
“Oh iya Ra.. setelah ini apakah kamu bersedia ikut dengan ku kesuatu tempat?.” Tanya Dr.Farez.
“Kemana kak?.” sahut Dara bertanya penasaran.
“Ikut aja ntar kamu juga tau.” balas Dr.Farez.
Dara tak langsung menanggapi dia tampak berfikir sejenak.
Dara mengeluarkan ponsel nya dan mengirim sebuah chatt pada Faozan.
“Sayang hari ini aku pulang nya agak sore ya karna aku & Dr.Farez masih ada urusan.” itu isi chatt Dara.
Tak lama setelah chatt Dara masuk.. langsung terbaca dan dibalas oleh Faozan.
“Iya nggak apa apa.. kamu hati hati aja.. kalo ada apa apa hubungi aku.” Balas Faozan.
“Iya Sayang.. makasih ya.. Love You.” Balas Dara lagi.. dengan emot cium.
“Love You to Sayang.” Balas Faozan dengan emot yg sama.
Dara langsung memasukan ponsel nya setelah membaca balasan dari sang suami.
Dr.Farez yg dari tadi melihat Dara sibuk dengan ponsel nya hanya bisa menunggu dengan tenang.
"Gimana Ra.. apa kamu bersedia pergi dengan ku?.” baru lah Dr.Farez mengulang peetanyaan yg sama.
“Iya Kak.. aku juga udah memberik kabar sama orang rumah bahwa hari aku pulang agak sorean.. Dan mereka ngerti.. jadi nggak ada masalah.” sahut Dara.. akhir nya dia menyetujui ajakan Dr.Farez.
“Kalo begitu ayo.” ajak Dr.Farez senang.. Dalam hati nya sangat mengagumi sifat Dara.. bahkan sebelum bilang setuju untuk pergi dengan nya.. tak lupa dia memberi kabar kepada keluarga nya.
Sungguh luar biasa menurut nya.
Dr.Farez & Dara pun meninggalkan restaurant itu..
Kali itu mereka pergi dengan menggunakan mobil Dr.Farez.. dan Dr.Farez sendiri lah yg membawa nya.
Sepanjang perjalanan mereka hanya berdiam diri.. Dara hanya fokus menatap keluar jendela kaca mobil.. sementara Dr.Farez fokus pada jalanan.
Setelah menempuh perjalanan kira kira 30 menit lama nya.. tiba lah mereka di sebuah showroom mobil.
Dr.Farez langsung memakirkan mobil nya.. Dan mengajak Dara masuk ke showroom tersebut.
Dan mereka langsung di sambut ramah oleh para pegawai disana.
“Kakak mau beli mobil?.” tanya Dara pada Dr.Farez.. saat mereka berkeliling keliling melihat lihat mobil yg ada disana.
“Iya buat seseorang.” sahut Dr.Farez tersenyum.
“Tolong kamu pilihkan satu ya Ra.” lanjut Farez.
“Kok aku kak.. Aku kan nggak tau gimana selera nya tuh orang.” bantah Dara tegas.
“Kamu pilih aja yg kamu suka.” Tegas Farez.
Dara hanya mengangguk.. kemudian dia mulai melihat lihat mobil yg ada disana.
Mata Dara tertuju pada sebuah Lamborghini warna merah.
ini lah mobil yg menarik perhatian Dara.
__ADS_1
Dara pun mendekati mobil tersebut.. Dr.Farez pun mengikuti.
“Kamu suka yg ini?.” Tanya Dr.Farez kmudian.
Dara mengangguk.
Pegawai showroom tersebut pun menjelaskan secara detail mengenai mobil tersebut.
Farez mengangguk ngangguk mengerti.
Kemudian Dr.Farez langsung meminta pegawai itu untuk memanggil manager nya... sebab Dr.Farez ingin bicara langsung pada manager nya dan ingin membeli mobil itu.
Setelah selesai bicara pada sang manager.. Dr. Farez kembali menemui Dara yg masih setia menunggu nya di lobby.
Dengan langkah pelan dan tersenyum Dr.Farez menghampiri Dara yg tengah duduk manis di salah satu kursi yg ada disana.
“Sorry Ra.. kamu jadi nunggu lama.” ucap Dr.Farez begitu berada di dekat Dara.
Dara langsung berdiri dan tersenyum.
“Nggak apa apa kok kak.” sahut Dara.
“Oh iya apakah sudah selesai?.” lanjut Dara dengan diakhiri pertanyaan.
Dr.Farez mengangguk.
“Ayo kita pulang.. Aku akan mengantar mu.” tutur Dr.Farez kemudian.
Dara pun setuju untuk diantar pulang oleh Dr.Farez.
30 menit kemudian Dara meminta Dr.Farez berhenti tepat di depan sebuah toko manisan yg tak lain dari toko milik ibu mertua nya itu.
“Udah kak.. stop disini aja.” tutur Dara.. Dr.Farez pun menurut dan menghentikan mobil nya.
