Cinta jarak jauh... ( LDR)

Cinta jarak jauh... ( LDR)
Hore baikan lagi.


__ADS_3

Jam sudah menunjuk pukul 22 malam.. tapi Dara belum juga kembali ke kamar.


Faozan yg dari tadi duduk disofa sambil menunggu Dara kembali mulai merasa cemas.


“Udah jam 22 tapi dia belum juga kemari.. kemana sich Dia.” tanya Faozan sendiri.


Kemudian dia mulai keluar dari kamar dan turun kebawah untuk mencari Dara.


Dia mencari didapur nggak ada.. di teras depan rumah juga nggak ada.. di ruang keluarga juga nggak ada.. bahkan Faozan sempat melihat garasi tapi kendaraan masih ada itu artinya Dara tak mungkin pergi jauh.. Tapi kemana?.. itulah yy di fikirkan Faozan sambil terus mencari Dara.


Hingga Ibu nya terbangun lantaran mendengar langkah kaki seseorang.. Ibu nya Faozan keluar kamar... Dan mencari arah suara.


Dilihat nya Faozan tengah mondar mandir kesana kemari seperti mencari sesuatu.


“Zan kamu belum tidur?.” Tanya Ibu nya menghampiri.


“Apa Ibu liat Dara?.” Faozan tak menjawab pertanyaan ibu nya dan malah balik bertanya.


“Nggak Ibu nggak liat.” sahut Ibu nya dengan dahi berkerut.


“Memang nya ada apa? Dan apakah Dara nggak bilang dia mau kemana?.” sambung Ibu nya lagi.


“Sebenar nya kami habis bertengkar dan tiba tiba saja dia pergi.. Aku nggak tau kemana sampai sekarang belum kembali Bu.. Aku jadi khawatir pada nya.. dimana dia.” Faozan mulai panik.


“Emang kalian bertengkar kenapa sich?.” tanya Ibu nya Faozan.


“Hanya salah paham Bu.” jelas Faozan singkat.


“Tapi dari tadi Ibu nggak liat kalau Dara turun kok.” jelas Ibu nya apa ada nya.


“Kamu sudah cari seluruh ruangan diatas?.” lanjut Ibu nya menanyai.


Faozan menggelengkan kepala nya.


“Ya udah kita cari diatas dulu yuk.” ajak Ibu nya mencoba untuk membuat Faozan tenang.


Faozan hanya menurut.


Ibu nya memanggil manggil nama Dara.. Hingga Dara yg tengah tertidur pun bangun.


Dara berniat untuk kembali kekamar nya namun saat dia baru saja mau keluar.


Dia mendengar suara Ibu nya yg terus memanggil nya begitu juga dengan Faozan.


Dara langsung kembali lagi ke tempat tidur dan pura pura tidur.

__ADS_1


Kalo di fikir fikir Dara kekanakan ya saat dia lagi marah.


Ceeklleeekkk.


Pintu ruangan itupun terbuka.


“Tuh kan apa kata Ibu.. Dara pasti ada diatas.” ucap Ibu nya Faozan saat melihat Dara yg tengah berbaring di atas tempat tidur dengan pura pura tidur itu.


Faozan mengambil nafas lega.. Kemudian dengan pelan dia menghampiri Dara yg tengah menutup mata itu.


“Istri mu udah tidur.. jadi sebaik nya kamu juga tidur lah.. Ibu akan kembali ke kamar.” tutur Ibu nya Faozan.


Faozan mengangguk.


Setelah ibu nya pergi.. Faozan hanya duduk di dekat Dara.


Dara bisa merasakan kalo Faozan mendekati nya.. tapi dia tak berniat untuk membuka mata nya.. Dan tetap memilih pura pura tidur.


“Kamu membuat ku merasa khawatir.” Faozan berkata sambil mengusap rambut Dara.. Dengan terus menatap wajah Dara.


“Kamu tau nggak apa yg aku rasakan saat kamu nggak kembali.. Rasa nya sesak sekali bahkan sangat sesak.. aku nggak tau kamu kemana dan sedang apa? Apakah kamu baik baik saja.. Tapi aku senang ternyata kamu ada disini.” lanjut Faozan kali itu dengan mengenggam erat telapak tangan Dara.


“Aku tau kamu marah pada ku karna aku nggak jujur soal Tiana.. Tapi andai kamu tau saja.. Aku memilih berbohong hanya karna satu alasan yaitu aku nggak ingin kamu salah paham.. Sedikit pun aku tak punya niat lain.. Apalagi untuk menyakiti kamu.. itu adalah hal yg sangat mustahil untuk ku lakukan.. Kamu tau kenapa?.” Faozan berbicara sendiri.. Sambil mengamati wajah sang istri yg di fikirnya sedang terlelap itu.


“Karna jika kamu terluka maka aku juga akan merasakan sakit nya.. Itu semua karna aku sangat mencintai mu... Jika saja kamu ingat bagaimana perjuangan ku untuk bisa bersama mu.. Maka kamu pasti tau betapa aku sayang pada mu... Aku rela kehilangan apapun didunia ini termasuk nyawa ku sendiri.. Tapi aku nggak akan bisa terima jika aku harus kehilangan mu.” Kali itu mata Faozan sudah mulai terasa hangat saat dia kembali mengingat apa saja yg telah ia lalui bersama Dara selama ini.


