Cinta jarak jauh... ( LDR)

Cinta jarak jauh... ( LDR)
Kamu Lagi.


__ADS_3

“Dok.. ada keadaan darurat yg benar benar butuh penanganan Anda.” tutur Dr.Nadia dengan tergesa gesa.


Dara langsung berdiri mendengar nya.


“Baiklah ayo.” sahut Dara kemudian.


Dr.Nadia pun memebawa Dara keruang bersalin.


Dan betapa terkejut nya Dara melihat wanita yg tengah terbaring lemah dengan terus menahan rasa sakit akibat kontraksi nya.


Karna wanita itu adalah wanita yg tadi Dara temui saat dia dalam perjalanan mau ke RS ini.


“Kau.” Tutur lelaki angkuh itu pada Dara.


Dara hanya tersenyum tipis.


“Dr.Nadia apa yg terjadi?.” Dara langsung bertanya pada Nadia.


“Dok.. air ketuban Ibu ini telah kering & itulah yg membuat nya merasa sangat kesakitan.. dan seperti yg kita tau Dok.. jika Ibu ini tidak segera di opoerasi sesar maka akibat nya akan fatal.” tutur Nadia.. yg diakui kebenaran nya oleh Dara.


“Nadia.. Paman mohon selamat Bibi mu & juga bayi kami.” pinta lelaki angkuh itu pada Dr.Nadia.


Ternyata Dr.Nadia lah keponakan dari lelaki angkuh itu.


“Saya bukan Dokter yg ahli dalam hal bedah paman.” sahut Dr.Nadia terus terang.


“Tapi paman tenang saja.. Dr.Dara bisa menangani ini.” lanjut Dr.Nadia.


“Maaf Dr.Nadia bukan nya saya tidak mau membantu.. tapi saya rasa paman Anda tak akan mau istri nya di tangani oleh saya.” sebelum lelaki angkuh itu menolak untuk yg kedua kali nya.. Dara telah lebih dulu menolak nya.


“Kenapa demikian Dokter.. Anda adalah Dokter terbaik di RS ini.. hanya Anda yg bisa membantu nya Dokter... saya mohon.” pinta Dr.Nadia memelas.


“Tapi..”


“Tolong selamatkan istri & anak saya Dokter.” lelaki itu langsung memenggal perkataan Dara dengan memohon.. sambil mengatubkan kedua telapak tangan nya di depan dada.


Dara pun langsung mengangguk.. sedikit pun dia tak merasa dendam pada lelaki itu.. hanya saja dia tak mau di hina untuk yg kedua kali nya.. itulah mengapa tadi dia menolak.


“Dr.Nadia.. siapkan semua keperluan untuk operasi.” titah Dara.. yg langsung di kerjakan oleh Dr.Nadia.


“Dan Anda pak.” Dara berkata pada lelaki angkuh itu.

__ADS_1


“Tolong tanda tangani surat persetujuan untuk tindakan operasi ini.” Dara pun menyodorkan selembar kertas.. yg langsung di sambut oleh lelaki itu dan di tanda tangani.


“Silahkan Bapak pergi ke bagian Administrasi.” titah Dara lagi.. kepada lelaki itu.


Tak ada perlawanan sama sekali dari lelaki itu.. dia hanya menurut saja.


Setelah semua persiapan selesai.. segera Dara bersama beberapa Dokter yg lain masuk keruang operasi.


Tak lama setelah Dara dan Dokter yg lain nya masuk.. Lampu merah ruangan pun menyala.. tanda operasi sedang berlangsung.


20 menit kemudian.. Dara dan Dokter yg lain berhasil mengeluarkan bayi nya.


Dr.Nadia lah yg memegang bayi itu.. karna Dara sibuk membedah.


Bayi nya memang telah berhasil di lahirkan.. tapi tak ada suara tangis yg terdengar.


Dara melepaskan semua alat bedah yg saat itu di pegang nya.. dan menyerah kan tanggung jawab untuk menyelesaikan tugas itu pada Dokter yg lain.


Dara menghampiri Dr.Nadia yg sedang menatap bayi perempuan mungil itu.