Dara membuka pintu mobil Farez dan mulai keluar.. Dr.Farez pun melakukan hal yg sama.
Setelah itu Dr.Farez menghampiri Dara.
“Yg mana rumah mu?.” tanya Dr.Farez.. karna memang disana ada banyak rumah.
Dara pun menunjuk rumah nya.
“Yg itu.” tutur Dara.
Dr.Farez mengangguk.
“Mau mampir dulu?.” tanya Dara.
“Nggak lain waktu saja.” sahut Dr.Farez.
“Kalo gitu aku pulang.. terimakasih udah anterin sampe rumah.” tutur Dara tersenyum.
Kemudian Dara melangkahkan kaki nya untuk segera menuju rumah nya.
“Ra tunggu dulu.” Dr.Farez berkata sambil berdiri di depan Dara.
“Ada apa kak?.” Dara bertanya bingung.
“Nih buat kamu.” sambil berkata Dr.Farez meraih tangan Dara dan memberkian sebuah konci mobil.
Dara hanya terkaget melihat benda yg kini ada di telapak tangan kanan nya.
__ADS_1
“Loh buat apa ini kak?.” tanya Dara masih dengan ekspresi kaget nya.
“Anggap aja ini hadiah buat kamu.” sahut Dr.Farez santai.
“Maaf kak.. ini terlalu berlebihan.. aku nggak bisa terima ini.” lekas lekas Dara mengembalikan kunci mobil tersebut pada Dr.Farez.
Namun Dr.Farez menolak keras.
“Ayolah Ra.. aku ikhlas memberikan ini untuk mu.” tegas Dr.Farez.
“Iya aku tau.. tapi menurut ku ini terlalu berlebihan.. aku nggak bisa terima ini.” bantah Dara.
Dr.Farez menghela nafas dalam.. dia tau Dara orang yg keras kepala nggak akan mudah berdebat dengan nya.
Tapi dia akan juga akan lebih keras kepala dari Dara.
“Ra gini aja.. kamu kasih pinjem nih mobil karna kamu masih kerja di RS ku.. jadi anggap aja ini mobil dari pihak RS supaya kamu tak perlu susah payah cari kendaraan umum buat datang ke RS.” jelas Dr.Farez.
Perkataan Dr.Farez itu membuat Dara mempertimbangkan nya.
Hingga untuk beberapa saat Dara hanya terdiam dan berfikir.
Dr.Farez pun tetap setia menunggu respon Dara.
Setelah kira kira 5 menut kemudian barulah Dara menjawab.
“Baiklah.. aku akan terima mobil ini sebagai fasilitas yg di berikan oleh pihak RS.. yg artinya aku bisa menggunakan nya jika aku masih kerja disana.. namun aku harus mengembalikan nya pada mu jika aku sudah tak berkerja dengan mu lagi.” itulah jawab Dara kemudian.
Dr.Farez pun menyentujui nya.
“Oke.. kamu tunggu aja bentar lagi pasti mobil nya akan di antar oleh pegawai showroom tadi.. nanti jika mobil nya telah mereka antarkan tolong kamu kabarin aku.” pesan Dr.Farez.
“Kenapa kakak nggak tunggu hingga mobil nya sampai aja.. kan kita bisa ngobrol ngobrol dulu di rumah.. aku kenalin sama keluarga aku.” Dara berkata demikian karna sebenar nya dia ingin Farez tau semua nya tentang diri nya.
“Aku ingin sekali bisa bertemu keluarga mu.. tapi kamu tau kan Ra.. tugas ku masih menunggu.” jelas Dr.Farez.. yg diakui kebenaran nya oleh Dara... Hingga Dara hanya bisa mengangguk saja.
“Ya sudah aku pulang ya.” pamit Dr.Farez.
Lagi lagi Dara hanya mengangguk.
Dr.Farez kembali masuk kedalam mobil.. untuk kemudian menjalankan nya dan pergi.
Dara pun melangkah untuk pulang kerumah.
Namun saat baru saja Dara berada di dekat Toko & Barbershop milik keluarga nya.
Dara telah di sergap oleh pertanyaan dari sang suami.
“Siapa yg tadi mengantar mu pulang? Dan apa saja yg kamu lakukan dengan orang itu?.” tanya Faozan tegas.
Sebab tadi dia sempat melihat kalau Dara & Dr.Farez sempat berbicara sebelum Dara berjalan menuju rumah dan Dr.Farez pulang.
“Dia itu Dr.Farez.. tadi setelah makan siang Dr.Farez mengajak ku pergi ke showroom mobil.” jelas Dara tenang.
“Oh.” sahut Faozan singkat.
“Iya Sayang.” tutur Dara lagi.
“Kerumah yukk.. aku mau bicara ama kamu.” ajak Dara.
Faozan pun menyetujui nya.. dan pulang kerumah bersama Dara.
__ADS_1