Cinta jarak jauh... ( LDR)

Cinta jarak jauh... ( LDR)
Surprice.


__ADS_3

Suara adzan Subuh berkumandang dan itu membuat Faozan yg tengah terlelap di sisi kanan Dara segera membuka mata nya.


Iya semalam ia tertidur dengan hanya bersender di kepala ranjang tempat Dara berbaring.. padahal jika mau dia bisa tidur di sofa yg ada tak jauh dari tempat Dara berbaring.


Tapi ia tak mau jauh dari Dara karna itulah Faozan lebih memilih tiduran sambil duduk di sisi kanan Dara.


Dengan pelan ia membuka mata nya dan mengucek² nya untuk memperjelas penglihatan nya.. leher sedikit pegal karna tak tidur dengan benar.. karna itulah ia memutar² leher nya ke kiri dan kekanan.


Setelah ia merasa sadar sepenuh nya.. dengan pelan pula ia melepaskan genggaman tangan nya dari tangan Dara.


Ia menatap wajah Dara.. yg masih belum membuka mata nya.


" Sudah waktu nya subuh.. tapi kenapa Dara belum sadar juga." ia mulai merasa cemas.. sebab tadi Dokter bilang Dara akan siuman dalam waktu kira² 8 jam kedepan.. rasa nya ini sudah lebih dari 8 jam.. lalu kenpa Dara belum sadar juga.


" Sayang bangun waktu subuh." Faozan mencoba bicara disisi telinga Dara.. tapi tetap Dara belum ada reaksi.


Faozan memilih untuk melakukan shalat subuh dulu baru setelah itu ia akan bicara dengan Dokter mengenai Dara.


Sesaat sebelum melangkahkan kaki untuk kekamar mandi dan berwudhu Faozan sekali lagi mengecup lembut kening Dara.


Ccuuuupppp.


" Morning sayang." bisik nya lagi.


Setelah itu ia langsung menuju kamar mandi yg ada di ruangan itu untum mandi sekalian berwudhu.


Sayang nya pakaian sudah di bawa oleh kedua ortu Dara hingga ia tak bisa berganti pakaian terpaksa ia tetap dengan pakaian itu.


Belum juga 5 menit Faozan masuk ke kamar mandi.. Dara dengan perlahan² mulai membuka mata nya.


Dengan pelan mata nya mulai terbuka lebar.. yg artinya pula ia telah siuman.


Dara yg baru membuka mata nya melihat keseluruh ruangan itu.. namun tak ada siapapun yg ia lihat.


Mungkin keluarga nya sedang pulang.. itulah yg difikirkan Dara.


Ia mencoba bangun dan duduk dengan pelan.. karna tubuh nya masih sangat lemas.. belum lagi kepala nya masih sedikit pusing.

__ADS_1


Setelah duduk Dara mendengar ada suara gemercik air dari kamar mandi ruangan itu.. ia tersenyum sekilas.. artinya ada orang yg menjaga nya.


" Bu.. Bu.. Ibu." panggil Dara dengan suara nya yg begitu lemas.. hingga Faozan tak dapat mendengar suara itu.


" Ibu pasti tak mendengar ku karna suara air dan juga suara adzan." gumam Dara sendirian.


Saat itu mata nya melihat sesuatu.. yaitu ponsel nya.. yg ternyata di letak kan Faozan di dekat bantal.


Dara meraih ponsel nya dan langsung membuka WA.


Ia tak heran jika sudah banyak chatt masuk dan sudah terbaca.. karna ia tau itu pasti keluarga nya.


Saat itu ia baru ingat kalau disana sama sekali tak ada chatt atau pun pesan dari Faozan.. apa lagi panggilan.


" Ini benar² kelewatan.. sudah sehari semalam tapi tak ada satupun kabar dari mu Gedok." Gumam nya kesal.. karna tak pernah Faozan tak memberi kabar seperti ini.. maka nya Dara sangat kesal.


