamil. Pernikahan yang sudah belasan tahun akhirnya mendapatkan anugerah terindah dari tuhan. 


Menunggu kehadiran anak di antara mereka. Baik Jonathan maupun Kayla sama-sama saling menguatkan. Mereka tak ada yang mencari kekurangan itu di luar. Pasangan itu saling memahami dan menerima sampai akhirnya nikmat menunggu dibayar tuntas oleh Tuhan.


"Alhamdulillah, Ya Allah. Putriku akhirnya kamu meraih buah kesabaran, Nak," kata Mama Tari memeluk menantunya.


Dia menciumi wajah Kayla yang sudah basah akan air mata. Kebahagiaan ini benar-benar membuat para wanita yang ada di sana menangis haru. Keajaiban tuhan benar-benar ada. Disaat Kayla dan Jonathan sudah pasrah akan hasil akhir. Maka, hanya percaya pada takdir menjadi jalan terakhirnya.


Apalagi Jonathan sendiri, tak pernah memaksa Kayla untuk hamil. Pria itu selalu mengatakan pada istrinya, bahwa dia menikah bukan untuk memperoleh keturunan. Melainkan dia menikah ingin mencari pahala dan ibadah terpanjang selama hidupnya. 


"Doain Kayla, Ma. Doain kandungan Kayla semoga sehat sampai lahiran," kata istri Jonathan dengan mencium tangan mertua yang sudah ia anggap seperti ibunya sendiri.  


"Pastinya, Nak." 


"Semoga Kayla dan adik bayi sehat selalu," ucap Ummi Mira memeluk Kayla dengan sayang.


"Terima kasih, Ummi." 


Bergantian kini Almeera yang memeluk kakak iparnya. Dia sangat menyayangi Kayla seperti kakak kandungnya sendiri. Wanita itu selalu ada disaat Almeera membutuhkan bantuannya. 


"Doakan hatiku ikhlas memaafkan Mas Bara dulu, Kak. Baru Meera akan menyusul," bisik Meera lalu melepaskan pelukannya.


"Aamiin."


"Semoga ponakanku ini selalu sehat dan ibunya juga." 


Terlalu asyik dengan kebahagiaan mereka. Keempat wanita itu sampai tak menyadari kehadiran Jonathan yang ingin menemui istrinya. Sejak tadi dia sudah khawatir. Dokter menyarankan istrinya itu untuk banyak istirahat.


"Sayang," panggil Jo yang membuat mereka saling menoleh.


"Ya," sahut Kayla menuju posisi suaminya.


"Kenapa Ummi, Mama dan Almeera mengerubungi istriku?" tanya Jonathan dengan memeluk istrinya tanpa malu. 


"Kenapa Kakak menyembunyikan calon keponakanku?" sungut Meera kesal memukul lengan Jonathan. 


"Ah. Apa mereka semua sudah tahu, Sayang?" ucap Jonathan lembut dan manja.


"Ya. Mama, Ummi dan Meera sudah tahu." 

__ADS_1


Jonathan menatap Mama Tari dengan tersenyum. Dia melepaskan istrinya dan mendatangi sosok bidadari yang membuatnya hadir di dunia ini.  


"Doakan anak Jonathan ya, Ma. Semoga diberi kelancaran sampai lahir," katanya mencium pipi ibunya. 


"Pasti, Nak. Kamu harus kurangi jam kerja dan selalu mengalah pada Kayla. Jangan marah-marah kepadanya. Ingat! Kalau ngidam harus kamu turuti." 


"Siap, Bidadariku!" 


Akhirnya kebahagiaan itu menghampiri keluarga Almeera. Disaat ada musibah pasti ada hikmah lain yang datang. Disaat ada ujian pasti ada bonus indah dari Tuhan. Begitulah kehidupan terus berjalan di dunia ini.


Semua sudah ditakdirkan saat manusia belum lahir. Jodoh, maut, rejeki semuanya Allah sudah mengatur. Maka manusia hanya tinggal menjalani, berusaha dan bersabar atas apa yang menimpanya saat ini. 


...🌴🌴🌴...


Sedangkan di lantai atas, lebih tepatnya di kamar utama Almeera dan Bara. Terdapat dua orang manusia yang berbeda usia sedang berdiri di depan cermin milik mamanya. Keduanya terlihat sedang merencakan sesuatu.


"Apa kita butuh ini?" tanya Bia yang memegang lipstik merah milik mamanya.


"Ya. Bawa ini juga," kata Abraham memberikan airliner hitam kepada adiknya.


"Ini untuk apa?" tanya Bia menatap benda itu.


"Buat bulu kucing di pipinya. Pasti dia semakin cantik," ucap Abraham sambil terkekeh. 


"Oke," sahut Bia sambil memasukkan alat itu ke dalam tas yang ia bawa. "Terus si Nenek Lampir ngapain sekarang, Bang?" 


"Dia lagi tidur. Tadi Abang udah intip lewat pintu kamar," ucap Abraham dengan antusias.


Ah dua anak ini memang otaknya sudah didominasi oleh otak kakek yang super jahil. Anak dari pasangan Bara dan Almeera benar-benar saling bekerja sama. Mereka bahkan berjanji akan menyiksa Narumi sampai wanita itu pergi dari rumah mereka.


"Abang ikut, 'kan?" 


"Iya dong. Abang bakalan bantuin kamu mewarnai dengan baik." 


Dua anak itu saling bertos ria. Mereka segera berjalan menuju kamar di lantai satu tanpa terlihat oleh orang-orang yang berada di ruang keluarga. Keduanya berjalan mengendap sampai di depan sebuah pintu. Abraham membukanya dan keduanya menyelinap masuk.


Terlihat seorang perempuan tengah tertidur lelap di atas ranjang. Bahkan mata wanita itu sedang ditutupi sebuah kain penutup yang membuat Bia dan Abraham saling menoleh.


"Ayo! Kita mewarnai kucing nakal yang jelek!" 


~Bersambung


Aku yakin kalian pada khawatir kan baca judul bab. Pasti mikirnya si sarimi yang hamil. Hahaha.


Otw bab besok lihat hasil mewarnai Abang Abra sama Bia yah. Hahaha.

__ADS_1


Jangan lupa klik like, komen dan vote. Biar author semangat ngetiknya.


__ADS_2