Cinta jarak jauh... ( LDR)

Cinta jarak jauh... ( LDR)
Welcome To Lombok.


__ADS_3

Setelah menginap semalam di rumah Ibu nya.. Faozan dan Dara melanjutkan perjalanan nya yaitu ke Lombok untuk menemui sang kakek.


Butuh waktu kurang lebih 3 jam 55 menit dari bandara Gatot Subroto Lampung ke Bandara International Lombok.. dengan satu kali transit.


Dara & Faozan mengambil penerbangan jam 8 pagi WIB tadi.. Tiba disana bandara International Lombok jam 13 WITA.. yg artinya jam masih jam 12 WIB.


Dengan langkah pelan Dara & Faozan menuruni tangga pesawat.


Ada rasa berdebar debar di hati Dara.. antara gugup dan juga khawatir.


Gugup lantaran akan bertemu dengan keluarga Faozan.. khawatir karna takut bagaimana jika kakek nya Faozan tak menyukai nya.


Perasaan nya yg seperti itu tampak jelas di air muka Dara.


Faozan memperhatikan wajah Dara yg terlihat khawatir itu.


" Welcome to Lombok sayang." Tutur Faozan tersenyum menatap Dara.


Dara hanya menanggapi dengan tersenyum saja.


" Ada apa?.. kok kamu malah terlihat khawatir?." Tanya Faozan yg sedari tadi menyadari wajah Dara.


Sambil terus bicara Faozan mencoba menghubungi salah satu teman nya.. dan meminta di jemput di Bandara.


" Aku hanya sedikit takut aja." sahut Dara menanggapi pertanyaan Faozan tadi.


" Takut.. takut kenapa?." Tanya Faozan bingung.


" Gimana kalo kakek kamu nggak menyukai ku." sahut Dara mulai cemberut.


Faozan memegang kedua belah pipi Dara dengan kedua telapak tangan nya.. dengan pandangan lurus menatap wajah sang Istri.


" Buang jauh jauh rasa khawatir mu itu.. aku yakin kakek nggak mungkin nggak menyukai mu.. lagi pula seperti kata ku.. yg menikah dengan mu itu aku bukan kakek.. jadi jika dia tak menyukai mu.. ya udah setelah ini kita nggak perlu kembali ke Lombok lagi.. kita menetap saja di Prabumulih.. namun aku yakin seyakin yakin nya.. kalo kakek pasti menyukai mu... sebab mana mungkin dia tak suka punya cucu secantik dan sebaik dirimu." tutur Faozan dengan lembut.


Dara tersenyum manis mendengar nya.


" Iih Dasar lebayy." begitu Dara menanggapi dengan tertawa pelan.


" Kok lebay sich... orang aku bicara apa ada nya." Goda Faozan lagi.


" Udah ah.. jangan gombal mulu.. ngomong ngomong kita ke rumah mu mau naik apa?.. atau kah kita akan jalan kaki." tanya Dara.


" Jalan kaki gigi mu." sahut Faozan setengah bercanda.


" Bisa bisa kita mati kalo mau jalan kaki dari sini kerumah ku." lanjut Faozan.


" Lah terus kita naik apa?."


" Tunggu saja.. aku sudah minta jemput ama teman ku.. sekarang dia dalam perjalanan." Faozan menjelaskan.


" Oh." sahut Dara singkat.


Kemudian mereka memilih duduk di salah satu kursi yg ada di ruang tunggu bandara itu.


" Kamu mau makan sesuatu?." Faozan mulai bertanya lagi... takut Dara lapar.


" Kamu fikir aku rakus banget ya.. kan baru sejam yg lalu kita makan siang di pesawat tadi.. masa iya aku udah lapar aja." sahut Dara.


" Ehehe.. kali aja." tutur Faozan tertawa pelan.


Itulah yg mereka lakukan.. sambil terus menunggu mereka terus mengobrol biar tak merasa jenuh.

__ADS_1


Hingga setelah menunggu selama 5 jam.


Cukup lama juga ya mereka menunggu.


Seorang lelaki menghampiri mereka.


" Ozan." panggil lelaki itu dengan tersenyum menghampiri mereka.


Sontak Faozan & Dara menatap lelaki muda itu.


Dara tak tahu siapa itu.. tapi Faozan sangat mengenal pria itu.. yg tak lain dari Adha teman nya.


Memang Adha lah yg tadi di hubungi Faozan.. sebab kalo teman teman nya yg lain pasti masih pada kerja.


" Ha... apa kabar?." Sapa Faozan sambil memeluk teman nya itu.


" Baik Zan.. kamu sendiri gimana?." Tanya balik Adha.


" Aku juga baik kok.. Oh iya kenalin ini.." perkataan Faozan langsung di sela oleh Adha.


" Pacar mu.". Tutur Adha.. karna memang ia tak tahu kalo teman nya itu telah menikah.


" Orang mana?? Apakah orang Malaysia?." Lanjut Adha lagi.. sebab setahu nya Faozan pergi kerja ke Malaysia.


Ia tak tahu kalo banyak hal yg terjadi.. sebab Faozan juga tak pernah menghubungi teman teman nya.. ia hanya sibuk dengan urusan nya sendiri.


" Salah semua tebakan kamu." sahut Faozan santai..


" Maksud nya?." Adha bertanya bingung.


