
Sekitar jam 20:30, barulah ada chatt datang dari Faozan, itupun hanya sebuah audio yg ia kirim.
Dara segera membuka nya, ternyata audio orang² yg lagi baca surah yasin.
Tak lama setelah audio, datang lagi sebuah chatt.
Faozan.
" Sayang maaf yach, aku belum bisa online, karna aku masih yasinan di rumah tetangga, jangan marah yach."
Dara.
" Oke." Cukup simple kan jawaban nya, nggak heran karna Dara sedikit kecewa atas apa yg di katakan Vina tadi.
Kira² 15 menit kemudian, datang lagi chatt dari orang yg sama.
Faozan.
" Kamu lagi apa??."
Dara.
" Biasa main hp, oh iya kamu udah buka FB kamu belum??." Dara balik bertanya.
Faozan.
" Belum, kan aku baru pulang, sampe rumah aku langsung chatt kamu, emang nya ada apa di FB aku??." Tanya Faozan.
Dara.
" Tadi aku inbox kakak kamu di FB."
Faozan.
" Owah, terus kalian bicara apa??."
Dara.
" Biar lebih jelas, kamu buka FB sekarang terus baca inbox nya, lalu jelasin ke aku apa maksud dari kakak kamu itu." Dara berkata tegas.
Membaca chatt tersebut, Faozan langsung membuka FB nya dan membaca inbox nya.
Jujur ia sendiri terkejut mengetahui apa yg di katakan kakak nya itu, karna semua itu tidak lah benar, tapi entah mengapa kakak nya bicara begitu, mungkin untuk mengerjai Dara.
Mengetahui hal itu lekas² Faozan chatt Dara.
Faozan.
" Apa yg di katakan kakak itu nggak benar, dia hanya mengarang cerita saja."
Untuk beberapa detik Dara tak membalas chatt tersebut, ia berfikir sendiri mungkin kah kakak nya Faozan itu hanya bohong??, tapi untuk apa Dia berbohong?.
Tampak nya Dara tak mempercayai Faozan.
Dara.
" Jadi maksud kamu, kakak kamu itu hanya bohong." Begitu Dara menanggapi kemudian. " tapi buat apa coba kakak kamu bohong."
Faozan.
" Itu artinya kamu lebih percaya Dia dari pada aku, padahal aku ini pacar mu, sementara Dia, Dia bukan siapa². "
Dara.
" Aku nggak tau, aku benar² bingung, siapa yg harus aku percaya, kamu atau kakak kamu, karna aku tak bisa mengabaikan apa yg kakak kamu katakan barusan."
__ADS_1
Faozan.
" Aku juga nggak tau kenapa kak Vina bicara begitu pada mu, tapi sumpah semua nya itu hanya lah bohong, aku bahkan nggak kenal siapa yg nama nya Riani."
Dara.
" Masa sich."
Faozan.
" Benar sayang, aku nggak kenal itu cewek yg nama nya Riani, jadi jangan kan mau nikah, kenal juga nggak, kamu percaya dech sama aku, nggak usah denger kata² kakak aku, Dia itu nggak tau apapun tentang masalah pribadi ku, bahkan aku aja jarang bicara dengan nya." Faozan menjelaskan panjang lebar.
Dara.
" Tau ah pusing aku, yg mana yg benar." sahut Dara singkat. Ia benar bingung dengan semua itu, harus kah ia mempercayai kak Vina, atau justru percaya sama Faozan.
Faozan.
" Udah lah sayang, nggak usah diambil pusing, semua yg di katakan kak Vina itu nggak benar, aku berani bersumpah, aku nggak ada pacar selain kamu." Chatt Faozan kali itu tak di gubris sama sekali oleh Dara, setelah ia membaca nya, tak niat sama sekali untuk membalas nya.
Setelah lama tak mendapat balasan dari Dara, Faozan kembali melayangkan sebuah chatt yg berupa pertanyaan.
Faozan.
" Kamu marah sama aku??." Tapi lagi² hanya di read. Melihat hal itu, Faozan mulai bingung sendiri bagaimana lagi ia harus menjelaskan agar Dara percaya kalau ia tidak berbohong.
Untuk menenangkan fikiran nya yg mulai kacau, Faozan berusaha untuk menghibur diri dengan menyapa teman² nya di grup.
Di grup hampir semua yg sedang online saat itu merespon chatt nya, kecuali Dara tentu nya, karna ia masih kesal.
Disana ada salah satu dari teman² grup nya yg bertanya pada Faozan.
" Kakak lagi apa sekarang?." Tanya salah seorang anggota grup yg bernama Airin, iya karna Airin emang lumayan dekat sama Faozan.
Faozan.
Airin.
