
Faozan terbangun dari tidur nya.. dilihat nya Dara sedang melamun.
Begitu tenggelam nya Dara dalam pemikiran nya sendiri sampai ia tak menyadari jika Faozan telah bangun.
Faozan menatap Dara bingung.. tak biasa nya Dara melamun sampai tak menyadari keadaan di sekeliling nya.
Faozan memanggil Dara.
" Sayang." panggil Faozan.
Namun Dara tak mendengar nya.. ia masih sibuk dengan fikiran nya sendiri.
Karna tak ada respon dari Dara.. Faozan tak memanggil nya lagi.. tapi sebagai ganti nya dia melingkarkan tangan nya di perut Dara.
Faozan memeluk Dara dari belakang.
Dara terjingkat kaget dan langsung menoleh.
Dilihat nya Faozan sedang meletakan kepala nya di pundak nya.
" Kamu udah bangun." tutur Dara kemudian mencoba tersenyum pada sang suami.
" Mikirin apa sich.. kayak nya serius banget.. sampai kamu nggak sadar kalo aku udah bangun dari tadi." Begitu Faozan menanggapi dengan menatap mata Dara.
Dia ingin tahu apa kira nya yg sedang di fikirkan istri nya itu.
Sayang nya Faozan tak mendapat jawaban apapun dari bola mata itu.
" Nggak ada yg serius kok sayang." sahut Dara datar.. tapi sekilas pun ia tak menatap mata Faozan.
" Jangan bohong.. aku kenal kamu.. kalo tak ada yg mengganggu fikiran mu.. kamu nggak akan begitu larut dalam lamunan." tanya Faozan menyelidik.
Dara hanya tersenyum getir.
" Ayolah sayang.. cerita ama aku.. ada masalah apa?." Lanjut Faozan lagi.
" Nggak ada apa apa sayang." sahut Dara tersenyum.
" Aku cuma lagi ingat teman teman aja." Dara membuat alasan.
" Oh cerita nya ada yg kangen teman teman nih.. kangen siapa Dessy.. Dimaz.. Rama.. Candra.. atau Cintya?." Tutur Faozan.
" Semua nya." Jawab Dara.
" Jika mereka ada disini.. huuuh disini pasti heboh.. dan mereka pasti maksa kamu buat anterin mereka jalan jalan keliling Lombok."
" Iya betul banget terutama Dessy tuh." sahut Faozan.
" Tapi kamu tenang aja.. aku yakin nanti saat keluarga mu kemari untuk acara syukuran.. maka teman teman kamu juga pasti ikut." sambung Faozan mencoba menghibur
" Semoga saja." Dara mulai tersenyum.
" Oh iya sayang.. apa kakak kamu tahu kalo kamu udah pulang?." Tanya Dara.
" Eem kayak nya nggak.. kenapa emang?." tanya Faozan.. dia memang belum sempat menelpon kakak perempuan nya itu.
" Aku pengen ketemu aja sama kakak ipar ku itu.. kira kira dia mau terima aku jadi adik nya nggak ya." kata Dara.
"Pasti maulah sayang." sahut Faozan.. sambil melepaskan pelukan nya.
" Gimana kalo kamu aku ajak kerumah nya saja.. sekalian lihat lihat tempat ini." ajak Faozan.
" Boleh.. tapi jauh nggak rumah nya?."
" Nggak terlalu jauh kok."
" Baiklah ayo.. tapi kita ajak Ella juga." pinta Dara.
" Kenapa harus ajak Ella?." Tanya Faozan.
" Nggak apa apa sayang.. kan kasihan Ella masa dia hanya main sendiri disini.. kalo kita ajak kan dia bisa main ama Adel."
" Oke.. sesuai permintaan mu Tuan Putri." sahut Faozan.
Yg membuat Dara langsung tersenyum lebar.
Setelah itu mereka siap siap.. tak lupa juga Dara menyiapkan Ella.
__ADS_1
Ella sangat senang saat Dara mengatakan akan mengajak nya pergi ke rumah Adelia.
Adelia adalah keponakan Faozan.. anak dari kakak nya itu.
Setelah selesai siap siap.. Dara & Faozan pamit pada Kakek nya.
Tanpa ragu kakek nya memberi izin.
Justru dia sangat senang saat melihat Dara & Faozan juga mengajak Ella.
Selama ini tak ada sosok perempuan yg perhatian sama Ella.
