
Ayah nya Dara.. mengerti Faozan masih syok.. hingga ia mulai memeluk Faozan.
" Tenang kan dirimu.. percayalah Dara pasti baik² saja." mendengar perkataan sang Ayah Faozan makin terisak.. memang seperti itulah Faozan ia seorang pria yg rapuh.. bahkan Dara sendiri tau jika pernah Faozan menangis saat ia ingat sang Nenek.. jadi nggak heran kalo kali ini ia juga menangis.
" Ambilah nafas dalam².. kemudian hembuskan perlahan.. serta istiqhfar sebanyak² nya." tutur ayah nya Dara mencoba menenangkan lagi.
Faozan menuruti nya.. ia mulai istiqhfar dan mengambil nafas dalam.
" Sekarang katakan lah.. apa yg terjadi pada Dara." barulah Ayah nya Dara mulai bertanya.
" Dara kecelakaan Ayah.. & sekarang dia sudah berada di Rumah Sakit Fadhilah." akhir nya ia bisa bicara dengan lancar.
" Ya sudah ayo kita kesana."
Ayah nya Dara bangkit dari tempat duduk nya dan menghampiri sang istri yg terus saja menangis.
Kemudian mereka bertiga menuju Rumah Sakit Fadhilah.
Sesaat sebelum pergi Ayah nya Dara sempat memberitahu Daniel kakak nya Dara.
Tapi karna Daniel masih kerja Ayah nya Dara hanya berkata pada Istri nya Daniel.
Tiba di RS.. mereka langsung bertanya pada resepsionis yg bertugas hari itu.
" Mbak.. pasien atas nama Dara ada di ruang mana?." tanya Faozan.
" Apakah yg anda maksud.. korban celekaan tadi siang?."
" Iya mbak benar." jawab Faozan gesit.
" Pasien masih di ruang UGD."
" Baiklah terimakasih."
Usai berkata Faozan menghampiri kedua ortu Dara.. dan mengatakan keberadaan Dara.
Mereka bertiga begegas menuju UGD.
Saat tiba di depan UGD.. ada seorang pria separuh baya yg berdiri didepan pintu tersebut.
Kedua orang tua Dara dan Faozan menghampiri orang tersebut.
__ADS_1
" Saya yg menerima telpon tadi.. dan saat ini pasien sedang di tangani Dokter." pria itu langsung bicara pada Faozan dan kedua ortu Dara.
" Terimakasih.. jika anda tidak menolong nya entah apa yg akan terjadi pada putriku." tutur ayah nya Dara.
Lelaki itu hanya mengangguk.. kemudian dia memberikan ponsel Dara.. dan juga tas nya.
" Saya permisi dulu.. karna saya harus pulang.. anak dan istri saya pasti juga menunggu di rumah." Pria itu berkata lagi.
" Baiklah sekali lagi terima kasih." usai berkata Ayah nya Dara ingin memberikan tanda terimakasih pada pria itu.. tapi ia menolak.. karna ia membantu Dara dengan ikhlas.
Lelaki yg tadi membantu Dara pun pergi.
Hanya mereka bertiga yg menunggu di depan ruang UGD tersebut.
Tak lama setelah itu.. Seorang Dokter keluar dari ruangan tersebut.
" Siapa keluarga pasien." tanya Dokter itu.
" Kami semua keluarga nya." jawab Ayah nya Dara.
" Baiklah.. begini pak.. karna kecelakaan tadi.. kepala pasien mengalami benturan yg sangat keras.. hingga mengakibat kan ada sebagian darah beku di kepala nya karna itulah pasien harus segera di operasi.. jika tidak akibat nya bisa fatal." Dokter itu menjelaskan panjang lebar.
" Kalau begitu silahkan bapak urus biaya administrasi nya dan selesaikan segala prosedur rumah sakit."
Ayah nya Dara mengangguk dan segera mengurus semua nya.
20 menit kemudian Dara pun segera masuk ruang operasi.
Kini mereka bertiga kembali menunggu di depan ruang operasi.
Lampu merah masih menyala.. itu artinya Operasi masih berlangsung.
Suasana disana sangat hening.. ingatan mereka kembali saat sebulan lebih yg lalu Dara juga di Operasi.. hari ini terjadi lagi.. beda nya dulu Dara Operasi lantaran kanker.. kali ini Operasi karna kecelakaan.
Entah mengapa cobaan ini bertubi² menimpa Dara.. baru saja ia ingin bahagia.. tapi sekali lagi bencana menerpa.
" Bagaimana kondisi Dara?." suara Daniel kakak nya Dara memecahkan keheningan yg terjadi.
" Dara masih menjalani Operasi kak." Jawab Dara tak bersemangat.
" Ayah.. Ibu.. Faozan.. tenanglah.. Dara pasti baik² saja.. kita tau Dara kan dia anak yg kuat.". Daniel mencoba menenangkan semua orang.. padahal ia sendiri begitu cemas.
__ADS_1
Semua orang hanya mengangguk.
Lagi² suasana menjadi sunyi senyap.. masing² hanya sibuk dengan fikiran sendiri².
Hingga kedatangan teman² Dara.. yg membuat keadaan mulai menjadi rame.
" Ya Allah Dara.. kenapa lagi² dia diuji seberat ini." Dimaz... mengeluh sendiri.
" Sabarlah Dim.. Dara pasti baik² saja." ujar Dessy.
" Iya kan kita semua ada disini untuk menguatkan dia.. jadi kamu nggak boleh lemah gitu donk." sambung Cintya.
Mendengar perkataan Cintya.. itu mulai membangkitkan semangat Faozan.
Cintya benar tak seharus nya ia menjadi lemah.. justru ia harus menjadi penyemangat untuk Dara.. Dia harus kuat.
1 jam kemudian.. lampu ruang operasi telah berubah hijau.. tanda berarti Operasi telah selesai.
Semua orang mulai menghembuskan nafas lega.
Tak lama setelah itu.. seorang Dokter keluar dari ruangan itu.
Begegas mereka menghampiri nya.
" Bagaimana keadaan adik saya Dok?." tanya Daniel.
" Alhamdulillah.. pasien sudah melewati masa kritis nya.. dan Operasi nya telah selesai semua nya berjalan lancar.. kondisi pasien juga sudah stabil." Dokter menjawab panjang lebar.
" Alhamdulillah." Ucap semua orang merasa lega.
" Lalu apakah kami bisa menemui nya?." Tanya Faozan.
" Bisa.. tapi tidak sekarang.. tunggu pasien di pindahkan keruang perawatan dulu."
Semua orang hanya mengangguk kan kepala.
Dokter itu berlalu meninggal kan mereka.. & mulai mengurus untuk kepindahan Dara keruang perawatan.
Sama seperti biasa nya.. Ayah nya Dara memilih kelas VVIP untuk ruang perawatan putri nya.
15 menit kemudian Dara telah berada di ruang perawatan.. kini semua orang telah berada di ruangan itu dan menunggu Dara siuman.
__ADS_1