Cinta jarak jauh... ( LDR)

Cinta jarak jauh... ( LDR)
Menyakitkan.


__ADS_3

Beberapa hari kemudian.. saat Dara dan Faozan


sedang asyik bercanda lewat telpon tiba² Dara bicara serius.


Dara.


" Sayang kalau besok aku nggak sempat hubungi kamu kamu jangan mikir yg nggak² ya."


Faozan.


" Emang nya kenapa?.. aku harap kamu nggak berubah fikiran dan mau lanjutin pernikahan nya kan?."


Dara.


" Nggak kok... hanya saja aku mau pergi ke dokter."


Faozan.


" Ada apa?.. apa maagh kamu kambuh lagi.. maka nya sudah sering kan aku bilang ama kamu makan yg teratur kamu sich suka ngeyel." Faozan langsung nyerocos gitu saja.. ia memang tau kalau akhir² ini Dara sering keluar masuk rumah sakit.. kadang maagh kambuh.. kadang tekanan darah nya naik.. tapi saat ia tau Dara baik² saja ia lega.


Dara.


" Maagh aku nggak kamuh kok.. aku hanya sedikit sakit kepala."


Faozan.


" Mungkin karna akhir² ini kamu terlalu banyak berfikir bahkan aku yakin sampai saat ini kamu masih banyak berfikir tentang apa yg kita rencanain.. maafkan aku yg telah membuatmu dalam posisi yg sangat sulit." kata nya tak enak hati.


Dara.


" Bukan salah mu.. aku nya saja yg terlalu lemah." di tengah pembicaraan Dara merasakan sakit yg luar biasa di kepala nya.. hingga ia langsung merintih.. " Adduuuhh..hsstt."


Faozan.


" Ada apa?... apa kamu sakit?." tanya Faozan cemas.


Dara.

__ADS_1


" Aku nggak apa² hanya sakit kepala."


Faozan.


" Ya udah sekarang kamu istirahat.. aku nggak mau kamu makin parah."


Dara.


" Aku nggak apa² kok."


Faozan.


" Aku nggak mau dengar apapun.. sekarang juga kamu istirahat.. ya udah kamu istrihat ya.. metz istirahat ya sayang.. eeemmuaach."


Dara langsung memutus panggilan karna rasa sakit di kepala nya mendera dengan begitu kuat.. hingga ia berbaring dan langsung tidur.


🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀


Hari berikut nya


Faozan.


" Sayang bukan nya hari ini kamu mau ke Dokter.. belum berangkat ya?."


Dara.


" Tadi nya sich iya.. tapi tadi subuh Dokter Alex sudah menghubungi ku dan dia lagi ada urusan mendadak di Palembang.. jadi pengobatan ku di tunda besok."


Faozan.


" Oh.. lalu kenapa kamu nggak ke Dokter yg lain saja.. dari pada sakit kamu makin parah."


Dara.


" Sayang Dokter Alex itu Dokter specialis kanker dan aku sudah di tangani nya sejak semula." Dara tak sengaja berkata begitu.. ia baru sadar setelah ia bicara.


' Iih dasar bodoh.' Dara mengutuk diri nya dalam hati.. karna ia sadar perkataan nya tadi pasti menjadi tanda tanya besar bagi Faozan.

__ADS_1


Faozan.


" Loh kok kamu berobat sama Dokter yg specialis kanker sich?.. emang nya kamu sakit apa kenapa harus sama dia?." benar dugaan Dara.. Faozan langsung bertanya.


Dara.


" Eeem.. nggak apa² hanya saja aku milih klinik yg lebih dekat saja." Dara mencoba memberi alasan.


Faozan.


" Nggak masuk akal." kecam nya.


Dara.


" Kalau nggak masuk akal ya udah kamu masukin dengkul saja." Dara mencoba bercanda.. berharap Faozan tak membahas masalah itu lagi.


Faozan.


" Aku bicara serius dan kamu tau aku.. aku nggak suka saat aku bicara serius tapi kamu malah bercanda." bentak nya.


Dara.


" Iya iya sorry."


Faozan.


" Sekarang aku tanya serius dan kuharap kamu jawab yg serius dan sejujur jujur nya." tandas nya.


Dara.


" Iya." Hanya kata itu yg bisa ia ucapkan ia sudah tau akan kemana arah pembicaraan Faozan.


Faozan.


" Sebenar nya kamu sakit apa?.. kenapa kamu begitu rutin ke Dokter bahkan itupun Dokter specialis kanker.. tolong jangan sembunyikan apapun dari ku.. aku nggak akan niggalin kamu apapun yg terjadi.. aku hanya ingin kamu jujur."


Dara mulai menangis mendengar semua itu.. ia tau Faozan nggak akan ninggalin dia apapun yg terjadi justru karna itulah ia memilih berbohong agar Faozan membenci nya.. tapi itupun tak berhasil.

__ADS_1


__ADS_2