Dia sangat bersyukur Dara peduli pada Ella.. bahkan menyayangi nya.
Padahal baru satu hari Dara disana tapi Ella sudah sangat dekat dengan Dara.
Ella juga terlihat lebih terurus sekarang..
Apalagi saat mau pergi itu.. Dara mendadani Ella dengan sangat rapi.
Pakaian yg bersih.. sedikit memoles wajah nya dengan bedak bayi.. rambut disisir rapi kemudian di kepang dua.
Pokok nya Dara menyiapkan Ella layak nya anak anak orang kota.
Dalam hal mendandani anak kecil Dara memang sudah biasa.. karna Dara sangat menyukai anak kecil khusus nya perempuan.
Sebab ia tak punya adik perempuan.. maka nya Dara begitu dekat dengan Angel adik sepupu nya.. dan kini dengan Ella adik sepupu nya juga.
Setelah mendapat izin dari sang kakek Faozan.. Dara & Ella pergi.
30 menit kemudian
Mereka tiba di rumah saudari nya Faozan itu.
Pintu rumah nya memang terbuka.. tetapi tidak ada satu orang pun yg terlihat di dalam rumah tersebut.
Mungkin Vina sedang berada di dapur.. maklum hari sudah sore.. jam sudah menunjuk pukul 17 waktu setempat.
" Kak Vina... Kak Vina." panggil Faozan.
Vina yg sedang memandikan bayi nya mendengar hal itu.. maka di jawab nya lah dari dalam.. tanpa menghentikan aktifitas nya.
Memang saat Faozan pergi ke Malaysia kakak nya itu tengah hamil.. jadi wajar kalo sekarang udah lahiran.
Vina hafal suara siapa yg memanggil nya itulah sebab nya ia tak buru buru menemui tamu nya itu.
" Masuk saja Zan." Sahut Vina dari dalam.. dengan lantang.
Faozan pun langsung mengajak Dara dan Ella masuk.
" Kakak lagi apa sich.. kok nggak keluar." Tanya Faozan sambil duduk di sofa yg ada di ruang tamu itu.
Dara & Ella juga hanya duduk diam.
" Zan aku lagi mandiin ponak an kamu nih... jadi kamu tunggu saja dulu.. bentar lagi selesai." sahut Vina lagi.
" Adel mana kak??.. ini ada Ella bersama ku." tutur Faozan sambil berdiri dan melangkah menuju ruangan belakang rumah untuk menemui sang kakak.
" Adel lagi jalan jalan sama Bapak nya.. sebab tadi Adel merengek minta bakso." jawab Vina seada nya.
Faozan pun telah sampai dimana kakak nya sedang memandikan bayi nya.
Yaitu di kamar mandi.
" Wiih.. gemuk nya ponakan paman satu ini." Faozan langsung bicara saat melihat ponakan nya itu.
" Laki laki atau perempuan kak?." sambung Faozan lagi.
" Cowok lah." jawab Vina... Dia pun mengangkat anak nya karna sudah selesai mandi.
" Nama nya siapa kak.. kok kakak nggak ngasih tau sich kalo udah lahiran." tutur Faozan sambil membututi kakak nya menuju kamar sang anak untuk mebajui nya.
" Nama nya Firman." jawab Vina sambil membaringkan bayi nya di kasur.
" Kamu juga nggak ngabarin kakak kalo kamu udah kembali ke Lombok.. kapan kamu kembali Zan?." tanya Vina.
" Kami baru nyampe semalam." sahut Faozan.
__ADS_1
" Kami.." Vina mengulang kata itu.. karna kata kami yg artinya tidak sendiri.
" Itu artinya ada yg pulang dengan mu.. siapa paman Elan atau justru Alfian?." selidik Vina.
" Maka nya kakak keluar kalo ada tamu tuh.. biar kakak tahu." sahut Faozan tegas.
" Loh yg aku tanya itu kamu pulang dengan siapa bukan datang kemari dengan siapa Zan.. kalo kamu kemari aku udah tahu sama Ella... tapi mana Ella nya tumben dia nggak becicilan ikutin kamu." Celoteh Vina.
Faozan tak menanggapi perkataan kakak nya itu.. karna ia melihat Vina telah selesai dengan aktifitas nya.
Karna Vina telah selesai memakaikan baju untuk anak nya.. ia pun menggendong bayi berumur 2 bulan itu dan berjalan menuju ruang tamu.