Namun meski kesal ia tetap mencoba menghubungi Faozan.. karna jangan² Faozan kenapa².


Dengan pemikiran itulah Dara segera menghubungi Faozan.


Tak lama setelah ia menekan tombol panggil.. panggilan pun langsung masuk.. saat itulah Faozan terkejut saat menyadari ponsel nya begetar.. karna ia memakai mode sunyi.. sebab itu di rumah sakit jadi karna itulah Faozan sengaja silent hp nya.


Ia segera keluar dari kamar mandi.. dan dia langsung tersenyum melihat Dara telah duduk dan sibuk dengan ponsel nya itu.


Dengan pelan ia melangkah agar Dara tak mendengar suara hentak kaki nya.


Dan benar saja Dara tak mendengar suara hentakan kaki karna perhatian nya hanya terpusat pada ponsel nya.. k


Karna tak ada jawaban dari panggilan nya sekali lagi Dara mengulang nya.


" Apakah ia masih tidur." Gumam nya sendiri.. padahal Faozan sudah berdiri kira² jarak 1 meter dari nya.


Panggilan pun masuk lagi.. kali itu Faozan menjawab nya.


" Hallo Asalamualaikum.". Dara langsung bicara begitu tersambung.


" Waalaikum sallam kesayangan." Faozan bicara sekecil mungkin agar Dara tak mendengar suara nya.. selain suara di ponsel.

__ADS_1


" Kesayangan² .. kesayangan dari hongkong.. kalo aku ini kesayangan kamu.. pasti kamu nggak bakal lupain aku.. tapi ini nyata nya apa?." Dara langsung mengomel.


" Ehmz.. kayak nya ada yg kengen berat nih." kali itu Faozan bicara biasa saja.. dan itulah yg membuat Dara bingung.


Dara mengernyitkan dahi nya.. saat ia merasa suara itu bukan cuma dari ponsel tapi berada di dekat nya.


" Apa ini karna pengaruh obat." kata nya kemudian.


Untuk memastikan lagi.. sekali lagi ia bicara.


" Hallo." kata nya.


Tapi tak ada suara baik dari ponsel atau pun yg ia dengar lagi.


Dara menatap ponsel nya bingung.. sambil menggeleng² kan kepala nya tak mengerti.


Karna hanya terfokus pada ponsel ia bahkan tak menyadari ada seseorang yg berdiri di samping ranjang tempat tidur rumah sakit itu.


Melihat Dara yg masih sibuk menatap ponsel nya dan berfikir sendiri Faozan tersenyum kecil.


Kemudian tanpa bicara ia meraih tubuh Dara dan memeluk nya dengan erat.


Dara terkejut bukan main.. apa lagi ia tak tahu siapa yg ada bersama nya saat ini.. hampir saja ponsel yg di pegang nya jatuh karna kaget.


"Syukurlah kamu udah sadar." Faozan mulai bicara disisi telinga kanan nya.


Jantung Dara berdegup kencang.. ia baru menyadari orang yg memeluk nya itu ternyata Faozan... tadi ia belum sempat melihat karna ia begitu kaget.. namun ia tadi berfikir bahwa mungkin saja ibu nya yg memeluk nya sebab ia belum menoleh kebelakang untuk mencari tau siapa yg tiba² memeluk nya dari belakang.


Menyadari Dara yg hanya terdiam seperti patung Faozan mulai bicara lagi.. masih dengan memeluk erat Dara.


" Kok diem.. nggak suka ya aku ada disini?." kata nya lembut.


Dengan gugup Dara menoleh pelan dan mulai bicara.


" Terimakasih." hanya kata itu yg mampu ia ucapakan.


Kemudian dengan pelan ia melepas tangan Faozan dan berbalik menatap nya.

__ADS_1


Sesaat ia terpaku menatap Faozan.. dia juga tak menduga kalau Faozan itu ternyata tampan.. lebih tampan dari pada fhoto yg sering ia lihat.. ataupun saat mereka Video call.


__ADS_2