
Episode sebelum nya.
Saat Faozan bertanya siapa Andrian, dan inilah jawaban Dara.
" Dia itu... dia itu.."
Faozan.
" Dia itu siapa?." tanya Faozan mulai tak sabar.
Dara.
" Tentu saja dia itu hanya teman ku." OMG, ternyata Dara memilih berbohong ketimbang jujur.
Dara berkata demikian karna ia tak ingin melukai perasaan Faozan, niat nya sich baik sebenar nya, tapi cara nya yg salah.
Faozan mengambil nafas dalam mendengar nya, sebab ia tau Dara hanya berbohong.
Setelah sedikit tenang barulah Faozan mulai bicara lagi.
Faozan.
" Benar hanya teman?." tanya nya sembari mencoba untuk tertawa pelan agar Dara tak tau betapa kesal dan marah nya ia saat ini.
Dara.
" Iya bener kok." jawab nya ragu². " Emang nya kenapa sich, kok kamu nanya gitu?."
Faozan.
" Pertanyaan yg bagus, tapi aku akan jawab pertanyaan kamu itu nanti, sekali lagi aku masih mau tanya kamu, apa kamu benar² yakin kalau Andrian itu hanya teman kamu?." tandas nya, tapi ia masih berusaha sebisa mungkin untuk bicara lembut pada Dara, berharap agar Dara mau jujur.
Dara.
" Iya sungguh dia itu cuma teman ku."
Faozan.
" Ehennggs,, mau sampai kapan sih kamu bohongin aku?." tanya nya lagi, tetap dengan suara selembut mungkin.
Mendengar perkataan Faozan kali itu, lagi² Dara terdiam, ia mulai menangkap bahwa ada yg tidak beres, apa lagi seharian ini ia belum buka facebook lantaran tadi ia sibuk merawat Nenek nya yg lagi demam.
Karna lagi² Faozan tak mendengar jawaban dari Dara, maka sekali lagi ia bicara.
Faozan.
" Kenapa diam?, Ayo jawab, jawab." Faozan mulai bicara tegas.
Dara.
__ADS_1
" Maksud nya apa sich?." begitulah akhirnya Dara menanggapi tanpa beban.
Faozan.
" Begini, kalau benar apa yg kamu katakan jika Andrian itu hanya teman kamu, lalu kenapa dia inbox di FB kamu tadi dengan panggilan sayang." tegas nya.
Dara.
" Cuma karna dia inbox manggil sayang bukan berarti aku punya hubungan khusus dengan nya." Dara masih tetap mengelak.
Faozan.
" Bohong tetap lah bohong."
Dara.
" Kamu nggak percaya pada ku?."
Faozan.
" Aku sangat percaya padamu, bahkan aku percaya kamu melebihi diri aku sendiri, tapi apa yg aku dapat kan, hanya pengkhianatan, ternyata selama ini aku salah menilai mu, aku fikir kamu itu beda dengan perempuan lain, ternyata sama saja, semua cewek itu munafik."
Dara.
" Kamu bicara apa sich, jangan sembarangan nuduh ya." Sifat egois nya Dara mulai keluar, udah tau salah, eeh malah nggak mau ngaku.
Faozan.
Setelah berkata demikian tak terdengar lagi suara Faozan, yg ada hanyalah suara tombo² ponsel tersebut, tampak nya Faozan sedang mengirim sesuatu.
Tak lama setelah itu datang lah chatt di hp nya Dara, dan benar itu dari Faozan.
Dara mengunduh fhoto tersebut, yg ternyata screnshoot inbox nya Andrian di FB Dara yg tadi di bales sama Faozan, saat ia log in akun tersebut.
Dara dan Faozan emang sama² tau kata sandi FB dari dari mereka masing².
Disana terpampang jelas, dimana Andrian bertanya tentang siapa yg di jadikan sampul di FB Dara tersebut.