" Yg pertama dia bukan pacarku..." Belum juga selesai Faozan bicara Adha sudah menyela lagi.


"Kalo dia bukan pacar mu.. berarti boleh donk buat aku.. kebetulan aku juga jomlo nih.. & Dia juga Cantik banget." Tutur Adha setengah berbisik.. tapi Dara masih bisa mendengar hal itu.


Faozan langsung membulatkan mata nya menatap Adha.


Dia merasa jengkel mendengar perkataan Adha yg terdengar seperti menyukai Dara.


Namun karna Faozan sadar bahwa Adha adalah teman nya.. Dia hanya menanggapi seada nya.


Jika saja orang lain yg berkata demikian sudah dapat di pastikan kalo Faozan akan menghajar nya.


Pletaaaakkk..


Faozan menjitak jidat Adha.


Adha hanya meringis.


Dara hanya tersenyum melihat kedua sahabat itu.


" Aww.. aduuuh.. sakit tauu." keluh Adha.


" Maka nya kalo bicara tuh jangan sembarangan.. berani nya kamu bicara begitu..." lagi lagi perkataan Faozan tergantung.. sebab sekali lagi Adha merebut pembicaraan.


" Emang ada yg salah dari perkataan ku nggak kan?.. aku juga nggak akan main main sama dia.. bahkan jika dia mau aku siap buat jadi suami nya." tutur Adha setengah berbisik.. Fikir nya Faozan tak setuju dia menyukai Dara lantaran Faozan tau sifat Adha yg cenderung playboy itu.


Faozan yg merasa makin jengkel dengan perkataan teman nya itu.. langsung bicara tegas.


" Bisa nggak kalo aku lagi bicara dengerin dulu sampe selesai.. supaya kamu tau maksud dari perkataan ku.. jangan asal nebak nebak saja." ketus Faozan.


" Baiklah." sahut Adha.. " Sekarang katakan apa maksud mu?."

__ADS_1


" Dengar baik baik ya Ha.. jika perlu di catat.. sampai kapanpun aku nggak akan pernah mengizin kan kamu mendekati nya.. jadi jangan bermimpi untuk menikahi nya.. itu karna dia adalah Istri ku." jelas Faozan dengan tegas..


" Sekali lagi.. Dia ISTRIKU." lanjut Faozan dengan menekan kan kata istri ku.


Kali itu giliran Adha yg membulat kan mata nya... ia tak tahu kalo teman nya itu sudah menikah.


" Eh kamu nggak lagi bercanda kan?." Tanya Adha yg merasa kurang yakin.. takut Faozan hanya menggoda nya.


" Dia nggak bercanda kok." kali itu Dara yg menjawab.


Adha yg mendengar itu langsung menolehkan pandangan nya pada Dara.


" Ehehehe.. Maaf kalo gitu." Adha merasa tak enak hati pada Dara.


" Nggak apa apa kok nyantai aja." sahut Dara tersenyum.


" Oke.. Kalo boleh tau nama kamu siapa?." Adha bertanya pada Dara.


" Dara."


" Oh.. kamu orang Palembang itu ya." Adha memang tahu tentang pacar jarak jauh Faozan itu.


Tapi Adha sungguh tak menduga jika pacar Faozan itu semanis Dara.. sebab setahu nya Faozan pernah bercerita jika kekasih nya itu lebih dewasa dari nya.


Namun yg ia lihat saat ini.. antara Dara & Faozan telihat seumuran.


Tak heran sich sebenar nya.. sebab Dara itu mempunyai tubuh yg mungil namun cukup berisi.. mempunyai boddy yg sintal...Apalagi selama ini Dara selalu memperhatikan penampilan nya dan merawat diri nya dengan sangat baik.


Berbeda dengan Faozan yg hanya disibukan oleh pekerjaan jadi mana sempat merawat diri.. hingga dia terlihat tampak dewasa.


" Iya kok tahu." sahut Dara.


" Faozan sering cerita tentang mu."


" Udah udah.. nanti aja lanjut ngobrol nya.. kita pulang dulu." Faozan menyela.


" Baik Boss." Sahut Adha... " Untung ya aku kemari bawa mobil.. jika tidak kita pasti ribet."


Dara & Faozan saling lempar senyum.


" Ayo." ajak Adha kemudian.


Dara & Faozan pun berjalan mengiringi Adha menuju tempat Adha memarkir mobil nya.


Tiba di depan mobil Adha.


Faozan langsung mengajak Dara duduk di bagian belakang mobil nya..


Adha pun masuk untuk menjalan kan mobil nya menuju rumah Faozan.


Setelah masuk di depan kemudi.. Adha dengan pelan mulai menjalan kan mobil nya.


" Selamat datang di Lombok ya Dara." tutur Adha.


" Panggil aja Ra.. biar lebih singkat." sahut Dara tersenyum.


"Pak sopir kok hanya istri ku saja yg kamu ajak bicara.. kenapa tidak dengan ku juga." Faozan berkata setengah bercanda.


" Ehehe.. karna kamu tidak secantik istri mu." Sahut Adha juga dengan bercanda.. sebab mana mungkin Faozan cantik.. diakan cowok.


Ahahaha..

__ADS_1


Dara & Faozan tertawa mendengar perkataan Adha.


Begitulah sepanjang perjalanan mereka terus bicara.. tak pernah ada keheningan di dalam mobil tersebut.


__ADS_2