Sontak Vina terkejut melihat seorang wanita yg tengah duduk bersama Ella sambil bercanda.
Dara menyadari suara langkah kaki seseorang juga aroma wangi bayi.. hingga ia langsung berhenti bercanda dengan Ella.
Pandangan nya menatap lurus ke depan.. di lihat nya seorang wanita muda yg tengah berdiri menatap nya.
Vina berjalan menghampiri Dara & Ella... diikuti oleh Faozan.
" Eem maaf kamu siapa?." Tanya Vina sambil terus menatap Dara.
" Istri ku lah kak." sahut Faozan.
Vina menatap Faozan dengan pandangan tak percaya.
Ia yakin pasti Faozan hanya bercanda.. sebab fikir nya nggak mungkin adik nya punya istri secantik itu.
Dara masih diam mendengarkan apa yg akan di katakan kakak ipar nya itu.
" Ahh.. kamu jangan ngacok.. kamu pasti bercanda kan.. aku yakin kamu juga pasti belum kenal sama gadis ini." sahut Vina kemudian.
Vina menduga Dara itu pasti tamu nya yg lain.. hanya datang nya kebetulan bersama Faozan dan Ella.
" Kalo kakak nggak percaya tanya saja orang nya." jawab Faozan tegas.
Vina membulat kan mata nya.. kemudian menatap Dara.
" Benar apa yg di katakan Ozan." Untuk memastikan Vina bertanya langsung pada Dara.
" Iya kak." sahut Dara.. barulah dia buka suara karna sudah di tanya.
" Kalian pasti mau ngerjain aku nih.. paling juga kamu pacar nya Ozan kan?." Sahut Vina masih kurang percaya.
" Nggak kak.. emang iya dulu aku pacar nya Ozan.. tapi sekarang kami udah nikah.. hampir sebulan malah.. kami menikah di Prabumulih.. di kediaman orang tua ku." Dara menjelaskan sedetail tail nya.
Mendengar penuturan Dara barulah Vina percaya.
" Zan kok kamu nggak ngabarin kakak sich.. kalo kamu udah nikah." Vina berkata pada Faozan.
" Maaf kak.. bukan maksud hati kami tidak sopan atau melupakan kakak.. tapi saat itu kami hanya memberi tahu kakek saja.. kami fikir kakek akan cerita.. lagi pula toh setelah pernikahan kami akan kesini jadi cepat atau lambat kakak juga pasti akan tahu... maaf ya kak." Dara menjawab nya.
Mendengar kata kata Dara.. Vina tak bisa menyangkal.. jika benar kakek nya sudah di kabari.. itu artinya salah kakek nya yg tak memberitahu.
Dan Vina mengerti itu.. bagaimana kakek nya akan memberitahu.. naik motor kakek nya nggak bisa.. Randi adik nya Faozan juga nggak bisa naik motor.. kalo telpon kakek nya mana berani karna status Vina adalah istri orang.
"Bukan masalah kok Dek." sahut Vina tersenyum arif.
" Makasih ya kak." tutur Dara tersenyum lega.
" Iya sama sama.. oh iya nama kamu siapa?." tanya Vina.
" Dara kak." sahut nya
" Dara.. sepertinya aku pernah dengar nama itu." Vina mencoba mengingat ngingat sesuatu.
" Dulu aku pernah inbox kakak di FB nya Ozan." Dara membantu mengingatkan Vina.
" Oh iya benar." sahut nya mulai ingat.
" Saat itu aku sempat bilang ke kamu kalo Ozan akan segera menikah.. Maaf ya dek.. kakak waktu itu hanya bercanda in kamu." lanjut Vina.
" Iya nggak apa apa kok kak.. aku ngerti mungkin sekalian kakak juga pengen tes aku.. apakah aku percaya pada Ozan.. atau justru memilih putus karna percaya pada kakak." Dara bicara apa ada nya.
Vina tertawa mendengar nya.
Begitulah.. mereka bicara panjang lebar.. hingga sekitar jam 10 malam barulah Dara..Faozan & Ella pamit pulang.
__ADS_1
Sesaat sebelum pulang Dara sempat berpesan agar kakak ipar nya itu main ke rumah kakek nya.. kata nya dia mau ngasih oleh oleh.
Tentu saja itu membuat Vina merasa sangat tak sabaran untuk kesana.. jika saja ia tak punya Bayi.. pasti ia akan kesana bareng Faozan.