Iya, hari itu rupa nya Faozan, mengubah sampul FB nya Dara menggunakan fhoto nya, saat itulah Andrian bertanya.
Andrian.
" Yank siapa cowok yg fhoto nya kamu jadiin sampul ini?." Andrian fikir Dara sendirilah yg mengganti sampul nya padahal bukan.
Membaca inbox itu, Faozan langsung membalas nya.
Faozan, eh bukan tepat nya nama itu nama Dara sebab itu FB nya Dara.
" Itu cuma teman aku kok yank." begitulah jawaban inbox nya.
__ADS_1
Andrian.
" Teman kok fhoto nya kamu jadiin sampul sih yank?."
" Itu karna aku kalah taruhan yank, tadi kan kami taruhan bola, dan yg kalah wajib pake sampul fhoto yg menang, jadi mau nggak mau aku turutin, kamu nggak marah kan?."
Pinter juga Faozan nyari kata² yg membuat Andrian tak curiga, dan percaya sama Dara.
Andrian.
" Nggak kok yank, tapi benar kan dia itu hanya teman kamu, soal nya aku nggak mau yank, kalau kamu punya cowok lain."
Meski sangat marah membaca nya Faozan tak memperlihat kan itu di inbox nya, padahal saat itu dada nya seolah mau meledak saking marah dan kecewa nya dia.
Tapi ia memilih bertindak seolah² Dara yg membalas inbox tersebut, padahal kalau ia mau, ia bisa saja bilang kalau dia juga pacar nya Dara, maka dengan seketika pasti Andrian meninggalkan Dara, dan dia bisa juga melakukan hal yg sama, atau justru bertahan karna Andrian sudah mundur.
Tapi tidak, ia tak ingin menjadi PHO.
" Kamu percaya dech yank sama aku."
Hanya sebatas itulah inbox dari screnshoot yg di kirim Faozan.
Setelah membaca nya tak ada kata yg bisa untuk di ucapkan Dara untuk membela diri, kali ini ia sudah tak bisa mengelak lagi, ia sudah tertangkap basah.
Baru saja Dara selesai membaca nya, Faozan mulai bicara lagi.
Faozan.
" Sekarang apa lagi alasan mu?, Andrian hanya iseng, ataukah ada alasan lain." tutur Faozan, namun tetap dengan nada lembut.
Lagi² Dara terdiam, Karna itulah lagi² Faozan yg bicara.
Faozan.
" Apa susah nya sih jujur, bilang aja kalau kamu punya pacar selain aku, aku nggak akan marah kok." Faozan mencoba merayu demi untuk mendengar kebenaran nya lansung dari Dara.
Dara.
" Benar kamu nggak marah kalau aku jujur.". barulah Dara menanggapi nya.
Dara bodoh atau begok sich, masa iya percaya dan beranggapan Faozan nggak marah setelah yg terjadi.
Tak heran sih kalau Dara berfikir begitu, ia berfikir dari sudut pandang nya, sebab beberapa waktu yg lalu, di FB Faozan, ia juga sempat menemukan inbox Faozan dengan mantan pacar nya yg bernama Tiana, saat itu Faozan bilang kalau ia sudah tak ada komunikasi lagi sama Tiana, tapi nyata nya mereka masih ada inbox kan, saat itu Faozan juga bersikeras nggak mau ngaku, bilang nya itu inbox yg lama, padahal udah jelas² itu inbox nya terjadi saat Dara udah pacaran dengan nya, hingga akhir nya Dara terus mendesak nya dan Faozan mengakui, dan minta maaf serta janji nggak akan pernah balas inbox nya Tiana lagi.
Dara pun percaya dan memaafkan, bahkan sedikit pun Dara tak marah, malah saat itu Dara bertanya dengan tersenyum.
Tapi mungkin kah Faozan juga akan melakukan hal yg sama?, Benarkah kalau ia tak akan marah jika Dara jujur?.
jeng.. jeng.. jeng.
__ADS_1