Cinta jarak jauh... ( LDR)

Cinta jarak jauh... ( LDR)
Terluka.


__ADS_3

Ke esokan hari nya.. Dara di kejutkan oleh sebuah sms dari no yg tak di kenal..


" Hy." itulah sms nya..


Meski tak tau itu no siapa Dara tetap membalas nya..


Dara.


" Iya." itu bales nya.


" Kamu Dara kan?." itu orang bertanya.


Dara.


" Iya benar.. kamu siapa?."


" Tak penting kamu tau siapa aku.. aku hanya ingin memberitahu kamu kalau Faozan kecelakaan dan kamulah yg bertanggung jawab untuk semua ini."


Dara bingung.. antara percaya dan tidak nya..


Dara.


" Oh iya.. sekarang dimana dia?." Dara mencoba mengaluri saja.


" Sekarang ia lagi di bawa ke puskesmas."


Dara.


" Apakah ia terluka parah?."


" Itu nggak penting.. apa peduli mu."


Dara.


" Kamu aneh.. kalau kamu bilang aku nggak peduli pada nya lalu kenapa kamu memberitahu ku."


" Kamu adalah wanita yg tak punya hati." dia malah ngatain Dara.


Dara.


" Nggak ada manusia yg nggak punya hati." tegas Dara.


" Lalu kenapa kamu khianati Faozan?."


Dara.


" Itu urusan pribadi ku.. kamu nggak usah ikut campur.. dan aku juga yakin kalau Faozan sendiri nggak akan suka urusan pribadi nya diikut capurin orang lain."


" Aku bukan orang lain aku teman nya Faozan."


Dara.


" Oh kamu teman nya ya.. lalu apakah kamu nggak tau kalau Faozan tau kamu ngatain aku apa yg bakal dia lakuin ke kamu."


" Aku tau dia pasti marah.. tapi sebagai teman nya aku nggak bisa tinggal diam melihat teman aku disakiti."


Dara.


" Hey Tuan... setiap tindakan pasti ada konsekuensi nya.. kalau nggak mau disakiti ya jangan pernah mencintai."


" Ternyata bukan cuma tak punya hati.. tapi kamu juga egois.. kamu khianati teman aku dan memutuskan nya begitu saja.. kamu tau sejak semalam dia begitu sedih.. bahkan sampai sekarang ia tak mau makan."


Dara.


" Maaf ya bukan maksud ku untuk menyakiti nya.. tapi terkadang kita nggak bisa menentang apa yg nama nya takdir jadi ku harap kamu dapat memahami nya.. karna jujur saja dari hati ku yg terdalam tak pernah aku punya niat untuk menyakiti nya."


" Ah udah lah males aku sms sama orang yg nggak punya perasaan kayak kamu."


Dara tak merespon kata² orang itu.. sebagai ganti nya ia mencari no Faozan dan menelpon nya.

__ADS_1


Tak lama setelah panggilan masuk Foazan langsung menjawab nya.


Faozan.


" Hallo Asalamualaikum."


Dara.


" Waalaikum sallam.. gimana keadaan mu?." Dara langsung bertanya to the point.


Faozan.


" Aku baik kok.. kenapa emang nya?."


Dara.


" Nggak apa².. tapi bener kamu baik² saja.. jawab yg jujur." tegas nya


Faozan.


" Apa ada orang yg mengatakan sesuatu pada mu?."


Dara.


" Ini bukan lah jawaban dari pertanyaan ku."


Faozan.


" Jawab dulu pertanyaan ku." malah ia yg memaksa.


Dara.


" Iya tadi ada teman kamu yg sms aku.. kata nya kamu kecelakaan.. apakah itu benar?."


Faozan.


Dara.


" Aku nggak tau... sebab saat aku tanya nama nya.. ia bilang itu nggak penting."


Faozan.


" Berapa ujung no nya?."


Dara.


" Aku menelpon bukan untuk membahas siapa teman mu itu tapi aku ingin tau bagaimana keadaan kamu."


Faozan.


" Aku baik² aja kok sayang..." ia menghentikan bicara nya disitu karna ia tadi menyebut kata sayang pada calon istri orang.. " maaf maksud nya aku baik² aja kok.. aku hanya jatuh dari motor dan hanya luka² ringan.. bahkan tadi udah di bawa ke puskesmas.. dan sekarang udah jauh lebih baik."


Dara.


" Syukurlah kalau begitu.. tapi kok bisa sich kamu jatuh dari motor.. setau Aku kamu bukan orang yg ceroboh² amat.. gimana cerita nya?."


Faozan.


" Entahlah aku sendiri nggak begitu sadar.. saat itu aku hanya naik motor dan fikiran ku entah kemana hingga aku di kagetkan oleh suara klakson mobil di depan.. untuk menghindari tabrakan terpaksa aku menjatuh kan diri di pinggiran jalan."


Dara.


" Astaqhfirullah.. lain kali hati² ya kalau bawa motor.. inget aku nggak mau kejadian kayak gini terulang lagi."


Faozan.


" Iya.. makasih untuk perhatian nya Calon istri orang." ia mencoba bercanda.


Dara.

__ADS_1


" Udah dech.. nggak usah manggil aku kayak gitu napa sich."


Faozan.


" Kan emang benar saat ini kamu udah menjadi calon istri orang."


Dara.


" Suka² kamu aja lah." kata nya jengkel.


Faozan.


" Oh iya kamu langsung telpon saat ada yg memberitahumu tentang aku.. apakah itu artinya kamu masih peduli pada ku?."


Dara.


" Menurut kamu?."


Faozan.


" Kayak nya iya."


Dara.


" Kalau udah tau ngapain nanya."


Faozan.


" Ehehe... Aku udah nggak apa² kok.. lagian luka di tubuhku ini nggak sesakit luka di hatiku."


Dara hanya mengambil nafas dalam mendengar nya..


Mendengar tak ada sahutan dari Dara... Faozan mulai bicara lagi.


Faozan.


" Kenapa kok diam.. kamu ngerasa kesindir ya?." Faozan memaksa tertawa.


Dara.


" Nggak kok.. karna aku juga sadar kalau yg kamu ucapin itu memang benar ada nya... untuk itu aku hanya bisa minta maaf."


Faozan.


" Udah lah kamu nggak salah.. karna itu adalah salah ku sendiri yg nggak hati²... dan juga obat yg paling ampuh udah aku dapetin.. yaitu dengar suara kamu dan mendapat perhatian dari kamu."


Dara.


" Dasar."


Faozan.


" Eem.. apa boleh aku minta sesuatu lagi?."


Dara.


" Apa itu?."


Faozan.


" Aku cuma minta kita tetap bicara seperti ini sampai hari pernikahan kamu kelak... aku janji setelah kamu menikah aku nggak akan ganggu kamu lagi... tapi untuk saat ini aku mohon.. tolong temanin aku seperti biasa.. karna sungguh aku belum terbiasa tanpa mu."


Tanpa berfikir panjang Dara menjawab nya.


Dara.


" Baiklah."


Jadi sesuai permintaan Faozan komunikasi diantara mereka tetap terjalin.. karna baik Faozan maupun Dara sendiri tak sanggup untuk menahan diri agar tak saling bicara.

__ADS_1


__ADS_2