Berbagi Cinta : Hasrat Terlarang Suamiku

Berbagi Cinta : Hasrat Terlarang Suamiku
Undangan 7 Bulanan


__ADS_3


...Aku tak banyak berharap karena terlalu berharap juga bisa membuat kita sakit. Namun, setidaknya jika kita berharap pada Allah. Semoga apa yang kita pikirkan menjadi sebuah kenyataan....


...~Almeera Azzelia Shanum...


...🌴🌴🌴...


Almeera menatap kotak berisi salad di depannya ini dengan mata berbinar. Apalagi coklat serut yang diletakkan di atasnya semakin membuat ibu dua anak itu menelan ludahnya yang seakan ingin menetes.


Dia segera mengambil sendok yang ada di samping kotak tersebut. Namun, sebelum itu. Almeera dengan sengaja mengambil coklat serut itu dengan tangannya lalu mulai memasukkan ke dalam mulut.


"Hmm ini enak banget," gumamnya pelan sampai matanya terpejam.


Almeera yang sudah tak tahan akhirnya mulai menyendokkan salad itu ke dalam mulutnya. Perpaduan asam dan manisnya coklat bercampur menjadi satu yang entah kenapa terasa sangat pas di mulut Almeera.


"Gak asam, Mbak?" tanya pelayan wanita yang masih berdiri di dekat meja makan.


Almeera menggeleng. "Ini enak banget, Bu. Terima kasih." 


"Sama-sama. Kalau butuh apa-apa panggil saya ya, Mbak," ujar pelayan itu pamit untuk melanjutkan pekerjaannya.


Almeera menikmati salad itu sendirian. Bahkan tanpa sadar wanita itu menaikkan kakinya dan bersila di atas kursi. Bibirnya terus mengunyah strawberry dan mangga secara bergantian.


Wanita itu benar-benar seakan melupakan keadaan sekitar. Dia bahkan sampai tak sadar jika ada sepasang suami istri yang baru saja masuk ke rumahnya. 


"Surprise!" pekik dua orang itu terkejut.


Almeera yang terlalu fokus memakan saladnya hanya mampu membulatkan mata tatkala menatap kakak dan kakak iparnya yang datang ke rumah.


"Kak Jo, Kak Kayla," kata Almeera dengan membulatkan matanya.


Ibu dua anak itu hendak turun dari sana. Namun, Jonathan langsung menolaknya. Dia meminta adiknya untuk duduk agar mereka saja yang mendekat.


"Kamu sedang memakan apa, Ra?" tanya Kayla menatap adik iparnya. 


"Ya. Sampai fokus banget makannya dan gak tau kami datang," ujar Jonathan menyahut. 


Almeera nyengir kuda. Tangannya mengangkat kotak salad itu yang tanpa sadar membuat Kayla menjilat bibirnya dengan lidahnya sendiri. 


"Kakak pengen?" tawar Almeera yang mampu membaca ekspresi kakak iparnya.


"Apa masih ada?" tanya Kayla kembali. "Itu mangga, kan?" 


Kepala Almeera mengangguk sebagai jawaban jika yang ditebak oleh kakak iparnya memang benar.


"Kamu lagi ngidam, 'kah, Ra? Kok buah yang kamu makan asam semua," ujar Jonathan apa adanya.

__ADS_1


Almeera nyengir kuda. Dia beranjak berdiri dan menggeleng. 


"Aku lagi halangan, Kak," sahut Almeera lagi-lagi.


Entah kenapa dia menjadi berpikir semua orang terlalu berkhayal dirinya menjadi hamil. Dirinya saja yang sebagai pemilik tubuh tak merasakan apapun. Bahkan tadi pagi ketika perutnya kram, Almeera sudah bisa menebak bahwa ia tengah kedatangan tamu bulanan.


"Kamu serius?" 


"Iya." 


Akhirnya Almeera berjalan ke arah dapur. Dia mencari pelayan rumahnya dan akhirnya ketemu.


"Ada apa, Mbak Meera?" 


"Apakah saladnya masih ada?" tanya Meera menatap wanita paruh baya itu dengan hangat. 


"Masih, Mbak. Apa Mbak Meera kurang?" 


Almeera menggeleng. "Taruh di mangkuk ya, Bu. Kakak iparnya saya jadi ngidam liat salad buatan, Ibu." 


Akhirnya Almeera segera kembali ke meja makan. Dia memukul lengan kakaknya ketika melihat Jonathan lahap sekali memakan saladnya. 


"Gak sabar banget sih! Asal nyaplok punya Meera," cibir ibu dua anak itu yang tak rela makanannya diambil.


"Biarin," sahut Jonathan dengan santai.


"Abraham sekolah, Kak," ujar Almeera yang sangat tahu sosok kakak iparnya. 


"Terus si cimol Bia?" 


