
Dara baru saja selesai shalat dzuhur dan berniat mau mandi siang karna gerah.. cuaca nya sangat terik.
" Ara." panggil seseorang di luar rumah nya.. Dara tau siapa itu siapa lagi kalo bukan Dimaz.. sebab hanya Dimaz yg memanggil nya Ara.
Dara bergegas menemui Dimaz yg ada di teras depan rumah nya.. ternyata ada Dessy.. Candra.. Rama dan Cintya juga disana.
Baru saja Dara mau menyuruh mereka masuk.. tapi mereka sudah menyerobot masuk duluan.
Dara hanya bisa menggeleng² kan kepala nya.
Semua teman² nya mulai duduk di ruangan biasa tempat mereka ngumpul.
Itu hanya ruangan kosong lebih mirip sebuah kamar.. tapi tak ada apapun disana kecuali karpet dan sebuah cermin.
Tapi mereka sudah biasa duduk disana.. dan itu adalah ruangan khusus buat mereka bicara agar tak terganggu oleh orang yg ada di rumah itu..
Ruangan cukup luas.. hingga jika para sahabat itu ingin tiduran atau sekedar ngedance² masih cukup.
" Ya udah kalian ngobrol aja dulu ya.. aku mau mandi." tutur Dara pada para sahabat nya itu.
Mereka hanya bisa mengangguk.
Dara meninggal kan sahabat nya dan segera mengguyur badan nya dengan air dingin.. yg terasa begitu segar saat mengguyur tubuh nya.
Faozan yg mengetahui kedatangan teman² Dara langsung menemui mereka dan bergabung disana.
" Hey.. apa kabar?." Sapa Faozan.
" Alhamdulillah baik." Jawab mereka.
" Udah lama sampe?." Faozan bertanya lagi.
" Baru kok.. tapi itu Calon istri kamu.. masak dia biarin aja kamu disini nggak di kasih makanan atau minuman." Kata Candra setengah bercanda.
" Ehehe.. Emang Dara kemana?."
" Mandi." Sahut Cintya.
" Oh.. iya dia pasti merasa gerah.. karna tadi habis dari RS kami kepasar terus masak.. dan ini aja baru selesai makan siang & shalat dzuhur."
__ADS_1
" Gimana setelah perban nya di buka.. apa kata Dokter?." Tanya Dimaz.
" Alhamdulillah Dara sudah sembuh."
" Syukurlah.". sahut semua teman² nya.
" Lalu kapan rencana nya pernikahan kalian?." tanya Rama.
" Insya Allah Dua bulan lagi.. sekarang aja Ibu & Ayah sudah mulai mengurus semua nya." jawab Faozan apa ada nya.
" Oh.. semoga lancar sampai hari H." kali itu semua teman² nya berkata hampir bersamaan.
" Aamiin.. makasih ya." Faozan tersenyum lembut.. " Ya udah aku tinggal dulu.. kata nya mau makanan & minuman.. biar aku ambil dulu."
Usai berkata Faozan beranjak menuju dapur.. mengambil sebuah toples yg berisi kerupuk.. dan mengambil beberapa camilan dari dalam kulkas.. tak lupa juga beberapa minuman kaleng.
Setelah itu Faozan pun menyuguhkan untuk teman² Dara.. yg sekarang menjadi teman² nya juga.
" Wiih.. Asyik nih." Seru Candra melihat Faozan membawa makanan & juga minuman.
Dara telah selesai mandi dan berganti pakaian.
Dengan celana pendek selutut.. & Baju yg lebih mirip tangtop.. namun lengan nya masih lebih lebar dari tangtop.
Dara memang begitu orang nya kalo di rumah selalu apa ada nya.. kecuali kalo keluar baru dia akan menutup aurat nya.
" Sorry ya kalo kalian sedikit lama nunggu." tutur Dara begitu sudah berada di dekat teman² nya.
Teman² nya sudah nggak heran dengan penampilan Dara.. karna bukan baru setahun dua tahun mereka bersahabat.
Berbeda dengan Faozan.. dia sangat terkejut melihat Dara yg seperti itu.. karna sejak dia disana baru kali ini Faozan melihat Dara yg begitu santai nya.
Kemarin² tak seperti itu mungkin karna ia belum pulih betul.
Faozan sampai menatap nya dengan mata yg tak berkedip.
Karna benar² menggoda menurut nya.
" Ehemz." Dessy yg melihat tatapan Faozan terhadap Dara mulai berdehem.. Dan itu membuat nya tersadar.
__ADS_1
Dara duduk tepat di samping Faozan.. dengan jarak yg lumayan dekat.. Faozan sampai bisa mencium aroma wangi dari tubuh dan rambut Dara.
Huuuuh.. semakin tak karuan saja detak jantung nya.
" Ada apa?.". tanya Dara yg melihat Faozan dari tadi hanya menatap nya.
Faozan hanya menggelengkan kepala nya.
" Yakin?." Tanya Dara lagi.
" Iya.. hanya saja.. apakah kamu nggak merasa bahwa pakaian yg kamu pake ini terlalu terbuka." barulah ia bicara apa pendapat nya.
" Ahaha.". Dara tertawa.. " Nggak lah Gedok.. lagian disini hanya ada kita² saja.. nggak ada orang lain.. jadi ya santai aja... Apa kamu nggak suka ya liat aku kayak gini."
" Nggak bukan gitu.. Cuma kalo keluar kamu jangan kayak gini ya."
" Tenang.. Dara nggak pernah keluar dengan pakaian seperti itu.. dia hanya menggunakan nya di rumah.. itu pun kalo sama kita²." Dessy yg menanggapi.
" Baguslah.. aku nggak suka aja kalo ada.."
" Nggak akan.". Dara langsung memegal bicara Faozan.
Karna lagi ngumpul² hari itu mereka memutuskan untuk bermain².
" Gimana kalo kita main permainan?." Cintya memberikan ide nya.
" Oke.. tapi permain apa?.. kartu atau justru mabar game online." tanya Rama.
" Game online kepala mu." ketus Dara.
" Hahaha." sontak teman² nya tertawa.. termasuk Faozan.
" Ya udah kita mau main apa nih?... petak umpet kah?." tutur Candra.
" Ehehe.. Kayak anak MKKB ( masa kecil kurang bahagia)." sahut Dara lagi.
" Kita main..." Dessy berkata sambil berfikir.
Kira² main apa guys?..
__ADS_1