" Ada masalah tah kak, cerita donk siapa tau kami semua disini bisa bantu."
Saat tadi Faozan chatt bilang lagi pusing, saat itu pulalah Dara baru merespon nya.
Dara.
" Pusing gara² apa?, udah minum obat belum?."
Faozan yg melihat Dara mulai merespon chatt nya, dengan segera ia membalas nya kembali.
Faozan.
" Pusing gara² kakak."
Dara.
" Karna kakak kamu, atau aku??." Dara bertanya demikian karna ia nggak tau yg mana yg di maksud Faozan, sebab kalau di grup Faozan dan Dara tetap manggil nya kakak adek.
Mungkin tadi nya Faozan berniat untuk membalas pertanyaan Dara, tapi salah lantaran ia tak begitu fokus pada chatt karna ia masih mencari solusi cara menyelesaikan masalah nya dan Dara.
Jadi ketika ada seseorang yg baru nimbrung di grup dan mengucap salam, Faozan malah membalas salam tersebut dengan kata dua² nya.
Tak hanya Dara yg heran dengan chatt itu, tapi hampir semua anggota grup bingung.
Namun tampak nya Faozan tak menyadari itu, bahkan sekali lagi iya membalas pada orang yg salah.
Lagi² ada anggota yg baru nimbrung dan mengucap salam, tapi lagi² pula Faozan membalas nya aneh, kali itu saat Putri mengucap salam, ia malah menjawab yg lain lagi.
__ADS_1
Putri
" Asalamualaikum, malam semua nya, maaf baru bisa nimbrung karna baru pulang kerja."
Faozan.
" Gimana sich Rin cara nya agar orang percaya sama kita." balas Faozan.. niat nya membalas chatt Airin tadi, tapi malah salah sasaran.
Putri yg membaca itu dengan segera membalas lagi, yg membuat Dara tertawa.
Putri.
" Faozan, kamu baik² saja kah??." itulah kata Putri, dan dengan segera pula Dara membalas nya.
Dara.
" Ahahaha, adek ada² saja."
Putri.
" Habis nya dari tadi chatt nya nggak ada yg nyambung kak." sama seperti tadi Dara juga tertawa.
Disamping itu Dara juga menyadari satu hal, kalau saat ini Faozan benar² tidak fokus, itu artinya Faozan benar² merasa terganggu karna perdebatan mereka tadi.
Dara mulai merasa tak enak hati, mungkin Faozan benar, ia tidak bohong, apa lagi setelah ia mengingat kata² terakhir dari Vina kakak nya Faozan tadi, yg mengatakan perkataan adalah Do'a ntar kamu nyesel bicara kayak gini, mungkin kah Vina hanya ingin mengerjai Dara.
Dengan pemikiran itulah ia ingin chatt Faozan secara pribadi untuk mengatakan kalau ia percya pada nya.
Namun begitu ia melihat ke kontak WA Faozan, tanpa ia sadar dari tadi ada chatt dari Faozan.
" Ya Allah kenapa gini amat sih nasib aku, baru aja mau senang tapi udah di kacaukan lagi sama orang² yg tak ingin aku bahagia." Faozan mengeluh.
Dara yg membaca nya makin merasa tak enak hati, jadi lekas² ia membalas.
Dara.
" Jangan meratap, nggak baik." Faozan yg menyadari Dara mulai membalas chatt nya lagi, mulai tersenyum.
Faozan.
" Habis kamu nya sich, nggak mau percaya pada ku, padahal aku sama sekali nggak kenal yg nama nya Riani, jika kamu masih nggak percaya, gimana kalau aku telpon kakak dan kita konfirmasikan, jadi yg bicara aku, kamu dan kakak, biar kamu bisa tanya langsung kenapa ia bilang begitu pada mu." tegas nya panjang lebar.
Dara.
" Udah nggak perlu, aku percaya sama kamu." jawab Dara singkat padat dan jelas.
Faozan.
" Alhamdulilah kalau begitu, terima kasih ya."
Dara.
" Iya macama, maaf ya karna aku sudah membuat fikiran mu menjadi kacau."
Faozan
" Eh dari mana kamu tau kalau aku emang kacau tadi?." Faozan bertanya bingung.
Dara.
" Kalau kamu belum hapus semua chatt di grup, coba kamu baca ulang di setiap chatt yg kamu kirim, maka kamu akan mengerti."
Faozan.
" Baiklah, tunggu bentar ya, aku baca chatt nya."
__ADS_1
Setelah beberapa menit, Faozan langsung menelpon Dara dan langsung tertawa melihat kekonyolan nya, bahkan Dara sampai tertawa lepas mengingat semua itu, dan hal itu membuat Faozan jadi malu sendiri.