Setelah menikah pun hidup mereka tidak lah mulus.. Ada Andrian yg sempat ingin merusak rumah tangga mereka.... Namun semua itu bisa dilewati nya dengan sabar karna saat itu Dara tak pernah meninggal kan nya.... Dan selalu percaya pada nya.


Akan tetapi kali ini Dara sama sekali tak percaya pada nya.. Apa yg bisa dia lakukan.. Hidup nya terasa benar benar hampa.


Hingga tanpa terasa air mata mengalir begitu saja di pipi nya.


“Bagaimana bisa kamu mempunyai fikiran bahwa aku ingin balikan sama Tiana.. Seseorang dari masa lalu ku... yg telah lama aku lupakan.. Memang benar saat dia chatt & telpon aku merespon nya.. tapi itu semua semata mata karna aku tak ingin menjadi musuh untu Tiana.. Dan mengenai pertemuan kami tadi.. aku nggak tau jika Tiana mengajak bertemu hanya untuk meminta ku kembali pada nya.. sebab tadi Tiana bilang hanya ingin bicara beberapa hal.. Namun saat aku tau niat nya.. Aku juga sudah menegaskan pada nya.. Bahwa aku sudah berisitri.. Lalu salah ku dimana.. Hingga kamu menghukum ku seperti ini.” Kata Faozan lagi dengan air mata yg masih mengalir tanpa henti.


Dara yg mendengar semua itu pun bisa merasakan kalau Suami nya begitu hancur..


“Ya Allah maaf kan aku.” Gumam Dara dalam hati.. tapi tetap dengan mata tertutup.


Usai berkata Faozan mengecup kening Dara.. hibgga air mata Faozan jatuh di pipi Dara.. dan itu membuat nya makin merasa bersalah.


Betapa egois nya dia.. harus nya dia mendengarkan dulu penjelasan Faozan.. bukan langsung menghakimi begitu.


Tapi kadang rasa cemburu membuat orang melupakan segala nya.. karna dia telah dikuasai oleh amarah.


“Night Sayang.. I Love You.” tutur Faozan dengan suara serak.

__ADS_1


Sekilas Faozan juga mengecup bibir Dara.


“Night juga Gedok.. Dan I Love You to.” sahut Dara sambil membuka mata nya.


Faozan terkaget bukan main.. Yg membuat Dara langsung tertawa.. Untuk kemudian duduk sambil menatap Faozan.


“Kaget ya.” Tutur Dara kemudian.


“Banget.” sahut Faozan.


Dara mendekati Faozan dan langsung memeluk nya... Tentu saja mendapat sambutan hangat dari Faozan.


“Maaf in aku.” Dara berkata sambil menangis.


“Tanpa aku sadari.. tindakan ku telah melukai perasaan mu.. sungguh aku nggak bermaksud untuk tidak percaya ataupun menuduh mu.. hanya saja aku nggak bisa tenang saat tadi aku melihat mu bersama Dia.. itupun karna kamu selalu berbohong tentang Tiana.” Lanjut Dara.


“Aku nggak bilang yg sebenar nya sama kamu.. karna aku nggak mau kamu salah paham dan kita bertengkar.. tapi ternyata aku salah.. harus nya aku jujur pada mu dari awal.. hingga kamu tak mikir yg macam macam.. maaf kan aku.” sahut Faozan.


Sambil menjauh wajah Dara.. agar dia bisa menatap nya.. Kemudian dengan pelan di tepis nya air mata yg mulai tergelincir di pipi sang istri.


“Kamu mau kan maaf in aku?.” tanya Faozan


Dara mengangguk dan tersenyum lembut.


“Makasih ya Sayang.” kata Faozan lagi.


“Tapi kamu beneran kan nggak ada hubungan dengan Tiana?.” tanya Dara masih ragu ragu.


“Demi Allah.. Aku nggak ada hubungan apapun dengan dia.. kecuali mantan pacar.” tegas Faozan.


“Atau haruskah aku mati dulu untuk membuktikan kalo aku hanya mencintai mu.” kata Faozan lagi.


“Udah dech nggak usah lebay.” sahut Dara dengan manja.


“Aku nggak lagi lebay.. aku serius.. apa perlu aku buktikan?.” tutur Faozan lebih serius.. karna kali ini dia memang tak bercanda.


“Nggak usah.. kenapa sich kamu bicara sampe segitu nya.” tanya Dara.


“Ya karna buat apa aku hidup kalo aku bakal kehilangan kamu..”


“Kamu nggak akan pernah kehilangan aku.. Aku janji sampai kapan pun aku hanya akan bersama mu.. mencintai mu.. menyayangi.. mencium mu.. memeluk mu...” Dara mulai bicara setengah menggoda.


“Terus apa lagi.”tanya Faozan mulai jahil.


“Ehehe.. Nggak tau.” sahut Dara tertawa pelan.

__ADS_1


Faozan hanya tersenyum kemudian di raih nya kembali tubuh Dara dan memeluk nya erat.


Setelah itu mereka kembali ke kamar dan tidur dengan perasaan damai karna masalah diantara mereka telah selesai dan berakhir baik.


__ADS_2