
Hari berikut nya diman hari itu hari terakhir mereka disana, itulah sebab nya Dara dan teman² nya kembali melihat² kebun teh dan selfi² disana.
Karna merasa sudah lumayan lelah mereka duduk dan istirahat sambil memakan makanan ringan dan minum.
Saat itulah Fahri tiba² datang.
Fahri.
" Dara." pangil nya.
Dara menoleh dan tersenyum.
Dara
" Kak Fahri, gabung yuukk." ajak Dara, Fahri pun mendekat pada Dara dan teman² nya... " Ini Dessy, ini Cintya, ini Rama, Ini Candra dan ini Dimaz." Dara menunjuk mereka bergantian.
Mereka saling berjabat tangan dan berkenalan.
Fahri.
" Senang bisa berteman dengan kalian, aku harap jika suatu hari nanti aku ke Prabumulih kalian akan ingat aku."
Dessy.
" Tentu saja, kalau kamu mau main ke Prabumulih mampir ya kerumah ku." Dessy emang langsung nyosor kalau liat cowok ganteng.
Fahri.
" Iya pasti." Jawab nya singkat bahkan ia tak menatap Dessy padahal Dessy itu cantik loh, bisa di bilang lebih cantik dari Dara tapi entah mengapa banyak pria yg lebih tertarik pada Dara, mungkin karna ia ramah, atau karna ia selalu tampil apa adanya... " Oh iya Ra, bisa kita bicara bentar, hanya kita saja.". ia berkata setengah berbisik.... Dara hanya menganggguk.
Setelah pamit pada semua teman nya.. ia beranjak mengikuti Fahri.
Candra.
" Ra inget yg jauh disono ya." Pesan Candra.
Dara mendengar nya tapi ia tak berniat untuk menanggapi Candra.
Fahri mengajak Dara ke kebun kol dan juga cabe, itu kebun milik keluarga nya.. yg tak jauh dari kebun teh tadi.
Mereka duduk di sebuah bangku yg beratapkan daun seperti daun kelapa itu.
__ADS_1
Dara.
" Kak Fahri mau bicara tentang apa?." Dara lansung bicara to the point.
Fahri tersenyum sejenak sambil menatap Dara.
Fahri.
" Ra apa kamu percaya pada yg nama nya Cinta pandangan pertama?."
Dara mengernyitkan dahi nya mendengar pertanyaan Fahri.
Dara.
"Pertanyaan kak Fahri aneh, menurut ku nggak ada yg nama nya Cinta pada pandangan pertama, yg ada hanyalah suka pada pandangan pertama, sebab menurutku yg nama nya cinta itu butuh proses, harus ada proses perkenalan, PDKT, dan setelah merasa mulai benar² kenal betul barulah kita bisa mencintai seseorang." Dara menghentikan sejenak bicara nya ia meraih botol air mineral dan meminum nya... " Kalau suka iya bisa saat pertama kali kita melihat nya kita bisa langsung suka karna yg nama nya suka banyak macam nya kak..."
Belum sempat Dara menyelesaikan bicara nya Fahri sudah memenggal perkataan nya.
Fahri.
" Banyak macam nya gimana Ra?." Fahri menyela dengan Pertanyaan itu.
Dara.
Fahri.
" Oh begitu, lalu kalau kita merasa nyaman dan ingin terus bersama nya bahkan saat kita sudah bersama nya ada rasa ingin memiliki dan nggak mau kehilangan dia, kita hanya ingin melihat nya, bersama nya menghabiskan waktu seumur hidup dengan nya, tak peduli seperti apapun diri nya yg pasti kita hanya inginkan dia yah walaupun kita belum kenal dekat dengan nya, namun hati ini selalu ingin bersama dengan nya rasa nya tak ingin berpisah meski untuk sedetik saja, kalau begitu kira² menurut kamu apa nama nya Ra?, Apakah itu bisa di sebut cinta?." Fahri bicara panjang lebar.
Fahri.
" Kalau sudah seperti itu bukan cinta lagi nama nya kak, tapi bener² cinta." sahut Dara tertawa pelan... " Tapi mengapa kakak menanyakan ini pada ku?."
Fahri.
" Karna itulah yg kurasakan terhadap kamu Ra, sedetik pun aku nggak ingin jauh dari mu, aku ingin bersama mu meski hanya untuk melihat senyum mu saja, aku ingin bersama mu walau hanya untuk bisa menikmati wajah manis mu, dan aku ingin bersama mu walau hanya untuk mendengar kan mu bicara,bahkan aku ingin selalu bersamamu dalam setiap langkah ku."
Dara langsung terdiam dengan mulut terkatub rapat, ia sungguh tak menduga kalau Fahri akan mengatakan hal itu.
Fahri.
" Ra apakah yg ku inginkan ini salah?.. Salahkah aku bila aku menginginkan kamu untuk menjadi pendamping hidupku, atau salahkah aku jika aku berharap kamu menjadi istriku?."
__ADS_1
Dara lebih kaget lagi mendengar perkataan Fahri kali ini.. Apalagi Fahri berkata sambil meraih telapak tangan Dara dan di genggam nya erat..
Namun dengan pelan tapi pasti Dara menarik kembali tangan nya, karna ia sungguh tak nyaman dengan semua itu.
Melihat reaksi Dara, Fahri merasa tak enak hati.
Fahri.
" Maaf, aku sudah lancang." ia berkata sambil menundukan kepala nya, tak berani menatap mata Dara.. padahal mata itulah yg membuat nya tak bisa melupakan Dara.. menurut nya mata itu sangat teduh dan juga damai tak ada kebohongan yg terpancar dari kedua bening itu.
Dara.
" Bukan masalah kok kak." Dara mencoba tersenyum lembut.
Barulah Fahri berani untuk menatap Dara.
Fahri.
" Jadi gimana Ra, apakah kamu mau menjadi istriku?."
Dara tak bisa berkata apa² ia benar² kaget, bahkan sangat² terkejut... Melihat Dara yg hanya diam tanpa kata Fahri mulai bicara lagi.
Fahri.
" Aku tau kita jauh, tapi kalau kamu setuju aku janji satu bulan lagi aku akan datang kerumah mu bersama kedua orang tuaku untuk melamarmu secara resmi, dan selama menunggu satu bulan kedepan kitakan bisa menjalin hubungan jarak jauh, baik via online maupun telpon biasa, dan kalau kamu setuju, nanti setelah ini aku akan ajak kamu kerumah ku untuk bertemu kedua orang tuaku, agar mereka tak penasaran dengan calon menantu nya."
Dara benar² bingung, dia tak tahu harus apa?.. haruskah ia menerima nya padahal ia sendiri sudah punya kekasih meski itu hanyalah kekasih jarak jauh, atau haruskah ia menolak pria yg begitu tulus dan berfikir untuk kejenjang yg lebih serius?.
' Tuhan apa yg harus aku lakukan.' Dara bergumam dalam hati.
Melihat Dara yg lagi² hanya diam, Maka Fahri pun memulai pembicaraan lagi.
Fahri.
" Ra gimana?, aku harap kamu bisa jawab aku sekarang karna setau aku besok akan pulangkan."
Dara.
" Dari mana kak Fahri tau?." hanya itulah yg diucapkan nya..
Fahri
__ADS_1
" Aku akan bertanya pada siapa saja karna mengetahui tentang mu adalah penting bagiku, walaupun hanya sedikit informasi tapi aku harap itu berguna." Dara hanya mengangguk² kan kepala nya... " Jadi bagaimana apakah kau bersedia menjadi istriku?."
Nantikan di nex episode.