"Papa sama Mama tadi menjemput mereka sekaligus mengantar Abra ke sekolah," balas Almeera apa adanya.


"Oh." 


Jonathan akhirnya berpindah ke samping Kayla tatkala salad istrinya sudah ada. Pasangan suami istri itu terlihat sangat suka sekali dengan salad buatan pelayannya. 


"Oh, iya. Kalian ngapain kesini?" tanya Almeera yang baru menanyakan tujuan kakak dan kakak iparnya. 


Almeera pasti mudah menebak jika kakaknya ada tujuan penting jika datang. Bukan karena butuhnya aja. Melainkan Jonathan adalah orang yang sibuk sama seperti Bara. Keduanya selalu totalitas jika bekerja hingga tak pernah absen.


"Pekan nanti perayaan tujuh bulanan kandungan Kayla, Ra. Kakak ingin kamu, Bara dan dua ponakan Kakak datang," kata Jonathan menatap adiknya.


"Wah. Gak kerasa ya, Kak. Waktu ternyata cepet banget," ujar Almeera menatap kakak iparnya.


"Cepatlah menyusul. Kalian gak menunda, 'kan?" tanya Kayla lembut pada adik iparnya.


"Iya nggak, Kak. Aku gak pakai apa-apa kok. Doain aja," ujar Almeera dengan jujur. 

__ADS_1


"Jangan sampai kecolongan loh yah. Kamu harus bener-bener selalu cek kondisi kamu," nasehat Kayla dengan baik.


"Bener, Ra. Kamu apalagi kumpul sama Bara. Jadi peluang besar untuk kalian menambah momongan lebih besar," ujar Jonathan menambahi. 


"Iya iya Kakak dan Kakak iparku. Aku akan mendengar semua nasehat kalian berdua." 


Akhirnya setelah salad yang dimakan Kayla dan Jonathan abis. Mereka segera pamit pulang. Bukannya keduanya tak betah ada disini. Melainkan Jonathan dan Kayla harus membagikan undangan itu lagi ke keluarga yang lain.


"Ini undangannya, Ra," kata Kayla saat berhasil mengambil kertas itu dari tasnya. 


"Kami bakalan dateng, Kak," balas Almeera sambil menatap takjub perut Kayla yang membesar. "Masya allah allahu akbar. Ini perut cemol banget." 


Kayla terkekeh. Dia memberikan waktu kepada adik iparnya untuk mengelus perutnya hingga sebuah tendangan begitu terasa di keduanya.


"Wah dia menendang, Kak," kata Almeera dengan heboh.


"Ya. Dia sangat aktif sekali, Ra. Kakakmu bahkan sampai heboh banget kalau dia lagi gerak begini," ujar Kalian dengan meringis saat merasakan tendangan kuat dari anaknya.


"Apa Kakak sudah USG?" tanya Almeera sambil mengantar kakak dan kakak iparnya masuk ke dalam mobil.


"Udah tapi buat cek takut ada kelainan saja. Untuk jenis kelamin. Kakak dan Kakakmu, Jonathan. Berniat merahasiakannya," balas Kayla menjelaskan.


"Apapun itu. Semoga lancar sampai proses melahirkan." 


"Aamiin," sahut keduanya serentak.


"Kakak balik ya, Ra. Jaga diri baik-baik," ujar Jonathan sebelum menjalankan mobilnya.


Almeera ikut merasa bahagia dengan kehidupan kakaknya. Kehidupan mereka yang penuh ujian karena tak hadirnya anak di antara mereka. Akhirnya Allah kabulkan doa keduanya.


"Aduh. Aku kebelet pipis lagi," ujar Almeera yang merasa tak tahan.


Segera ibu dua anak itu berjalan dengan cepat kembali ke kamarnya. Almeera menyadari hari-hari ini dia sangat mudah buang air kecil. Almeera merasa dia tak bisa jauh-jauh dari kamar mandi.


Saat sampai di kamar mandi dan menurunkan celananya. Alis Almeera berkerut saat melihat pembalut yang ia pakai.


"Kok gak keluar lagi?" gumam Almeera penuh tanya. "Biasanya aku kalau halangan juga deres hari pertama tapi ini…" 


Rasa pipis yang sangat tak bisa ia tahan akhirnya membuat Meera membuangnya dulu. Namun, pikirannya sambil memutar memikirkan keadaannya yang begitu berbeda.


Akhirnya istri Bara itu berjalan menuju kalender yang ada di kamarnya. Dia menatap tanggal yang memang sudah terlewat dari jadwal mens seharusnya.


"Aku sudah telat hampir dua minggu tapi kenapa darahnya yang keluar hanya sedikit?" 


~Bersambung


Ya biasa Mbak. Mungkin darahnya lagi macet, hahaha.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen dan vote yah. Biar author semangat ngetiknya.


__ADS_2