“Dr.Nadia kenapa bayi nya tak menangis.” tanya Dara.. yg seketika membuat Dr.Nadia panik.


Kepanikan makin di rasakan oleh Dr.Nadia.. bahkan Dara juga mulai khawatir.


Dengan sigap Dara mengambil alih bayi itu dari Dr.Nadia.


Diperiksa nya bayi itu dengan teliti.


“Denyut jantung nya masih ada.. tapi mengapa bayi nya tak bergerak dan bersuara.” Dara bergumam sambil terus menepuk dan menggoyangkan pelan tubuh bayi itu.


Hingga Dara mencoba untuk membuka mulut bayi itu.. Dan saat itulah Dara menyadari satu hal.


Dengan spontan Dara menyedot sesuatu dari mulut bayi itu dengan mulut nya sendiri.


Sekali sedotan belum ada reaksi namun di sedotan kedua bayi nya mulai menangis dan bergerak.


“Alhamdulilah.” ucap Dara.. sambil menghembus nafas lega.


Ternyata bayi itu telah banyak meminum air ketuban Ibu nya.. jika saja terlambat di Operasi maka sudah dapat di pastikan bahwa bayi nya tak akan selamat.


Setelah bayi nya mulai menangis Dara menyerahkan kembali pada Dr.Nadia.. meminta nya untuk membersihkan serta memberikan pakaian pada bayi tersebut.

__ADS_1


Dr.Nadia pun segera melakukan nya.


Sementara Dara kembali membantu rekan rekan nya yg masih mengurus ibu dari sang bayi.


Setelah semua nya selesai Dara pun keluar dan kembali menemui Dr.Nadia.


Saat itu Dr.Nadia baru selesai memandikan dan memakaikan baju untuk sang bayi.


“Dr.Nadia.. bagaimana keadaan bayi nya?.” tanya Dara


“Alhamdulillah bayi nya baik baik saja Dok.. terimakasih.” sahut Dr.Nadia.


“Ya sudah kalo begitu.. kamu lanjut urus bayi nya ya.. Saya tinggal dulu.” tutur Dara.. karna dia harus segera membersihkan badan nya.. dan juga mengganti pakaian nya.


Dara pun keluar dari ruangan tersebut..


Baru berjalan sebentar saja.. seseorang memanggil nya.


“Dr.Dara.” panggil suara itu.. yg tak lain dari lelaki angkuh itu.


Dara pun menoleh dan menghentikan langkah nya.


“Bagaimana keadaan istri & Anak saya?.” tanya lelaki itu harap harap cemas.


“Semua nya baik baik saja Pak.. istri anda selamat begitu juga dengan bayi anda.” sahut Dara tersenyum.


“Saat ini istri anda telah di urus oleh para Dokter dan sebentar lagi akan di pindahkan keruang perawatan.. setelah itu bapak bisa menemui nya.. bersama dengan bayi Bapak.. yg saat ini tengah di urus oleh Dr.Nadia.” jelas Dara panjang lebar.


“Terimakasih Dokter.. & Maaf kan atas kata kata saya tadi.. saya tak tau kalo Anda adalah seorang Dokter disini.. saya fikir anda hanya seorang suster biasa.. maka nya...”


“Itu sudah tugas saya.. & mengenai itu saya sudah melupakan nya.” Dara langsung menyela bicara lelaki itu gesit.


“Permisi Pak.. saya harus mengurus pasien saya yg lain.” tutur Dara sopan.


Kemudian Dara berlalu meninggalkan lelaki itu.


Lelaki itu hanya menatap langkah Dara yg kian menjauh dengan perasaan malu.


Dia benar benar merasa malu telah menolak bantuan Dara tadi.. jika saja tadi dia menerima tawaran Dara.. maka istri nya tak harus di Operasi.


Apalagi setelah dia mendengar cerita Dr.Nadia tentang yg terjadi di ruang Operasi mengenai bayi nya.. Tanpa bantuan Dara.. ia pasti telah kehilangan bayi nya.

__ADS_1


__ADS_2